<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><?xml-stylesheet title="XSL_formatting" type="text/xsl" href="https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss.xsl"?><rss version="2.0"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
	<channel>
		<title>Art Basel in Basel &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
		<atom:link href="https://news.samsung.com/id/tag/art-basel-in-basel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>https://news.samsung.com/id</link>
        <image>
            <url>https://img.global.news.samsung.com/image/newlogo/logo_samsung-newsroom_id.png</url>
            <title>Art Basel in Basel &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
            <link>https://news.samsung.com/id</link>
        </image>
        <currentYear>2026</currentYear>
        <cssFile>https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss_xsl.css</cssFile>
		<description>What's New on Samsung Newsroom</description>
		<lastBuildDate>Tue, 14 Jul 2026 07:01:25 +0000</lastBuildDate>
		<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
					<item>
				<title>Seni yang Menghidupkan Indra: Karim Noureldin x Samsung Art Store</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/seni-yang-menghidupkan-indra-karim-noureldin-x-samsung-art-store?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 11:52:30 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[TV & Audio]]></category>
		<category><![CDATA[Art Basel in Basel]]></category>
		<category><![CDATA[Art Store]]></category>
		<category><![CDATA[Art TV]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3R2wayi</guid>
									<description><![CDATA[&#8220;Ruang dan seni, begitu pula karya seni dan lingkungan tempat karya itu berada, memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan.&#8221; — Karim Noureldin,]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><strong>&#8220;Ruang dan seni, begitu pula karya seni dan lingkungan tempat karya itu berada, memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan.&#8221;</strong></em><br />
<em><strong>— Karim Noureldin, seniman kontemporer</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dapatkah sebuah karya seni visual dinikmati layaknya suara? Bagi Karim Noureldin, jawabannya adalah ya. Seniman asal Swiss ini menciptakan karya-karya abstrak yang mengarahkan pandangan mata menyusuri komposisinya layaknya ritme dalam musik, menghadirkan detail-detail baru yang terus terungkap semakin lama karya tersebut diamati. Noureldin menyebutnya sebagai “suara visual”, sebuah gagasan yang berakar pada seni menggambar dan tercermin dalam karya-karyanya yang dibentuk melalui garis, warna, permukaan, dan ruang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26501" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26501" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05112424/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main1.jpg" alt="Karim Noureldin, seniman kontemporer asal Swiss" width="1000" height="750" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05112424/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main1.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05112424/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main1-751x563.jpg 751w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05112424/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main1-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Karim Noureldin, seniman kontemporer asal Swiss</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karya Noureldin berjudul “Brea” (2025) akan dihadirkan dalam format digital sebagai bagian dari <a href="https://news.samsung.com/global/samsung-art-store-brings-art-basel-to-homes-worldwide-with-new-curated-collection" target="_blank" rel="noopener">Art Basel in Basel 2026 Collection</a> yang terbaru. Tersedia secara eksklusif di Samsung Art Store, koleksi ini menghadirkan 24 karya dari seniman asal Swiss dan seniman yang berbasis di Swiss, yang diwakili oleh delapan galeri peserta pameran. “Brea” dipilih karena palet warnanya yang khas serta penggunaan pola yang berani, dua elemen yang menjadi ciri utama praktik artistik Noureldin. Samsung Newsroom berbincang dengan Noureldin mengenai proses menggambar, seni abstrak, serta bagaimana pengalaman menikmati karya seni berubah ketika dihadirkan di rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Bahasa Sensorik dalam “Brea”</h2>
