<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><?xml-stylesheet title="XSL_formatting" type="text/xsl" href="https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss.xsl"?><rss version="2.0"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
	<channel>
		<title>Samsung Tech Insititute &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
		<atom:link href="https://news.samsung.com/id/tag/samsung-tech-insititute/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>https://news.samsung.com/id</link>
        <image>
            <url>https://img.global.news.samsung.com/image/newlogo/logo_samsung-newsroom_id.png</url>
            <title>Samsung Tech Insititute &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
            <link>https://news.samsung.com/id</link>
        </image>
        <currentYear>2023</currentYear>
        <cssFile>https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss_xsl.css</cssFile>
		<description>What's New on Samsung Newsroom</description>
		<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 16:54:16 +0000</lastBuildDate>
		<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
					<item>
				<title>Uji Kompetensi Keahlian Samsung Tech Institute di SMK  Mendukung Peningkatan Kualitas Lulusan</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/uji-kompetensi-keahlian-samsung-tech-institute-di-smk-mendukung-peningkatan-kualitas-lulusan?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Sun, 26 Mar 2023 07:00:20 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Tech Insititute]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3yTGX1a</guid>
									<description><![CDATA[Samsung Tech Institute (STI) memfasilitasi pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Hand Held Product (HHP) yang diikuti oleh ribuan siswa Sekolah Menengah]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Samsung Tech Institute (STI) memfasilitasi pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) <em>Hand Held Product</em> (HHP) yang diikuti oleh ribuan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas 12 siswa program STI. Para peserta yang dinyatakan kompeten sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh akan mendapatkan sertifikat kelulusan Program STI.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>UKK HHP 2023 dilaksanakan dari tanggal 9 Maret 2023 hingga 13 April 2023 mendatang. Berbeda dengan pelaksanaan UKK pada 2022 yang hanya berfokus pada kompetensi teknisi HHP, tahun ini Program STI menambahkan pilihan untuk promotor HHP. Para peserta diperbolehkan untuk mengikuti salah satu kompetensi yang ditawarkan atau keduanya. Total peserta mendaftar UKK HHP tahun ini adalah sebanyak 1.156 siswa  dari 37 SMK di berbagai daerah di Indonesia, terdiri dari 816 siswa yang mengikuti UKK teknisi HHP, 227 siswa mengikuti UKK promotor HHP, dan 113 siswa mengikuti UKK HHP teknisi dan promotor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia,</strong> mengatakan penyelenggaraan UKK untuk peserta SMK STI adalah kelanjutan komitmen Samsung untuk memajukan pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya untuk mencetak tenaga teknisi dan promotor yang mumpuni dan dibutuhkan industri. “Digitalisasi sudah semakin merata di setiap bagian dari hidup kita. Smartphone menjadi kebutuhan setiap orang sebagai perangkat utama yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menghubungkan dengan berbagai perangkat. Hal ini melahirkan kebutuhan atas tenaga teknisi dan promotor yang andal. Untuk itulah program STI kami kembangkan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi lebih bagi talenta-talenta teknisi dan promotor sesuai dengan kebutuhan industri ini,” kata Ennita Pramono.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelaksanaan UKK HHP dilaksanakan dengan ujian teori dan praktik sehingga betul-betul melahirkan lulusan SMK STI yang piawai secara teori dan praktik. Untuk ujian teori, para peserta dalam waktu 60 menit harus menjawab 25 soal pilihan ganda dengan tingkat kesulitan 30% kategori mudah, 40% kategori sedang, dan 30% HOTS (High Order Thinking Skill). Sedangkan untuk ujian praktik, akan diuji langsung oleh tim dari BBPPPMPVP BOE (Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika) Malang di bawah naungan KEMENDIKBUD RISTEK, tim Support Teknisi dari Samsung Service Center, dan tim Retail dari Mobile Xperience Samsung. Untuk UKK teknisi HHP, bahan prakteknya adalah SUB Printer Board Assembly (SUB PBA) yang disupport oleh Samsung Service Center yang terdekat dengan sekolah mereka. Sementara untuk UKK promotor dilakukan langsung oleh tim Galaxy Master Samsung terdekat dari lokasi sekolah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Dr. Drs. Wardani Sugiyanto, M.Pd., </strong>mengapresiasi program STI dan pelaksanaan UKK sebagai salah satu model pembelajaran <em>link and match</em> antara SMK dan dunia usaha untuk mencetak talenta dengan kompetensi tinggi. ”Tantangan yang dihadapi industri saat ini adalah sulitnya mendapatkan talenta dengan kompetensi yang berkualitas. Oleh sebab itu, pemerintah akan terus mendorong kolaborasi yang positif seperti ini untuk meningkatkan upaya pengembangan tenaga kerja berbasis kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ucap Wardani.