<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><?xml-stylesheet title="XSL_formatting" type="text/xsl" href="https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss.xsl"?><rss version="2.0"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
	<channel>
		<title>Kewargaan Perusahaan &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
		<atom:link href="https://news.samsung.com/id/category/corporate/citizenship/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>https://news.samsung.com/id</link>
        <image>
            <url>https://img.global.news.samsung.com/image/newlogo/logo_samsung-newsroom_id.png</url>
            <title>Kewargaan Perusahaan &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
            <link>https://news.samsung.com/id</link>
        </image>
        <currentYear>2026</currentYear>
        <cssFile>https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss_xsl.css</cssFile>
		<description>What's New on Samsung Newsroom</description>
		<lastBuildDate>Fri, 24 Jul 2026 14:38:31 +0000</lastBuildDate>
		<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
					<item>
				<title>Samsung Innovation Campus Batch 8 Resmi Dibuka: Bekali Generasi Muda dengan Pembelajaran AI, Coding, dan IoT</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-innovation-campus-batch-8-resmi-dibuka-bekali-generasi-muda-dengan-pembelajaran-ai-coding-dan-iot?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 10:00:13 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Innovation Campus]]></category>
		<category><![CDATA[SIC Batch 8]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4vHjds7</guid>
									<description><![CDATA[Program: Pembukaan pendaftaran Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8 untuk pelatihan AI, Coding, dan IoT. Target Peserta: Terbuka bagi siswa SMA/SMK/MA serta]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li><em><strong>Program:</strong> Pembukaan pendaftaran Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8 untuk pelatihan AI, Coding, dan IoT.</em></li>
<li><em><strong>Target Peserta:</strong> Terbuka bagi siswa SMA/SMK/MA serta mahasiswa aktif di seluruh Indonesia.</em></li>
<li><em><strong>Batas Pendaftaran: </strong>Registrasi dibuka mulai sekarang hingga 18 Agustus 2026.</em></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26676" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26676" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054137/01-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Main-Image-1000px.jpg" alt="Poster Pendaftaran Samsung Innovation Campus Batch 8 untuk Pelatihan AI dan Coding" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054137/01-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Main-Image-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054137/01-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Main-Image-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054137/01-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Main-Image-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Pendaftaran Samsung Innovation Campus Batch 8 resmi dibuka</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Electronics Indonesia membuka pendaftaran Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8 hingga 18 Agustus 2026. Program CSR ini memberikan pelatihan gratis Coding, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT) bagi siswa SMA/SMK/MA dan mahasiswa di seluruh Indonesia melalui pembelajaran berbasis proyek. Inisiatif ini turut mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mempercepat transformasi digital nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita, khususnya pengembangan talenta unggul yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Innovation Campus merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Samsung Electronics Indonesia untuk mencetak talenta digital melalui pembelajaran Coding, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT). Program ini membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan industri sekaligus mendorong mereka menciptakan solusi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital RI<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a> dalam siaran persnya, kebutuhan talenta digital Indonesia diproyeksikan mencapai 12 juta orang pada 2030, sementara ketersediaan saat ini baru sekitar 9,3 juta talenta, sehingga masih terdapat kesenjangan yang perlu segera dijembatani. Melalui Samsung Innovation Campus, Samsung berkontribusi dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat ekosistem talenta digital Indonesia melalui pembelajaran Coding, AI, dan IoT yang aplikatif serta selaras dengan kebutuhan industri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Antusiasme terhadap Samsung Innovation Campus terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Pada penyelenggaraan Batch 7, program ini berhasil menjaring <strong>7.736 pendaftar</strong> dari seluruh Indonesia. Sebanyak 5.500 peserta melaju ke tahap pertama. Dari jumlah tersebut,  terpilih 20 tim terbaik yang mempresentasikan proyek inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) pada Culmination Event, tahap akhir program yang menjadi ajang pembuktian kemampuan peserta di hadapan mentor dan praktisi industri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Melalui Samsung Innovation Campus, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan keterampilan digital yang semakin dibutuhkan di masa depan. Program ini tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis di bidang Coding, AI, dan IoT, tetapi juga mendorong mereka menjadi<em> problem solver</em> yang mampu menciptakan inovasi berdampak bagi masyarakat,&#8221; ujar <strong>Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Jejak Nyata Alumni: PhysioTrack dari Tim Outliers</h2>
<p>Komitmen tersebut telah melahirkan berbagai inovasi dari para alumni Samsung Innovation Campus. Salah satunya adalah <strong>Tim Outliers, Best Team kategori universitas Samsung Innovation Campus Batch 7,</strong> yang mengembangkan <strong>PhysioTrack</strong>, solusi rehabilitasi pasca stroke berbasis AI dan IoT. Melalui integrasi <em>AI Pose Estimation</em>, sensor <em>wearable</em> berbasis IoT, serta <em>dashboard </em>pemantauan berbasis web, PhysioTrack memungkinkan pasien menjalani latihan rehabilitasi dari rumah secara lebih terukur, sekaligus tetap memberikan data yang dapat dipantau oleh fisioterapis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26677" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26677" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054507/02-Tim-Outliers-Best-Team-Kategori-Universitas-Samsung-Innovation-Campus-Batch-7-1000px.jpg" alt="Tim Outliers, Best Team Samsung Innovation Campus Batch 7, menampilkan PhysioTrack, solusi rehabilitasi AI dan IoT." width="1000" height="668" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054507/02-Tim-Outliers-Best-Team-Kategori-Universitas-Samsung-Innovation-Campus-Batch-7-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054507/02-Tim-Outliers-Best-Team-Kategori-Universitas-Samsung-Innovation-Campus-Batch-7-1000px-843x563.jpg 843w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054507/02-Tim-Outliers-Best-Team-Kategori-Universitas-Samsung-Innovation-Campus-Batch-7-1000px-768x513.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Tim Outliers, Best Team Kategori Universitas Samsung Innovation Campus Batch 7, menampilkan PhysioTrack, inovasi rehabilitasi pasca-stroke berbasis AI dan IoT.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi <strong>Bagus Satrio, perwakilan Tim Outliers</strong>, pengalaman mengikuti Samsung Innovation Campus mengubah cara pandangnya terhadap AI, dari sekadar alat bantu pekerjaan menjadi sarana untuk menciptakan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sebelum mengikuti Samsung Innovation Campus, kami menggunakan AI sebagai <em>tools</em> dalam beberapa proyek, tetapi belum benar-benar memahami bagaimana membangun solusi AI secara <em>end-to-end</em> untuk menyelesaikan permasalahan nyata. Di Samsung Innovation Campus kami belajar bahwa AI bukan hanya soal model dengan akurasi tinggi, melainkan bagaimana AI dipadukan dengan IoT, <em>embedded system</em>, dan kebutuhan pengguna sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,&#8221; ujar <strong>Satrio</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendekatan <em>project-based learning</em> yang diterapkan selama program turut mendorong Tim Outliers mengembangkan PhysioTrack, mulai dari mengidentifikasi permasalahan, melakukan riset, membangun prototipe, hingga menyempurnakan solusi melalui masukan dari para mentor. Pengalaman ini menanamkan pola pikir baru bahwa inovasi lahir dari kemampuan memahami kebutuhan pengguna, bukan sekadar menguasai teknologi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kisah Tim Outliers menjadi salah satu contoh bagaimana Samsung Innovation Campus tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis, tetapi juga mendorong mereka mengembangkan solusi yang berangkat dari kebutuhan nyata di masyarakat. Melalui pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teknologi, kolaborasi, dan kreativitas, Samsung ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang menjadi talenta digital yang siap menghadapi tantangan industri sekaligus menciptakan dampak positif melalui inovasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Apa Saja Tahapan Pembelajaran SIC Batch 8?</h2>
<div id="attachment_26678" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-26678 size-full" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054718/03-Infografis-Lima-tahapan-pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1000px.jpg" alt="Infografis 5 Tahapan Pembelajaran Samsung Innovation Campus Batch 8 dari Coding hingga Culmination Event." width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054718/03-Infografis-Lima-tahapan-pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054718/03-Infografis-Lima-tahapan-pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054718/03-Infografis-Lima-tahapan-pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Lima tahapan pembelajaran Samsung Innovation Campus Batch 8, dari Coding &amp; Programming hingga Culmination Event.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peserta Samsung Innovation Campus Batch 8 akan mengikuti rangkaian pembelajaran yang dirancang secara bertahap agar mampu memahami dasar teknologi hingga mengembangkan solusi inovatif berbasis AI dan IoT.</p>
<table width="600">
<tbody>
<tr>
<td width="49"></td>
<td width="243"><strong>Tahap Pembelajaran </strong></td>
<td width="308"><strong>Deskripsi Kurikulum </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="49">1</td>
<td width="243"><strong>Coding &amp; Programming Course</strong></td>
<td width="308">Peserta mempelajari dasar-dasar coding dan logika pemrograman menggunakan bahasa pemrograman yang sesuai untuk pemula, membangun fondasi yang kuat sebelum masuk ke pelatihan teknologi lanjutan.</p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">2</td>
<td width="243"><strong>IoT Fundamentals</strong></td>
<td width="308">Peserta diperkenalkan pada konsep IoT, mulai dari perangkat keras, sensor, hingga penerapannya dalam kehidupan nyata, termasuk praktik merancang sistem sederhana berbasis IoT.</p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">3</td>
<td width="243"><strong>AI &amp; IoT Bootcamp</strong></td>
<td width="308">Materi difokuskan pada integrasi AI dan IoT dalam proyek berbasis data melalui studi kasus nyata untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah.</p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">4</td>
<td width="243"><strong>Ready to Rise</strong></td>
<td width="308">Peserta mengembangkan proyek mandiri dengan pendekatan inovatif, dibekali skill presentasi dan cara membangun solusi berdampak sosial maupun industri.</p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">5</td>
