Hadirkan Karakter Fantasi ke Dunia Nyata, Samsung Spatial Signage Ubah Pengalaman di Tokyo Game Show 2026
Pada ajang Tokyo Game Show (TGS) 2026 yang berlangsung pada 17–20 September di Makuhari Messe, Chiba, Jepang, Samsung Electronics bersama NC memperkenalkan cara baru bagi penggemar untuk berinteraksi dengan karakter gim melalui Spatial Signage, layar 3D tanpa kacamata. Teknologi ini menghadirkan karakter dari Astrae Oratio, gim RPG fantasi urban yang akan datang, ke dalam ruang nyata.
Instalasi tersebut mengubah stan pameran konvensional menjadi pengalaman imersif, memungkinkan pengunjung melihat karakter gim dengan tampilan yang realistis dan ukuran mendekati aslinya. Pengalaman ini menghadirkan perpaduan antara dunia digital dan ruang fisik.
Memperluas Interaksi Penggemar ke Ruang Fisik
Bagi penerbit game dan pemilik kekayaan intelektual (IP), salah satu tantangannya adalah menghadirkan karakter digital ke lingkungan fisik agar dapat dinikmati secara langsung oleh penggemar.
Di pintu masuk stan NC, perusahaan pengembang dan penerbit gim global, Samsung memasang Spatial Signage berukuran 85 inci sebagai bagian dari instalasi bertema lift. Layar ini menampilkan karakter Astrae Oratio dalam ukuran yang mendekati aslinya. Dengan teknologi 3D Plate yang telah dipatenkan Samsung, Spatial Signage menghasilkan efek kedalaman yang nyata tanpa memerlukan kacamata 3D, sehingga karakter dan dunia fantasi gim terasa hadir di ruang nyata.
“Kami ingin pengunjung dapat berhadapan langsung dengan karakter dalam ukuran yang mendekati aslinya dan merasakan pengalaman mendalam di dunia gim sejak pertama kali memasuki stan,” ujar Yongsoo Lee, Head of Astrae Oratio Business Division di NC. “Dalam gim bergenre subkultur, ekspresi dan realisme karakter menjadi aspek yang sangat penting. Kami percaya Samsung Spatial Signage dapat mewujudkan pengalaman tersebut.”


Spatial Signage berukuran 85 inci menghadirkan ilusi karakter Astrae Oratio yang seolah-olah keluar dari lift menuju dunia nyata.
Pengunjung langsung merespons tampilan layar yang besar, pergerakan karakter, dan efek kedalaman yang dihadirkannya.
Kreator konten Kawaii CoCo mengatakan, “Karakter tersebut terasa interaktif karena dapat bergerak, sehingga terlihat lebih menyerupai manusia. Hal itu benar-benar menarik perhatian saya.” Ia juga menyoroti daya tarik layar tersebut di media sosial. “Tampilannya lebih menonjol dan terlihat jauh lebih menarik di media sosial, sehingga saya ingin merekamnya dan menunjukkan layar yang keren ini kepada audiens saya.”

Kreator konten Kawaii CoCo menyoroti gerakan karakter yang realistis, membuat tampilan Spatial Signage terasa interaktif dan menarik untuk dibagikan di media sosial.
Dengan profil yang ramping[1], hanya 52 mm, Spatial Signage dirancang untuk menciptakan ilusi kedalaman visual, seolah-olah terdapat ruang di balik layar. Efek imersif ini memberikan kesan kuat ketika pengunjung pertama kali melihat gim beserta karakternya di ruang publik.
Daniel Acero, salah satu pengunjung stan, mengatakan, “Menampilkan teknologi ini sebagai kesan pertama ketika gim diperkenalkan kepada publik sangat membantu membentuk persepsi terhadap gim tersebut. Teknologi ini juga mampu menyampaikan kepribadian karakter.” Ia menambahkan, “Saya tidak menyadari bahwa itu adalah layar. Saya mengira ada ruang nyata di balik layar transparan tersebut. Efek kedalamannya benar-benar terasa.”
Selain di pintu masuk, Samsung juga menghadirkan Spatial Signage berukuran 32 inci dengan profil yang lebih ramping, yaitu 49,4 mm, di area antrean dan sepanjang jalur pengunjung. Dengan ukuran yang lebih ringkas, layar dapat ditempatkan secara fleksibel di area terbatas sekaligus memperluas pengalaman interaksi dengan karakter selama pengunjung menunggu.
“Meski antreannya cukup panjang, Spatial Signage membantu waktu terasa berlalu lebih cepat sekaligus membuat saya lebih mengenal karakternya. Tampilannya lebih hidup dibandingkan gambar diam atau layar konvensional,” ujar Tomas Portier, salah satu pengunjung.

