<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><?xml-stylesheet title="XSL_formatting" type="text/xsl" href="https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss.xsl"?><rss version="2.0"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
	<channel>
		<title>Samsung CSR &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
		<atom:link href="https://news.samsung.com/id/tag/samsung-csr/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>https://news.samsung.com/id</link>
        <image>
            <url>https://img.global.news.samsung.com/image/newlogo/logo_samsung-newsroom_id.png</url>
            <title>Samsung CSR &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
            <link>https://news.samsung.com/id</link>
        </image>
        <currentYear>2023</currentYear>
        <cssFile>https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss_xsl.css</cssFile>
		<description>What's New on Samsung Newsroom</description>
		<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 16:54:16 +0000</lastBuildDate>
		<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
					<item>
				<title>Kerjasama Samsung dan Kementerian Agama, Upaya Tingkatkan Mutu Pendidikan Madrasah</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/kerjasama-samsung-dan-kementerian-agama-upaya-tingkatkan-mutu-pendidikan-madrasah?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Mon, 05 Jun 2023 15:48:20 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Corporate Social Responsibility]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Smart Learning Class]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/43qeQEG</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Anak muda adalah agen perubahan. Dengan kehidupan masa kini yang serba digital dan kemahiran mereka dalam teknologi sebagai digital native, anak-anak]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-8153" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/06/05154647/MORA-4.jpeg" alt="" width="1024" height="649" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/06/05154647/MORA-4.jpeg 1024w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/06/05154647/MORA-4-888x563.jpeg 888w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/06/05154647/MORA-4-768x487.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Anak muda adalah agen perubahan. Dengan kehidupan masa kini yang serba digital dan kemahiran mereka dalam teknologi sebagai <em>digital native</em>, anak-anak muda adalah ujung tombak transformasi digital di Indonesia untuk mencapai target ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk mencapai target itu, Indonesia punya modal yang bagus: bonus demografi. Badan Pusat Statistik <span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span>(BPS) mencatat, angkatan kerja muda di negara ini jumlahnya dua kali lipat jumlah anak dan lansia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ironisnya, anak-anak muda adalah pengangguran terbesar. Mengutip data BPS<span style="font-size: small;"><sup>2</sup></span>, 20,63 persen pengangguran adalah anak muda berusia 15-24 tahun. Dari sisi pendidikan, 8,57 persen pengangguran adalah lulusan SMA dan 9,42 persen adalah lulusan SMK. Penyebabnya adalah masih besarnya kesenjangan antara kompetensi yang mereka dapatkan di sekolah, dengan realitas keterampilan abad 21 yang dibutuhkan industri. Daya saing anak-anak muda ini kurang kuat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span>Di sisi lain, madrasah perlu mendapat akses teknologi dan sistem informasi yang lebih </span>baik <span>untuk membantunya lebih berkembang.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span>“Melihat berbagai isu ini, Samsung tentu tak tinggal diam. Dengan keunggulan teknologi dan inovasi yang kami miliki, kami berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui inisiatif sosial yang berfokus pada pengembangan pendidikan dan komunitas. Lebih dari 100 ribu siswa, 100 ribu guru, dan lebih dari 100 sekolah dan madrasah, sudah menerima manfaat dari program-program pendidikan Samsung,” ujar<strong> Simon Lee, President, Samsung Electronics Indonesia</strong>. “Kerjasama ini akan menambah lebih banyak penerima manfaat dan mendorong kemajuan pendidikan di sekolah madrasah. Pada akhirnya, para siswa ini akan menjadi pemimpin bangsa, bahkan dunia, yang akan berkontribusi lebih banyak ke masyarakat di masa depan.”</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai komitmennya untuk memberdayakan siswa madrasah untuk masa depan yang lebih baik, Samsung bekerja sama dengan Kementerian Agama RI dalam program Samsung Digital untuk Indonesia. Kerja sama Samsung dan Kementerian Agama akan meliputi antara lain penyelarasan kurikulum yang relevan, pengembangan proses belajar mengajar berbasis elektronik, pengembangan kompetensi guru dan siswa, dan pengembangan materi pelatihan bagi guru dan siswa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-8155" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/06/05154651/MORA-6.jpeg" alt="" width="1024" height="751" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/06/05154651/MORA-6.jpeg 1024w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/06/05154651/MORA-6-768x563.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelaksanaan seremonial penandatangan kerjasama ini dilakukan bersamaan dengan peresmian fasilitas Samsung Smart Learning Class (SSLC) yang terletak di Madrasah Aliyah Negeri 11 – Jakarta. Di mana diharapkan dapat digunakan secara maksimal untuk proses pembelajaran secara digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Di tengah meningkatnya animo masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Madrasah, kita harus meresponsnya dengan menghadirkan teknologi pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman, kehadiran teknologi diyakini akan mampu mengakselerasi penyelengaraan pendidikan secara efektif dan efisien. Kami menyambut dan mengapresiasi kerja sama antara Samsung dan Kementerian Agama sebagai langkah strategis untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan Madrasah di Indonesia,&#8221; kata <strong>Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdani, S.TP, MT, Direktur  Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kerja sama yang akan berlangsung sampai 2025, kedua pihak akan mendorong partisipasi dari semua tingkatan Madrasah untuk program Samsung Smart Learning Class. Dan Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) dalam program-program Samsung Innovation Campus (SIC) dan Samsung Solve for Tomorrow (SSFT).