<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><?xml-stylesheet title="XSL_formatting" type="text/xsl" href="https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss.xsl"?><rss version="2.0"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
	<channel>
		<title>ISOCELL &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
		<atom:link href="https://news.samsung.com/id/tag/isocell/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>https://news.samsung.com/id</link>
        <image>
            <url>https://img.global.news.samsung.com/image/newlogo/logo_samsung-newsroom_id.png</url>
            <title>ISOCELL &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
            <link>https://news.samsung.com/id</link>
        </image>
        <currentYear>2024</currentYear>
        <cssFile>https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss_xsl.css</cssFile>
		<description>What's New on Samsung Newsroom</description>
		<lastBuildDate>Thu, 09 Apr 2026 14:21:33 +0000</lastBuildDate>
		<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
					<item>
				<title>Samsung Hadirkan Sensor Gambar Serbaguna untuk Foto Superior</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-hadirkan-sensor-gambar-serbaguna-untuk-foto-superior?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Wed, 03 Jul 2024 10:00:59 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Semikonduktor]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy Z Fold]]></category>
		<category><![CDATA[ISOCELL]]></category>
		<category><![CDATA[ISOCELL GNJ]]></category>
		<category><![CDATA[ISOCELL HP9]]></category>
		<category><![CDATA[ISOCELL JN5]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3XND1wM</guid>
									<description><![CDATA[Samsung Electronics Co, Ltd, perusahaan terkemuka di dunia dalam teknologi semikonduktor mutakhir, baru-baru ini memperkenalkan tiga sensor gambar mobile]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-14279" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03093536/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main1.jpg" alt="" width="1000" height="1000" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03093536/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main1.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03093536/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main1-563x563.jpg 563w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03093536/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main1-768x768.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Samsung Electronics Co, Ltd, perusahaan terkemuka di dunia dalam teknologi semikonduktor mutakhir, baru-baru ini memperkenalkan tiga sensor gambar <em>mobile</em> terbaru yang didesain untuk kamera utama maupun sub-kamera pada smartphone, yaitu ISOCELL HP9, ISOCELL GNJ, dan ISOCELL JN5.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seiring dengan meningkatnya ekspektasi konsumen untuk kualitas dan performa kamera smartphone, sensor gambar terbaru Samsung akan memberikan hasil yang memukau dari berbagai sudut pengambilan, menciptakan standar baru untuk fotografi <em>mobile</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Meningkatkan performa sensor gambar dan mengatasi perbedaan antara kamera utama dan sub-kamera untuk memberikan pengalaman fotografi yang konsisten di semua pengambilan adalah kiblat baru industri ini,&#8221; ujar Jesuk Lee, Executive Vice President &amp; CTO System LSI Sensor Business Team, Samsung Electronics. &#8220;Kami akan terus menetapkan standar bagi industri dan mendorong batasan teknologi melalui rangkaian sensor <em>mobile</em> terbaru kami, yang mengintegrasikan berbagai teknologi terkini.&#8221;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>ISOCELL HP9: Pertama di Industri, Sensor Telefoto 200MP untuk Smartphone</h3>
<div id="attachment_14280" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-14280 size-full" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03093701/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main2.jpg" alt="" width="1000" height="667" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03093701/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main2.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03093701/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main2-844x563.jpg 844w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03093701/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main2-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">ISOCELL HP9 memiliki 200 juta 0,56 mikrometer (μm) piksel dalam format optik 1/1,4 inci</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan lensa mikro <em>high-refractive</em> yang dirancang dengan material yang baru, HP9 secara signifikan meningkatkan kemampuan pengumpulan cahaya dengan mengarahkan lebih banyak cahaya secara akurat ke filter warna RGB terkait. Ini menghasilkan reproduksi warna yang lebih cerah dan fokus yang lebih baik, dengan sensitivitas cahaya yang 12% lebih baik (berdasarkan <em>signal-to-noise</em> rasio 10) dan performa kontras <em>autofocus</em> yang 10% lebih baik dibandingkan produk sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Khususnya, HP9 unggul dalam kondisi pencahayaan rendah, mengatasi tantangan yang biasa dialami oleh kamera telefoto tradisional. Teknologi Tetra²pikselnya menggabungkan 16 piksel (4&#215;4) ke dalam sensor 12MP besar berukuran 2,24μm, sehingga foto <em>portrait</em> menjadi lebih tajam &#8211; bahkan dalam kondisi gelap &#8211; dan menciptakan efek bokeh<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a> yang dramatis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seiring dengan semakin besarnya ukuran kamera utama pada smartphone premium, ruang untuk kamera telefoto pun semakin bertambah. Format optik besar HP9 menjadikannya cocok untuk modul telefoto, menghasilkan performa yang seimbang dengan kamera utama premium dalam hal kualitas gambar, <em>autofocus</em>, <em>high</em> <em>dynamic range </em>(HDR), dan <em>frame per second</em> (fps).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ditenagai oleh algoritma <em>remosaic</em>, HP9 memiliki 2x atau 4x <em>in-senso</em>r zoom mode, dapat mencapai 12x zoom apabila dipasangkan dengan modul zoom telefoto 3x, sembari mempertahankan kualitas gambar yang tajam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>ISOCELL GNJ: Mengintegrasikan Inovasi Teknologi Piksel Mutakhir</h3>