<td width="243"><strong>Culmination Event</strong></td>
<td width="308">Seluruh peserta mempresentasikan proyek akhir di hadapan mentor dan praktisi industri, menjadi ajang selebrasi sekaligus pembuktian kemampuan setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain mengikuti pembelajaran tanpa dipungut biaya, peserta juga akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain:</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Pembelajaran dan mentoring bersama praktisi profesional</li>
<li>IoT Course Kit untuk pengembangan prototipe</li>
<li>Akses ke komunitas pembelajar Samsung Innovation Campus</li>
<li>Kesempatan mengikuti kompetisi dan memenangkan hadiah</li>
<li>Sertifikat resmi Samsung Innovation Campus sebagai nilai tambah portofolio akademik maupun profesional</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program ini terbuka bagi siswa SMA/SMK/MA dan mahasiswa di seluruh Indonesia yang ingin mengembangkan keterampilan Coding, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT) melalui pembelajaran berbasis proyek. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan pendaftaran Samsung Innovation Campus Batch 8 dapat diakses melalui  <a href="https://www.samsung.com/id/campaign/innovationcampus/" target="_blank" rel="noopener">situs resmi Samsung Innovation Campus.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Pertanyaan yang Sering Diajukan</h2>
<p><strong>Q: Siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendaftar Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8?</strong></p>
<p>A: Program ini terbuka bagi seluruh siswa aktif tingkat SMA, SMK, MA, serta mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki minat besar untuk mempelajari teknologi digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Q: Apakah program pelatihan Samsung Innovation Campus dipungut biaya?</strong></p>
<p>A: Seluruh rangkaian pembelajaran, bimbingan, hingga penyediaan IoT Course Kit dalam program Samsung Innovation Campus Batch 8 ini diberikan secara 100% gratis tanpa dipungut biaya apa pun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Q: Kapan batas waktu pendaftaran untuk program Batch 8 ini?</strong></p>
<p>A: Pendaftaran resmi untuk Samsung Innovation Campus Batch 8 sudah dibuka sejak 16 Juli 2026 dan akan ditutup pada tanggal 18 Agustus 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Q: Apa saja materi utama yang akan dipelajari oleh peserta selama program berlangsung?</strong></p>
<p>A: Kurikulum SIC Batch 8 disusun secara bertahap, mencakup pembelajaran dasar hingga tingkat lanjut untuk tiga pilar teknologi utama: Coding &amp; Programming, Internet of Things (IoT), dan Artificial Intelligence (AI).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Q: Bagaimana cara mendaftar program ini?</strong></p>
<p>A: Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara online dengan mengisi formulir dan melengkapi berkas persyaratan melalui <a href="https://www.samsung.com/id/campaign/innovationcampus/" target="_blank" rel="noopener">situs resmi Samsung Innovation Campus.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><sup><span><em>[1]</em></span></sup></a><em> Siaran Pers Komdigi: <a href="https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/wujudkan-kedaulatan-teknologi-nasional-komdigi-siapkan-ai-talent-factory" target="_blank" rel="noopener">Wujudkan Kedaulatan Teknologi Nasional, Komdigi Siapkan AI Talent Factory </a></em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Electronics Rilis Sustainability Report 2026, Perluas Upaya Pemulihan Sumber Daya Air</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-electronics-rilis-sustainability-report-2026-perluas-upaya-pemulihan-sumber-daya-air?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 11:29:17 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[New Environmental Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability Report 2026]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4vGGvzb</guid>
									<description><![CDATA[Pada 26 Juni, Samsung Electronics merilis edisi 2026 dari Sustainability Report. &#160; Laporan tersebut memaparkan strategi serta pencapaian utama Samsung di]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Pada 26 Juni, Samsung Electronics merilis edisi 2026 dari Sustainability Report.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Laporan tersebut memaparkan strategi serta pencapaian utama Samsung di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social and governance/ESG) seiring upaya perusahaan memenuhi tanggung jawab korporasi dan membangun fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika risiko geopolitik serta pesatnya perkembangan AI. Secara khusus, laporan ini menyoroti kemajuan dalam pengelolaan sumber daya air melalui kerangka kerja manajemen air yang sistematis di fasilitas manufaktur Samsung di seluruh dunia, serta berbagai inisiatif untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>[Lingkungan]</h2>
<p>Melalui <em>New Environmental Strategy</em> yang diumumkan pada September 2022, Samsung tetap berkomitmen untuk mencapai target emisi nol bersih (net zero emission) untuk Scope 1 dan Scope 2, memaksimalkan sirkularitas sumber daya, serta mengatasi berbagai tantangan lingkungan melalui inovasi teknologi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai bagian dari target mencapai emisi nol bersih Scope 1 dan Scope 2 pada 2030, Divisi Device eXperience (DX) telah mengalihkan 94,8% dari total konsumsi energinya ke energi terbarukan hingga akhir 2025. Divisi ini juga berhasil mengurangi konsumsi daya rata-rata sebesar 34,4% dibandingkan tahun 2019 dengan menerapkan teknologi hemat energi pada model-model produk utamanya.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung juga mencatat kemajuan signifikan dalam upaya sirkularitas sumber daya dan pengelolaan air. Divisi DX meningkatkan proporsi penggunaan plastik daur ulang pada komponen plastik di seluruh produknya menjadi 33,7%<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><sup>[2]</sup></a> serta meraih peringkat tertinggi <em>Zero Waste to Landfill</em> dari UL Solutions di seluruh fasilitas manufaktur globalnya. Selain itu, divisi ini mencapai tingkat pemulihan sumber daya air sebesar 67,2% pada 2025 sebagai bagian dari target untuk memulihkan 100% konsumsi air global pada 2030.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Divisi Device Solutions (DS) Samsung terus melanjutkan upayanya untuk mencapai target emisi nol bersih (net zero emission) Scope 1 dan Scope 2 pada 2050 dengan menambahkan tiga sistem katalitik regeneratif serta meningkatkan efisiensi energi pada peralatan operasionalnya. Divisi ini juga mengembangkan teknologi hemat daya untuk mencapai target pengurangan konsumsi daya pada produk memorinya, sehingga memungkinkan komersialisasi tepat waktu berbagai produk yang lebih hemat energi, seperti HBM4 dan PM1763. Pada 2030, divisi ini menargetkan peningkatan efisiensi energi pada produk HBM dan server SSD masing-masing hingga 2,5 kali dan 4 kali lipat, guna menghadirkan solusi infrastruktur AI yang lebih optimal bagi pelanggan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Divisi DS mengadopsi pendekatan Water Positive yang bertujuan mengembalikan jumlah air yang lebih besar daripada yang dikonsumsinya, dengan berhasil memulihkan sekitar 240.000 ton sumber daya air.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>[Sosial dan Tata Kelola]</h2>
<p>Samsung terus membangun lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh karyawan, dengan target mencapai nol kecelakaan kerja serius serta tingkat <em>lost time injury rate</em> terbaik di dunia pada 2030.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di seluruh rantai pasoknya, Samsung memperluas cakupan audit pihak ketiga hingga mencakup 122 pemasok tingkat pertama dan 39 pemasok tingkat kedua. Perusahaan juga membentuk Supply Chain Sustainability Committee pada akhir 2025 untuk menangani berbagai isu di seluruh rantai pasok, termasuk hak-hak pekerja, pengelolaan lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya tanggung jawab sosial perusahaan, Samsung menjalankan berbagai program <em>corporate social responsibility </em>(CSR) untuk mendukung generasi masa depan dan memperkuat komunitas. Samsung Software·AI Academy for Youth (SSAFY), program unggulan perusahaan dalam pengembangan talenta, telah membantu melatih sekitar 2.000 profesional muda di bidang perangkat lunak. Samsung Hope Stepping Stone, program yang mendukung stabilitas tempat tinggal dan kesiapan masa depan bagi generasi muda yang sedang membangun kehidupan mandiri, membuka pusat baru di Incheon pada 2025, sehingga jumlah pusatnya menjadi 16 dan telah memberikan dukungan kepada 15.092 orang di seluruh lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Laporan tahun ini disusun sesuai dengan standar pengungkapan global dan diintegrasikan dengan situs web Sustainability Samsung untuk meningkatkan kemudahan akses.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Laporan lengkap Samsung Electronics Sustainability Report 2026 dapat diunduh di <a href="https://www.samsung.com/global/sustainability/main/" target="_blank" rel="noopener">sini</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Produk representatif (model 2025): kulkas (RT34DG5A4DSLHL), AC (AC052FCADKF/TL), mesin cuci (WD90F25AHT), TV (KQ75QNF990FXKR), monitor (LS49DG952SKXKR), PC (NP960XJG), dan smartphone (SM-S938).</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a> Persentase komponen plastik yang dikembangkan oleh Divisi DX Samsung yang mengandung material daur ulang, dihitung berdasarkan total volume komponen plastik. Tingkat kandungan material daur ulang dapat berbeda pada setiap komponen.</em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Bangun Inovasi yang Relevan di Era AI, Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/bangun-inovasi-yang-relevan-di-era-ai-samsung-solve-for-tomorrow-2026-latih-2-600-peserta-dengan-design-thinking?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 10:48:04 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Solve for Tomorrow 2026]]></category>