<div id="attachment_26502" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26502" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05113516/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main2-1.jpg" alt="“Brea” (2025) merefleksikan ketertarikan Noureldin pada garis, warna, dan ritme, sehingga menciptakan apa yang ia sebut sebagai “suara visual”" width="1000" height="614" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05113516/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main2-1.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05113516/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main2-1-917x563.jpg 917w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05113516/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main2-1-768x472.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">“Brea” (2025) merefleksikan ketertarikan Noureldin pada garis, warna, dan ritme, sehingga menciptakan apa yang ia sebut sebagai “suara visual” Foto oleh Finn Curry, milik seniman dan von Bartha.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Q: “Brea” (2025) menjadi bagian dari Art Basel in Basel 2026 Collection di Samsung Art Store. Dapatkah Anda menceritakan proses di balik karya ini?</h3>
<p>“Brea” berawal dari proses menggambar sebagai cara untuk membangun sebuah ruang imajiner. Saya membuatnya dengan pensil karena menggambar memungkinkan saya untuk berpikir, merencanakan, membayangkan, dan memvisualisasikan sesuatu secara bersamaan. Saya telah lama bekerja menggunakan pensil, dan hingga kini saya masih menganggapnya sebagai salah satu cara paling langsung untuk memulai sebuah gagasan. Gerakan saat menggambar juga terasa sangat dekat dengan pengalaman menulis kata-kata menggunakan tangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bekerja di atas kertas memungkinkan saya melihat sebuah ruang yang belum sepenuhnya menjadi ruang fisik. Saya merasa lebih mudah menciptakan dunia tiga dimensi melalui media ini dibandingkan dengan melukis di atas kanvas. Itulah sebabnya menggambar tetap menjadi bagian yang sangat penting dalam praktik berkesenian saya. Energi dari proses tersebut telah menyertai saya sejak awal perjalanan sebagai seniman, dan energi itu juga hadir dalam “Brea”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26503" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26503" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05113619/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main6.jpg" alt="Noureldin menggunakan pensil warna untuk membangun kepadatan ruang melalui pengulangan garis dan perubahan warna." width="1000" height="667" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05113619/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main6.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05113619/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main6-844x563.jpg 844w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05113619/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main6-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Noureldin menggunakan pensil warna untuk membangun kepadatan ruang melalui pengulangan garis dan perubahan warna. Foto oleh Ariel Huber, milik seniman dan von Bartha.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Q: Bagaimana garis, permukaan, dan struktur saling bekerja sama dalam “Brea”?</h3>
<p>Dalam “Brea”, garis, struktur, dan permukaan bukanlah elemen yang berdiri sendiri. Ketiganya saling membangun satu sama lain. Garis menciptakan gerakan, permukaan menghadirkan kedalaman, sementara struktur menyatukan seluruh elemen tersebut. Melalui hubungan inilah karya ini mulai terasa seperti sebuah ruang yang dapat dimasuki penonton melalui persepsi mereka sendiri. Penulis George Stolz pernah menggambarkan “Brea” sebagai karya yang menciptakan semacam kesan ruang melalui cara berbagai permukaannya saling berpadu. Menurut saya, penjelasan tersebut cukup menggambarkan bagaimana saya memandang karya ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26504" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-26504 size-full" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05113923/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main4.jpg" alt="Praktik berkarya Karim Noureldin berawal dari proses menggambar, sebuah medium yang ia gambarkan sebagai cara untuk berpikir, merencanakan, membayangkan, dan memvisualisasikan sesuatu secara bersamaan. " width="1000" height="321" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05113923/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main4.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05113923/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main4-768x247.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Praktik berkarya Karim Noureldin berawal dari proses menggambar, sebuah medium yang ia gambarkan sebagai cara untuk berpikir, merencanakan, membayangkan, dan memvisualisasikan sesuatu secara bersamaan. Foto oleh Ariel Huber, milik seniman dan von Bartha.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Membangun Bahasa Ruang yang Khas</h2>