<div id="attachment_14281" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-14281" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03093854/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main3.jpg" alt="" width="1000" height="667" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03093854/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main3.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03093854/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main3-844x563.jpg 844w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03093854/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main3-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">ISOCELL GNJ adalah sensor dual pixel dengan 50 juta piksel 1,0μm dalam format optik 1/1,57 inci</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setiap piksel memiliki dua <em>fotodioda</em>, memungkinkan terjadinya <em>autofocus</em> yang cepat dan akurat, mirip dengan cara mata manusia berfokus. Sensor gambar juga secara simultan merekam informasi kaya warna untuk pemfokusan cepat dengan kualitas gambar yang terjaga terus menerus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>GNJ memadukan teknologi <em>dual pixel</em> dengan fungsi zoom <em>in-sensor </em>untuk menghasilkan rekaman yang lebih jernih dalam mode video dan gambar beresolusi lebih tinggi, yang bebas dari artefak atau pola moiré<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><sup>[2]</sup></a> dalam mode foto.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Anti-refractive layer</em> (ARL) transmisi tinggi yang diperbarui, dipadukan dengan lensa mikro <em>high-refractive</em> paten Samsung, tidak hanya meningkatkan transmisi cahaya dan mengurangi pantulan yang tidak diinginkan, tetapi juga memastikan bahwa area gelap tidak dibuat terang berlebihan, menghasilkan foto yang lebih akurat dengan detail gambar yang terjaga dengan baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, GNJ menyertakan bahan isolasi piksel dalam <em>deep trench isolation</em> (DTI) yang sudah ditingkatkan dari polisilikon ke silikon oksida, sehingga meminimalkan <em>crosstalk</em> antar piksel yang berdekatan. Hal ini memudahkan sensor untuk menangkap gambar yang lebih detail dan presisi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semua inovasi ini telah berhasil dicapai dengan konsumsi daya yang lebih rendah, dengan peningkatan 29% dalam <em>mode</em> pratinjau dan 34% dalam <em>mode</em> video pada 4K 60fps.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>ISOCELL JN5: Pengalaman Kamera yang Konsisten dari Setiap Sudut dengan Rentang Warna Luas dan Autofocus Luar Biasa</h3>
<div id="attachment_14282" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-14282" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03094136/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main4.jpg" alt="" width="1000" height="667" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03094136/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main4.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03094136/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main4-844x563.jpg 844w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2024/07/03094136/Samsung-Semiconductors-ISOCELL-HP9GNJJN5_main4-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">ISOCELL JN5 memiliki 50 juta piksel 0,64μm dalam format optik 1/2,76 inci</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Teknologi <em>Dual</em> <em>vertical transfer gate</em> (Dual VTG) meningkatkan transfer muatan daya dalam piksel, secara substansial mengurangi <em>noise</em> dalam kondisi cahaya redup yang ekstrem, untuk menghasilkan kualitas gambar yang lebih jernih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Memanfaatkan Super Quad Phase Detection (Super QPD), JN5 menyesuaikan fokus dengan membandingkan perbedaan fase secara vertikal dan horizontal, menangkap detail terkecil dari objek yang bergerak cepat dengan guncangan yang minimal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, JN5 menyatukan teknologi <em>dual slope gain</em> (DSG) untuk menyempurnakan HDRnya. Teknologi ini mengamplifikasi informasi cahaya analog yang masuk ke dalam piksel menjadi dua sinyal, mengubahnya menjadi digital, kemudian menggabungkannya menjadi satu data, sehingga memperluas jangkauan warna yang bisa dihasilkan oleh sensor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menerapkan algoritma <em>remosaic</em> perangkat keras akan meningkatkan kecepatan pemotretan kamera sekaligus memungkinkan zoom secara <em>real-time, </em>baik dalam mode <em>preview</em> maupun mode pengambilan gambar, tanpa <em>delay</em> apapun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Format optik yang ramping pada JN5 ini menjadikannya sangat serbaguna, dapat digunakan di berbagai kamera utama dan sub-kamera, termasuk kamera <em>wide-angle</em>, <em>ultra-wide-angle</em>, kamera depan, dan lensa telephoto, untuk menghadirkan pengalaman fotografi yang konsisten dari berbagai sudut pengambilan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size: 15px;"><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><span>[1]</span></a> <em>Bokeh mengacu ke keburaman yang dihasilkan pada objek di luar fokus dalam sebuah foto, dan pada umumnya terlihat indah secara estetika.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><a href="#_ftnref2" name="_ftn2"><sup>[2]</sup></a> <em>Efek moiré adalah fenomena visual yang tidak diinginkan, yang terjadi ketika dilakukan pemotretan pada detail yang berulang-ulang (biasanya berupa garis).</em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Luncurkan Dua ISOCELL Vizion Sensor Baru untuk Robotika dan XR</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-luncurkan-dua-isocell-vizion-sensor-baru-untuk-robotika-dan-xr?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 13:00:12 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Semikonduktor]]></category>
		<category><![CDATA[Image Sensor]]></category>
		<category><![CDATA[ISOCELL]]></category>
		<category><![CDATA[ISOCELL Vizion 63D]]></category>
		<category><![CDATA[ISOCELL Vizion 931]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3tF8zbh</guid>