		<category><![CDATA[SSFT 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop Design Thinking]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3QQIx0u</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Di era Artificial Intelligence (AI), tantangan terbesar bukan lagi menghasilkan ide, melainkan memastikan ide tersebut mampu menjawab kebutuhan nyata]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_26463" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26463" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/30104242/Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-hadirkan-sesi-Design-Thinking-bersama-Kusuma-Sukma-1000px.jpg" alt="Kusuma Sukma, Partner Coach UD Impact dan AI Innovation Coach Learnly Society, menjadi pembicara sesi Design Thinking di program Samsung Solve for Tomorrow 2026" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/30104242/Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-hadirkan-sesi-Design-Thinking-bersama-Kusuma-Sukma-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/30104242/Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-hadirkan-sesi-Design-Thinking-bersama-Kusuma-Sukma-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/30104242/Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-hadirkan-sesi-Design-Thinking-bersama-Kusuma-Sukma-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Samsung Solve for Tomorrow 2026 hadirkan sesi Design Thinking bersama Kusuma Sukma</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di era Artificial Intelligence (AI), tantangan terbesar bukan lagi menghasilkan ide, melainkan memastikan ide tersebut mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, kemampuan memahami permasalahan menjadi sama pentingnya dengan penguasaan teknologi. Design Thinking pun menjadi fondasi untuk mengembangkan inovasi berbasis STEM dan AI yang relevan dan berdampak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berangkat dari semangat tersebut, Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 membekali 2.600 mahasiswa dan siswa terpilih melalui Workshop Design Thinking. Program tahun ini mendapat antusiasme tinggi dengan lebih dari 4.000 pendaftar dari 27 provinsi di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para peserta berasal dari berbagai SMA dan perguruan tinggi, termasuk SMA Negeri 1 Yogyakarta, SMA Kolese Gonzaga, SMA Negeri 10 Malang, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, dan Binus University. Melalui workshop ini, mereka dibimbing untuk memahami akar permasalahan sebelum mengembangkan solusi berbasis STEM dan AI.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Workshop terdiri atas empat sesi, yaitu Introduction &amp; Empathize, Define &amp; Ideate, Prototyping, dan Testing, masing-masing berdurasi 2,5 jam. Pembelajaran tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk menyusun <em>concept paper</em> dalam tiga tema utama—Sustainability &amp; Environment, Education, serta Sport &amp; Technology—sebelum melaju ke tahap semifinal dan pengembangan prototipe.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Indonesia memiliki generasi muda dengan potensi yang luar biasa. Tantangan saat ini bukan lagi menghasilkan lebih banyak ide, melainkan memastikan ide tersebut berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak nyata. Melalui Samsung Solve for Tomorrow, kami ingin mendorong generasi muda Indonesia untuk mengubah potensi tersebut menjadi inovasi berbasis STEM dan AI yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ujar <strong>Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Komitmen tersebut juga tercermin dari pilihan tema <em>concept paper</em> peserta. Sebanyak 47,83% peserta memilih Sustainability &amp; Environment, menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu keberlanjutan. Fokus ini sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita ke-8, yang mendorong pembangunan berkelanjutan serta pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan ketahanan bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Daftar lengkap peserta Workshop Design Thinking dapat dilihat melalui website resmi Samsung Solve for Tomorrow di <a href="https://www.samsung.com/id/campaign/solvefortomorrow/pengumuman/" target="_blank" rel="noopener">https://www.samsung.com/id/campaign/solvefortomorrow/pengumuman/</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Ide Keren Aja Nggak Cukup: Kenapa Design Thinking Jadi “<em>Starting Point</em>” di SFT?</h2>
<div id="attachment_26464" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26464" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/30104400/Ini-alasan-Design-Thinking-jadi-starting-point-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-menurut-Kusuma-Sukma-1000px.jpg" alt="Infografis Samsung Solve for Tomorrow menjelaskan alasan Design Thinking menjadi starting point peserta, dengan kutipan dari Kusuma Sukma, Partner Coach UD Impact dan AI Innovation Coach Learnly Society, tentang pentingnya inovasi yang dimulai dari masalah nyata." width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/30104400/Ini-alasan-Design-Thinking-jadi-starting-point-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-menurut-Kusuma-Sukma-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/30104400/Ini-alasan-Design-Thinking-jadi-starting-point-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-menurut-Kusuma-Sukma-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/30104400/Ini-alasan-Design-Thinking-jadi-starting-point-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-menurut-Kusuma-Sukma-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Ini alasan Design Thinking jadi starting point di Samsung Solve for Tomorrow 2026, menurut Kusuma Sukma.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam Samsung SFT, proses Design Thinking menjadi sangat penting karena membantu peserta untuk tidak langsung melompat ke solusi, melainkan terlebih dahulu memahami konteks permasalahan secara menyeluruh, termasuk siapa yang terdampak, apa kebutuhan utama yang belum terpenuhi, dan mengapa isu tersebut perlu diselesaikan. Pendekatan ini membantu peserta membangun pola pikir yang lebih terstruktur sehingga solusi yang dikembangkan lebih relevan dengan kebutuhan pengguna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut<strong> Kusuma Sukma,</strong> <strong>Partner Coach</strong>, <strong>UD Impact Korea dan AI Innovation Coach, Learnly Society</strong> yang menjadi <em>trainer</em> dalam program Samsung Solve for Tomorrow 2026, Design Thinking membantu peserta membangun inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar ide yang terdengar menarik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kesalahan yang paling sering terjadi adalah terlalu cepat jatuh cinta pada ide, sebelum benar-benar memahami masalah yang ingin diselesaikan. Banyak anak muda langsung fokus pada bentuk solusi yang terlihat menarik atau canggih, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan pengguna. Padahal, inovasi yang kuat selalu dimulai dari masalah yang nyata, penting, dan dirasakan langsung oleh orang yang terdampak,” jelas <strong>Kusuma.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Dari Ide Menjadi Solusi yang Berdampak</h2>
<p>Dalam workshop ini, peserta mempelajari Design Thinking mulai dari memahami pengguna, merumuskan <em>problem statement,</em> mengembangkan ide, hingga menyusun solusi yang dapat diterapkan. Berbagai aktivitas praktik seperti observasi, empati, <em>brainstorming,</em> dan validasi sederhana juga menjadi bagian dari proses pembelajaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam proses tersebut, peserta diajak melihat permasalahan dari sudut pandang pengguna, bukan hanya sebagai pembuat solusi. Pendekatan ini membantu mereka menemukan peluang inovasi dari persoalan sehari-hari yang sebelumnya tampak sederhana, sehingga solusi yang dikembangkan menjadi lebih relevan dan memberikan dampak nyata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26465" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26465" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/30104509/3-Tahap-Design-Thinking-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1000px.jpg" alt="Infografis Design Thinking di era AI menampilkan tiga tahap di Samsung Solve for Tomorrow 2026 yaitu memahami masalah, berangkat dari empati dan inovasi, serta menghasilkan dampak nyata," width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/30104509/3-Tahap-Design-Thinking-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/30104509/3-Tahap-Design-Thinking-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/30104509/3-Tahap-Design-Thinking-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">3 Tahap Design Thinking di Samsung Solve for Tomorrow 2026</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Menggabungkan AI dan Empati dalam Berinovasi</h2>
<p>Menurut Kusuma, di era AI, kemampuan seperti empati, kreativitas, dan <em>problem solving</em> justru menjadi semakin penting. AI dapat membantu mempercepat analisis maupun pengembangan ide, tetapi tetap membutuhkan manusia untuk memahami konteks sosial, kebutuhan pengguna, serta dampak yang ingin diwujudkan. Karena itu, teknologi dan kemampuan berpikir yang berpusat pada manusia perlu berjalan beriringan agar inovasi yang dihasilkan benar-benar relevan bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Workshop ini juga menjadi bekal penting sebelum peserta melangkah ke tahap berikutnya dalam Samsung Solve for Tomorrow 2026. Setelah menyempurnakan<em> concept paper, </em>sebanyak 40 tim terbaik akan melaju ke babak semifinal untuk mengikuti pelatihan AI Amplification dan sesi mentoring bersama para ahli dari Samsung serta mitra program.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Kata Alumni SFT: Pengalaman yang Mengubah Cara Berinovasi</h2>
<p>Kata salah satu alumni sekaligus pemenang ketiga Samsung Solve for Tomorrow 2025, Tim KYGB, Design Thinking menjadi pengingat bahwa inovasi tidak selalu dimulai dari teknologi atau ide yang paling canggih. Justru, proses memahami orang yang mengalami masalah secara langsung menjadi langkah penting untuk menciptakan solusi yang benar-benar relevan dan berdampak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Menurut kami, Design Thinking sangatlah penting, karena mengharuskan kita untuk menggunakan empati kita untuk melihat isu-isu sosial. Metode ini memastikan kami untuk mengidentifikasi akar masalah dari sudut pandang mereka yang terdampak,” <strong>ujar Nathanael dari Tim KYGB, alumni sekaligus pemenang ketiga Samsung Solve for Tomorrow 2025.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui Samsung Solve for Tomorrow, Samsung terus mendorong lebih banyak generasi muda Indonesia untuk menjadi<em> problem solver</em> yang mampu mengubah kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata. Dengan menggabungkan Design Thinking, STEM, dan AI, program ini diharapkan dapat melahirkan solusi inovasi yang lebih inklusif, relevan, dan siap menjawab berbagai tantangan masa depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Corporate Social Responsibility Samsung, dapat mengunjungi <a href="http://news.samsung.com/id">news.samsung.com/id</a>.</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Dari Asia Tenggara dan Oseania ke Milan: Kisah Changemaker yang Mendorong Dampak Sosial Melalui Olahraga dan Teknologi</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/dari-asia-tenggara-dan-oseania-ke-milan-kisah-changemaker-yang-mendorong-dampak-sosial-melalui-olahraga-dan-teknologi?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 11:30:01 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[International Olympic Committee]]></category>
		<category><![CDATA[IOC]]></category>
		<category><![CDATA[Olympic Games Paris 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Olympic Winter Games Milano Cortina 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Solve for Tomorrow]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4oGjGJ6</guid>