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program Samsung Smart Learning Class (SSLC) adalah program pengenalan proses belajar-mengajar yang kreatif, inovatif, efisien dan menyenangkan dengan menggunakan teknologi. Dalam program ini, selain pengenalan produk dan teknologi yang digunakan juga <span>akan </span>diberikan pelatihan-pelatihan kepada guru agar dapat dengan fasih dalam proses mengajar dan juga memanfaatkan dan mengembangkan materi ajar digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selanjutnya adalah program Samsung Innovation Campus (SIC) yang didesain untuk memperkuat keterampilan teknologi para peserta dan meningkatkan kesempatan kerja mereka di pasar kerja. Melalui program ini, para siswa akan mendapatkan pembelajaran <em>coding &amp; programming</em> dan IoT, dan/atau AI serta mengembangkan sebuah solusi teknologi untuk menjawab berbagai permasalahan di sekitar mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-8154" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/06/05154649/MORA-5.jpeg" alt="" width="1024" height="760" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/06/05154649/MORA-5.jpeg 1024w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/06/05154649/MORA-5-759x563.jpeg 759w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/06/05154649/MORA-5-768x570.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kerja sama ini juga meliputi program terbaru Samsung yaitu Samsung Solve for Tomorrow (SSFT), sebuah program belajar dan kompetisi yang unik di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika). Program ini akan mendorong siswa untuk menemukan solusi kreatif untuk memecahkan tantangan yang muncul dan mengembangkan inovasi nyata untuk mengatasi masalah kehidupan nyata yang mempengaruhi komunitas mereka, meningkatkan partisipasi sukarela mereka dalam masalah sosial sebagai warga dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kerja sama strategis ini, harapannya dunia pendidikan madrasah akan menemukan momentum kebangkitannya. Madrasah yang memiliki kurikulum dan pembelajaran yang bermutu dan relevan dengan perkembangan zaman, guru berkompetensi tinggi, dan siswa yang diperlengkapi dengan keterampilan abad 21 sehingga memiliki daya saing yang tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span>Lebih lanjut mengenai <em>Corporate Social Responsibility </em>Samsung, bisa dilihat di <a href="http://csr.samsung.com">http://csr.samsung.com</a> atau dapat mengunjungi <a href="https://news.samsung.com/id/samsung-luncurkan-solve-for-tomorrow-di-indonesia-ajak-inovator-muda-unjuk-gigi">news.samsung.com/id</a>.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span> <span style="font-size: small;">Analisis Profil Penduduk Indonesia</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><sup>2</sup></span> <span style="font-size: small;">https://www.bps.go.id/pressrelease/2022/11/07/1916/agustus-2022&#8211;tingkat-pengangguran-terbuka&#8211;tpt&#8211;sebesar-5-86-persen-dan-rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-07-juta-rupiah-per-bulan.html</span></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Berbekal Coding dan Programming Murid Sekolah Bisa Rancang Produk IoT</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/berbekal-coding-dan-programming-murid-sekolah-bisa-rancang-produk-iot?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Wed, 12 Apr 2023 10:19:46 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[IoT]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Innovation Campus]]></category>
		<category><![CDATA[SIC]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3nWZ83T</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Internet of Things (IoT) merupakan teknologi yang memungkinkan konektivitas jaringan dan kemampuan komputasi meluas ke objek, sensor, dan barang]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-7672" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/04/12101909/Photo-1-Siswa-dan-siswi-peserta-Samsung-Innovation-Campus-SIC-Batch-4-sedang-mendengarkan-pelatihan-Innovation-Hackathon.jpg" alt="" width="5520" height="3680" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/04/12101909/Photo-1-Siswa-dan-siswi-peserta-Samsung-Innovation-Campus-SIC-Batch-4-sedang-mendengarkan-pelatihan-Innovation-Hackathon.jpg 5520w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/04/12101909/Photo-1-Siswa-dan-siswi-peserta-Samsung-Innovation-Campus-SIC-Batch-4-sedang-mendengarkan-pelatihan-Innovation-Hackathon-845x563.jpg 845w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/04/12101909/Photo-1-Siswa-dan-siswi-peserta-Samsung-Innovation-Campus-SIC-Batch-4-sedang-mendengarkan-pelatihan-Innovation-Hackathon-768x512.jpg 768w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2023/04/12101909/Photo-1-Siswa-dan-siswi-peserta-Samsung-Innovation-Campus-SIC-Batch-4-sedang-mendengarkan-pelatihan-Innovation-Hackathon-1024x683.jpg 1024w" sizes="(max-width: 5520px) 100vw, 5520px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Internet of Things (IoT) merupakan teknologi yang memungkinkan konektivitas jaringan dan kemampuan komputasi meluas ke objek, sensor, dan barang sehari-hari. Konektivitas ini memungkinkan perangkat menghasilkan, bertukar, dan mengonsumsi data.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Indonesia, pemanfaatan Artificial Intelligence dan IoT sudah menjangkau berbagai lini usaha, seperti manufaktur, energi, perikanan, bahkan finansial dan e-commerce. Bentuk lain pemanfaatan IoT adalah dalam perangkat penunjang pekerjaan dan rumah tangga. Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) mencatat, IOT di Indonesia tumbuh lebih dari 10 persen setiap tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Potensi pendapatan jasa pelayanan berbasis IoT atau e-services, menurut sejumlah lembaga, mencapai US$ 2,46 miliar pada 2022. Volume pasar ini diprediksi meningkat menjadi US$ 3,87 miliar pada 2026. Namun ada banyak tantangan dari sisi tenaga kerja, infrastruktur, hingga riset.