									<description><![CDATA[Samsung Electronics Co, Ltd, pemimpin global dalam teknologi semikonduktor canggih, baru-baru ini memperkenalkan dua sensor ISOCELL Vizion terbaru &#8211;]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Samsung Electronics Co, Ltd, pemimpin global dalam teknologi semikonduktor canggih, baru-baru ini memperkenalkan dua sensor ISOCELL Vizion terbaru &#8211; sensor time-of-flight (ToF), ISOCELL Vizion 63D dan sensor global shutter, ISOCELL Vizion 931. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2020, jajaran Samsung ISOCELL Vizion mencakup sensor ToF dan global shutter yang dirancang khusus untuk menawarkan kemampuan visual di berbagai macam penggunaan <em>mobile</em>, komersial, dan industrial generasi mendatang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dirancang dengan teknologi sensor yang canggih, Samsung ISOCELL Vizion 63D dan ISOCELL Vizion 931 akan sangat penting dalam memfasilitasi visi mesin untuk aplikasi teknologi tinggi di masa depan seperti robotika dan <em>extended reality</em> (XR),&#8221; ujar Haechang Lee, Executive Vice President of the Next Generation Sensor Development Team, Samsung Electronics. &#8220;Dengan memanfaatkan sejarah kami yang kaya dalam inovasi teknologi, kami berkomitmen untuk memajukan pasar sensor gambar yang berkembang pesat.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>ISOCELL Vizion 63D: Dirancang untuk Menangkap Gambar 3D Resolusi Tinggi dengan Detail Menakjubkan</h3>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-11131" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/28155334/Samsung-ISOCELL-Vizion-Sensors_63D-931_main1.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/28155334/Samsung-ISOCELL-Vizion-Sensors_63D-931_main1.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/28155334/Samsung-ISOCELL-Vizion-Sensors_63D-931_main1-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/28155334/Samsung-ISOCELL-Vizion-Sensors_63D-931_main1-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Mirip dengan cara kelelawar menggunakan ekolokasi untuk menavigasi dalam kegelapan, sensor ToF mengukur jarak dan kedalaman dengan menghitung waktu yang diperlukan cahaya yang dipancarkan untuk melakukan perjalanan ke dan dari suatu obyek.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Secara khusus, Samsung ISOCELL Vizion 63D adalah sensor indirect ToF (iToF) yang mengukur pergeseran fase antara cahaya yang dipancarkan dan yang dipantulkan untuk mengukur lingkungan sekelilingnya dalam tiga dimensi. Dengan akurasi dan kejernihan yang luar biasa, Vizion 63D sangat ideal untuk robot servis dan industrial serta perangkat XR dan otentikasi wajah yang membutuhkan resolusi tinggi dan pengukuran kedalaman yang presisi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ISOCELL Vizion 63D adalah sensor iToF pertama di industri dengan perangkat keras image signal processor (ISP) untuk penginderaan kedalaman yang terintegrasi. Dengan desain chip tunggal yang inovatif ini, sensor ini dapat secara tepat menangkap informasi kedalaman 3D tanpa bantuan chip lain, sehingga memungkinkan pengurangan konsumsi daya sistem hingga 40% dibandingkan dengan produk ISOCELL Vizion 33D sebelumnya. Sensor ini juga dapat memproses gambar hingga 60 frame per detik dalam resolusi QVGA (320&#215;240), yang merupakan resolusi layar dengan permintaan tinggi yang digunakan di pasar komersial dan industri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan ukuran pixel 3,5㎛, terkecil di industri dalam sensor iToF, ISOCELL Vizion 63D mencapai resolusi Video Graphics Array (VGA) yang tinggi (640&#215;480) dalam format optik 1/6.4&#8243;, sehingga sangat cocok untuk perangkat yang ringkas dan mudah dibawa-bawa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berkat backside scattering technology (BST) yang meningkatkan penyerapan cahaya, sensor Vizion 63D memiliki tingkat efisiensi kuantum tertinggi di industri ini, mencapai 38% pada panjang gelombang cahaya inframerah 940 nanometer (nm). Hal ini memungkinkan sensitivitas cahaya yang lebih baik dan mengurangi noise, sehingga menghasilkan kualitas gambar yang lebih tajam dengan motion blur yang minim.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, ISOCELL Vizion 63D mendukung mode pencahayaan flood (resolusi tinggi pada jarak dekat) maupun spot (jarak jauh), yang secara signifikan memperluas jangkauan jarak terukurnya dari pendahulunya yang lima meter menjadi 10 meter.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>ISOCELL Vizion 931: Dioptimalkan untuk Menangkap Gerakan Dinamis Tanpa Distorsi</h3>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-11132" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/28155336/Samsung-ISOCELL-Vizion-Sensors_63D-931_main2.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/28155336/Samsung-ISOCELL-Vizion-Sensors_63D-931_main2.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/28155336/Samsung-ISOCELL-Vizion-Sensors_63D-931_main2-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/28155336/Samsung-ISOCELL-Vizion-Sensors_63D-931_main2-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>ISOCELL Vizion 931 adalah sensor gambar global shutter yang didesain untuk menangkap gerakan cepat tanpa &#8220;efek jello&#8221;. Tidak seperti sensor rolling shutter yang memindai adegan baris demi baris dari atas ke bawah dengan cara &#8220;bergulir&#8221;, sensor global shutter menangkap seluruh adegan sekaligus, atau &#8220;secara global&#8221;, mirip dengan cara mata manusia melihat. Hal ini memungkinkan ISOCELL Vizion 931 menangkap gambar obyek bergerak yang tajam dan tidak terdistorsi, sehingga cocok untuk pelacakan gerakan pada perangkat XR, sistem game, robot layanan dan logistik serta drone.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dirancang dalam resolusi VGA rasio 1:1 (640 x 640) yang mengemas lebih banyak piksel dalam faktor bentuk yang lebih kecil, ISOCELL Vizion 931 optimal untuk pengenalan iris, pelacakan mata, serta deteksi wajah dan gerakan pada perangkat layar yang dipasang di kepala seperti headset XR.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ISOCELL Vizion 931 juga mencapai tingkat efisiensi kuantum tertinggi di industri, menghasilkan 60% pada panjang gelombang cahaya inframerah 850nm yang mengesankan. Pencapaian ini dimungkinkan dengan menggabungkan Front Deep Trench Isolation (FDTI) yang menempatkan lapisan insulasi di antara piksel untuk memaksimalkan penyerapan cahaya, di samping metode BST yang digunakan pada ISOCELL Vizion 63D.