									<description><![CDATA[Inovasi di kalangan generasi muda merupakan kekuatan penting dalam mendorong dampak sosial, dengan teknologi berperan sebagai jembatan yang menghubungkan ide]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Inovasi di kalangan generasi muda merupakan kekuatan penting dalam mendorong dampak sosial, dengan teknologi berperan sebagai jembatan yang menghubungkan ide dengan pengembangan solusi yang menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Melalui program corporate social responsibility (CSR) unggulan Samsung, Solve for Tomorrow, para pelajar didorong untuk mengeksplorasi berbagai tantangan di komunitas mereka dan mengembangkan solusi kreatif, sekaligus membangun keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah yang esensial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melanjutkan inisiatif komunitas digital “Together for Tomorrow, Enabling People” yang diluncurkan bersama International Olympic Committee (IOC) pada Olympic Games Paris 2024, Solve for Tomorrow memperkenalkan tema-tema global baru pada tahun 2025.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu tema tersebut, “Social Change Through Sport &amp; Technology,” mendorong generasi muda untuk mengeksplorasi bagaimana olahraga dan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan perubahan yang bermakna. Terinspirasi oleh berbagai tantangan di komunitas mereka serta pengalaman orang-orang di sekitarnya, tim-tim dari berbagai negara, termasuk kawasan Asia Tenggara dan Oseania (SEAO), mengembangkan solusi inovatif berbasis teknologi yang menciptakan cara yang lebih inklusif bagi masyarakat untuk berpartisipasi, bermain, dan berkompetisi dalam olahraga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di antara mereka terdapat <a href="https://csr.samsung.com/en/story/inspiring-journeys/can-someone-run-alone-even-if-they-can%E2%80%99t-see-well" target="_blank" rel="noopener">Tim LABMINO dari Indonesia</a>, pemenang kategori Universitas dengan proyek RunSight, serta <a href="https://csr.samsung.com/en/story/inspiring-journeys/can-someone-join-team-sports-even-if-they%E2%80%99re-alone" target="_blank" rel="noopener">Ahan Khiani dari Australia</a>, peraih posisi <em>runner-up</em> kategori usia 19–24 tahun dengan proyek GamesOn365 (sebelumnya bernama TeamUp). Proyek-proyek mereka menunjukkan bagaimana ide berbasis teknologi dapat mendorong partisipasi dan keterlibatan yang lebih luas dalam dunia olahraga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-26369" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24111543/Image-001-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px.jpg" alt="Memperkenalkan Solve for Tomorrow Ambassadors dari Asia Tenggaran dan Oseania" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24111543/Image-001-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24111543/Image-001-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24111543/Image-001-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada Februari lalu, kedua tim tersebut berkompetisi dengan para pemenang Solve for Tomorrow lainnya dari seluruh kawasan dan berhasil terpilih sebagai bagian dari 10 Solve for Tomorrow Ambassador terbaik tingkat global, sebuah pengakuan atas potensi dampak nyata yang dapat dihadirkan oleh ide-ide mereka di dunia nyata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai bagian dari program Ambassador, setiap tim yang terpilih akan menerima pendanaan serta dukungan berkelanjutan dari Samsung hingga dua tahun untuk membantu mengembangkan prototipe mereka menjadi produk yang layak secara komersial. Khusus untuk tim dari kategori Sport &amp; Tech, dukungan akan diberikan secara bersama oleh Samsung dan International Olympic Committee (IOC).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengumuman tersebut disampaikan dalam rangka Olympic Winter Games Milano Cortina 2026, sekaligus menunjukkan bagaimana olahraga dan teknologi dapat mendorong partisipasi yang lebih luas, meningkatkan inklusi, serta membangun keterlibatan jangka panjang sepanjang hidup.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kami berbincang dengan Ahan mengenai perjalanannya di Solve for Tomorrow, mulai dari mengikuti program tersebut, terpilih sebagai Global Ambassador, hingga pengalamannya di Milano Cortina 2026. Berikut yang ia bagikan:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-26370" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24111716/Image-002-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px.jpg" alt="Dari dampak lokal ke panggung dunia" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24111716/Image-002-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24111716/Image-002-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24111716/Image-002-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-26371" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24111924/Image-003-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24111924/Image-003-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24111924/Image-003-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24111924/Image-003-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-26372" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24112127/Image-004-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px.jpg" alt="Memperluas perspektif melalui koneksi" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24112127/Image-004-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24112127/Image-004-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24112127/Image-004-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-26373" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24112221/Image-005-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px.jpg" alt="Menantikan perjalanan selanjutnya" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24112221/Image-005-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24112221/Image-005-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/06/24112221/Image-005-Dari-Asia-Tenggara-dan-Oseania-ke-Milan-Kisah-Changemaker-yang-Mendorong-Dampak-Sosial-Melalui-Olahraga-dan-Teknologi-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Apa Itu Ocean Mode Samsung? Inovasi yang Bikin Masuk Daftar Fast Company 2026</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/apa-itu-ocean-mode-samsung-inovasi-yang-bikin-masuk-daftar-fast-company-2026?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Sun, 31 May 2026 14:00:08 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy S26 series]]></category>
		<category><![CDATA[Most Innovative Companies 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Ocean Mode]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4f8ZGf3</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Samsung Electronics masuk dalam daftar 2026 Most Innovative Companies versi Fast Company, menempati peringkat ke-7 dalam kategori Corporate Social]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_25938" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-25938" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/30072035/Main-KV-Samsung-Electronics-Masuk-Daftar-Most-Innovative-Companies-2026-Versi-Fast-Company-Berkat-Ocean-Mode-1000px.jpg" alt="Samsung Electronics Masuk Daftar Most Innovative Companies 2026 Versi Fast Company lewat fitur Ocean Mode" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/30072035/Main-KV-Samsung-Electronics-Masuk-Daftar-Most-Innovative-Companies-2026-Versi-Fast-Company-Berkat-Ocean-Mode-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/30072035/Main-KV-Samsung-Electronics-Masuk-Daftar-Most-Innovative-Companies-2026-Versi-Fast-Company-Berkat-Ocean-Mode-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/30072035/Main-KV-Samsung-Electronics-Masuk-Daftar-Most-Innovative-Companies-2026-Versi-Fast-Company-Berkat-Ocean-Mode-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Ocean Mode berhasil membuat Samsung Electronics Masuk Daftar Most Innovative Companies 2026 Versi Fast Company</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Electronics masuk dalam daftar 2026 Most Innovative Companies versi Fast Company, menempati peringkat ke-7 dalam kategori Corporate Social Responsibility berkat Ocean Mode,<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><span>[1]</span></a> fitur kamera Galaxy yang inovatif dan dirancang khusus untuk mendukung pemantauan serta restorasi terumbu karang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Daftar ini menyoroti berbagai perusahaan dari beragam sektor dan wilayah yang membentuk industri serta budaya melalui inovasi mereka. Masuknya Samsung dalam daftar tersebut menegaskan bagaimana teknologi mobile yang dikembangkan secara kolaboratif dapat berkontribusi dalam mendorong upaya restorasi terumbu karang bagi komunitas lokal di seluruh dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ocean Mode dikembangkan melalui kolaborasi dengan Seatrees dan Scripps Institution of Oceanography di University of California San Diego untuk mendukung pemantauan dan restorasi terumbu karang. Fitur ini meningkatkan kemampuan fotografi bawah laut pada perangkat Galaxy melalui teknologi imaging yang canggih. Untuk informasi lebih lanjut, klik di <a href="https://samsungmobilepress.com/articles/samsung-deepens-its-commitment-to-the-worlds-oceans-by-leveraging-galaxy-technology" target="_blank" rel="noopener">sini</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Awalnya dikembangkan untuk penggunaan eksklusif dalam kemitraan, Samsung kini menghadirkan Ocean Mode bagi pengguna Galaxy. Dimulai dari seri Galaxy S26, fitur ini tersedia melalui Expert RAW. Perluasan akses ini mencerminkan keyakinan Samsung bahwa teknologi yang bermakna tidak hanya memperkaya kehidupan sehari-hari pengguna, tetapi juga mendorong lebih banyak orang untuk berkontribusi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Ponsel Galaxy harus ditempatkan dalam housing tahan air saat digunakan dengan Ocean Mode di bawah air. Ponsel Galaxy tidak dirancang untuk tahan terhadap air laut.</em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Pendaftaran Samsung Solve for Tomorrow 2026 Segera Ditutup, Alumni Kembangkan AI untuk Teman Tuli</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/pendaftaran-samsung-solve-for-tomorrow-2026-segera-ditutup-alumni-kembangkan-ai-untuk-teman-tuli?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Mon, 25 May 2026 10:00:55 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Gesti Talk]]></category>
		<category><![CDATA[SSFT 2025]]></category>
		<category><![CDATA[tim KYGB]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4nNGial</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, masih banyak kelompok masyarakat yang menghadapi hambatan dalam mengakses komunikasi sehari-hari]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_25845" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-25845" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/25092938/KV_Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-thumb1000px.jpg" alt="Samsung Solve for Tomorrow 2026 Masih Membuka Pendaftaran" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/25092938/KV_Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-thumb1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/25092938/KV_Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-thumb1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/25092938/KV_Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-thumb1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Samsung Solve for Tomorrow 2026 Masih Membuka Pendaftaran</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, masih banyak kelompok masyarakat yang menghadapi hambatan dalam mengakses komunikasi sehari-hari secara inklusif. Salah satunya adalah teman tuli, yang kerap mengalami keterbatasan ketika berinteraksi dengan masyarakat luas karena belum banyaknya akses interpreter bahasa isyarat yang mudah dijangkau. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kondisi tersebut mendorong empat mahasiswa Universitas Bina Nusantara Alam Sutera, yang tergabung dalam </span><b>tim KYGB,</b><span style="font-weight: 400;"> Nathanael Setiorahardjo, Bonaventura Jonathan Tanujaya, Kelvin Leandi, dan Gavinn Aloys, untuk menciptakan solusi berbasis teknologi yang dapat membantu menjembatani komunikasi bagi teman tuli. Berangkat dari kepedulian terhadap isu inklusivitas, mereka mengembangkan Gesti Talk, aplikasi berbasis AI dan Computer Vision yang mampu menerjemahkan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) menjadi teks atau suara secara </span><i><span style="font-weight: 400;">real-time </span></i><span style="font-weight: 400;">melalui kamera </span><i><span style="font-weight: 400;">smartphone. </span></i></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_25846" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-25846" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/25093039/Tim-KYGB_-Nathanael-Setiorahardjo-Kelvin-Leandi-Bonaventura-Jonathan-Tanujaya-Gavin-Aloys-1000px.jpg" alt="Tim KYGB Juara 3 Samsung Solve for Tomorrow 2025 memegang Gesti Talk" width="1000" height="505" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/25093039/Tim-KYGB_-Nathanael-Setiorahardjo-Kelvin-Leandi-Bonaventura-Jonathan-Tanujaya-Gavin-Aloys-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/25093039/Tim-KYGB_-Nathanael-Setiorahardjo-Kelvin-Leandi-Bonaventura-Jonathan-Tanujaya-Gavin-Aloys-1000px-768x388.