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Electronics Indonesia menangkap kebutuhan industri atas kesiapan tenaga kerja muda yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan terhadap teknologi. “Samsung memberikan pelatihan keterampilan IoT bagi talenta muda Indonesia melalui program Samsung Innovation Campus (SIC). SIC melatih talenta muda Indonesia dengan keterampilan IoT dan <em>design thinking</em> untuk membangun solusi-solusi IoT yang nyata dan bermanfaat untuk memecahkan masalah sehari-hari di sekitar kita. Dengan kompetensi tersebut, kami berharap para peserta SIC akan memiliki daya saing yang tinggi dengan keterampilan abad 21 di tengah arus deras digitalisasi dan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,&#8221; kata <strong>Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SIC Batch 4 2023/2024 telah memasuki stage 2, yaitu Innovation Hackaton. Dari total 4.390 siswa SMK dan MA yang mendaftar di SIC Batch 4, sebanyak 1.106 siswa lolos ke Stage 2: Innovation Hackaton dan mengikuti pelatihan selama 5 minggu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Innovation Hackathon adalah pelatihan untuk melatih empati dan keterampilan pemecahan masalah yang saat ini penting dikuasai dalam bagian keterampilan abad 21. Misi utamanya menyelesaikan masalah yang ditemukan sehari-hari dengan teknologi IoT. Ide solusi akan dikembangkan menjadi prototipe produk IoT. Materi yang akan disampaikan dalam tahap Hackathon Innovation adalah Problem Definition-Explore, Ideation-Experiment, Prototyping-Imagines, dan Pitching Storytelling.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pada stage ini para peserta akan mendapat pelatihan dari para mentor profesional untuk menemukan masalah sehari-hari di sekitar mereka, mengidentifikasi solusinya, dan mendesain sebuah solusi digital yang bisa mereka kembangkan menjadi sebuah produk nyata. Harapannya, pelatihan ini akan membentuk landasan yang kuat bagi para peserta saat mereka menghadapi pembelajaran lebih lanjut di lapangan maupun dalam mengembangkan keterampilan yang akan membantu mereka mencapai karier di masa depan,&#8221; kata <strong>William Hendradjaja, Co-Founder Skilvul</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam pengembangannya peserta bersinggungan dengan Coding and Programming dengan bahasa pemrograman Python dan penggunaan perangkat mikrokontroler, Rasberry Pi 4 serta beberapa alat sensor tambahan. Di akhir rangkaian pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mewujudkan prototipe produk IoT, meningkatkan keterampilan mereka sebagai pembuat (<em>creator</em>) bukan hanya pengguna (<em>consumer</em>).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut mengenai <em>Corporate Social Responsibility </em>Samsung, bisa dilihat di <a href="http://csr.samsung.com">http://csr.samsung.com</a></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Kuota Ditambah Jadi 4.000, Samsung Perbesar Akses Pelatihan Teknologi  untuk Siswa SMK dan MA</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/kuota-ditambah-jadi-4-000-samsung-perbesar-akses-pelatihan-teknologi-untuk-siswa-smk-dan-ma?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Mon, 27 Feb 2023 12:44:53 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Corporate Social Responsibility]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Innovation Campus]]></category>
		<category><![CDATA[SIC]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3ItEUoS</guid>
									<description><![CDATA[Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar, bahkan diproyeksikan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai sekitar USD130 miliar pada]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar, bahkan diproyeksikan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai sekitar <a href="about:blank">USD130 miliar</a> pada 2025.<span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span> Untuk mendorong hal itu, berdasarkan riset Bank Dunia<span style="font-size: small;"><sup>2</sup></span>, Indonesia membutuhkan sekitar sembilan juta talenta digital selama 2015 hingga 2030. Ini artinya, ada kebutuhan 600 ribu tenaga ahli di bidang siber per tahun. Samsung kembali membuka program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 4 (2022/2023). SIC adalah salah satu program pendidikan dari Samsung Electronics Indonesia untuk mencetak talenta digital Indonesia yang sudah digelar sejak 2019.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peluang untuk menjawab tantangan kebutuhan talenta digital cukup besar. Sebab, Indonesia diuntungkan dengan <a href="https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/4788/optimalisasi-potensi-ekonomi-digital-pemerintah-siapkan-talenta-digital-yang-kompetitif-dan-berdaya-saing">bonus demografi</a> yang akan terjadi pada tahun 2030, dengan estimasi jumlah angkatan kerja produktif mencapai 64% dari total penduduk. Pemerintah berkomitmen memanfaatkan momentum tersebut guna mempercepat pembangunan berbagai sektor, salah satunya transformasi digital dengan mendorong kualitas dan daya saing SDM.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk itulah, mulai 2023, pemerintah kembali menggalakkan program penyediaan talenta digital. Program-program tersebut akan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan program transformasi digital. Samsung Innovation Campus menjadi salah satu program untuk siswa sekolah menengah menjadi digital talenta Indonesia masa depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Innovation Campus Batch 4 akan berlangsung selama 9 bulan, dengan acara puncak yang akan digelar di bulan Oktober 2023. Pada Batch 4 ini, SIC memberikan kuota pendaftaran yang lebih besar dari <em>batch-batch</em> sebelumnya. Tahun ini pendaftaran terbuka untuk 4.000 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA), baik yang berlatar belakang IT maupun non-IT, dari seluruh Indonesia. Sebelumnya, pendaftaran Batch 1, Batch 2, dan Batch 3, masing-masing diikuti oleh 133, 396, dan 1.000 partisipan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia</strong> mengatakan, pemberian kuota yang lebih besar pada tahun ini terbukti mendapat sambutan yang luar biasa. Total pendaftar berjumlah 4.495 siswa, 455 guru, dari 256 SMK dan MA dari seluruh Indonesia. “Penambahan kuota ini merupakan komitmen Samsung agar benefit dari pelatihan di SIC bisa dinikmati oleh lebih banyak siswa dan guru di Indonesia. Kami bangga dengan tingginya antusiasme masyarakat pada fase pendaftaran SIC Batch 4, sehingga kami optimistis bahwa program ini akan kembali sukses untuk mencetak talenta-talenta digital muda dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun industri,” ucap Ennita.