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Vizion 931 mendukung multi-drop yang dapat menghubungkan hingga empat kamera secara mulus ke prosesor aplikasi menggunakan satu kabel. Dengan kabel minimal yang diperlukan, sensor ini memberikan fleksibilitas desain yang lebih besar untuk pembuatan perangkat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sensor Samsung ISOCELL Vizion 63D dan ISOCELL Vizion 931 saat ini sedang dalam proses sampling untuk OEM di seluruh dunia.</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Electronics Memperkenalkan ISOCELL Zoom Anyplace &#038; E2E AI Remosaic untuk Sensor Gambar 200 MP</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-electronics-memperkenalkan-isocell-zoom-anyplace-e2e-ai-remosaic-untuk-sensor-gambar-200-mp?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Tue, 26 Dec 2023 15:49:11 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Semikonduktor]]></category>
		<category><![CDATA[Image Sensor]]></category>
		<category><![CDATA[ISOCELL]]></category>
		<category><![CDATA[ISOCELL Zoom Anyplace]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/487WU43</guid>
									<description><![CDATA[Samsung Electronics pertama kali meluncurkan Sensor Gambar 200 Megapiksel (MP) pada tahun 2021. Sejak saat itu, perusahaan ini telah memimpin industri]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p><span>Samsung Electronics pertama kali meluncurkan Sensor Gambar 200 Megapiksel (MP) pada tahun 2021. Sejak saat itu, perusahaan ini telah memimpin industri megapiksel ultra-tinggi dengan terus meluncurkan produk baru dan giat mendorong inovasi lebih lanjut. Perkembangan tersebut termasuk penerapan Dual-VTG dan Tetra<sup>2</sup>pixel, yang telah meningkatkan teknologi piksel secara pesat. Seiring dengan kelanjutan upaya ini, perusahaan memperkenalkan solusi tambahan untuk lebih meningkatkan pengalaman menggunakan resolusi tinggi. Sebagian dari solusi ini sangat menarik bagi pengguna smartphone yang sering merekam video dan mengambil gambar, sekaligus ingin menambahkan sentuhan yang lebih dinamis pada produk akhir mereka. </span></p>
<p><span> </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Zoom dan Lacak Subyek Apa Pun, Di Manapun Lokasinya</h3>
<p><span>Fitur video terbaru Samsung, ISOCELL Zoom Anyplace, memberikan pengguna lebih banyak kebebasan dan kreativitas saat membuat film dengan smartphone mereka. Dengan solusi baru untuk sensor gambar 200MP, pengguna dapat memilih subyek yang diinginkan dan kamera akan secara otomatis melacak dan merekamnya. Hingga saat ini, pengguna harus fokus pada subyek yang bergerak ketika merekam video sendiri. Dengan ISOCELL Zoom Anywhere dan mesin Qualcomm AI, kamera dengan cepat menemukan subyek yang bergerak dan melacak serta mengikutinya, memastikan bahwa subyek tersebut tidak terlewatkan selama pembuatan film. Bahkan subyek yang bergerak cepat pun dapat dicegah agar tidak keluar dari layar. Selain itu, video dapat direkam dengan guncangan layar yang lebih sedikit.</span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span>Fitur ini juga berlaku untuk area yang diperbesar (zoom-in) dengan resolusi tinggi, berkat kemampuan real-time remosaic</span><a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><span>[1]</span></a><span>. ISOCELL Zoom Anyplace bertanggung jawab untuk melacak subyek bergerak sewaktu merekam video, dan pengguna dapat dengan mudah menikmati pemandangan di depan mereka dengan mata sendiri.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="youtube_wrap"><iframe src="https://www.youtube.com/embed/qNVOysZsJfE?rel=0" width="300" height="150" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span><span style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" data-mce-type="bookmark" class="mce_SELRES_start"></span></iframe></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><span>Sebelumnya, jika pengguna mengambil video full-screen dan zoom ke sebuah subyek di kemudian hari, bagian yang diperbesar menampilkan kualitas video yang buruk. Sekarang, ISOCELL Zoom Anyplace memungkinkan pengguna untuk secara simultan menangkap bidang tampilan penuh dan area yang diperbesar pada video. Tidak hanya itu, tetapi tampilan full screen dan tampilan yang di-zoom dapat direkam pada saat yang sama dengan tetap mempertahankan resolusi tinggi.</span></p>
<p><span> <img class="aligncenter size-full wp-image-11116" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/26153923/ISOCELL-Anyplace_main1.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/26153923/ISOCELL-Anyplace_main1.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/26153923/ISOCELL-Anyplace_main1-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/26153923/ISOCELL-Anyplace_main1-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span>Kemampuan untuk mengambil gambar full-screen dan close-up pada saat yang sama, membuka potensi kreatif dengan memberikan kemudahan untuk merekam satu adegan dengan berbagai cara. Hasilnya, para kreator dapat membuat film dari lebih banyak sudut, dan mereka dapat melakukannya dengan lebih bebas dan dinamis. Bahkan, jika subyek yang dipilih berada di ujung layar, pengguna dapat melakukan zoom in pada subjek tersebut tanpa mengubah sudut perekaman full screen mereka. Dengan kata lain, pengguna dapat melakukan zoom sesuka mereka. Jika mereka ingin memulai bidikan dengan zoom in pada subyek, kemudian melakukan zoom out, mereka bisa melakukannya. Jika mereka ingin melakukan kebalikannya, itu juga bisa dilakukan. Fungsi-fungsi ini memungkinkan lebih banyak pilihan artistik yang dapat dilakukan sewaktu membuat film, yang meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.</span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span> <img class="aligncenter size-full wp-image-11113" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/26153918/ISOCELL-Anyplace_main2.jpg" alt="" width="1000" height="276" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/26153918/ISOCELL-Anyplace_main2.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/26153918/ISOCELL-Anyplace_main2-768x212.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span>Berkat zoom dalam sensor Tetra<sup>2</sup>pixel, pengguna tidak perlu selektif karena keterbatasan zoom. Sebelumnya, dengan zoom digital, jika area tengah region of interest (ROI) diperbesar 4x pada 12,5MP <em>sum mode</em>, secara teoretis akan menghasilkan resolusi gambar 0,78MP (12,5MP/16). Namun demikian, dengan zoom dalam sensor, area yang dipilih untuk diperbesar, dipilih dari seluruh cakupan dan dilakukan remosaic, yang memungkinkan sensor mempertahankan resolusi 12,5MP asli dan memungkinkan perekaman video yang lebih jelas. Kamera biasanya beralih dari wide ke tele apabila melakukan zoom in 3x atau lebih, yang menyebabkan kualitas gambar dan sudutnya berubah. Namun demikian, kamera wide 200MP dapat melakukan zoom in secara mulus pada 2x atau bahkan 4x tanpa penurunan resolusi. Karena kualitas yang konsisten ini, pengguna sekarang dapat menikmati pengalaman pembuatan film yang sesuai kenyataan.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>E2E AI Remosaic untuk Pengambilan Gambar</h3>