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Tim KYGB Juara 3 Samsung Solve for Tomorrow 2025 memegang Gesti Talk</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Inovasi tersebut berhasil mengantarkan tim KYGB meraih Juara 3 kategori Universitas dalam program Samsung Electronics Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025, sebuah kompetisi berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang mendorong generasi muda menciptakan solusi inovatif berbasis teknologi dan AI untuk menjawab berbagai tantangan nyata di masyarakat.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dari seminar tentang inklusivitas itu kami mulai berpikir, bagaimana kalau teman-teman tuli bisa punya akses terhadap interpreter yang lebih mudah dijangkau melalui teknologi? Kami ingin menciptakan solusi yang dapat membantu mereka berkomunikasi secara lebih mandiri dan inklusif,” ujar </span><b>Nathanael Setiorahardjo, ketua tim KYGB.</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_25847" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-25847" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/25093135/Gesti-Talk-inovasi-Tim-KYGB-1000px.jpg" alt="Gestitalk, inovasi dari Tim KYGB" width="1000" height="505" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/25093135/Gesti-Talk-inovasi-Tim-KYGB-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/05/25093135/Gesti-Talk-inovasi-Tim-KYGB-1000px-768x388.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Gesti Talk, inovasi dari Tim KYGB</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Melalui Gesti Talk, tim KYGB mengembangkan prototype aplikasi yang dapat mendeteksi gerakan BISINDO melalui kamera smartphone dan menerjemahkannya menjadi kalimat Bahasa Indonesia secara </span><i><span style="font-weight: 400;">real-time</span></i><span style="font-weight: 400;">. Dalam proses pengembangannya, teknologi Computer Vision digunakan untuk membaca titik koordinat tangan dan gerakan pengguna, yang kemudian diproses menggunakan model AI berbasis Long Short-Term Memory (LSTM) untuk memahami urutan dan konteks bahasa isyarat secara lebih akurat.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perjalanan mereka mengembangkan solusi tersebut semakin berkembang ketika mengikuti Samsung Solve for Tomorrow. Melalui berbagai sesi pelatihan dan mentoring, tim KYGB mulai memahami proses pengembangan AI secara lebih mendalam, mulai dari ideasi hingga training model AI. Selain kemampuan teknis, mereka juga mendapatkan pengalaman dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">teamwork, leadership, critical thinking, pitching, </span></i><span style="font-weight: 400;">dan</span><i><span style="font-weight: 400;"> problem solving.</span></i></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sesi mentoring jadi salah satu bagian paling penting buat kami. Project kami benar-benar dicek dan diberikan banyak masukan yang membantu. Selain itu, adanya </span><i><span style="font-weight: 400;">timeline</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan </span><i><span style="font-weight: 400;">deadline</span></i><span style="font-weight: 400;"> juga membuat pengembangan project berjalan lebih terarah,” </span><b>ungkap tim KYGB.</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Melalui pengalamannya, tim KYGB juga mendorong lebih banyak generasi muda Indonesia untuk berani mencoba dan mengembangkan ide yang dimiliki agar dapat menjadi solusi yang berdampak bagi masyarakat.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Saat pertama kali mengikuti SFT, kami hanya memahami dasar-dasar AI dari materi kuliah. Namun selama program berlangsung, kami mendapatkan banyak pembelajaran dan pendampingan yang membantu kami memahami proses pengembangan AI secara lebih menyeluruh hingga akhirnya bisa mengembangkan model sendiri. Buat teman-teman yang ingin ikut SFT 2026, menurut kami yang paling penting adalah berani memulai dari masalah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, terbuka untuk belajar hal baru, dan jangan takut mengembangkan ide sederhana menjadi solusi yang berdampak,” ungkap </span><b>tim KYGB</b><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Melalui Samsung Solve for Tomorrow, kami ingin mengajak lebih banyak generasi muda untuk berani memulai dari kepedulian terhadap masalah di sekitar mereka. Kami percaya setiap ide memiliki potensi untuk membawa dampak positif bagi masyarakat ketika dikembangkan dengan kreativitas dan teknologi. Karena itu, Samsung Solve for Tomorrow hadir sebagai ruang belajar dan kolaborasi bagi anak muda Indonesia untuk mengembangkan potensi, mengasah keterampilan masa depan, dan menciptakan inovasi yang lebih inklusif serta relevan bagi kehidupan sehari-hari,” ujar </span><b>Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship, Samsung Electronics Indonesia. </b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Samsung Solve for Tomorrow 2026 masih membuka pendaftaran hingga</span><b> 29 Mei 2026</b><span style="font-weight: 400;"> untuk pelajar SMA/SMK/MA sederajat dan mahasiswa D3/D4/S1 aktif di seluruh Indonesia. Tahun ini, peserta dapat mengembangkan solusi inovatif berbasis STEM dan AI melalui tiga tema utama, yaitu </span><b>Sustainability &amp; Environment, Sport &amp; Technology, dan Education. </b><span style="font-weight: 400;">Pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi </span><a href="https://www.samsung.com/id/campaign/solvefortomorrow/" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-weight: 400;">Samsung Solve for Tomorrow.</span></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Corporate Social Responsibility Samsung, dapat mengunjungi</span> <a href="http://news.samsung.com/id" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-weight: 400;">news.samsung.com/id</span></a><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Generation17 Young Leaders: Kisah Brigitta Gunawan</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/generation17-young-leaders-kisah-brigitta-gunawan?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 19:30:00 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Generation17]]></category>
		<category><![CDATA[Global Goals]]></category>
		<category><![CDATA[UNDP]]></category>
		<category><![CDATA[Young Leaders]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3OIrA7f</guid>
									<description><![CDATA[Brigitta Gunawan merupakan bagian dari Generation17, sebuah kemitraan antara Samsung dan United Nations Development Programme (UNDP) yang memberdayakan]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Brigitta Gunawan merupakan bagian dari <a href="https://www.undp.org/generation17" target="_blank" rel="noopener">Generation17</a>, sebuah kemitraan antara Samsung dan <a href="https://www.undp.org/generation17" target="_blank" rel="noopener">United Nations Development Programme (UNDP)</a> yang memberdayakan generasi muda yang berkontribusi terhadap <a href="https://sdgs.un.org/goals/goal2" target="_blank" rel="noopener">Global Goals</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejak 2020, Generation17 telah mendukung para Pemimpin Muda di seluruh dunia melalui teknologi Samsung Galaxy, serta menyediakan mentorship dan peluang <em>networking</em> untuk memperkuat cerita dan solusi yang mereka bawa.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sebuah perjalanan snorkeling saat remaja di perairan Pulau Nusa Penida, Indonesia, mengubah segalanya bagi Brigitta Gunawan. Terumbu karang dipenuhi kehidupan, ikan-ikan berenang di antara karang dengan warna-warna yang luar biasa. Pemandangan itu tak pernah ia saksikan sebelumnya. Setibanya kembali di darat, satu pemikiran terus terlintas di benaknya: sebagian besar orang tidak akan pernah mengalami hal ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="youtube_wrap"><iframe src="https://www.youtube.com/embed/Z7dLi0ERWwA?rel=0" width="300" height="150" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span><span style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" data-mce-type="bookmark" class="mce_SELRES_start"></span></iframe></div>
<div></div>
<p class="wp-caption-text">Generation17 Young Leader Brigitta Gunawan berbagi perjalanannya dalam melindungi terumbu karang bagi manusia dan planet, serta bagaimana teknologi mendukung inisiatifnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Brigitta tumbuh di Jakarta, sebuah kota industri di daratan yang jauh dari terumbu karang, namun sejak kecil selalu merasa tertarik pada laut. Ia bahkan menapaki langkah pertamanya di sebuah pantai di Bali. Setelah melakukan perjalanan snorkeling ke Nusa Penida, keterikatan tersebut berkembang menjadi sesuatu yang lebih: sebuah rasa tanggung jawab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut UN Environment Programme (UNEP), pemanasan laut, polusi, dan penangkapan ikan berlebih telah menempatkan terumbu karang pada jalur yang mengkhawatirkan, <a href="https://www.unep.org/topics/ocean-seas-and-coasts/blue-ecosystems/coral-reefs" target="_blank" rel="noopener">dengan hingga 90%</a> diperkirakan akan hilang pada tahun 2050. Terumbu karang, yang terdapat di lebih dari 100 negara, merupakan salah satu ekosistem terpenting di laut,menopang kehidupan biota laut, melindungi garis pantai, serta mendukung komunitas yang bergantung padanya. Secara global, lebih dari <a href="https://www.unep.org/news-and-stories/story/worlds-corals-are-bleaching-heres-why-and-what-it-means-oceans-future?utm_" target="_blank" rel="noopener">satu miliar orang</a> bergantung pada laut yang sehat untuk mata pencaharian mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kita akan kehilangan begitu banyak dalam waktu yang sangat singkat,” ujar Brigitta. “Saya memutuskan bahwa ada sesuatu yang bisa saya lakukan.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Mengubah <em>Hashtag</em> Menjadi Gerakan</h3>
<p>Pada tahun 2021, di usia 17 tahun, ia meluncurkan <a href="https://www.instagram.com/30x30indonesia/" target="_blank" rel="noopener">30&#215;30 Indonesia</a>, yang dinamai dari upaya global untuk melindungi 30% lautan pada tahun 2030. Target ini, yang didukung oleh Tujuan Global PBB untuk aksi iklim (<a href="https://globalgoals.org/goals/13-climate-action/" target="_blank" rel="noopener">Goal 13</a>) dan kehidupan bawah air (<a href="https://globalgoals.org/goals/14-life-below-water/" target="_blank" rel="noopener">Goal 14</a>), dipandang krusial untuk menjaga kelestarian ekosistem laut. Ia memulai secara sederhana, dengan sebuah tagar dan ajakan bagi masyarakat untuk mengirimkan foto sambil memegang tanda dukungan. Dalam bulan pertama, lebih dari 400 foto masuk, banyak di antaranya berasal dari sekolah dan kelompok pemuda yang sebelumnya belum pernah mendengar tentang target 2030 tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya sama sekali tidak memiliki pengalaman,” ujar Brigitta, seraya mengapresiasi para mentor di awal perjalanannya. “Saya hanya menikmati prosesnya dan perlahan membangun apa yang kini ada.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak lama kemudian, Brigitta memperluas langkahnya melampaui media sosial. Bekerja sama dengan komunitas penyelam lokal dan para pemimpin desa di timur laut Bali, ia membantu merancang dan membangun taman karang di dasar laut, yaitu struktur buatan tempat fragmen karang ditanam untuk membantu terumbu yang rusak pulih, meskipun suhu laut terus meningkat. Selama lima tahun terakhir, timnya telah menanam lebih dari 1.400 fragmen karang, dengan tingkat kelangsungan hidup hingga 86%.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_25415" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-25415 size-full" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/24205852/Samsung-Mobile-Generation17-Global-Goals-Brigitta-Gunawan_main1.jpg" alt="" width="1000" height="562" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/24205852/Samsung-Mobile-Generation17-Global-Goals-Brigitta-Gunawan_main1.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/24205852/Samsung-Mobile-Generation17-Global-Goals-Brigitta-Gunawan_main1-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/24205852/Samsung-Mobile-Generation17-Global-Goals-Brigitta-Gunawan_main1-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Brigitta dan tim dengan cermat menempelkan fragmen karang pada struktur restorasi, sambil memantau dan melacak pertumbuhannya.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Teknologi yang Membawa Laut kepada Semua Orang</h3>
