<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><?xml-stylesheet title="XSL_formatting" type="text/xsl" href="https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss.xsl"?><rss version="2.0"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
	<channel>
		<title>Flex Titanium &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
		<atom:link href="https://news.samsung.com/id/tag/flex-titanium/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>https://news.samsung.com/id</link>
        <image>
            <url>https://img.global.news.samsung.com/image/newlogo/logo_samsung-newsroom_id.png</url>
            <title>Flex Titanium &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
            <link>https://news.samsung.com/id</link>
        </image>
        <currentYear>2026</currentYear>
        <cssFile>https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss_xsl.css</cssFile>
		<description>What's New on Samsung Newsroom</description>
		<lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2026 15:10:00 +0000</lastBuildDate>
		<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
					<item>
				<title>Dari 253 Gram Menjadi 201 Gram: Rekayasa Teknologi di Balik Fold Teringan di Dunia</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/dari-253-gram-menjadi-201-gram-rekayasa-teknologi-di-balik-fold-teringan-di-dunia?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 23:01:12 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Mobile]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Flex Titanium]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy Z Fold series]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy Z Fold8]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy Z Fold8 Ultra]]></category>
		<category><![CDATA[Titanium Alloy Film]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4x6ZfYp</guid>
									<description><![CDATA[Sejak memperkenalkan Galaxy Fold pertama dengan bobot 276 gram pada 2019, Samsung Electronics terus memperluas kemampuan smartphone lipat, menghadirkan]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak memperkenalkan <strong>Galaxy Fold pertama dengan bobot 276 gram pada 2019</strong>, Samsung Electronics terus memperluas kemampuan smartphone lipat, menghadirkan berbagai pengembangan pada desain engsel dan layar, ketahanan, serta kemudahan penggunaan di setiap generasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seiring teknologi tersebut terus berkembang, Samsung berfokus pada tantangan berikutnya: <strong>membuat smartphone lipat dengan layar besar lebih mudah dibawa dalam keseharian, tanpa mengurangi pengalaman unik yang ditawarkan oleh <em>form factor</em> ini.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Melalui upaya tersebut, <strong>Galaxy Z Fold5 hadir dengan bobot 253 gram</strong>, kemudian Galaxy Z Fold6 kembali mengurangi bobotnya menjadi <strong>239 gram</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bersama Galaxy Z Fold7, Samsung menetapkan target yang lebih ambisius:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>“Bisakah smartphone lipat memiliki bobot lebih ringan daripada smartphone flagship bar-type?”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pada saat itu, <strong>Galaxy S25 Ultra</strong> merupakan salah satu smartphone flagship Samsung dengan desain bar-type yang memiliki bobot <strong>218 gram</strong>. Karena itu, tim pengembangan menetapkan target bobot yang lebih ringan untuk Galaxy Z Fold7, yaitu <strong>215 gram</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Galaxy Z Fold7 berhasil mencapai target tersebut. Kini, melanjutkan inovasi foldable selama bertahun-tahun, <strong>Galaxy Z Fold8</strong> memadukan form factor baru dengan pengembangan pada teknologi inti, material, dan arsitektur internal, sehingga bobotnya hanya <strong>201 gram, 52 gram lebih ringan dibandingkan Galaxy Z Fold5</strong>. Dengan bobot 201 gram, <strong>Galaxy Z Fold8 menjadi foldable teringan di dunia</strong>.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_27589" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-27589" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/08221922/Dari-253-Gram-Menjadi-201-Gram_-Rekayasa-Teknologi-di-Balik-Fold-Teringan-di-Dunia-1000.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/08221922/Dari-253-Gram-Menjadi-201-Gram_-Rekayasa-Teknologi-di-Balik-Fold-Teringan-di-Dunia-1000.