Mengenal Generation17 Young Leaders: Kisah José Francisco Ochoa

24/06/2026
Share open/close
URL tersalin.

José Francisco Ochoa merupakan salah satu anggota Generation17, sebuah kemitraan antara Samsung dan United Nations Development Programme (UNDP) yang memberdayakan generasi muda yang berkontribusi terhadap Global Goals.

 

Sejak 2020, Generation17 telah mendukung para Young Leaders di seluruh dunia melalui teknologi Samsung Galaxy, mentoring, dan kesempatan membangun jaringan untuk memperluas jangkauan cerita serta solusi yang mereka kembangkan.

 

Di pesisir San Jacinto, wilayah barat laut Ekuador, sekelompok mahasiswa bangun sebelum fajar. Dengan bantuan cahaya merah agar tidak mengganggu penyu yang sedang bertelur di sekitar pantai, mereka menyusuri garis pantai. Bagi beberapa mahasiswa, ini merupakan kali pertama mereka melihat laut secara langsung.

 

Saat matahari mulai terbit, mereka melanjutkan perjalanan dengan perahu untuk mengamati hutan mangrove. Setelah itu, mereka kembali ke pantai untuk membersihkan sampah plastik sebelum kembali ke ruang kelas dan mempelajari keterkaitan seluruh kegiatan tersebut dengan konservasi laut dan aksi iklim.

 

 

Inilah gambaran nyata dari Academia del Océano: pendidikan sains secara langsung yang selama ini sulit diakses oleh komunitas berbahasa Spanyol. Organisasi ini didirikan bersama oleh José Francisco Ochoa, seorang biolog dari wilayah selatan Ekuador yang memiliki kecintaan terhadap alam. Ketertarikannya terhadap lingkungan membawanya pada bidang ilmu kelautan dan membentuk keyakinan bahwa upaya melindungi lingkungan harus dimulai dengan membuat pendidikan sains lebih mudah diakses.

 

Bersama tiga rekannya, Juan Fernando Pesántez, Nicole Auz, dan Francisca Hernández, José Francisco berupaya menjembatani kesenjangan bahasa tersebut. “Ilmu kelautan dan iklim sering kali hanya tersedia dalam bahasa Inggris,” ujar José Francisco Ochoa. “Artinya, ada begitu banyak komunitas yang akhirnya tidak dilibatkan dalam percakapan tersebut—termasuk dalam menemukan solusinya.”

 

Di ruang kelas Academia del Océano yang berada di pusat pembelajaran pesisir, sekitar lima jam perjalanan dari ibu kota Ekuador, José Francisco menghubungkan ilmu kelautan dengan berbagai tantangan konservasi di wilayah setempat.

 

 

Sains dalam Bahasa Spanyol

José Francisco tumbuh dikelilingi alam dan selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap dunia di sekitarnya. “Saya ingin menjelajah,” ujarnya. “Saya selalu ingin bekerja langsung di lapangan bersama masyarakat.” Rasa ingin tahu tersebut kemudian ia salurkan melalui pendidikan di bidang biologi dan kariernya dalam konservasi laut.

 

Semakin mendalami bidang tersebut, semakin jelas ia melihat adanya kesenjangan bahasa. Hambatan ini bukan sekadar persoalan kenyamanan, tetapi juga membatasi siapa saja yang dapat terjun ke bidang tersebut dan ikut berkontribusi dalam melindungi laut.

 

Karena itu, pada 2023, José Francisco bersama rekan-rekannya mendirikan Academia del Océano, salah satu pusat pendidikan kelautan pertama di Ekuador yang sepenuhnya menggunakan bahasa Spanyol dalam pengajarannya. Misinya adalah mendemokratisasi akses terhadap ilmu kelautan dan iklim sekaligus mendukung Global Goal 4 PBB, yaitu pendidikan berkualitas.