<p>Seiring berkembangnya upaya restorasi karangnya, tantangan yang lebih mendalam terus mengganggu pikiran Brigitta: sebagian besar orang tidak akan pernah menginjakkan kaki di laut, apalagi melihat terumbu karang secara langsung. “Penting bagi orang untuk melihat laut agar mereka tahu mengapa kita harus menyelamatkannya,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada tahun 2024, ia meluncurkan <a href="https://www.diverseas.org/" target="_blank" rel="noopener">Diverseas</a>, sebuah program edukasi gratis yang menggunakan perekaman bawah laut 360 derajat untuk menghadirkan terumbu karang ke dalam ruang kelas, sekaligus mendukung Tujuan Global PBB untuk pendidikan berkualitas (<a href="https://globalgoals.org/goals/4-quality-education/" target="_blank" rel="noopener">Goal4</a>). Brigitta bekerja sama dengan berbagai organisasi konservasi berbasis komunitas di seluruh dunia untuk merekam <em>footage</em>. Para siswa mengenakan <em>headset </em>dan seketika seolah berada di bawah permukaan laut, dikelilingi oleh karang dan kehidupan laut lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_25416" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-25416 size-full" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/24210019/Samsung-Mobile-Generation17-Global-Goals-Brigitta-Gunawan_main2.jpg" alt="" width="1000" height="620" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/24210019/Samsung-Mobile-Generation17-Global-Goals-Brigitta-Gunawan_main2.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/24210019/Samsung-Mobile-Generation17-Global-Goals-Brigitta-Gunawan_main2-908x563.jpg 908w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/24210019/Samsung-Mobile-Generation17-Global-Goals-Brigitta-Gunawan_main2-768x476.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Kursus daring Diverseas memperluas pendidikan kelautan melampaui ruang kelas, menjangkau siswa di lebih dari 10 negara.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Siswa yang tinggal di wilayah daratan belum pernah melihat pemandangan bawah laut ini; melalui peningkatan literasi kelautan, Brigitta mengajak semua pihak untuk bersama-sama melindungi keanekaragaman hayati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Diverseas kini telah menjangkau lebih dari 20.000 orang di 12 negara melalui <em>workshops</em>, kursus daring, beasiswa pelatihan penyelam, konferensi, dan berbagai acara. Fokusnya pada literasi laut yang imersif membuat dunia bawah laut terasa nyata dan layak untuk dilindungi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi Brigitta, tujuan saat ini adalah menjangkau lebih banyak komunitas di seluruh dunia, serta terus melanjutkan upaya restorasi terumbu karang di seluruh Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_25370" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-25370" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/23185522/Generation17-Young-Leaders-Kisah-Brigitta-Gunawan-003-1000px.jpg" alt="" width="1000" height="561" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/23185522/Generation17-Young-Leaders-Kisah-Brigitta-Gunawan-003-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/23185522/Generation17-Young-Leaders-Kisah-Brigitta-Gunawan-003-1000px-768x431.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Brigitta mengajarkan siswa tentang ekosistem bawah laut dengan bantuan teknologi Samsung.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Gelombang Baru Para Penggerak Pelestarian Laut</h3>
<p>Dalam upaya restorasi terumbu karang, di mana angka kehilangan terumbu bisa terasa sangat besar, Brigitta percaya bahwa menjaga optimisme adalah hal yang penting. “Bagi anak muda, menyerah bukanlah pilihan,” ujarnya. “Kami harus tetap berharap.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan tempat terbaik untuk membangun harapan itu? Ruang kelas, baik fisik maupun virtual. “Saya percaya pendidikan sangatlah kuat,” ujarnya. “Jika dilakukan dengan benar, Anda dapat menginspirasi generasi muda yang akan menjadi para pembuat kebijakan di masa depan.”</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Solve for Tomorrow 2026 Segera Dibuka, Ajak Generasi Muda Indonesia Berinovasi</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-solve-for-tomorrow-2026-segera-dibuka-ajak-generasi-muda-indonesia-berinovasi?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 21:20:25 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Innovation Campus]]></category>
		<category><![CDATA[SIC]]></category>
		<category><![CDATA[Solve for Tomorrow]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/427CDtJ</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Samsung Electronics Indonesia kembali akan membuka pendaftaran Samsung Solve for Tomorrow 2026 (SFT), mengajak generasi muda Indonesia untuk ikut andil]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-25231" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/15203442/Main-KV-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1000px.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/15203442/Main-KV-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/15203442/Main-KV-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/15203442/Main-KV-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Electronics Indonesia kembali akan membuka pendaftaran Samsung Solve for Tomorrow 2026 (SFT), mengajak generasi muda Indonesia untuk ikut andil dalam menciptakan solusi inovatif berbasis teknologi sekaligus membuka peluang tampil di nasional. Program ini terbuka bagi pelajar SMA/SMK/MA dan sederajat, serta mahasiswa D3/D4/S1 yang masih aktif di seluruh Indonesia. Pendaftaran SFT 2026 dibuka mulai <strong>28 April hingga 29 Mei 2026</strong> melalui situs resmi <a href="https://www.samsung.com/id/solvefortomorrow/?cid=id_ow_app_samsung-newsroom_none_always-on_sft-2026-teaser_article_none_none" target="_blank" rel="noopener">Samsung Solve for Tomorrow.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung pengembangan talenta muda, SFT hadir sebagai platform bagi generasi muda untuk mengembangkan ide, keterampilan, dan pola pikir inovatif sejak dini. Melalui program ini, peserta tidak hanya diajak untuk berkompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman pembelajaran yang komprehensif melalui Design Thinking, AI Amplification serta <em>mentoring</em> dari para ahli di bidangnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Tahun ini, kami kembali mengundang generasi muda Indonesia untuk berani mengambil langkah dan menghadirkan solusi nyata melalui teknologi. Samsung Solve for Tomorrow bukan sekadar kompetisi, tetapi sebuah perjalanan untuk mengembangkan ide, keterampilan, dan pola pikir inovatif yang dapat membawa dampak luas. Kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar <strong>Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Antusiasme terhadap Samsung Solve for Tomorrow terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Pada penyelenggaraan sebelumnya, SFT berhasil menjaring <strong>2.603 pendaftar,</strong> dengan 2.274 peserta lolos ke tahap penyisihan dan membentuk 647 tim yang menghadirkan berbagai ide inovatif dari seluruh Indonesia. Capaian ini menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk berkontribusi dalam menciptakan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada penyelenggaraan sebelumnya, Indonesia berhasil mencatatkan prestasi membanggakan melalui Tim Labmino dari Universitas Indonesia yang terpilih sebagai Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa ide dan inovasi anak muda Indonesia mampu bersaing ditingkat global.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Mengikuti Samsung Solve for Tomorrow menjadi pengalaman yang mengubah cara kami melihat potensi diri. Kami merasa sangat bangga dapat mewakili Indonesia sebagai Global Ambassador. Lebih dari sekadar pencapaian, perjalanan ini membuktikan bahwa ide yang berangkat dari kepedulian dapat berkembang menjadi solusi nyata yang memberikan dampak,” ujar<strong> Anthony Edbert Feriyanto, Tim Labmino, SFT Global Ambassador 2025.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Solve for Tomorrow tidak hanya memberikan pengalaman kompetisi, tetapi juga menghadirkan perjalanan pembelajaran yang menyeluruh bagi para peserta. Mulai dari proses pengembangan ide, pelatihan intensif, <em>mentoring </em>dari para ahli, hingga kesempatan memperoleh sertifikasi, seluruh rangkaian program dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang relevan di masa depan. Tahun ini, Samsung Solve for Tomorrow membawa <strong>tiga tema</strong>, yaitu <strong>Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan (</strong><strong>Sustainability &amp; Environment</strong><strong>), Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga (</strong><strong>Sport &amp; Technology</strong><strong>), </strong>dan <strong>Transformasi Pendidikan melalui STEM dan AI (Education).</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SFT 2026 menantang para peserta untuk memilih satu dari tiga tema utama. Tema pertama, Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan<strong> (</strong><strong>Sustainability &amp; Environment</strong><strong>), </strong>berfokus pada penerapan konsep ekonomi sirkular sebagai solusi atas tantangan lingkungan global. Melalui pendekatan berbasis STEM, peserta didorong untuk menciptakan inovasi yang mampu menjaga dan memulihkan lingkungan melalui sistem berkelanjutan yang menekankan pada minimnya limbah, penggunaan ulang sumber daya, serta daur ulang dan regenerasi material.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tema kedua, Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga<strong> (Sport &amp; Technology),</strong> mengajak generasi muda untuk mengembangkan solusi inovatif yang menggabungkan olahraga dan teknologi sebagai sarana mendorong perubahan sosial. Fokusnya adalah menciptakan akses olahraga yang lebih inklusif dan merata, khususnya bagi perempuan dan penyandang disabilitas, sehingga olahraga dapat menjadi alat untuk membangun masa depan yang lebih setara dan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tema ketiga, Transformasi Pendidikan melalui STEM dan AI<strong> (Education), </strong>mengajak generasi muda untuk menciptakan solusi inovatif yang mampu mendorong akses pendidikan yang lebih inklusif dan merata melalui pemanfaatan teknologi. Di tengah masih adanya kesenjangan kualitas pendidikan dan akses belajar, peserta didorong untuk mengeksplorasi potensi STEM, Artificial Intelligence (AI), dan EdTech dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih adaptif, interaktif, dan mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk pelajar penyandang disabilitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SFT terus menunjukkan dampak nyata dengan meningkatnya antusiasme. Hal ini tak hanya dirasakan oleh Tim Labmino sebagai SFT Global Ambassador, tetapi juga oleh <strong>Kadek Nandana Tyo Nayotama,</strong> salah satu alumni SFT 2025, anggota tim Hackie Chan dari Universitas Brawijaya. Tyo turut merasakan manfaat dari program SFT yang menurutnya bukan kompetisi biasa. Bersama timnya, ia mengembangkan Pantara, platform digital berbasis AI dan Machine Learning (ML) untuk membantu pengelolaan bahan pangan segar secara lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_25232" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-25232" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/15203734/Tim-Hackie-Chan-dari-Universitas-Brawijaya-juara-2-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-kategori-Universitas-1000px.jpg" alt="" width="1000" height="505" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/15203734/Tim-Hackie-Chan-dari-Universitas-Brawijaya-juara-2-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-kategori-Universitas-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/04/15203734/Tim-Hackie-Chan-dari-Universitas-Brawijaya-juara-2-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-kategori-Universitas-1000px-768x388.