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/08221922/Dari-253-Gram-Menjadi-201-Gram_-Rekayasa-Teknologi-di-Balik-Fold-Teringan-di-Dunia-1000-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/08221922/Dari-253-Gram-Menjadi-201-Gram_-Rekayasa-Teknologi-di-Balik-Fold-Teringan-di-Dunia-1000-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Evolusi bobot dan ketebalan Galaxy Z Fold di setiap generasi, dari 276 gram dan 17,1 milimeter pada Galaxy Fold generasi pertama hingga Galaxy Z Fold8 dengan bobot 201 gram dan ketebalan 9,7 milimeter, sebagai foldable teringan di dunia, serta Galaxy Z Fold8 Ultra dengan ketebalan 8,9 milimeter.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, konsumen menginginkan lebih dari sekadar smartphone lipat dengan bobot yang lebih ringan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span><a href="https://yougov.com/en-us/articles/50945-foldable-phones-high-interest-among-young-adults-durability-a-major-concern" target="_blank" rel="noopener">Survei YouGov pada 2024</a></span><a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><sup>[2]</sup></a> menemukan bahwa <strong>desain yang terlalu besar atau berat</strong> masih menjadi salah satu kekhawatiran konsumen yang belum berencana membeli smartphone lipat. Sementara itu, <strong>daya tahan baterai, ketahanan perangkat, dan kualitas layar</strong> menjadi prioritas utama bagi konsumen yang mempertimbangkan untuk menggunakan smartphone lipat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Insight tersebut kemudian membentuk salah satu tujuan utama dalam pengembangan Samsung: <strong>membuat smartphone lipat lebih tipis dan ringan, sekaligus mempertahankan pengalaman utama yang paling dihargai pengguna.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Daya tahan baterai, performa kamera, pengelolaan suhu, dan ketahanan perangkat tetap harus ditingkatkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal tersebut tidak dapat dicapai hanya dengan mengubah satu komponen. Para <em>engineer</em> Samsung harus memikirkan kembali keseluruhan perangkat, <strong>mengembangkan teknologi fundamental smartphone lipat, memperkenalkan material baru, serta meninjau kembali ratusan komponen dan bagian pendukung hingga ke tingkat sepersekian gram.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Dari 253 gram menjadi 201 gram.</strong> Tiga inovasi <em>engineering</em> memungkinkan transformasi tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_27592" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-27592" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/08224153/GIF-Galaxy-Z-Fold8-52-gram-lebih-ringan-dibandingkan-Galaxy-Z-Fold5-1000.gif" alt="" width="1000" height="563" /><p class="wp-caption-text">Dari Galaxy Z Fold5 hingga Galaxy Z Fold8, Samsung berhasil mengurangi bobot hingga 52 gram untuk menghadirkan foldable teringan di dunia.</p></div>
<h2></h2>
<h2></h2>
<h2>Semakin Tipis dan Ringan Smartphone Lipat, Semakin Presisi<em> Engineering </em>yang Dibutuhkan</h2>
<p>Membuat perangkat foldable menjadi lebih tipis dan ringan menghadirkan tantangan baru dalam hal rekayasa teknologi. Lapisan-lapisan di dalam layar perlu dibuat lebih tipis, namun tetap memenuhi standar ketahanan dan keandalan Samsung. Pelat logam yang menopang layar juga harus tetap sangat rata meskipun dibuat semakin tipis. Sementara itu, engsel harus mampu mengelola gaya yang muncul setiap kali perangkat dilipat dan dibuka, sekaligus dirancang sesuai dengan ukuran dan struktur masing-masing produk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari generasi ke generasi, Samsung terus mengembangkan <strong>lapisan layar, ultra-thin metal precision machining, dan teknologi engsel</strong> yang menjadi bagian penting dari perangkat foldable-nya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu contohnya adalah <strong>Flex Titanium</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Layar pada Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra menggunakan teknologi Flex Titanium yang dilengkapi <strong>Titanium Alloy Film</strong>, yang dirancang khusus untuk struktur layar foldable.