 

Di pusat pembelajaran pesisir mereka di San Jacinto, berbagai program mencakup biologi kelautan, konservasi laut, dan citizen science. Kurikulumnya turut mendukung Global Goal 14, yaitu ekosistem laut, serta Global Goal 13, yaitu aksi iklim. Selain itu, kemitraan bersertifikasi dengan salah satu universitas terkemuka di Ekuador memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh kredensial di bidang konservasi laut dan biologi kelautan sebagai bekal untuk memulai karier mereka.

 

“Kami memberdayakan generasi muda untuk menjadi pemimpin di komunitas mereka melalui pendidikan dan teknologi,” ujar José Francisco.

 

José Francisco bersama para mahasiswa membersihkan sampah plastik di pesisir San Jacinto, menerapkan upaya konservasi laut secara langsung di luar ruang kelas.

 

 

Memperluas Misi

Di luar San Jacinto, Academia del Océano menjangkau mahasiswa di lebih dari 10 negara melalui program virtual dan komunitas online yang aktif, menghadirkan pendidikan tentang kelautan dan iklim dalam bahasa Spanyol di mana pun mahasiswa berada. Untuk mendukung materi pembelajaran tersebut, José Francisco dan timnya memanfaatkan AI untuk mengembangkan kurikulum serta membuat berbagai materi multimedia yang menyederhanakan istilah ilmiah yang kompleks menjadi pembelajaran yang lebih mudah dipahami.

 

Dampaknya pun terus berkembang. Sejak 2023, Academia del Océano telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 10.000 mahasiswa, memberikan lebih dari 500 sertifikasi di bidang ilmu kelautan, menanam lebih dari 2.200 bibit mangrove, serta melepas sekitar 5.000 tukik penyu ke alam.

 

“Banyak mahasiswa kami kemudian bekerja di bidang konservasi laut dan ilmu lingkungan,” ujar José Francisco. “Mereka membawa kembali apa yang telah dipelajari ke komunitas masing-masing.”

 

Kerly Martinez, lulusan program tahun 2025, mengatakan bahwa program tersebut menginspirasinya untuk mendirikan perusahaan ekowisata. “Kami membahas pariwisata yang bertanggung jawab, konservasi, sampah, dan persoalan plastik,” ujarnya. “Dan semua hal ini saya pelajari langsung di Academia del Océano.”

 

Organisasi ini juga telah diakui sebagai salah satu kegiatan resmi Ocean Decade, sebuah inisiatif global yang dikoordinasikan oleh Intergovernmental Oceanographic Commission UNESCO untuk memajukan ilmu kelautan hingga 2030.

 

Seorang mahasiswa menggunakan aplikasi identifikasi spesies di smartphone Samsung Galaxy untuk mengidentifikasi kerang yang ditemukan di pesisir San Jacinto, menjadikan penelitian lapangan lebih mudah diakses secara langsung.

 

 

Baru Awal dari Perjalanan

Visi José Francisco untuk masa depan melampaui pesisir Ekuador. Ia berharap dapat memperluas apa yang telah dibangun bersama rekan-rekannya agar dapat menjangkau lebih banyak komunitas berbahasa Spanyol, membekali generasi baru untuk melindungi ekosistem di wilayah mereka sekaligus berkontribusi dalam penelitian kelautan di daerah masing-masing. “Mimpi saya adalah menjadikan Academia del Océano sebagai platform terbesar di dunia dalam bidang pendidikan kelautan dan aksi lingkungan,” ujarnya.

 

Bagi para mahasiswa yang untuk pertama kalinya datang ke pesisir San Jacinto, serta jutaan masyarakat di seluruh Amerika Latin yang belum pernah mendapatkan pendidikan ilmu kelautan dalam bahasa mereka sendiri, mimpi tersebut perlahan mulai menjadi kenyataan.

Produk > Mobile

Untuk hal-hal terkait layanan konsumen, silakan kunjungi samsung.com/id/support.
Untuk informasi media, silakan hubungi seins.com@samsung.com.

Lihat cerita terbaru mengenai Samsung

Buka
TOP