<p><span>Selain Zoom Anyplace sebagai solusi video, Samsung memperkenalkan End-to-End (E2E) AI Remosaic untuk pengambilan gambar. Saat ini, langkah-langkah yang dijalankan oleh sensor gambar 200MP untuk memproses gambar setelah pemotretan adalah: output data mentah terjadi sebelum remosaic, yang kemudian mengarah ke pemrosesan sinyal gambar (image signal processing / ISP) sebelum diselesaikan dengan output gambar JPEG. Dalam proses ini, semua langkah terjadi secara berurutan.</span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span> <img class="aligncenter size-full wp-image-11114" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/26153920/ISOCELL-Anyplace_main3.jpg" alt="" width="1000" height="277" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/26153920/ISOCELL-Anyplace_main3.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/12/26153920/ISOCELL-Anyplace_main3-768x213.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span>E2E AI Remosaic meningkatkan proses ini dengan memungkinkan remosaic dan ISP berlangsung secara bersamaan. Dengan kata lain, E2E AI Remosaic mengambil proses yang sebelumnya terjadi secara berurutan dan membuatnya terjadi secara paralel, sehingga mengurangi latensi remosaic hingga separuhnya. Hasil akhirnya adalah waktu pemrosesan gambar yang lebih cepat secara keseluruhan, yang mengurangi waktu pemotretan gambar 200MP dan meningkatkan kualitas gambar. Pengguna akan dapat mengambil dan memeriksa foto lebih cepat, dan perburukan kualitas gambar yang disebabkan kehilangan data akibat latensi akan lebih jarang terjadi. Oleh karena itu, foto yang diambil akan memiliki detail dan warna yang lebih kaya. </span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span> </span></p>
<h3>Upaya Berkesinambungan untuk Meningkatkan Pengalaman Pengguna</h3>
<p><span>Berdasarkan kemajuan yang dibuat dengan ISOCELL Zoom Anyplace untuk video dan E2E AI Remosaic untuk pengambilan gambar, Samsung Electronics membuat kemajuan besar dalam mentransformasi pengambilan video dan foto. Karena solusi semacam ini, perilisan sensor gambar 200MP pada tahun 2021, sepertinya sudah lama sekali. Namun demikian, kemajuan seperti ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang, karena perusahaan terus mengupayakan berbagai solusi yang akan meningkatkan pengalaman pengguna lebih jauh lagi. Kami berharap para pengguna akan terus menantikan untuk mengabadikan momen dengan sensor gambar resolusi ultra-tinggi dari Samsung, ISOCELL. </span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span> </span></p>
<p><em>*Gambar yang ditampilkan tidak diambil dengan ISOCELL Zoom Anyplace atau E2E AI Remosaic, dan disediakan untuk tujuan ilustrasi, hanya untuk mengetahui kemampuan yang diharapkan dari teknologi yang masih dalam tahap pengembangan.</em></p>
<p><span> </span></p>
<p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><span>[1]</span></a> Remosaic: pemrosesan konversi larik</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Begini Cara Samsung Mengembangkan Image Sensor ISOCELL HP3</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/begini-cara-samsung-mengembangkan-image-sensor-isocell-hp3?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Tue, 12 Jul 2022 10:24:09 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Semikonduktor]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Image Sensor]]></category>
		<category><![CDATA[ISOCELL]]></category>
		<category><![CDATA[ISOCELL HP3]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3uHGEEZ</guid>
									<description><![CDATA[Lensa kamera seukuran kuku yang terpasang pada perangkat mobile telah mengalami perkembangan luar biasa sejak era awal penggunaannya. Setelah menjadi]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Lensa kamera seukuran kuku yang terpasang pada perangkat <em>mobile</em> telah mengalami perkembangan luar biasa sejak era awal penggunaannya. Setelah menjadi perusahaan pertama di industri yang menghadirkan CMOS image sensor (CIS) dengan masing-masing 108 dan 200 megapiksel pada tahun 2019 dan 2021, Samsung Electronics baru-baru ini kembali mengejutkan pasar dengan image sensor ISOCELL HP3, sensor gambar yang dikemas dengan 200 juta piksel berukuran 0,56 mikrometer (㎛), piksel terkecil di industri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung adalah pemimpin dalam teknologi sensor gambar dengan desain semikonduktor inovatif yang dapat mengambil gambar menakjubkan dengan jumlah piksel yang tinggi. Melalui pengumuman produksi massal sensor gambar piksel ultra tinggi ISOCELL HP3, Samsung telah mengkomersilkan pengembangan sensor gambar seluler 200MP dengan piksel ultra kecil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berikut kisah bagaimana Samsung mengembangkan sensor gambar piksel ultratinggi terkemuka di industri ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_4840" style="width: 855px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-4840 size-medium" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12100807/ISOCELL_HP3_Interview_main1-845x563.jpg" alt="" width="845" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12100807/ISOCELL_HP3_Interview_main1-845x563.jpg 845w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12100807/ISOCELL_HP3_Interview_main1-768x511.jpg 768w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12100807/ISOCELL_HP3_Interview_main1.jpg 1000w" sizes="(max-width: 845px) 100vw, 845px" /><p class="wp-caption-text">Sungsoo Choi (kiri) dari Semiconductor R&amp;D Center dan Myoungoh Ki dari Advanced Sensor Development Team di Samsung Electronics System LSI Business yang mengembangkan ISOCELL HP3.