<h3>Q: Bagaimana pendekatan Anda dalam berkarya tetap konsisten dari waktu ke waktu?</h3>
<p>Pendekatan saya tetap sama karena didasarkan pada komitmen yang konsisten terhadap proses berkarya. Saya menempuh pendidikan seni rupa, kemudian menjadi associate professor di ECAL/University of Arts and Design Lausanne, serta membimbing seniman-seniman muda asal Swiss. Pengalaman-pengalaman tersebut membentuk cara saya memandang seni, tetapi tidak mengubah alasan saya berkarya. Saya masih mendekati setiap karya dengan motivasi dan fokus yang sama seperti ketika pertama kali memulai. Dapat berkarya sebagai seniman adalah sesuatu yang selalu saya impikan, dan hingga kini saya terus melakukannya dengan dedikasi dan rasa syukur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26508" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26508" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05114639/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main5.jpg" alt="Karya-karya Noureldin saling terhubung melalui garis, permukaan, dan skala." width="1000" height="667" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05114639/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main5.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05114639/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main5-844x563.jpg 844w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05114639/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main5-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Karya-karya Noureldin saling terhubung melalui garis, permukaan, dan skala. Foto oleh Finn Curry, milik seniman dan von Bartha.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Q: Apa yang menghubungkan berbagai bentuk karya yang Anda ciptakan?</h3>
<p>Apa pun bentuknya, karya saya menggunakan bahasa abstrak dan proses kreatif yang sama pada berbagai medium. Saya sering menganggap setiap medium sebagai instrumen yang berbeda. Suaranya mungkin berubah, tetapi komposisinya berasal dari tempat yang sama. Karya-karya tersebut dapat hadir dalam skala kecil maupun besar, dibuat untuk lokasi tertentu atau berdiri sebagai karya yang independen. Yang menghubungkan semuanya adalah perhatian yang sama terhadap garis, warna, ritme, dan ruang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Q: Apa yang mungkin Anda lakukan melalui seni abstrak?</h3>
<p>Seni abstrak memungkinkan terciptanya kesan yang abadi dan universal. Ia tidak terikat pada satu subjek atau satu momen tertentu. Seni abstrak dapat tetap terbuka sehingga setiap orang dapat mengalami karya tersebut melalui persepsinya masing-masing.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>&#8220;Dapat berkarya sebagai seniman adalah sesuatu yang selalu saya impikan, dan hingga kini saya terus melakukannya dengan dedikasi dan rasa syukur.&#8221;</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Q: Bagaimana Anda memandang hubungan antara sebuah karya seni dan tempat karya tersebut ditampilkan?</h3>
<p>Ruang dan seni, begitu pula karya seni dan lingkungan tempat karya tersebut berada, memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Baik sebuah karya diciptakan khusus untuk suatu lokasi, ditempatkan di lokasi tertentu, maupun sekadar dipamerkan di sana, setiap kondisi tersebut membentuk apa yang dapat diekspresikan dan dihadirkan oleh karya tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26506" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26506" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05114141/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main6-1.jpg" alt="Karya-karya Noureldin saling terhubung melalui garis, permukaan, dan skala." width="1000" height="667" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05114141/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main6-1.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05114141/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main6-1-844x563.jpg 844w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/05114141/Samsung-TVs-and-Displays-Interview-Karim-Noureldin-Samsung-Art-Store_Main6-1-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Karya-karya Noureldin saling terhubung melalui garis, permukaan, dan skala. Foto oleh Finn Curry, milik seniman dan von Bartha.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Bagaimana Seni Menjadi Bagian dari Kehidupan di Rumah</h2>