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Film ini hanya memiliki ketebalan <strong>puluhan mikrometer, sekitar sepertiga dari lebar rambut manusia</strong>. Material dan strukturnya bekerja secara bersamaan untuk mempertahankan performa meski dibuat dengan ketebalan yang sangat tipis tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelat logam yang menopang layar menghadirkan tantangan yang berbeda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa pelat logam diproses hingga memiliki ketebalan sekitar <strong>0,2 milimeter</strong>, dengan bagian tertipis mencapai <strong>0,15 milimeter</strong>. Pada tingkat ketipisan tersebut, sekadar membuat logam menjadi lebih tipis tidaklah cukup. Logam yang tipis lebih mudah melengkung atau berubah bentuk selama proses <em>machining</em>, dan perubahan bentuk sekecil apa pun dapat memengaruhi presisi perakitan maupun kualitas permukaan layar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yang menjadi kunci adalah kemampuan untuk <strong>melakukan <em>machining</em> pada logam ultra-tipis dengan ketebalan sekitar 0,2 milimeter, sekaligus secara konsisten mencapai bentuk dan kerataan yang dibutuhkan</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung menyempurnakan urutan <em>machining, tooling,</em> kondisi pendinginan, dan parameter proses, serta membagi proses tersebut ke dalam beberapa tahap untuk mempertahankan presisi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Engsel membutuhkan tingkat perhatian yang sama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain sekadar membuka dan menutup perangkat, engsel harus mampu mendistribusikan gaya yang timbul akibat proses melipat dan membuka perangkat secara berulang ke seluruh perangkat, sekaligus menjaga stabilitas strukturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebutuhan tersebut juga berbeda tergantung ukuran dan arsitektur setiap produk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung merancang engsel untuk setiap <em>form factor</em> dengan menyeimbangkan secara cermat <strong>distribusi beban, kekuatan, ketahanan, ruang internal, dan bobot</strong>, bukan sekadar membuatnya lebih kecil dari generasi sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menciptakan smartphone <em>foldable</em> yang lebih tipis dan ringan membutuhkan lebih dari sekadar memperkecil ukuran setiap komponennya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal tersebut dicapai melalui <strong>presisi yang lebih tinggi dalam proses machining material, pengelolaan gaya, serta perancangan struktur di dalam ruang yang terbatas.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<h2></h2>
<h2>Lebih Ringan, Tetap Tangguh &#8211; Dimulai dari Material</h2>
<p>Area kedua adalah <strong>inovasi material</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setiap bagian dari smartphone <em>foldable</em> memiliki fungsi yang berbeda. Beberapa membutuhkan tingkat kekakuan yang tinggi, sementara bagian lainnya harus mampu menahan pergerakan berulang. Ada pula komponen yang perlu mendistribusikan panas secara efisien.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung memilih dan mengembangkan material berdasarkan kebutuhan spesifik tersebut untuk menghadirkan performa yang dibutuhkan setiap komponen, sekaligus mengoptimalkan bobot dan ruang yang tersedia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra, <strong>Flex Titanium</strong> mengintegrasikan <strong>Titanium Alloy Film</strong> untuk mendukung struktur layar <em>foldable</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk bagian eksterior, Samsung menggunakan <strong>Advanced Armor Aluminum</strong> yang membantu memberikan kekuatan dan ketahanan yang dibutuhkan dalam<em> frame</em> yang tipis dan ringan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Material juga memainkan peran penting dalam pengelolaan suhu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semakin tipis perangkat, semakin terbatas ruang yang tersedia untuk mengelola panas yang dihasilkan di dalamnya. Samsung menggunakan <strong>grafit dengan performa termal yang ditingkatkan</strong>, sekaligus menyesuaikan keseluruhan struktur termal dengan kebutuhan ukuran dan performa masing-masing produk.</p>
<p>Pada <strong>Galaxy Z Fold8 Ultra</strong>, yang memiliki dimensi keseluruhan serupa dengan Galaxy Z Fold7, volume <strong>lapisan pembuangan panas berbahan grafit ditingkatkan sekitar 7%</strong> untuk mendukung performa perangkat yang semakin tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung juga menerapkan <strong>Clad Metal</strong> di bagian dalam sisi belakang perangkat. Dengan menggabungkan karakteristik dari berbagai jenis logam, material ini membantu mengurangi bobot sekaligus memberikan performa termal yang dibutuhkan dalam struktur yang tipis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena itu, inovasi material bukan sekadar memilih material yang lebih ringan, tetapi tentang <strong>menggunakan material yang tepat di tempat yang tepat untuk menghadirkan performa yang dibutuhkan setiap bagian dengan bobot dan ruang yang lebih minimal.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Meninjau Kembali Seluruh Perangkat, Hingga ke Tingkat 0,001 Gram</h2>