<a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><span></span></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berbeda dengan batch sebelumnya, pada Batch 4 ini semua peserta yang terdaftar dan telah menyelesaikan pre-test dapat bergabung dengan kursus <em>coding</em> <em>and</em> <em>programming</em> bahasa<em> Python </em>bersama dengan guru mereka. Kemudian fase selanjutnya yaitu Hackathon Innovation akan tersaring sejumlah 1.000 siswa terpilih, yang kemudian dilanjutkan dengan fase IoT Bootcamp akan diikuti oleh 500 siswa terbaik, di mana 100 ide produk IoT akan dikembangkan selama bootcamp, meningkat 4x lipat dibandingkan SIC Batch 3.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami antusias menjadi bagian dari program Samsung Innovation Campus batch 4 2022/2023 dengan menghadirkan solusi<em> end-to-end </em>untuk mengembangkan talenta digital yang dibutuhkan Indonesia di tengah masifnya digitalisasi. Melalui model pembelajaran <em>blended learning</em> di SIC, para partisipan dan guru mereka akan mendapatkan keterampilan mengenai <em>problem solving</em> dan menggunakan <em>coding</em> <em>and programming</em> untuk memformulasikan solusi atas persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Itu semua akan menjadi fondasi yang kuat bagi mereka saat nanti mereka merintis karier dan terjun langsung ke masyarakat setelah mereka lulus,&#8221; kata <strong>William Hendradjaja, Co-founder &amp; Chief of Business Skilvul</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SIC ditujukan kepada calon-calon talenta digital yang merupakan siswa-siswi SMK penerima manfaat Samsung Tech Institute dan Madrasah Aliyah. Peserta merupakan siswa aktif kelas 11 (3 tahun akademik) atau kelas 12 (4 tahun akademik).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut mengenai <em>Corporate Social Responsibility </em>Samsung, bisa dilihat di <a href="http://csr.samsung.com">http://csr.samsung.com</a> atau dapat mengunjungi <a href="https://news.samsung.com/id/kuota-ditambah-jadi-4-000-samsung-perbesar-akses-pelatihan-teknologi-untuk-siswa-smk-dan-ma">news.samsung.com/id</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span> <span style="font-size: small;">Menurut laporan <a href="https://economysea.withgoogle.com/intl/id_id/home/">e-Conomy SEA 2022</a> oleh Google, Temasek, dan Bain &amp; Company.</span><br />
<span style="font-size: small;"><sup>2</sup></span> <a href="https://blogs.worldbank.org/sites/default/files/preparing_ict_skills_for_digital_economy-revised_7mar2018.pdf"><span style="font-size: small;">Preparing ICT Skills for Digital Economy: Indonesia within the ASEAN context</span></a></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Hadirkan Fasilitas Belajar Berteknologi Tinggi  untuk Tingkatkan Kompetensi Siswa dan Guru Madrasah</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-hadirkan-fasilitas-belajar-berteknologi-tinggi-untuk-tingkatkan-kompetensi-siswa-dan-guru-man?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Mon, 16 Jan 2023 09:50:36 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Citizenship]]></category>
		<category><![CDATA[LMS]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Knox]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Smart Learning Class]]></category>
		<category><![CDATA[SSLC]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3QJm696</guid>
									<description><![CDATA[Transformasi digital telah merambah berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan. Agar transformasi ini berjalan dengan baik, peran guru mutlak diperlukan]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Transformasi digital telah merambah berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan. Agar transformasi ini berjalan dengan baik, peran guru mutlak diperlukan sehingga guru perlu melek teknologi dan mampu menggunakan teknologi kekinian yang sesuai dengan kebutuhan siswa dalam proses belajar mengajar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai perusahaan teknologi, Samsung berusaha memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan  berfokus pada pengembangan di dunia pendidikan. Di Indonesia, lebih dari 100 sekolah dan madrasah penerima manfaat langsung dari program Pendidikan Samsung, salah satu programnya adalah konsep digitalisasi sekolah atau Program Samsung Smart Learning Class (SSLC) di mana Samsung memperkenalkan proses belajar mengajar yang interaktif, inovatif dan efisien serta menyenangkan dengan memanfaatkan teknologi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga hari ini lebih dari 30 ribu siswa dan 50 ribu guru telah menerima manfaat langsung dari program SSLC ini. Era baru dalam proses belajar mengajar dengan memanfaatkan teknologi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu rangkaian program SSLC kali ini adalah pembekalan bagi guru-guru di madrasah agar mereka dapat menggunakan fasilitas SSLC secara maksimal. Rangkaian pelatihan ini dimulai pada awal Januari 2023 bagi guru-guru MAN 11 Jakarta dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 19 Jakarta. Selain memberikan pengenalan produk pada fasilitas SSLC, pelatihan juga diberikan untuk  mengetahui lebih jauh mengenai konten materi ajar agar para guru dapat menggunakan secara maksimal semua fasilitas yang telah disiapkan.</p>
<p>Fasilitas SSLC Pilot yang disediakan di MAN 11 Jakarta berupa Samsung Smart TV 55 inci, Samsung Tablet, AC 2PK, Air Purifier, koneksi Internet, dan<em> e-content</em> seperti Samsung Knox Manage, LMS, dan Interactive E-book.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ruangan dan fasilitas SSLC akan digunakan sebagai pusat belajar dan pelatihan bagi MAN 11 Jakarta maupun komunitas di sekitarnya, termasuk MTS 19 Jakarta yang sejak Oktober 2022 melakukan proses belajar mengajar di MAN 11 Jakarta karena gedung dan fasilitas madarasah yang rusak berat terkena banjir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam pelatihan ini, para guru mendapatkan materi informasi mengenai Samsung Knox manage, yaitu solusi Enterprise Mobility Management (EMM) terbaru milik Samsung yang dirancang untuk meningkatkan keamanan data organisasi. Pada pelatihan yang sudah diadakan pada 4 Januari 2023 yang lalu itu, para guru mendapat panduan penyiapan dan konfigurasi, pengaturan setting, dan dasar kebijakan yang direkomendasikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian materi Samsung Knox for School, sebagai platform perlindungan keamanan terhadap perangkat tablet yang digunakan oleh para siswa sebagai pengganti <em>text book</em>, untuk mengakses Google Classroom, Google Workspace, melakukan kelas online melalui aplikasi <em>video conference</em>, dan mengerjakan dokumen. Dengan platform ini, para siswa hanya bisa mengakses <em>website</em> yang berhubungan dengan pendidikan, bisa melacak tablet yang hilang atau dicuri, dan melakukan <em>troubleshooting</em> secara <em>remote</em> jika ada masalah pada perangkat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Materi lain yang penting untuk para guru dalam proses pembelajaran digital adalah Learning Management System (LMS), sebuah software e-learning yang dirancang sebagai pusat pengelolaan sistem pembelajaran secara online.  