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Lebih Kecil dan Lebih Baik: Perusahaan Pertama di Industri yang Mengkomersilkan Piksel 0,56</strong><strong>㎛</strong></h3>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sensor gambar adalah sistem semikonduktor yang mengubah cahaya yang masuk ke perangkat melalui lensa kamera menjadi sinyal digital. Dari kamera digital dan smartphone hingga laptop dan mobil, sensor gambar terpasang di semua produk elektronik yang memiliki kamera. ISOCELL HP3 yang baru-baru ini diperkenalkan Samsung adalah sensor gambar yang mengemas 200 juta 0,56㎛ piksel, piksel terkecil di industri, dalam format optik 1/1.4”.<span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejak 2019, Samsung setiap tahun berhasil mengurangi ukuran pikselnya untuk mengimbangi ukuran terkecil di industri. Piksel yang lebih kecil diperlukan untuk menjaga perangkat tetap ramping.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dengan ukuran unit piksel yang lebih kecil, ukuran fisik sensor dan modul dapat diperkecil, sehingga ukuran dan lebar lensa juga dapat diperkecil,” jelas Myoungoh Ki, developer di Samsung Electronics System LSI Business. “Hal ini dapat menghilangkan elemen yang mengganggu desain perangkat, seperti kamera yang menonjol, dan juga dapat mengurangi konsumsi daya.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-4841" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12100955/ISOCELL_HP3_Interview_main2.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12100955/ISOCELL_HP3_Interview_main2.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12100955/ISOCELL_HP3_Interview_main2-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12100955/ISOCELL_HP3_Interview_main2-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara piksel yang lebih kecil memungkinkan perangkat menjadi lebih ramping, menjaga kualitas gambar dengan piksel yang lebih kecil adalah kuncinya. Dikembangkan menggunakan teknologi mutakhir, ISOCELL HP3, dengan ukuran piksel 12% lebih kecil dari model ISOCELL HP1 sebelumnya, dapat mengurangi luas permukaan modul kamera di perangkat seluler hingga 20%. Meskipun ukuran pikselnya lebih kecil, sensor ini dikembangkan menggunakan teknologi yang memaksimalkan <em>full well capacity</em> (FWC) dan meminimalkan hilangnya sensitivitas. Selain itu, fitur baru ditambahkan ke sensor, termasuk kemampuan autofokus untuk semua piksel dan fungsi-fungsi yang memungkinkan pengoperasian video berkecepatan tinggi, bersama dengan ekspresi warna yang ditingkatkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Peningkatan Penyerapan Cahaya dan Kapasitas Photo Diode Menggunakan Kemampuan Teknologi yang Unik</strong></h3>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ukuran piksel yang lebih kecil sangat ideal untuk mengembangkan perangkat yang lebih kecil dan lebih ramping tetapi dapat mengakibatkan lebih sedikit cahaya yang masuk ke perangkat atau interferensi antara piksel yang berdekatan. Sekalipun ada tantangan ini, Samsung mampu memanfaatkan piksel terkecil di industri untuk membuat sensor baru yang inovatif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ini semua berkat kemampuan teknologi milik Samsung,” kata Ki. “Teknologi inovatif Samsung mampu menghadirkan kinerja tinggi bahkan di perangkat yang jauh lebih kecil.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung berhasil menciptakan dinding fisik yang lebih tipis dan lebih dalam di antara piksel dengan menggunakan teknologi miliknya yang disebut Full Depth <em>deep trench isolation</em> (DTI), yang menjamin kinerja tinggi bahkan dengan 0,56㎛. DTI, teknologi utama ISOCELL, menciptakan komponen terisolasi di antara piksel, bertindak sebagai dinding yang terisolasi untuk mencegah hilangnya cahaya dan meningkatkan kinerja optik. Developer Sungsoo Choi dari Semiconductor R&amp;D Center membandingkan teknologi ini seperti membangun penghalang tipis di antara ruangan-ruangan yang berbeda dalam sebuah gedung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dalam istilah awam, itu sama dengan mencoba membuat dinding yang lebih tipis antara ruangan Anda dan ruangan di sebelah tanpa mengubah tingkat kedap suara ruangan,” jelas Choi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-4842" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12101044/ISOCELL_HP3_Interview_main3-845x563.jpg" alt="" width="845" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12101044/ISOCELL_HP3_Interview_main3-845x563.jpg 845w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12101044/ISOCELL_HP3_Interview_main3-768x511.jpg 768w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12101044/ISOCELL_HP3_Interview_main3.jpg 1000w" sizes="(max-width: 845px) 100vw, 845px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kunci untuk DTI adalah membuat dinding silikon yang lebih tipis dan lebih dalam untuk meningkatkan ISO dan mengurangi <em>crosstalk</em><span style="font-size: small;"><sup>2</sup></span> karena komponen insulasi yang lebih besar di antara piksel akan menimbulkan hilangnya cahaya lebih banyak. Dengan menerapkan teknik ini pada piksel 0,56㎛, Samsung meningkatkan penyerapan cahaya dan memaksimalkan kapasitas <em>photo diode</em> (PD). Oleh karena itu, pemanfaatan piksel ultrakecil dimungkinkan karena lebih banyak cahaya per piksel yang dapat disimpan dan diproses bahkan dengan area reseptor cahaya yang lebih kecil.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Fitur Auto Fokus untuk 200 Megapiksel Memberikan Peningkatan Kecepatan dan Akurasi</strong></h3>
<p><strong> </strong></p>