<p>Teknologi fundamental dan material baru saja memiliki batas dalam membantu mengurangi bobot perangkat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada smartphone <em>foldable</em> yang sudah dipenuhi komponen dengan integrasi tinggi, menemukan beberapa gram tambahan membutuhkan <strong>peninjauan kembali terhadap hampir seluruh bagian di dalam perangkat.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Para <em>engineer</em> Samsung meninjau sekitar <strong>270 komponen dan lebih dari 180 jenis bagian pendukung</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Proses ini mencakup berbagai bagian, mulai dari layar, engsel, dan kamera hingga <em>circuit board</em>, antena, <em>bracket, tape,</em> dan <em>fastener.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Presisi tersebut diterapkan hingga pada pengurangan <strong>0,1 gram</strong> dan <strong>0,1 milimeter</strong>, bahkan pada beberapa bagian pendukung hingga hanya <strong>0,001 gram</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Printed Circuit Board</em> atau PCB didesain ulang dengan menghilangkan sirkuit yang tidak diperlukan, mengoptimalkan tata letak komponen, dan meminimalkan <em>footprint</em>-nya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Antena MFC (Magnetic Flux Channel)</strong> juga dirancang ulang untuk mengurangi <em>overlap</em> dan interferensi yang tidak diperlukan dengan komponen di sekitarnya, sehingga ruang internal yang terbatas dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setiap bagian pendukung, sekecil apa pun, ditinjau secara menyeluruh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari lebih dari 180 jenis bagian pendukung yang sebelumnya digunakan, <strong>sekitar 15 jenis berhasil dihilangkan</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para <em>engineer</em> kemudian meninjau kembali <strong>170 jenis bagian yang tersisa</strong>, dengan memangkas area yang terlalu besar, menyempurnakan bentuk, dan mengoptimalkan dimensinya. Jika memungkinkan, beberapa bagian juga dikonsolidasikan menjadi satu struktur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam beberapa kasus, pengurangan bobot dilakukan hingga hanya <strong>0,001 gram</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setiap perubahan mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, ketika diterapkan secara berulang di seluruh perangkat, pecahan gram tersebut terakumulasi menjadi sepersepuluh gram, kemudian menjadi beberapa gram.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengurangan bobot pada perangkat akhir merupakan hasil dari ratusan keputusan<em> engineering</em> kecil yang dilakukan secara presisi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Menemukan Kembali 6 Gram untuk Memberi Ruang bagi Lebih Banyak Inovasi</h2>
<p>Tujuannya adalah <strong>mengalokasikan kembali bobot dan ruang yang berhasil dihemat melalui rekayasa teknologi untuk meningkatkan kemampuan yang benar-benar dirasakan pengguna</strong>, termasuk baterai, kamera, dan sistem termal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Galaxy Z Fold8 Ultra menjadi contoh lain bagaimana pendekatan ini diterapkan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold7 memiliki <strong>dimensi keseluruhan yang serupa dan sama-sama berbobot 215 gram</strong>. Namun, dengan bobot yang sama, Galaxy Z Fold8 Ultra mampu meningkatkan kapasitas baterai dari <strong>4.400 mAh menjadi 5.000 mAh</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kapasitas baterai yang lebih besar ini menghadirkan tantangan tersendiri: <strong>baterai tersebut menambah bobot sekitar 6 gram.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tim pengembangan pun dihadapkan pada pertanyaan baru:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>“Di mana kami bisa menemukan kembali 6 gram tersebut?”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tidak ada satu komponen yang dapat memberikan jawabannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebaliknya, para<em> engineer</em> menerapkan pendekatan sistematis yang sama di seluruh perangkat, mulai dari material dan struktur, tata letak sirkuit dan penempatan komponen, hingga bagian pendukung terkecil untuk mengidentifikasi pengurangan bobot di setiap komponen.