Melalui Sqolaria yang merupakan platform School Information System dan Learning Management System (LMS) berbasis web dan aplikasi mobile yang terintegrasi dengan sistem Human Resources Integrated System (HRIS) staf sekolah, Enterprise Resource Planning (ERP). Tersedia dalam berbagai pilihan modul yang juga terintegrasi secara langsung dengan kurikulum sekolah. Sqolaria menjadi sistem terpadu bagi sekolah mulai dari pendaftaran siswa baru, kelas virtual, forum diskusi, perpustakaan online, pembayaran digital, loker digital, E-Rapor otomatis, Sistem HRD sekolah, Sistem ERP sekolah, sosial media, info pembayaran SPP, Kalender Akademik, dan sebagainya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain Knox Manage dan LMS, rangkaian pelatiihan lain yang diberikan adalah interactive content e-book dengan kurikulum Pancasila dari Pesona Edu. Pesona Edu memiliki berbagai koleksi e-book interaktif untuk siswa SMA dan SMK dari berbagai mata pelajaran, yang disajikan dengan animasi, gambar, video, dan simulasi interaktif, sehingga memudahkan siswa memahami konsep yang sulit dijelaskan dengan alat peraga konvensional. E-book dari Pesona Edu dilengkapi berbagai macam soal acak yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta fitur-fitur anotasi seperti <em>handwriting</em>, <em>sticky note</em>, <em>browser</em>, <em>search engine</em>, dan <em>shortcut</em>. Pelatihan akan dilakukan sebanyak lima sesi dan mendampingan monitoring dan evaluasi dari Pesona Edu hingga satu tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Perkembangan dunia digital yang dinamis telah mempengaruhi dan mengubah gaya hidup masyarakat, termasuk para siswa yang merupakan digital native. Pengintegrasian teknologi ke dalam proses pembelajaran akan meningkatkan minat belajar mereka sehingga akan mencetak sumber daya yang unggul. Di SLCC kami memperkenalkan cara baru proses belajar mengajar yang interaktif, inovatif, efisien dan menyenangkan dengan memanfaatkan teknologi, sekaligus melengkapi sekolah dengan fasilitas pembelajaran pintar dan mendukung guru dengan pelatihan teknologi, untuk memanfaatkan gadget, mengoptimalkan konten edukasi dalam kegiatan mengajar, dan mendorong siswa belajar lebih mandiri di rumah,” kata <strong>Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, </strong>mengapresiasi konsistensi Samsung di dalam bidang pendidikan, terutama dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam digitalisasi. Lebih lanjut Dhani demikian panggilan akrab Dirjen Pendis menyatakan bahwa: “Guru dituntut menguasai kompetensi pembelajaran kontemporer, di mana salah satunya adalah kemampuan guru dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam melaksanakan pembelajaran. Sangat penting bagi guru-guru di madrasah untuk menguasai dan menerapkan teknologi dalam kegiatan pembelajaran, sebab teknologi akan membuat kegiatan belajar lebih efektif, menstimulasi minat siswa dalam belajar, serta guru dan siswa sama-sama mendapatkan umpan balik untuk membuat kegiatan belajar semakin baik.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kepala MAN 11 Jakarta, Drs. H. Musahir, M. Pd., </strong>menyambut baik program SSLC karena memang ada kebutuhan untuk peningkatan kapasitas guru dalam pemanfaatan teknologi untuk kegiatan pembelajaran, baik saat pembelajaran tatap muka maupun jarak jauh di MAN 11 Jakarta.  “Ini sejalan dengan program Madrasah Reform dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama yang mengarah kepada Madrasah Digitalisasi, di mana kami harus menyesuaikan dalam berbagai aspek, mulai dari manajerial sampai dengan proses pembelajaran. Gayung bersambut, dengan adanya bantuan dari SSLC ini, manfaatnya luar biasa untuk mendukung SDM dan perangkat pendukung lainnya di MAN 11 Jakarta menuju madrasah digital. Training of trainers dan fasilitas SSLC yang diberikan Samsung ini sudah pasti sangat bermanfaat bagi kami, tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas guru tapi juga saya harap bisa diturunkan kepada anak-anak murid untuk meningkatkan kapasitas mereka,” kata Musahir.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Tingkatkan Kompetensi Guru SMK, Samsung dan Kemendikbudristek Selaraskan Kurikulum</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/tingkatkan-kompetensi-guru-smk-samsung-dan-kemendikbudristek-selaraskan-kurikulum?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Wed, 23 Nov 2022 17:50:08 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Manusia & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Citizenship]]></category>
		<category><![CDATA[Corporate Citizenship]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung CSR]]></category>
		<category><![CDATA[STI]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3AEAIQl</guid>
									<description><![CDATA[Samsung dengan program pendidikan Samsung Tech Institute (STI) berkolaborasi dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Samsung dengan program pendidikan Samsung Tech Institute (STI) berkolaborasi dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengadakan <em>training of trainers </em>(ToT) untuk guru-guru SMK yang berada di bawah binaan STI, di BBPPMPV BOE Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan 114 <span>guru dari </span>76 <span>SMK dari berbagai daerah di Indonesia.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program ToT kali ini bertujuan untuk menyelaraskan program STI dengan kurikulum Merdeka dari Kemendikbudristek, dan pada akhirnya untuk meningkatkan kompetensi guru, sehingga nantinya SMK yang akan mengembangkan konsentrasi Hand Held Product (HHP), Digital Appliance (DA), maupun Audio Video (AV) akan <span>mampu menghasilkan lulusan yang siap diserap industri maupun berwirausaha.