<p><strong> </strong><strong><em>&#8220;Ketika karya seni hadir di rumah, karya tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.&#8221;</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Q: Apa yang menurut Anda bermakna ketika orang dapat menikmati karya Anda di rumah melalui Samsung Art TV?</h3>
<p>Hidup berdampingan dengan karya seni mengembalikan seni ke ruang yang lebih pribadi dan personal. Melalui Samsung Art TV, karya berpindah dari studio seniman ke dalam rumah, sehingga dapat dinikmati setiap hari, bukan hanya saat mengunjungi sebuah institusi seni. Hal ini membantu menjaga kreativitas visual tetap hadir dalam keseharian setiap orang, bahkan bagi mereka yang bukan seorang seniman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Q: Ketika sebuah karya seni menjadi bagian dari rumah, apa yang dapat diungkap oleh pengalaman melihatnya berulang kali yang mungkin tidak terlihat pada pandangan pertama?</h3>
<p>Ketika karya seni hadir di rumah, karya tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan berubah mengikuti kondisi di sekitarnya. Perbedaan waktu dalam sehari, perubahan pencahayaan, bahkan suasana hati saat seseorang melihatnya kembali dapat memberikan pengalaman yang berbeda. Detail-detail kecil tersebut dapat mengubah tampilan sebuah karya dari waktu ke waktu, sehingga karya itu menjadi elemen yang menyatu dengan kehidupan di dalam rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Q: Samsung Art Store akan memperkenalkan karya Anda kepada banyak orang yang mungkin belum mengenal praktik berkesenian Anda. Apa yang Anda harapkan pertama kali mereka rasakan saat melihat “Brea”?</h3>
<p>Saya berharap mereka pertama-tama merasakan “Brea” sebagai sebuah suara visual. Yang saya maksud adalah sebuah komposisi yang dapat dirasakan melalui ritme dan gerakan, sebagaimana musik dapat dirasakan tanpa kata-kata. Sebelum mencoba mendefinisikannya, saya berharap mereka meluangkan waktu untuk mengamati setiap elemen dalam strukturnya agar dapat memahami bagaimana karya ini dapat berbicara kepada lebih dari satu indra.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Art Store adalah layanan berlangganan karya seni yang tersedia di Samsung Art TV, termasuk The Frame, Micro RGB, dan Neo QLED. Layanan ini menawarkan lebih dari 5.000 karya seni beresolusi 4K dari lebih dari 800 mitra di 117 negara. Sebagai mitra display resmi Art Basel, Samsung Electronics menghadirkan cara lain untuk menikmati seni kontemporer di luar penyelenggaraan pameran melalui koleksi digital eksklusif Samsung Art Store yang menampilkan karya para seniman dari Art Basel edisi Hong Kong, Basel, Paris, dan Miami Beach.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk menikmati “Brea” beserta seluruh karya dalam Art Basel in Basel 2026 Collection, kunjungi Samsung Art Store melalui TV Samsung yang kompatibel mulai hari ini.</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung dan Art Basel Luncurkan Koleksi Terbesar Art Basel di Samsung Art Store</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-dan-art-basel-luncurkan-koleksi-terbesar-art-basel-di-samsung-art-store?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 21:13:59 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[TV & Audio]]></category>
		<category><![CDATA[Art Basel]]></category>
		<category><![CDATA[Art Basel in Basel]]></category>
		<category><![CDATA[Art TV]]></category>
		<category><![CDATA[ArtCube]]></category>
		<category><![CDATA[NEO QLED]]></category>
		<category><![CDATA[Neo QLED 8K]]></category>
		<category><![CDATA[The Frame]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3ZCcR04</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Samsung Electronics, sebagai Official Art TV di Art Basel, hari ini mengumumkan peluncuran Art Basel in Basel (ABB) Collection, sebuah kurasi eksklusif]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_20327" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-20327 size-full" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/06/18210236/01-QN80F_onscreen-1000x667px.jpg" alt="" width="1000" height="667" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/06/18210236/01-QN80F_onscreen-1000x667px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/06/18210236/01-QN80F_onscreen-1000x667px-844x563.jpg 844w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/06/18210236/01-QN80F_onscreen-1000x667px-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">▲ *Gruppo di quadrati sulla base di un quadrato* (1966) karya Hedi Mertens ditampilkan di Neo QLED dari Samsung.