Spatial Signage berukuran 32 inci menampilkan karakter Astrae Oratio di area antrean, memperluas pengalaman pengunjung di sepanjang stan.
Menghadirkan Dampak Visual Sekaligus Mengoptimalkan Ruang
Bagi peritel dan pengelola tempat, menciptakan tampilan visual yang menarik perlu mempertimbangkan keterbatasan ruang fisik. Desain Spatial Signage yang ramping, dipadukan dengan teknologi 3D tanpa kacamata, membantu NC memanfaatkan ruang stan secara lebih efisien.
“Merancang alur pengunjung cukup menantang. Namun, karena Spatial Signage sangat ramping, perangkat ini mudah dipasang dan memungkinkan kami memanfaatkan ruang secara efektif,” jelas Yongsoo Lee. “Kami juga dapat menyediakan ruang untuk menyimpan merchandise bagi pengunjung.”

Yongsoo Lee, Head of Astrae Oratio Business Division di NC.
Di pintu masuk stan, NC memanfaatkan instalasi tersebut sebagai titik fokus visual sekaligus bagian fungsional dari tata ruang. Ketika layar menarik perhatian pengunjung, area di belakangnya dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan merchandise yang tersembunyi.
David Yousefi, salah satu pengunjung, mengatakan, “Ketika ditampilkan dalam bentuk seperti ini, saya mengira perangkatnya jauh lebih besar.” Ia menambahkan, “Namun, menarik sekali melihat bagaimana semuanya dapat ditempatkan dalam ruang yang begitu terbatas.”

(Dari kiri) David Yousefi dan Nicolas Felix merasakan efek kedalaman karakter Astrae Oratio melalui desain Spatial Signage yang ramping dan hemat ruang.
Fleksibilitas ini membuka peluang bagi pemilik IP karakter, peritel, dan pengelola tempat untuk menghadirkan konten digital di lebih banyak lingkungan fisik.
Miguel Moren, profesional di industri gim sekaligus peserta pameran TGS 2026, mengatakan, “Menghadirkan karakter gim yang bergerak di ruang nyata menciptakan perpaduan yang menarik antara dunia imajinasi dan dunia nyata.”
Pengunjung juga melihat potensi penerapan teknologi ini di luar acara gim. Rio Matsushita mengatakan, “Menurut saya, melihat karakter favorit bergerak tepat di depan mata merupakan pengalaman yang luar biasa. Bahkan saat mengantre, saya dapat melihat visual tiga dimensinya dengan jelas. Akan sangat menyenangkan jika pengalaman seperti ini juga tersedia di tempat-tempat seperti Akihabara.”
Nicolas Felix juga melihat peluang lain bagi Spatial Signage. “Teknologi ini dapat digunakan untuk kebutuhan branding komersial di toko, misalnya untuk menampilkan pakaian yang dikenakan seseorang,” ujarnya. Yousefi menambahkan bahwa teknologi tersebut berpotensi digunakan di taman hiburan atau berbagai acara yang membutuhkan cara menarik untuk menampilkan sesuatu kepada pengunjung.


Pengunjung Rio Matsushita mengambil foto karakter yang ditampilkan melalui Spatial Signage saat mengantre untuk mencoba game.
Melampaui Tokyo Game Show: Memperluas Potensi Spatial Signage
Instalasi di Tokyo Game Show merupakan salah satu penerapan komersial Samsung Spatial Signage di berbagai lingkungan hiburan, ritel, dan acara. Di Everland Safari World, Korea Selatan, teknologi ini dipasang di area antrean untuk memperluas pengalaman safari ke area yang biasanya digunakan untuk mengatur arus pengunjung. Sementara itu, Governors Ball Music Festival di Amerika Serikat memanfaatkan layar berukuran 85 inci untuk menampilkan merchandise dan mengintegrasikan aktivitas perdagangan ke dalam pengalaman festival musik.
Berbagai penerapan tersebut menunjukkan bagaimana Spatial Signage menghadirkan konten digital ke ruang fisik melalui kombinasi daya tarik visual, efisiensi ruang, dan interaksi pengunjung. Dengan pilihan ukuran layar yang beragam serta desain yang dapat diintegrasikan ke berbagai lingkungan, teknologi ini membuka peluang baru untuk menyampaikan cerita dan menghadirkan pengalaman visual di ruang yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam penggunaan layar konvensional.
[1] Ketebalan 52 mm mengacu pada model Spatial Signage berukuran 85 inci.
Produk > TV & Audio
Untuk hal-hal terkait layanan konsumen, silakan kunjungi samsung.com/id/support.
Untuk informasi media, silakan hubungi seins.com@samsung.com.