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia</strong> mengatakan program ToT ini adalah bagian dari upaya penyelarasan kurikulum dan implementasi dari program <em>link and match</em> antara pendidikan dan dunia usaha. “Kami mengapresiasi <em>support</em> yang luar biasa dari Kemendikbudristek  melalui BBPPMPV BOE sejak diadakannya kegiatan ini pertama kalinya pada 2020. Kami berharap melalui program ini kompetensi guru-guru SMK semakin meningkat, khususnya dalam hal keselarasan kurikulum dengan kebutuhan industri dan penguatan <em>soft skills</em>, sehingga pendidikan vokasi seperti SMK betul-betul bisa mencetak lulusan yang siap kerja atau siap berwirausaha,” kata Ennita Pramono.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dukungan penuh terhadap kegiatan ToT ini diberikan oleh BBPPMPV BOE karena lembaga ini mempunyai tugas pokok antara lain melaksanakan pengembangan penjaminan mutu pendidikan vokasi sesuai dengan bidangnya. Selain menyusun program pengembangan penjaminan mutu pendidikan vokasi dan pelaksanaannya, BBPPMPV BOE juga memfasilitasi pelaksanaan peningkatan kompetensi PTK pada pendidikan vokasi dan melaksanakan kerja sama di bidang pengembangan penjaminan mutu pendidikan vokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dr. I Gusti Made Ardana, Kepala BBPPMPV BOE</strong> menyambut positif pelaksanaan kegiatan ToT dengan fokus para guru <span>STI</span>. “Jika merujuk pada data yang ada,  masih banyak guru di Indonesia memiliki kemampuan terbatas dalam menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Maka yang kita lakukan ini sudah sesuai dengan upaya untuk meningkatkan literasi teknologi guru-guru kita. Selain itu, kegiatan ini juga sudah mengacu pada tiga dari enam strategi implementasi kurikulum Merdeka melalui komunitas belajar, berbagi praktik baik, dan bekerja sama dengan mitra pembangunan. Implementasi kurikulum Merdeka di jenjang SMK akan memperluat <em>link and match</em> antara pendidikan dan industri, sebab kurikulum ini memiliki struktur yang lebih sederhana dan mendalam<span style="text-decoration: line-through;">,</span> lebih relevan dan interaktif serta fleksibel untuk mengikuti perkembangan teknologi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan siswa SMK menghadapi perubahan yang cepat di industri.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para peserta ToT pun mengakui banyak manfaat yang didapatkan dari pelatihan tersebut. <strong>Sigit Yuwono, guru mata pelajaran teknik audio video di SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Kendal, Jawa Tengah</strong>, mengatakan terkesan dengan materi <em>soft skills</em>. “Ini sangat bermanfaat bagi anak-anak didik saya, terutama tentang bagaimana bersikap terhadap orang lain. Nanti ketika mereka bekerja akan sangat bermanfaat saat mereka berhadapan dengan <em>customer</em> dan sebagainya. Materi ini sangat luar biasa, semoga nanti bisa diimplementasikan di sekolah,” ucap Sigit Yuwono, yang sudah empat kali mengikuti kegiatan STI ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, <strong>Anggun Desrivawany, guru mata pelajaran pengembangan perangkat lunak dan game di SMK Negeri 1 Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara</strong>, mengatakan bangga berkesempatan mempelajari kompetensi baru seperti teknologi <em>smartphone</em> Samsung. “Bagi siswa kami, karena jurusan kami itu <em>basic</em>-nya adalah pemrograman komputer, adanya materi teknologi <em>smartphone </em>ini membuat kompetensi mereka juga bertambah dan mereka juga merasakan suasana yang baru,” ujar Anggun yang sudah kali kedua mengikuti pelatihan ToT di STI.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ToT yang digelar STI tahun ini merupakan upaya penyelarasan program STI dengan kurikulum Merdeka. Penyelarasan kurikulum ini dipadukan dengan materi dari Samsung seperti pengenalan produk-produk terbaru <em>smartphone</em>, audio visual seperti TV dan perangkat audio, serta pengenalan <em>digital appliance</em> seperti mesin cuci, kulkas, dan penyejuk udara. Para peserta juga mendapatkan materi mengenai penguatan <em>soft skills</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Lulusan yang dihasilkan SMK perlu memiliki <em>soft skills </em>yang baik, bukan hanya<em> hard skills</em>, tetapi mereka juga harus  <span>memiliki karakter yang kuat. Itu juga menjadi salah satu fokus dalam kurikulum Merdeka karena di era </span>disrupsi  ini <em>soft skills</em> sangat diperlukan,” kata <strong>Dr. Miftahu Soleh, M.Sc, Kepala Departemen Listrik dan Elektronika BBPPMPV BOE Malang,</strong> yang menjadi salah satu pelatih di kegiatan <em>training of trainers</em> itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Tech Institute sendiri sejak awal merupakan program pendidikan dari Samsung yang menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Program STI memberikan kesempatan bagi para siswa untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta mampu memperbesar peluang kerja ketika mereka lulus. Inisiatif ini sekaligus mendukung program<em> link and match</em> yang digaungkan oleh pemerintah sejak tahun 2017.</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Pemenang Samsung Innovation Campus Bantu Lansia dan Tunanetra Bedakan Obat</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/berkat-samsung-innovation-campus-siswa-smkn-1-cimahi-ciptakan-eyeroom-solusi-untuk-bantu-lansia-dan-tunanetra-bedakan-obat?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Thu, 24 Feb 2022 10:00:26 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Innovation Campus]]></category>
		<category><![CDATA[SIC]]></category>
		<category><![CDATA[SIC Program]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3vbW05O</guid>
									<description><![CDATA[Penglihatan merupakan bagian dari panca indera yang memainkan peran penting dalam setiap aspek kehidupan dan secara dominan mampu mempengaruhi kualitas hidup]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Penglihatan merupakan bagian dari panca indera yang memainkan peran penting dalam setiap aspek kehidupan dan secara dominan mampu mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. Sayangnya, menurut WHO<span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span>, secara global setidaknya 2,2 miliar orang memiliki gangguan penglihatan atau kebutaan. Di samping itu, bertambahnya populasi usia menua, turut menyebabkan meningkatnya jumlah masyarakat yang memiliki gangguan penglihatan. Selain berfungsi memudahkan masyarakat dalam beraktivitas, penglihatan yang baik dapat pula membantu mempertahankan kemandirian dan memfasilitasi pengelolaan kondisi kesehatan lainnya. Namun, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para masyarakat lanjut usia (lansia) dan penyandang tunanetra. <span>Membedakan jenis obat yang dikonsumsi, misalnya, bukanlah perkara yang mudah jika dibandingkan dengan masyarakat berusia lebih muda atau orang dengan kondisi mata normal, yang cukup dengan membaca label kemasannya saja, sudah bisa mengetahui jenis, dosis, hingga cara pemakaiannya. </span></p>