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Electronics, sebagai Official Art TV di Art Basel, hari ini mengumumkan peluncuran Art Basel in Basel (ABB) Collection, sebuah kurasi eksklusif karya seni digital yang kini tersedia pada TV Samsung melalui Samsung Art Store<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a>. Koleksi ini menjadi yang terbesar dalam sejarah kerja sama Samsung dan Art Basel, dengan menghadirkan tambahan 38 karya pilihan dari seniman dan galeri ternama dunia Art Basel in Basel—sebagai bagian dari total 77 karya dalam keseluruhan koleksi Art Basel, menandai tonggak baru dalam misi menghadirkan seni kelas dunia ke audiens yang lebih luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Koleksi Art Basel in Basel tampil menonjol karena mengedepankan keberagaman, baik dari segi latar belakang, medium, hingga perspektif artistik. Untuk pertama kalinya, koleksi ini juga mencakup galeri yang berbasis di Afrika, memperluas jangkauan global dan memperkaya nilai budaya dari kolaborasi Samsung x Art Basel. Beberapa karya dari koleksi ini akan ditampilkan langsung di pameran Art Basel yang digelar pada 19-22 Juni di Messe Basel, Swiss<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><sup>[2]</sup></a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Koleksi Kurasi dengan Visi Ekspresi Global</h3>
<p>Dipilih dari lebih dari 100 pengajuan karya, 38 karya yang masuk dalam koleksi Art Basel in Basel dikurasi secara ketat dengan focus pada keberagaman seniman, variasi medium, serta representasi geografis. Koleksi ini merayakan baik seniman pendatang baru maupun tokoh berpengaruh di dunia seni, sejalan dengan komitmen Art Basel untuk menjunjung tinggi seni kontemporer dari seluruh penjuru dunia. .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa sorotan dari koleksi ini antara lain:</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><span></span>Roméo Mivekannin, “Young woman with peonies after Frédéric Bazille” (2023): Penafsiran ulang yang menarik dari potret klasik melalui perspektif pascakolonial.</li>
<li><span></span>Basim Magdy, “An Intergalactic Messenger Teleported us to a Cave Settlement Ruled by Shared Compassion and Humility” (2022): Eksplorasi futurisme utopis yang penuh semangat.</li>
<li><span></span>Zandile Tshabalala, “Pink Blossoms” (2024): Sebuah potret kuat yang merayakan feminitas dan alam kulit hitam.</li>
<li><span></span>Antonia Kuo, “Willo” (diptych) (2024): Komposisi dua panel yang mencolok yang memadukan manipulasi digital dengan teknik analog.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Koleksi ini juga dilengkapi dengan karya dari nama-nama besar seperti Jo Baer, Kibong Rhee, dan Lynn Hershman Leeson, yang semakin memperkaya kedalaman visual dan tema dari ABB tahun ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>ArtCube: Pengalaman Interaktif Samsung Art TV di Art Basel</h3>
<div id="attachment_20325" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-20325" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/06/18205601/QN70F_onscreen-1000x667px.jpg" alt="" width="1000" height="667" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/06/18205601/QN70F_onscreen-1000x667px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/06/18205601/QN70F_onscreen-1000x667px-844x563.jpg 844w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/06/18205601/QN70F_onscreen-1000x667px-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">▲ *Untitled* (1961–1962) karya Jo Baer ditampilkan di Neo QLED dari Samsung.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk semakin menonjolkan pertemuan antara seni dan teknologi, Samsung menghadirkan ArtCube<a href="#_ftn3" name="_ftnref3"><sup>[3]</sup></a>, sebuah ruang interaktif di Art Basel. Lewat instalasi imersif ini, pengunjung diajak mengeksplorasi bagaimana perangkat The Frame, dan Neo QLED 8K mendefinisikan ulang pengalaman menikmati seni digital dengan tampilan karya yang memukau dalam detail dan kedalaman luar biasa—termasuk pilihan karya dari Art Basel Collection.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di ArtCube, pengunjung dapat langsung berinteraksi dengan koleksi eksklusif Samsung Art Store serta menikmati kualitas visual premium dari jajaran Samsung Art TV. Mereka juga bisa membuat potret yang dipersonalisasi dari karya seni bergerak, yang hanya tersedia melalui kurasi khusus ArtCube. Selain pengalaman lounge interaktif, Samsung juga akan menggelar serangkaian diskusi panel bersama tokoh-tokoh berpengaruh dalam seni kontemporer. Diskusi ini akan membahas peran teknologi yang semakin besar dalam mendukung ekspresi dan aksesibilitas seni di era digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Memperkuat Kolaborasi Budaya</h3>