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Strategi yang sama juga diterapkan untuk mengoptimalkan ruang internal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan mengurangi <em>overlap</em> yang tidak diperlukan antara layar, sirkuit, antena, dan komponen di sekitarnya, serta meningkatkan efisiensi packaging, Samsung menciptakan ruang untuk baterai yang lebih besar sekaligus sistem termal dan kamera yang lebih canggih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hasilnya, Galaxy Z Fold8 Ultra dapat mengakomodasi <strong>baterai 5.000 mAh</strong>, sekaligus meningkatkan volume <strong>lapisan grafit untuk pembuangan panas sekitar 7% dibandingkan Galaxy Z Fold7 yang memiliki ukuran serupa</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Galaxy Z Fold8 Ultra</strong> menghadirkan <strong>kamera utama 200 MP</strong> dan menjadi perangkat <strong>Galaxy Z Fold pertama yang dilengkapi kamera Ultra-Wide 50 MP</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendekatan Samsung dalam menghadirkan smartphone foldable yang lebih tipis dan ringan bukan berarti mengurangi kapabilitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebaliknya, <strong>penghematan bobot dan ruang tersebut dialihkan untuk menghadirkan pengalaman flagship yang paling bernilai bagi pengguna.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Dari 253 Gram Menjadi 201 Gram: Mendefinisikan Ulang Standar Bobot Smartphone Foldable</h2>
<p>Perjalanan ini dimulai dari <strong>Galaxy Fold pertama dengan bobot 276 gram pada 2019</strong>. Selama delapan generasi, Samsung terus mengembangkan teknologi, material, dan arsitektur internal yang mendukung pengalaman foldable.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam beberapa generasi terakhir, perkembangan tersebut semakin pesat—dari <strong>253 gram pada Galaxy Z Fold5 menjadi 201 gram pada Galaxy Z Fold8</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, perjalanan ini bukan sekadar tentang mengurangi bobot.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tujuan Samsung adalah membuat smartphone<em> foldable</em> dengan layar besar lebih mudah dibawa tanpa mengorbankan kualitas yang diharapkan pengguna dari sebuah smartphone flagship.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penghematan bobot dan ruang yang diperoleh melalui pengembangan teknologi fundamental, material, dan desain komponen kemudian dimanfaatkan untuk menghadirkan <strong>baterai, kamera, sistem termal, serta berbagai pengalaman flagship lain yang paling bernilai bagi pengguna.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Dari 253 gram menjadi 201 gram</h2>
<p>Tidak ada satu material atau komponen yang memungkinkan transformasi tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Delapan generasi<em> engineering </em>mewujudkannya melalui pengembangan teknologi fundamental, penggunaan material baru, serta peninjauan kembali seluruh perangkat untuk membuat Galaxy Z Fold lebih mudah dibawa tanpa mengorbankan pengalaman flagship.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Galaxy Z Fold Series: Perjalanan Lebih Tipis dan Ringan dalam Angka</strong></h2>
<p><span> </span></p>
<p><strong><span>&#8211; 52 g</span></strong></p>
<p><strong><span> </span></strong></p>
<p>Galaxy Z Fold8 <strong>52 gram lebih ringan</strong> dibandingkan Galaxy Z Fold5.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>1/3, 0,2mm</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Titanium Alloy Film</strong> yang digunakan pada Flex Titanium memiliki ketebalan sekitar <strong>sepertiga dari lebar rambut manusia</strong>, sementara struktur logam ultra-tipis yang menopang layar diproses secara presisi hingga sekitar <strong>0,2 millimeter</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>~270 / 180+ / 0,001g</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Samsung meninjau kembali sekitar <strong>270 komponen dan lebih dari 180 jenis bagian pendukung</strong>, dengan beberapa di antaranya dioptimalkan hingga mencapai <strong>0,001 gram</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>5.000mAh / +~7% / 200MP + 50MP</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Galaxy Z Fold8 Ultra dilengkapi <strong>baterai 5.000 mAh</strong>, volume <strong>grafit untuk pembuangan panas sekitar 7% lebih besar</strong>, serta <strong>kamera utama 200 MP dan kamera Ultra-Wide 50 MP</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><span>[1]</span></a> Berdasarkan riset internal per 22 Juli 2026 dengan membandingkan smartphone lipat bergaya buku yang tersedia secara komersial di pasar global. Bobot aktual dapat berbeda tergantung model, konfigurasi, dan proses manufaktur. Pengukuran bobot dilakukan tanpa casing pelindung atau aksesori.