<p><span> </span></p>
<p>“Generasi muda Indonesia perlu memiliki pemahaman yang baik tentang kebutuhan masyarakat, disertai dengan kemampuan menawarkan <span>solusi aplikatif. Potensi ini perlu didorong agar muncul di permukaan dan menghasilkan terobosan-terobosan yang berguna bagi kemajuan bangsa, layaknya yang Samsung lakukan melalui program Samsung Innovation Campus (SIC). Program SIC, mendorong pola pikir para siswa dari sekolah mitra, untuk bereskplorasi secara praktikal dalam merespon permasalahan sosial di lingkungan sekitarnya, dan menghadirkan solusi di masyarakat lewat inovasi berupa <em>project</em> atau produk digital. Tak hanya membentuk generasi yang solutif dan inovatif, program SIC diharapkan juga mampu menciptakan lulusan berkualitas demi menjawab kebutuhan kerja yang semakin meningkat seiring dengan akselerasi interaksi digital pada era industri 4.0,” ujar <strong>Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, Ennita Pramono.</strong></span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span>Berangkat dari memahami kesulitan yang dihadapi lansia serta tunanetra dalam mengelola kondisi kesehatannya, pada program SIC 2020/2021, empat siswa SMKN 1 Cimahi; <strong>Bella Anggraeni Putri, Intan Nur Fathonah, Miana Nurhaliza, dan Salwa Nurul Aisyah</strong>, menciptakan sebuah aplikasi yang diberi nama <strong>Eyeroom</strong>. Menggunakan teknologi pemindaian gambar dan transkrip suara, Eyeroom bertujuan membantu lansia dan penyandang tunanetra agar bisa membedakan obat dengan mudah.</span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span>“Kami terinspirasi dari kondisi di sekitar lingkungan kami, yaitu para orang tua yang mengalami kesulitan melihat karena ada masalah pada bagian mata. Hal ini menjadi cikal bakal Eyeroom. Tak hanya itu, kami juga mencari informasi dari para apoteker dan siswa jurusan farmasi untuk menambah fitur pada aplikasi <em>website </em>kami yang nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal,” ungkap Bella. </span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span>Eyeroom mampu mengidentifikasi obat tanpa kemasan maupun obat dengan kemasan, serta dilengkapi fitur <em>voice note</em> dalam penyampaian informasi terkait obat tersebut. Mulai dari deskripsi, <em>review</em>, sampai opsi retail <em>online </em>untuk pembelian obat. Selain itu di halaman daftar obat juga terdapat fitur <em>scan</em>, baik obat yang memiliki kemasan maupun tidak. Dengan cara memindainya melalui kamera gawai, fitur ini bahkan mampu mendeteksi obat dan menampilkan deskripsinya dengan akurasi hingga lebih dari 90 persen. Karenanya, selain dapat membantu para lansia dan penyandang tunanetra, aplikasi ini juga dibuat dengan tujuan membantu mempermudah praktikum siswa jurusan farmasi, serta membantu permasalahan apoteker saat ada konsumen membawa obat tanpa kemasan. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span>Proses pengerjaan aplikasi Eyeroom, mulai dari analisa hingga proses <em>coding</em>, berjalan selama sekitar empat bulan. Miana mengaku, di awal pembuatan aplikasi mereka sempat mengalami kesulitan dalam perumusan masalah. “Hal sulit yang kami temukan adalah saat menentukan arah dan tujuan aplikasi kami. Namun kami bisa mengatasinya dengan cara menganalisa kembali hal-hal apa saja yang kami targetkan dan prioritasnya,” terangnya, menceritakan tantangan yang dihadapi sebagai motivasi untuk memperdalam ilmu <em>programming</em> yang belum pernah mereka pelajari sebelumnya. </span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span>Berkat inovasi dari keempat siswa SMKN 1 Cimahi ini, Eyeroom berhasil mendapatkan peringkat dua dalam SIC Project Competition 2021, yang diselenggarakan sebagai puncak dari program SIC 2020/2021. Siswa SMKN 1 Cimahi harus bersaing dengan 396 siswa lainnya, hingga lolos tahap seleksi untuk mengikuti <em>bootcamp </em>SIC secara intensif selama 12 minggu berturut-turut, guna mendapatkan pendampingan dan memperdalam pembelajaran <em>coding</em> dan <em>programming</em>, yakni <em>Problem Definition,</em><em> Design Thinking</em>; UX/UI (<em>user experience/user interface</em>), dasar-dasar pemrograman <em>website</em> seperti HTML, CSS, Javascript; serta memberikan akses <em>networking </em>komunitas belajar lintas sekolah bersama para mentor yang ahli di bidangnya. Para siswa SMKN 1 Cimahi juga berhak mengikuti <em>Full-stack Web Development Bootcamp</em> dan <em>Career Preparation</em> di tahun ini, untuk menyiapkan mereka menjadi talenta digital siap kerja di salah satu dari 150<em> partner </em>Skilvul – mitra Samsung dalam menjalankan program SIC.</span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span>“Program ini tak sebatas mengajarkan bagaimana membuat aplikasi atau situs web, melainkan membantu siswa mengembangkan cara berpikir yang kelak akan berguna dan sangat dicari di dunia kerja. Harapan kami, melalui program SIC, siswa dapat semakin meningkatkan kemampuannya berkolaborasi, memecahkan masalah, serta merumuskan solusi atas permasalahan yang akan mereka hadapi di masa yang akan datang,” ujar <strong>Chief of Business Skilvul, William Hendradjaja</strong>.</span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span>Guru sekaligus pembimbing kelompok Eyeroom SMKN 1 Cimahi,<strong> Yusurat</strong>, pun mendukung penuh program SIC yang dapat mendorong siswa agar lebih cakap dan bisa menguasai <em>soft-skills</em>, melalui integrasi pendekatan <em>science</em>, <em>technology</em>, <em>engineering</em>, dan <em>mathematics </em>(STEM). “Selain membantu siswa yang memiliki ketertarikan pada pembelajaran STEM, pembekalan <em>coding </em>dan <em>programming</em> dari program SIC sangat bermanfaat karena dapat diimplementasikan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, serta  membangun kemampuan 4C siswa, yaitu <em>communication</em>, <em>critical thinking</em>, <em>creative</em>, dan <em>collaborative</em>,” pungkasnya.</span></p>
<p><span> </span></p>