<p>Samsung Art Basel terus memperluas kemitraan dengan memperkenalkan koleksi seni digital kurasi yang dimulai dari Art Basel Miami Beach 2024, Art Basel Hong Kong 2025, hingga Art Basel in Basel 2025. Karya seni yang diluncurkan di Art Basel Hong Kong pada Maret lalu berhasil mencuri perhatian pengguna Samsung Art Store secara global, bahkan masuk dalam jajaran 10 besar karya seni yang paling dilihat<a href="#_ftn4" name="_ftnref4"><sup>[4]</sup></a>. Kolaborasi berkelanjutan ini mencerminkan visi bersama untuk menjadikan layar televisi sebagai medium dinamis untuk bercerita dan membuka ruang dialog artistik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dengan diluncurkannya koleksi baru di Samsung Art Store untuk Art Basel in Basel 2025, kami sangat senang bisa menawarkan cara baru bagi audiens global untuk terhubung dengan pameran kami,” ujar Maike Cruse, Direktur Art Basel in Basel. “Kemitraan global kami dengan Samsung memperluas pengalaman para pengunjung jauh melampaui batas fisik area pameran di Messe langsung ke dalam rumah-rumah mereka—membuka akses baru untuk mengenal seniman dan galeri luar biasa yang menjadi sorotan di pameran utama kami di Basel.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Menyempurnakan Pengalaman Seni Melalui Samsung Art TVs</h3>
<div id="attachment_20326" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-20326 size-full" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/06/18205823/QN900F_onscreen-1000x667px.jpg" alt="" width="1000" height="667" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/06/18205823/QN900F_onscreen-1000x667px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/06/18205823/QN900F_onscreen-1000x667px-844x563.jpg 844w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/06/18205823/QN900F_onscreen-1000x667px-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">▲ *Seduction* (1985) karya Lynn Hershman Leeson ditampilkan di Neo QLED 8K dari Samsung.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Art Store menawarkan cara unik untuk mengubah TV menjadi karya seni dan memperindah ruangan dengan koleksi yang cocok untuk setiap musim, suasana hati, atau momen special. Pengguna bisa memilih dari lebih dari 3.500+ karya seni dari lebih dari 800 seniman, termasuk koleksi ABB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tersedia di jajaran TV Samsung 2025 seperti Neo QLED 8K, Neo QLED, QLED, dan The Frame yang kini ditenagai Samsung Vision AI untuk kualitas gambar dan suara yang disempurnakan AI, Samsung Art Store kini hadir lebih luas dengan fitur personalisasi baru—membawa pengguna lebih dekat dengan tontonan dan karya favorit mereka. Di seluruh lini produk ini, Samsung menawarkan lebih banyak cara dari sebelumnya untuk mengubah layar TV menjadi galeri seni yang dipersonalisasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Koleksi Art Basel in Basel kini tersedia secara eksklusif di Samsung Art Store untuk seluruh pengguna Samsung Art TVs.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk info selanjutnya, silakan kunjungi <a href="https://www.samsung.com/id/" target="_blank" rel="noopener">www.samsung.com</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size: 15px;"><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><span>[1]</span></a> <em>Samsung Art TV mencakup model The Frame, Neo QLED 8K, Neo QLED, and QLED mulai dari Q7F ke atas.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><a href="#_ftnref2" name="_ftn2"><span>[2]</span></a> <em>Acara ini terbuka untuk umum dari tanggal 19-22 Juni, setelah pembukaan VIP dari tanggal 16-18 Juni.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><a href="#_ftnref3" name="_ftn3"><span>[3]</span></a> <em>Samsung Lounge ‘ArtCube’ berada di Halle 1, lantai pameran utama di dalam Messe Basel.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><a href="#_ftnref4" name="_ftn4"><span>[4]</span></a> <em>Informasi yang diberikan berdasarkan hasil yang dikumpulkan selama bulan April 2025.</em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
			</channel>
</rss>