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Tim Hackie Chan dari Universitas Brawijaya, juara 2 Samsung Solve for Tomorrow 2025 kategori Universitas</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Awalnya saya mengira Samsung Solve for Tomorrow hanyalah kompetisi biasa, namun ternyata jauh melampaui ekspektasi. SFT mengajarkan kami untuk benar-benar memahami masalah melalui pendekatan Design Thinking sebelum membangun solusi, sesuatu yang sangat membuka perspektif saya sebagai mahasiswa teknik,” ungkap<strong> Tyo.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Berbagai sesi seperti AI Amplification Workshop dan <em>mentoring</em> langsung dari para <em>expert </em>juga memberikan <em>insight</em> baru yang aplikatif. Seluruh prosesnya sangat membentuk kemampuan saya, mulai dari berpikir kritis, berkolaborasi, hingga menyampaikan ide secara jelas dan berdampak,” tambah <strong>Tyo. </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Solve for Tomorrow tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga merupakan perjalanan pembelajaran yang membentuk generasi muda menjadi problem solver yang siap menghadapi tantangan masa depan. Melalui program ini, Samsung mendorong lebih banyak pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk berani memulai, mengembangkan ide, serta menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program-program pendidikan Samsung, baik Solve for Tomorrow (SFT) maupun Innovation Campus (SIC), terus menunjukkan relevansinya melalui berbagai apresiasi yang diterima, termasuk penghargaan dari Detikcom sebagai Award Penggerak Talenta Digital serta pengakuan terbaru dari Uzone.id melalui Uzone Choice Awards 2026 dalam kategori ESG Award Next-Gen Social Movement. Pencapaian ini menegaskan komitmen Samsung dalam menghadirkan inisiatif yang tidak hanya berdampak positif, tetapi juga selaras dengan kebutuhan dan aspirasi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan keterampilan inovasi, problem solving, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Corporate Social Responsibility Samsung, dapat mengunjungi <a href="http://news.samsung.com/id" target="_blank" rel="noopener">news.samsung.com/id</a>.</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>SFT Global Ambassador: Tim Labmino Kembangkan RunSight, Teknologi Berbasis AI Untuk Akses Lebih Inklusif</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/sft-global-ambassador-tim-labmino-kembangkan-runsight-teknologi-berbasis-ai-untuk-akses-lebih-inklusif?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 10:00:58 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[RunSight]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador]]></category>
		<category><![CDATA[SFT]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Labmino]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3MJnwD0</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Setelah diumumkan sebagai Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador, Tim Labmino kini membuka cerita di balik RunSight, sebuah prototipe]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_24624" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-24624" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/03/04075810/Tim-Labmino-Salah-Satu-Global-Ambassador-SFT-Menghadirkan-Inovasi-Teknologi-Berbasis-AI-melalui-RunSight-1000px.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/03/04075810/Tim-Labmino-Salah-Satu-Global-Ambassador-SFT-Menghadirkan-Inovasi-Teknologi-Berbasis-AI-melalui-RunSight-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/03/04075810/Tim-Labmino-Salah-Satu-Global-Ambassador-SFT-Menghadirkan-Inovasi-Teknologi-Berbasis-AI-melalui-RunSight-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/03/04075810/Tim-Labmino-Salah-Satu-Global-Ambassador-SFT-Menghadirkan-Inovasi-Teknologi-Berbasis-AI-melalui-RunSight-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">(Tim Labmino, salah satu Global Ambassador SFT menghadirkan inovasi teknologi berbasis AI melalui RunSight)</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah diumumkan sebagai Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador, Tim Labmino kini membuka cerita di balik RunSight, sebuah prototipe kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang sebagai <em>virtual running guide</em> bagi penyandang disabilitas visual. Di balik pencapaian global tersebut, terdapat proses riset mendalam dan empati yang menjadi fondasi lahirnya inovasi ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui program Samsung Solve for Tomorrow (SFT), Tim Labmino mendapatkan ruang untuk mengembangkan ide secara terstruktur, mulai dari validasi masalah, perancangan prototipe, hingga uji dampak di lapangan. Bagi tim asal Universitas Indonesia ini, SFT bukan sekadar kompetisi, melainkan ekosistem pembelajaran yang menjembatani riset kampus dengan solusi nyata yang aplikatif dan inklusif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengembangan RunSight berangkat dari pendekatan berbasis empati. Pada tahap awal, tim mengeksplorasi solusi navigasi umum untuk membantu mobilitas penyandang disabilitas visual. Namun, melalui observasi dan wawancara langsung, mereka menemukan kebutuhan yang jauh lebih spesifik: tantangan keselamatan dan kemandirian saat berlari di lintasan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berbeda dengan berjalan atau navigasi kota, lari memiliki karakteristik unik, kecepatan lebih tinggi, risiko tabrakan lebih besar, dan kebutuhan arahan yang cepat serta mudah dipahami. Banyak solusi yang tersedia berfokus pada mobilitas harian, namun belum dirancang untuk aktivitas olahraga dengan ritme cepat dan kebutuhan <em>lane awareness</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada awalnya, Tim Labmino berfokus pada konsep navigasi umum. Namun dalam perjalanannya, mereka menemukan panggilan yang lebih spesifik dan berdampak: menghadirkan solusi untuk keamanan dan kemandirian penyandang disabilitas visual saat berlari di lintasan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Awalnya kami mengembangkan konsep navigasi umum. Namun kami menyadari bahwa berlari memiliki tantangan yang sangat berbeda, lebih cepat, lebih dinamis, dan membutuhkan respons instan. Dari situlah pivot terbesar kami terjadi. Kami memutuskan fokus pada<em> track running</em> dan merancang <em>wearable </em>yang ringan, berbasis kamera RGB, agar nyaman digunakan dan tetap terjangkau. Di sisi software, kami juga bertransformasi dari satu model AI menjadi<em> pipeline</em> multi-model agar arahan yang diberikan jauh lebih presisi dan adaptif. Bagi kami, inovasi bukan hanya soal teknologi yang canggih, tapi tentang bagaimana teknologi benar-benar memahami kebutuhan penggunanya,” ungkap <strong>Anthony Edbert Feriyanto dari Tim Labmino.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_24625" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-24625" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/03/04075934/RunSight-Kacamata-Pintar-Berbasis-AI-yang-Dikembangkan-Tim-Labmino-1000px.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/03/04075934/RunSight-Kacamata-Pintar-Berbasis-AI-yang-Dikembangkan-Tim-Labmino-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/03/04075934/RunSight-Kacamata-Pintar-Berbasis-AI-yang-Dikembangkan-Tim-Labmino-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/03/04075934/RunSight-Kacamata-Pintar-Berbasis-AI-yang-Dikembangkan-Tim-Labmino-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">(RunSight, kacamata pintar berbasis AI yang dikembangkan Tim Labmino)</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Secara teknis, RunSight mampu mengenali objek di sekitar pengguna, membaca lintasan lari, serta menyesuaikan arahan berdasarkan kecepatan pengguna. Informasi tersebut disampaikan melalui instruksi suara secara <em>real-time</em>, membantu pengguna mengatur arah dan kecepatan saat berlari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Secara teknis, RunSight sebagai “<em>virtual guide runne</em>r” mampu menangkap video, lalu AI di perangkat memprosesnya secara <em>real-time</em> untuk mendeteksi garis lintasan dan hambatan di depan pengguna. Sistem kemudian memberikan instruksi suara secara <em>real-time</em> agar pengguna tetap berada di tengah lintasan dan dapat menghindari objek dengan aman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak berhenti di sana, dalam perjalanananya Tim Labmino memiliki tantangan tersendiri dalam mengoptimasi AI. “Tantangan terbesarnya adalah menjaga akurasi saat kondisi nyata berubah, sekaligus menjaga model tetap ringan untuk <em>real time</em>”,  ujar <strong>Tim Labmino, Anthony Edbert Feriyanto.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk mengoptimasi prototipe RunSight, Tim Labmino melakukan uji keamanan di berbagai kondisi lintasan, cahaya, dan kepadatan orang. Logika sistem dirancang dengan prinsip <em>safety-first</em>, menggunakan <em>threshold</em>, <em>frame smoothing</em>, dan aturan konservatif agar tidak memberikan arahan mendadak yang berisik bagi pengguna. Pendekatan inilah yang mengantarkan Tim Labmino meraih pengakuan global melalui Samsung Solve for Tomorrow.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi Samsung, perjalanan Tim Labmino mencerminkan esensi dari Samsung Solve for Tomorrow dalam mendorong inovasi yang berangkat dari empati dan menciptakan dampak nyata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia,</strong> mengatakan, “Samsung Solve for Tomorrow bukan hanya tentang kompetisi inovasi, tetapi tentang membangun pola pikir <em>problem-solver</em> di kalangan generasi muda. Tim Labmino menunjukkan bahwa ketika empati dipadukan dengan kapabilitas teknologi seperti AI, lahirlah solusi yang inklusif dan relevan bagi masyarakat. Inovasi seperti inilah yang ingin terus kami dorong, teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga bertanggung jawab dan berdampak.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di panggung global Samsung Solve for Tomorrow, Tim Labmino membawa lebih dari sekadar pengakuan internasional. Mereka membawa semangat untuk terus mengembangkan RunSight, memperluas dampaknya, dan membuka jalan bagi lebih banyak inovasi yang berangkat dari empati. Melalui perjalanan ini, Tim Labmino ingin menunjukkan bahwa anak muda Indonesia tidak hanya mampu menciptakan teknologi, tetapi juga berani menggunakannya untuk menjawab tantangan nyata.</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Innovation Campus Batch 7 Umumkan Dua Tim Terbaik Pengembang Solusi AI dan IoT untuk Talenta Digital Indonesia</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-innovation-campus-batch-7-umumkan-dua-tim-terbaik-pengembang-solusi-ai-dan-iot-untuk-talenta-digital-indonesia?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 21:33:33 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Alex]]></category>
		<category><![CDATA[PhysioTrack]]></category>
		<category><![CDATA[SIC]]></category>