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref2" name="_ftn2"><span>[2]</span></a> Sumber: YouGov plc, 2024, © Hak cipta dilindungi undang-undang</em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Perkenalkan Teknologi Flex Titanium yang Menyempurnakan Evolusi Layar Foldable</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-perkenalkan-teknologi-flex-titanium-yang-menyempurnakan-evolusi-layar-foldable?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 06:04:12 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Mobile]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Flex Titanium]]></category>
		<category><![CDATA[Foldable]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy Unpacked Juli 2026]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3RB6WHG</guid>
									<description><![CDATA[Samsung Electronics Co., Ltd. hari ini memperkenalkan teknologi Flex Titanium untuk perangkat foldable Galaxy generasi terbaru. Berangkat dari tujuh generasi]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Samsung Electronics Co., Ltd. hari ini memperkenalkan teknologi Flex Titanium untuk perangkat foldable Galaxy generasi terbaru. Berangkat dari tujuh generasi inovasi dan pengalaman rekayasa foldable, teknologi Flex Titanium menyempurnakan struktur dan material layar foldable untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif, meningkatkan daya tahan layar, dan mengurangi tampilan lipatan layar. Mengandalkan keahlian Samsung dalam pengembangan teknologi layar, Flex Titanium mengintegrasikan dua komponen berbasis titanium , yaitu <em>titanium-alloy film</em> dan <em>titanium plate</em>, yang bekerja secara harmonis untuk menciptakan keseimbangan antara desain yang tipis, fleksibilitas, dan kekuatan dalam struktur layar foldable.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Keunggulan Samsung dalam kategori foldable terletak pada kemampuan kami untuk memahami kebutuhan pengguna dan menerjemahkannya menjadi inovasi teknologi yang memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar <strong>Sunghoon Moon, EVP dan Senior Executive, Mobile R&amp;D Office &#8211; H/W, Samsung Electronics</strong>. “Pada generasi foldable Galaxy berikutnya, Samsung menggabungkan pengalaman dan keahlian yang telah dibangun selama bertahun-tahun untuk menghadirkan inovasi layar yang mampu meningkatkan pengalaman pengguna, termasuk melalui pengalaman menonton yang semakin unggul.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Evolusi Foldable yang Dibentuk oleh Pengalaman dan Inovasi Berkelanjutan</h2>
<p>Samsung memiliki rekam jejak panjang dalam mengembangkan teknologi layar <em>mobile</em>, seperti mendorong adopsi teknologi AMOLED di tahun 2007 dan menghadirkan solusi layar fleksibel yang memungkinkan desain perangkat foldable.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Inovasi terbaik lahir dari proses penyempurnaan yang berkelanjutan dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna. Selama perjalanan tujuh generasi Galaxy foldable, Samsung terus mempelajari bagaimana konsumen menggunakan perangkat ini dalam kehidupan sehari-hari dan menerjemahkan masukan tersebut menjadi pengembangan baru. Hasilnya adalah pengalaman foldable yang semakin matang, dengan layar yang lebih luas dan imersif, lipatan layar yang semakin minim terlihat, serta desain yang tetap mengutamakan ketahanan dan kemudahan dibawa ke mana saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk memenuhi harapan tersebut, Samsung melakukan pendekatan baru dalam merancang struktur layar dengan menggabungkan inovasi teknologi, material canggih, dan rekayasa mekanik yang presisi. Upaya ini menghasilkan salah satu pencapaian terbaru dalam evolusi layar foldable melalui teknologi Flex Titanium. Dengan memadukan inovasi layar dan pengembangan perangkat secara menyeluruh, Samsung terus mendorong batas teknologi <em>mobile </em>sekaligus menghadirkan pengalaman pengguna yang semakin unggul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Flex Titanium: Layar yang Lebih Luas, Pengalaman yang Lebih Baru</h2>