<p>Teknologi Super Quad Phase Detection (QPD), yang pertama kali digunakan di HP3, memungkinkan seluruh 200 megapiksel untuk fokus dengan meningkatkan intensitas piksel autofokus hingga 100%. Super QPD menawarkan fitur auto fokus yang lebih cepat dan akurat dengan memanfaatkan satu lensa di atas empat piksel, memungkinkan pengukuran semua perbedaan fase dari sisi kiri, kanan, atas, dan bawah subjek yang difoto. Tidak hanya auto fokus yang akurat bahkan saat kondisi gelap, tetapi <em>high definition</em> juga dipertahankan bahkan ketika dilakukan <em>zoom in</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk mengatasi masalah kualitas gambar yang buruk di situasi <em>low light</em>, Samsung menggunakan teknologi piksel inovatif untuk memastikan gambar berkualitas tinggi. “Kami menggunakan versi yang ditingkatkan dari teknologi Tetra<sup>2</sup>pixel milik Samsung yang menggabungkan empat atau enam belas piksel yang berdekatan untuk beroperasi sebagai satu piksel besar di situasi <em>low light</em>,” kata Choi. Teknologi piksel yang ditingkatkan memungkinkan perekaman video resolusi tinggi dalam 8K pada 30 <em>frame per second</em> (fps) dan dalam 4K pada 120fps tanpa kehilangan luas bidang pandang. Selain itu, ini juga dapat merekam video 8K dalam resolusi ultra tinggi dengan bidang pandang yang sama seperti saat mengambil foto.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-4843" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12101323/ISOCELL_HP3_Interview_main4-845x563.jpg" alt="" width="845" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12101323/ISOCELL_HP3_Interview_main4-845x563.jpg 845w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12101323/ISOCELL_HP3_Interview_main4-768x511.jpg 768w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12101323/ISOCELL_HP3_Interview_main4.jpg 1000w" sizes="(max-width: 845px) 100vw, 845px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Serupa dengan situasi <em>low light</em>, pengambilan foto juga sulit dilakukan jika terlalu banyak sinar matahari. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan teknologi unik untuk menyesuaikan level dalam foto untuk menangkap gambar dengan utuh. “Bila ada terlalu banyak atau terlalu sedikit cahaya, penting untuk meningkatkan <em>dynamic range<span style="font-size: small;"><sup>3</sup></span> untuk mengambil foto secara alami yang serupa dengan apa yang kita lihat dengan mata kita,” kata Ki. “Dengan menggunakan teknologi Smart-ISO Pro, yang menggunakan dua <em>conversion gain</em>, dan fitur Staggered High Dynamic Range (HDR)<span style="font-size: small;"><sup>4</sup></span>, yang menyatukan tiga frame dengan <em>exposure </em>yang berbeda (<em>short exposure, medium exposure, </em>dan<em> long exposure</em>) mendukung fotografi HDR yang menciptakan gambar alami bahkan saat memotret dalam kondisi pencahayaan yang tidak sempurna, memberikan hasil yang optimal.”</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Kolaborasi: Kunci untuk Mengatasi Keterbatasan Teknis dan Memungkinkan Pengembangan Cepat</strong></h3>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sepanjang pengembangan ISOCELL HP3, para developer menghadapi berbagai tantangan teknis. “Karena ini adalah produk pertama yang menggunakan teknologi Super QPD, ada banyak <em>trial and error</em> saat menggunakan struktur baru yang tidak dapat ditemukan di Front Deep Trench Isolation (FDTI) yang sebelumnya ada, dan kami juga mengalami masalah yang tidak kami antisipasi di setiap tahap pengembangan,” kata Choi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meskipun proses pengembangannya sulit, sensor baru ini diumumkan kurang dari setahun setelah model sebelumnya dirilis. Kedua developer menilai pengembangan dan rilis produk yang cepat ini adalah hasil dari kolaborasi antara tim yang berbeda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-4844" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12101541/ISOCELL_HP3_Interview_main5.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12101541/ISOCELL_HP3_Interview_main5.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12101541/ISOCELL_HP3_Interview_main5-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/12101541/ISOCELL_HP3_Interview_main5-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Setiap kali kami menghadapi masalah teknis, kami menangani hal tersebut dengan cara bekerja sama dengan intens dengan berbagai divisi bisnis, tim kami, dan bahkan pusat penelitian di luar negeri,” kata Ki. “Kami dapat menciptakan sinergi dengan menambahkan pengetahuan ke produk tingkat atas, seperti <em>memory chip</em> dari R&amp;D Semiconductor Center, <em>logic chip</em>, dan banyak lagi. Produk baru ini mungkin merupakan upaya kolaboratif terbesar antara departemen yang berbeda, termasuk karyawan dari Semiconductor R&amp;D Center, Pixel Development Team, <em>foundry</em>, peneliti di SSIR, dan semua grup di dalam tim pengembangan lanjutan, seperti desain sensor, piksel, solusi, teknologi produk, manufaktur, dan algoritma.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Kebanggaan dalam Kecakapan Teknis Unggul: Memimpin Pasar Sensor Gambar</strong></h3>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sementara pasar sensor gambar diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang cepat karena meningkatnya permintaan untuk kamera dan diversifikasi produk terkait, Samsung menetapkan tren untuk kamera di pasar sensor gambar seluler generasi berikutnya dengan mengatasi keterbatasan miniaturisasi piksel.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kedua developer mengemukakan perasaan mereka saat memimpin pengembangan teknis ISOCELL HP3, sensor gambar 200MP pertama di industri yang menggunakan piksel 0,56㎛. “Saya sangat bangga dengan kenyataan bahwa kami menciptakan tren di pasar sensor gambar dan saya yakin bahwa kami akan terus memimpin dalam teknologi mikropiksel,” kata Choi. “Karena penerapan sensor gambar menjadi semakin luas di berbagai industri, seperti augmented reality (AR), virtual reality (VR) dan industri otomotif, di samping industri smartphone, kami akan memimpin pengembangan teknologi masa depan dan pasar berbasis pada kemampuan teknologi kami yang unik,” kata Ki, berbagi ambisi masa depannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung telah berhasil menciptakan perangkat ultra kecil yang menangkap gambar dalam definisi tinggi melalui teknologi sensor gambar yang inovatif. Samsung akan terus memimpin pasar sensor gambar melalui inovasi uniknya, seperti sensor gambar ISOCELL, yang memberikan pengalaman yang dioptimalkan dan canggih kepada penggunanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span> <span style="font-size: small;"> Diameter area yang ditangkap melalui lensa kamera. </span><br />
<span style="font-size: small;"><sup>2</sup></span> <span style="font-size: small;"> Fenomena di mana cahaya mengganggu <em>photodiode</em> piksel yang berdekatan.</span><br />