		<category><![CDATA[SIC Batch 7]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4qLveu7</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Samsung Electronics Indonesia resmi mengumumkan dua tim terbaik dari masing-masing kategori peserta dalam program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_24373" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-24373" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212550/Tim-Terbaik-Pertama-Program-Samsung-Innovation-Campus-Batch-7-2025_2026-1000x699px.jpg" alt="" width="1000" height="669" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212550/Tim-Terbaik-Pertama-Program-Samsung-Innovation-Campus-Batch-7-2025_2026-1000x699px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212550/Tim-Terbaik-Pertama-Program-Samsung-Innovation-Campus-Batch-7-2025_2026-1000x699px-842x563.jpg 842w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212550/Tim-Terbaik-Pertama-Program-Samsung-Innovation-Campus-Batch-7-2025_2026-1000x699px-768x514.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Tim Terbaik Pertama &#8211; Program Samsung Innovation Campus Batch 7 2025/2026</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Electronics Indonesia resmi mengumumkan dua tim terbaik dari masing-masing kategori peserta dalam program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 pada Culmination Event yang digelar pada 16 Februari 2026. <strong>Tim Lumyx dari SMA Darma Yudha Kota Pekanbaru, Riau dan Tim Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana Kota Salatiga, Jawa Tengah</strong> terpilih menjadi tim terbaik pertama setelah melalui rangkaian pembelajaran, mentoring, dan proses seleksi nasional yang ketat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada babak Final Judging, para finalis mempresentasikan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan  Internet of Things (IoT) yang diangkat dari permasalahan nyata di sekitar mereka. Kriteria penilaian dari para juri dilakukan berdasarkan presentasi dan penyampaian ide, kesesuaian masalah dan solusi, demonstrasi prototipe, Integrasi AI dan IoT, pemahaman teknis selama tanya jawab dengan juri serta inovasi dan potensi masa depan.  Dimana pada SIC Batch 7 ini Samsung didukung oleh dewan juri yang terhormat yang terdiri dari bermacam-macam institusi, baik dari Kementerian Agama RI, Kemedikdasmen, Kemendikti, Samsung R&amp;D Institute Indonesia dan partner industri lainnya. Hal ini juga menegaskan komitmen Samsung dalam mendukung pengembangan talenta digital Indonesia, dengan menyediakan pembelajaran teknologi yang terstruktur juga dengan menghadirkan dewan juri professional yang ahli di bidangnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Momentum ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan talenta teknologi nasional. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut Indonesia membutuhkan sekitar 600.000 talenta digital<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a> per tahun untuk mendukung percepatan transformasi digital, menjadikan penguatan kompetensi AI dan IoT sebagai kebutuhan strategis bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Menguji Relevansi dan Dampak Solusi</strong></h3>
<p>Kedua tim terbaik menunjukkan tidak hanya kecanggihan teknologi, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap masalah yang ingin diselesaikan. Melalui pendekatan <em>project-based learning</em>, peserta membangun solusi yang aplikatif, teruji, dan berorientasi pada dampak nyata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_24374" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-24374" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212652/Alex-your-Truly-Personal-Asisstant-dari-Tim-Lumyx-SMA-Darma-Yudha-Kota-Pekanbaru-Riau-1000px.jpg" alt="" width="1000" height="666" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212652/Alex-your-Truly-Personal-Asisstant-dari-Tim-Lumyx-SMA-Darma-Yudha-Kota-Pekanbaru-Riau-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212652/Alex-your-Truly-Personal-Asisstant-dari-Tim-Lumyx-SMA-Darma-Yudha-Kota-Pekanbaru-Riau-1000px-845x563.jpg 845w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212652/Alex-your-Truly-Personal-Asisstant-dari-Tim-Lumyx-SMA-Darma-Yudha-Kota-Pekanbaru-Riau-1000px-768x511.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Alex Your Truly Personal AI dari Tim Lumyx, SMA Darma Yudha Kota Pekanbaru, Riau</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dua solusi terbaik tahun ini memperlihatkan bagaimana AI dan IoT dapat diterapkan secara kontekstual untuk menjawab tantangan masyarakat. <strong>Alex</strong>, <strong>Personal AI Assistant berbasis IoT</strong> yang dikembangkan oleh Tim Lumyx – The Best Team Pertama dari Kategori Siswa, dirancang sebagai <em>learning companion</em> sekaligus <em>asisten personal </em>dengan interaksi yang natural. Tidak hanya merespons perintah, Alex mampu mendengarkan secara real-time, merangkum informasi, serta membangun memori personal pengguna secara berkelanjutan. Dengan dukungan pemrosesan audio-visual serta <em>machine learning</em> berbasis edge dan server, Alex menghadirkan pengalaman interaksi yang lebih kontekstual tanpa memerlukan aplikasi yang kompleks.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_24375" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-24375" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212742/PhysioTrack-dari-Tim-Outliers-Universitas-Kristen-Satya-Wacana-Kota-Salatiga-Jawa-Tengah-1000px.jpg" alt="" width="1000" height="669" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212742/PhysioTrack-dari-Tim-Outliers-Universitas-Kristen-Satya-Wacana-Kota-Salatiga-Jawa-Tengah-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212742/PhysioTrack-dari-Tim-Outliers-Universitas-Kristen-Satya-Wacana-Kota-Salatiga-Jawa-Tengah-1000px-842x563.jpg 842w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212742/PhysioTrack-dari-Tim-Outliers-Universitas-Kristen-Satya-Wacana-Kota-Salatiga-Jawa-Tengah-1000px-768x514.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">PhysioTrack dari Tim Outliers, Universitas Kristen Satya Wacana Kota Salatiga, Jawa Tengah</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, <strong>PhysioTrack</strong> dari Tim Outliers  – The Best Team Pertama dari Kategori Mahasiswa menghadirkan <strong>solusi rehabilitasi pasca stroke berbasis AI dan IoT </strong>yang memungkinkan pasien menjalani terapi dari rumah secara lebih terukur dan tetap terpantau oleh terapis. Melalui integrasi sensor IoT, sistem ini mengumpulkan data latihan dan indikator fisiologis yang kemudian dianalisis oleh model AI untuk menghasilkan status risiko serta rekomendasi berbasis data. Pendekatan ini meningkatkan akses terapi sekaligus menjaga kualitas pemantauan klinis.</p>
<h3></h3>
<h3></h3>
<h3>Pengalaman Transformasional Peserta</h3>
<p>Bagi kedua tim terbaik, perjalanan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan proses pembelajaran yang membentuk cara pandang mereka terhadap teknologi sebagai solusi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami melihat banyak pasien kesulitan menjalani terapi rutin. Melalui integrasi AI dan IoT, kami ingin menghadirkan sistem yang membantu pasien berlatih dari rumah, namun tetap terhubung dengan terapis melalui data yang terukur.” ujar <strong>Gaezka Ardhika Putra, perwakilan Tim Outliers.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, <strong>Davin Loana, perwakilan Tim Lumyx pengembang Alex Your Truly Personal AI,</strong> menambahkan, “Kami ingin menciptakan AI yang tidak hanya menjawab perintah, tetapi benar-benar memahami konteks dan kebutuhan penggunanya. Proses iterasi dan debugging justru menjadi pengalaman belajar terbesar bagi kami.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keduanya sepakat bahwa pendekatan <em>project-based learning</em> memberi ruang untuk bereksperimen dan menyempurnakan solusi hingga siap dipresentasikan secara nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_24376" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-24376" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212852/Tim-Lumyx-SMA-Darma-Yudha-Pekanbaru-bersama-Tim-Outliers-Universitas-Kristen-Satya-Wacana-Salatiga-Tim-Terbaik-Pertama-SIC-Batch-7-1000px.jpg" alt="" width="1000" height="668" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212852/Tim-Lumyx-SMA-Darma-Yudha-Pekanbaru-bersama-Tim-Outliers-Universitas-Kristen-Satya-Wacana-Salatiga-Tim-Terbaik-Pertama-SIC-Batch-7-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212852/Tim-Lumyx-SMA-Darma-Yudha-Pekanbaru-bersama-Tim-Outliers-Universitas-Kristen-Satya-Wacana-Salatiga-Tim-Terbaik-Pertama-SIC-Batch-7-1000px-843x563.jpg 843w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/02/19212852/Tim-Lumyx-SMA-Darma-Yudha-Pekanbaru-bersama-Tim-Outliers-Universitas-Kristen-Satya-Wacana-Salatiga-Tim-Terbaik-Pertama-SIC-Batch-7-1000px-768x513.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Tim Lumyx, SMA Darma Yudha Pekanbaru bersama Tim Outliers, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga &#8211; Tim Terbaik Pertama SIC Batch 7</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<h3></h3>
<h3>Sejalan dengan Agenda Transformasi Digital Nasional</h3>
<p>Transformasi digital merupakan perjalanan nyata yang terus didorong pemerintah melalui penguatan literasi dan kompetensi digital generasi muda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pembelajaran yang baik harus menghadirkan tiga aspek: mindful, meaningful, dan joyful. Siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga merasakan makna dalam proses belajar. Kami melihat pendekatan ini tercermin dalam SIC. Penetapan coding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan yang berdiri sendiri juga sejalan dengan upaya memperkuat literasi digital dan menyiapkan talenta muda yang siap menghadapi masa depan,” ujar <strong>Ir. Moch. Abduh, MS. Ed., Ph.D., Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><b>Drs. Soeparto, M.Pd., Tenaga Ahli Wakil Menteri Diktisaintek – Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI</b>, </strong>menambahkan, “Para peserta bukan sekadar kontestan, tetapi pionir muda yang merancang masa depan melalui inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pengembangan talenta digital tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Kolaborasi dengan industri, seperti Samsung melalui SIC, sangat penting untuk memperkuat ekosistem digital nasional. Saya berharap para pemenang terus mengembangkan prototipe mereka karena potensinya sangat besar untuk membawa dampak nyata.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejalan dengan arah tersebut, SIC hadir sebagai ruang bertumbuh bagi generasi muda Indonesia. Dengan pendampingan guru dan dosen, pembelajaran ini menciptakan efek pengganda, memperkuat literasi AI di sekolah dan kampus, serta menumbuhkan ekosistem inovasi yang lebih luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia, </strong>menyampaikan<strong>, </strong>“Samsung Innovation Campus tidak hanya tentang pembelajaran teknologi, tetapi tentang membuka peluang. Kami percaya setiap anak muda memiliki potensi besar ketika diberi akses, bimbingan, dan kepercayaan. Kami mengucapkan selamat kepada tim terbaik atas pencapaian luar biasa ini. Pencapaian ini adalah bukti kerja keras, ketekunan, dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan sepanjang program.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Culmination Event SIC Batch 7 menjadi simbol bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu memperkecil jarak antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri digital. Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi membangun prototipe yang relevan dan siap dikembangkan lebih lanjut. Sejalan dengan visi global “Enabling People”, SIC terus mendorong generasi muda Indonesia untuk berani berinovasi, mengasah kemampuan teknologi, dan berkontribusi dalam membangun masa depan berbasis AI.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><sup>[1]</sup></a> <a href="https://www.komdigi.go.id/berita/pengumuman/detail/siaran-pers-no-245-hm-kominfo-06-2022-tentang-optimalkan-manfaat-transformasi-digital-menkominfo-pemerintah-siapkan-talenta-digital" target="_blank" rel="noopener">https://www.komdigi.go.id/berita/pengumuman/detail/siaran-pers-no-245-hm-kominfo-06-2022-tentang-optimalkan-manfaat-transformasi-digital-menkominfo-pemerintah-siapkan-talenta-digital</a></em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
			</channel>
</rss>