<p>Lebih lanjut mengenai Corporate Social Responsibility Samsung, silakan kunjungi <a href="https://csr.samsung.com/id-id/localMain.do">https://csr.samsung.com</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span> <span style="font-size: small;"> <span><a href="https://www.who.int/publications/i/item/9789241516570">https://www.who.int/publications/i/item/9789241516570</a></span> </span></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Tech Institute Selenggarakan Uji Kompetensi Keahlian di 30 SMK Sesuai Kebutuhan Industri</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-tech-institute-selenggarakan-uji-kompetensi-keahlian-di-30-smk-sesuai-kebutuhan-industri?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Thu, 17 Jun 2021 13:24:57 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Citizenship]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Tech Insitute]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3kf5d77</guid>
									<description><![CDATA[Samsung Tech Institute (STI) menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di 30 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk meningkatkan kualitas sumber daya]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Samsung Tech Institute (STI) menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di 30 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, mengikuti perkembangan kebutuhan industri. UKK yang diselenggarakan sejak bulan April 2021 tersebut diikuti oleh 1.000 siswa yang akan lulus tahun ini. Karakteristik dunia kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan industri memberikan tantangan secara terus menerus pada dunia pendidikan, utamanya pendidikan vokasi, untuk dapat menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang seimbang dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Di antaranya, kompetensi akademis <em>(academic skills)</em>, penguasaan keterampilan khusus dalam bidang yang ditekuni <em>(technical skills)</em>, serta khususnya employabilitas atau kecakapan bekerja <em>(employability skills)</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone wp-image-1508 size-full" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/06/08133227/Alternatif-1-SMK-Al-Huda-Kediri.-Main.jpg" alt="" width="1000" height="750" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/06/08133227/Alternatif-1-SMK-Al-Huda-Kediri.-Main.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/06/08133227/Alternatif-1-SMK-Al-Huda-Kediri.-Main-751x563.jpg 751w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/06/08133227/Alternatif-1-SMK-Al-Huda-Kediri.-Main-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Perkembangan ekonomi global, teknologi informasi dan komunikasi yang berubah dengan cepat, menuntut tingkat kompetensi yang mampu secara cepat pula mengantisipasi setiap perubahan, termasuk tuntutan kecakapan bekerja. Selaku bagian dari dunia usaha dan industri, Samsung melalui program STI mengedepankan <em>job-based</em> <em>learning </em>yang tak cuma berupa teori tentang kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa SMK, namun memberikan kesempatan secara langsung bagi siswa untuk mengasah dan mempraktikkan kompetensi tersebut di lapangan,” tutur <strong>Ennita Pramono</strong>, <strong>Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelum mengikuti UKK, siswa program STI wajib melakukan praktik kerja lapangan (PKL) sebagai salah satu medium untuk menerapkan keterampilan dasar teknis. Pada saat PKL, mereka mendapatkan pembelajaran kecakapan bekerja sesuai kebutuhan pasar industri, seperti kecakapan komunikasi, berpikir kritis, kolaborasi, etika dan teknologi. Kecakapan tersebut pun menjadi bagian dari spesifikasi kompetensi umum yang digunakan Samsung sebagai pedoman dalam pelaksanaan UKK.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone wp-image-1509 size-full" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/06/08133311/Alternatif-2-SMKN-1-Cimahi-Main.jpg" alt="" width="1000" height="750" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/06/08133311/Alternatif-2-SMKN-1-Cimahi-Main.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/06/08133311/Alternatif-2-SMKN-1-Cimahi-Main-751x563.jpg 751w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/06/08133311/Alternatif-2-SMKN-1-Cimahi-Main-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Siswa dituntut untuk mampu bekerja di bawah tekanan, menunjukkan integritas, juga kreatif dalam mengikuti UKK. Kemampuan untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah bahkan masuk ke dalam kategori <em>Higher Order Thinking Skills</em> dengan bobot penilaian sebesar 30%. Karena UKK tahun ini dilakukan secara daring, kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi pun mutlak dimiliki,” ungkap <strong>Pito Sujatmiko</strong>, <strong>Direktur PT Sugyo Indonesia, </strong>mitra Samsung dalam menerapkan UKK bersama sekolah pelaksana program STI<strong>.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain kompetensi umum, yang menjadi penilaian pada UKK program STI adalah standar kompetensi minimum sesuai kelas kurikulum pendidikan perbaikan elektronika yang dipilih: <em>Home Appliances</em> (HA), <em>Audio Video</em> (AV), dan <em>Hand Held Product</em> (HHP).  Adapun standar kompetensi minimum yang menjadi ketentuan adalah pengetahuan dasar produk, elektronika dasar, kemampuan membaca skema diagram elektonika, serta angkat pasang komponen. Menerapkan komposisi sebanding antara teori dan praktik, kegiatan UKK yang merupakan syarat kelulusan bagi siswa SMK ini, diuji dan dinilai oleh para ahli dan akademisi mitra Samsung dari <strong>Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Kemendikbud-Ristek RI</strong>. Tercatat, sebanyak 1.000 orang siswa angkatan 2018 yang mengikuti UKK dan akan lulus di tahun ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Konsistensi Samsung dalam membangun kompetensi siswa dengan program STI, selain sejalan dengan program <em>link and match</em> yang digaungkan pemerintah, juga menjadi bukti nyata keunggulan dalam menjadikan SMK sebagai lembaga pendidikan yang mampu memenuhi permintaan tenaga kerja sesuai standarisasi industri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami berharap, sinergi yang terjalin sejak 2013, baik dengan pemerintah maupun SMK mitra, mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan membuat terobosan dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia. Sehingga di masa depan, keterserapan tenaga kerja lulusan SMK juga dapat bertambah dengan pesat,” tutup Ennita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut mengenai <em>Corporate Social Responsibility </em>Samsung, kunjungi <a href="http://csr.samsung.com/">http://csr.samsung.com.</a></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
			</channel>
</rss>