<span style="font-size: small;"><sup>3</sup></span> <span style="font-size: small;"> Rasio antara area paling terang dan area paling gelap dalam sebuah foto digital.</span><br />
<span style="font-size: small;"><sup>4</sup></span> <span style="font-size: small;"> Teknologi yang memperbesar cakupan kecerahan dengan membuat area terang menjadi lebih terang dan area gelap semakin gelap, serupa dengan cara mata manusia melihat.</span></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Perkenalkan Image Sensor ISOCELL dengan Piksel 0,56μm Terkecil di Industri</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-perkenalkan-image-sensor-isocell-dengan-piksel-056%ce%bcm-terkecil-di-industri?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Mon, 27 Jun 2022 09:54:44 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Semikonduktor]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Image Sensor]]></category>
		<category><![CDATA[ISOCELL]]></category>
		<category><![CDATA[ISOCELL HP3]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung ISOCELL]]></category>
		<category><![CDATA[Smart-ISO Pro]]></category>
		<category><![CDATA[Super QPD]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3QIMEGW</guid>
									<description><![CDATA[&#160; &#160; Samsung Electronics Co., Ltd., pemimpin dunia dalam teknologi semikonduktor canggih, baru-baru ini memperkenalkan ISOCELL HP3 200MP, sensor]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-4745" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/06/27095235/ISOCELL-HP3-1000x563.png" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/06/27095235/ISOCELL-HP3-1000x563.png 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/06/27095235/ISOCELL-HP3-728x410.png 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/06/27095235/ISOCELL-HP3-768x432.png 768w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/06/27095235/ISOCELL-HP3-1024x576.png 1024w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Electronics Co., Ltd., pemimpin dunia dalam teknologi semikonduktor canggih, baru-baru ini memperkenalkan ISOCELL HP3 200MP, sensor gambar dengan piksel 0,56 mikrometer (μm), terkecil di industri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Samsung terus memimpin tren pasar <em>image sensor</em> melalui kepemimpinan teknologinya dalam sensor resolusi tinggi dengan piksel terkecil,” kata <strong>JoonSeo Yim, Executive Vice President of Sensor Business Team, Samsung Electronics</strong>. “Dengan ISOCELL HP3 200MP 0,56μm terbaru dan yang ditingkatkan, Samsung berkomitmen untuk menghadirkan resolusi epik melampaui tingkat profesional untuk pengguna kamera smartphone.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Resolusi Epik Melampaui Level Pro</strong></h3>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejak peluncuran <em>image sensor</em> 108MP pertamanya pada tahun 2019, Samsung telah memimpin tren pengembangan kamera dengan resolusi ultratinggi generasi berikutnya. Melalui peluncuran <em>image sensor </em>baru yang stabil dan peningkatan di bagian performa, perusahaan sekali lagi melangkah lebih maju dengan ISOCELL HP3 200MP 0,56μm.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ISOCELL HP3, dengan ukuran piksel 12 persen lebih kecil dari pendahulunya yang berukuran 0,64μm, mengemas 200 juta piksel dalam format optik 1/1.4”, yang merupakan diameter area yang ditangkap melalui lensa kamera. Ini berarti bahwa ISOCELL HP3 dapat memungkinkan pengurangan sekitar 20 persen pada area permukaan modul kamera, memungkinkan produsen smartphone untuk menjaga perangkat premium mereka agar tetap ramping.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ISOCELL HP3 hadir dengan solusi <em>auto-focusing</em> Super QPD, yang berarti semua piksel sensor dilengkapi dengan kemampuan <em>auto-focusing</em>. Selain itu, Super QPD menggunakan lensa tunggal pada empat piksel yang berdekatan untuk mendeteksi perbedaan fase dalam arah horizontal maupun vertikal. Ini membuka jalan untuk <em>auto-focusing </em>yang lebih akurat dan lebih cepat bagi pengguna kamera smartphone.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sensor ini juga memungkinkan pengguna untuk mengambil video 8K pada 30 fps atau 4K pada 120fps, dengan <em>loss</em> minimal di <em>field of view</em> saat mengambil video 8K. Dikombinasikan dengan solusi Super QPD, pengguna dapat mengambil rekaman sinematik seperti film dengan perangkat seluler mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Pengalaman </strong><strong><em>Low</em></strong> <strong><em>Light</em></strong> <strong>Terbaik melalui &#8216;Tetra<sup>2</sup>pixel&#8217;</strong></h3>
<p>&nbsp;</p>
<p>ISOCELL HP3 juga memberikan pengalaman <em>low-light </em>terbaik, dengan teknologi Tetra<sup>2</sup>pixel yang menggabungkan empat piksel menjadi satu untuk mengubah sensor 200MP 0,56μm menjadi sensor 50MP 1,12μm, atau sensor 12,5MP dengan piksel 2,24μm dengan menggabungkan 16 piksel menjadi satu. Teknologi ini memungkinkan sensor untuk mensimulasikan sensor piksel berukuran besar dalam mengambil foto yang lebih cerah dan lebih hidup bahkan di lingkungan yang redup, seperti di dalam ruangan atau pada malam hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk memaksimalkan <em>dynamic range</em> dari <em>image sensor</em> seluler, ISOCELL HP3 mengadopsi fitur Smart-ISO Pro yang ditingkatkan. Teknologi ini menggabungkan informasi gambar yang dibuat dari dua perolehan konversi mode <em>Low</em> dan <em>High</em> ISO untuk membuat gambar HDR. Teknologi yang ditingkatkan ini hadir dengan mode <em>triple</em> ISO– <em>Low</em>, <em>Mid</em>, dan <em>High</em> – yang semakin memperluas <em>dynamic range</em> sensor. Selain itu, Smart-ISO Pro yang ditingkatkan memungkinkan sensor untuk mengekspresikan gambar di lebih dari 4 triliun warna (kedalaman warna 14-bit), 64 kali lebih banyak warna daripada pendahulunya pada 68 miliar (12-bit). Selain itu, dengan mendukung <em>staggered</em> HDR bersama dengan Smart-ISO Pro, ISOCELL HP3 dapat beralih di antara kedua solusi tergantung pada lingkungan pembuatan film untuk menghasilkan video HDR berkualitas tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sampel dari Samsung ISOCELL HP3 saat ini sudah tersedia, dan produksi massal akan dimulai pada tahun ini.</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
			</channel>
</rss>