<p>Untuk menghadirkan layar yang mampu memberikan pengalaman menonton imersif sekaligus tetap andal dalam penggunaan sehari-hari, Samsung mengembangkan pendekatan baru dalam merancang struktur layar foldable. Tantangannya adalah menemukan material yang memiliki kekuatan untuk menghadapi tekanan eksternal, fleksibilitas untuk mendukung penggunaan lipat berulang kali, serta desain yang tetap tipis agar perangkat dapat mempertahankan bentuknya yang ramping. Keseimbangan antara ketiga elemen tersebut menjadi fondasi penting dalam evolusi teknologi foldable, dan titanium hadir sebagai material yang mampu menjawab kebutuhan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selama bertahun-tahun, titanium dikenal sebagai material pilihan untuk berbagai teknologi dengan tuntutan tinggi berkat kombinasi kekuatan dan daya tahannya. Material titanium bahkan telah digunakan dalam aplikasi seperti antena satelit dan roda rover Mars. Meski memiliki ketangguhan luar biasa, karakter titanium yang cenderung kaku membuat penerapannya pada perangkat foldable menjadi tantangan tersendiri. Melalui inovasi dan keahlian dalam pengembangan perangkat, Samsung berhasil mengoptimalkan penggunaan titanium pada dua komponen penting: <em>titanium-alloy film</em> dan <em>titanium plate</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Titanium-alloy film</em> berperan sebagai lapisan pendukung yang memperkuat struktur layar dari dalam, tepat di bawah panel OLED. Dibandingkan film berbahan polimer konvensional, material premium ini menawarkan tingkat kekakuan mekanis hingga 20 kali lebih tinggi. Melalui proses <em>rolling</em> presisi, <em>titanium-alloy film</em> dapat dibuat dengan ketebalan yang super tipis, yakni hanya sepertiga dari rata-rata diameter sehelai rambut manusia, sehingga memungkinkan desain panel layar yang lebih ramping tanpa mengurangi ketahanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di bawah lapisan tersebut, terdapat <em>titanium plate</em> yang berfungsi sebagai struktur pendukung fleksibel untuk menopang modul layar dari bagian bawah. Melalui teknologi pemrosesan lubang canggih pada pelat titanium, struktur ini memungkinkan koneksi yang lebih erat antara pelat dan modul layar dengan mengurangi celah udara di antara keduanya. Hasilnya, struktur tersebut membuat layar lebih stabil saat perangkat dibuka (<em>unfold</em>) sekaligus tetap fleksibel saat dilipat berulang kali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain peningkatan pada struktur layar, Flex Titanium juga mengintegrasikan arsitektur beresolusi tinggi dengan material organik generasi terbaru untuk menghasilkan kualitas visual yang lebih tajam sekaligus mengoptimalkan konsumsi daya. Perpaduan ini memungkinkan peningkatan efisiensi daya baterai yang signifikan tanpa mengurangi performa tampilan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Melalui penerapan teknologi lubang bermikropola pada bagian lipatan pelat titanium, kami mampu menghadirkan struktur yang tetap fleksibel sekaligus memiliki daya tahan yang kokoh,” ujar <strong>Kyung-Jin Yoo, EVP dan Head of Mobile Display Product Development Team, Samsung Display</strong>. “Dengan memadukan teknologi layar beresolusi tinggi dan material organik terbaru yang mendukung efisiensi energi, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan pengalaman foldable Galaxy di masa depan.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Secara keseluruhan, berbagai inovasi ini menghadirkan pengalaman layar foldable yang semakin matang, dengan struktur yang lebih kuat, tampilan yang lebih imersif, serta desain lipatan yang semakin tersamarkan untuk memberikan pengalaman visual yang lebih <em>seamless </em>bagi pengguna. Kombinasi berbagai inovasi ini membuka babak baru bagi pengalaman foldable</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Teknologi Flex Titanium terbaru akan menjadi bagian dari generasi foldable Galaxy berikutnya, dengan detail lengkap yang akan diungkapkan pada <span><a href="https://news.samsung.com/id/undangan-galaxy-unpacked-juli-2026-bentuk-baru-segera-terungkap">Galaxy Unpacked</a></span> mendatang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-26606" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/15060307/Samsung-Mobile-Flex-Titanium-Technology-Foldable-Displays_Thumb1000.jpg" alt="" width="1000" height="562" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/15060307/Samsung-Mobile-Flex-Titanium-Technology-Foldable-Displays_Thumb1000.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/15060307/Samsung-Mobile-Flex-Titanium-Technology-Foldable-Displays_Thumb1000-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/15060307/Samsung-Mobile-Flex-Titanium-Technology-Foldable-Displays_Thumb1000-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
			</channel>
</rss>