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dalam revitalisasi SMK dibutuhkan sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan SMK. “Salah satu kendala lulusan SMK untuk bisa langsung bekerja adalah kurangnya kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk di industri smartphone. Kami berharap Samsung akan terus konsisten dalam memberikan kontribusinya mendorong penciptaan tenaga kerja muda yang berkualitas dan siap kerja,” tambah Wardani.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Didirikan sejak 2013, Samsung Tech Institute bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan sekolah kejuruan (SMK) agar memiliki keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Program STI meliputi kurikulum STI (Hand Held Product, Audio Video, dan Home Appliance), <em>training of trainers </em>untuk para guru, sinkronisasi kurikulum, uji keterampilan dan kompetensi (UKK), penyelarasan kurikulum, dan praktik kerja lapangan (PKL) serta kesempatan kerja. Sekolah yang mengikuti program STI akan memiliki fasilitas standar seperti kelas belajar beserta infra pendukung, produk untuk praktek, serta peralatan dan perlengkapan pendukung lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kompetensi Keahlian SMK yang diselaraskan dengan Program STI adalah Teknik Elektronika Industri, Teknik Elektronika Komunikasi, Teknik Komputer &amp; Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknik Audio Video. Hingga saat ini Program STI telah memiliki total 75 SMK penerima manfaat yang terdiri dari 10 STI Pilot dan 65 STI Mandiri. STI Mandiri adalah sekolah yang berinvestasi sendiri untuk menerapkan kurikulum STI bekerja sama dengan Samsung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut mengenai <em>Corporate Social Responsibility </em>Samsung, bisa dilihat di <a href="http://csr.samsung.com">http://csr.samsung.com</a> atau dapat mengunjungi <a href="https://news.samsung.com/id/uji-kompetensi-keahlian-samsung-tech-institute-di-smk-mendukung-peningkatan-kualitas-lulusan">news.samsung.com/id.</a></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Cerita Jujur Para Lulusan Sekolah Mitra Samsung Tech Institute</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/cerita-jujur-para-lulusan-sekolah-mitra-samsung-tech-institute?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Fri, 05 Aug 2022 09:23:40 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Manusia & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Corporate Citizenship]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Tech Insititute]]></category>
		<category><![CDATA[SMK]]></category>
		<category><![CDATA[STI]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3P94zEY</guid>
									<description><![CDATA[Prospek kerja yang lebih cerah bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membuat minat masyarakat menyekolahkan anaknya di sekolah vokasi meningkat. Riset1]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Prospek kerja yang lebih cerah bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membuat minat masyarakat menyekolahkan anaknya di sekolah vokasi meningkat. Riset<span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span> yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2021 lalu menunjukkan bahwa 82% responden tertarik melanjutkan pendidikan ke SMK karena peluang kerja yang bagus (57,8%) dan pilihan jurusan yang banyak (51,95%).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendidikan vokasi seperti SMK memang dirancang untuk menghasilkan lulusan siap kerja. Tapi tanpa kompetensi yang mumpuni, lulusan SMK hanya makin menyumbang angka pengangguran terbuka yang saat ini sudah terbilang tertinggi (10,38%), menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022<span style="font-size: small;"><sup>2</sup></span>. Peningkatan kualitas pendidikan vokasi menjadi kunci untuk mengurangi pengangguran dan pemerintah mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri untuk mencetak tenaga kerja muda yang berkompetensi tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Electronics Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang berkomitmen untuk turut berkontribusi meningkatkan kualitas dunia pendidikan vokasi di Indonesia melalui program Samsung Tech Institute (STI). STI melalui mitra sekolah kejuruan dan setara sekolah menengah memberikan kesempatan bagi para siswa untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta mampu memperbesar peluang kerja ketika mereka lulus. Inisiatif ini sekaligus mendukung program <em>link and match</em> yang digaungkan oleh pemerintah sejak tahun 2017.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk menyerap lulusan, Samsung Tech Institute juga bekerja sama dengan mitra Samsung untuk memfasilitasi Program Kerja Lapangan, yang selanjutnya akan memberikan peluang bagi para siswa untuk mengikuti proses rekrutmen. Lulusan STI yang berhasil melewati proses ini mengakui bahwa materi yang dilatih di STI memang sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Khaerun Nisa</strong>, promotor di SPS Digi Store Makassar, Sulawesi Selatan, yang merupakan alumni STI dari SMK Negeri 10 Makassar, mengatakan berbagai materi yang dipelajari semasa belajar STI bisa diaplikasikan dengan baik saat dia bekerja. “Di STI kami belajar cara melayani pelanggan, bagaimana <em>attitude</em> saat berhadapan dengan pelanggan, dan juga <em>training</em> mengenai produk-produk Samsung, sehingga ketika pelanggan bertanya, saya bisa merekomendasikan produk Samsung yang paling cocok dengan kebutuhan mereka,” ujar Nisa. Tak heran bila Nisa selalu mencapai target yang diberikan di mana pun dia ditempatkan. Sebelum direkrut menjadi promotor, Nisa terlebih dahulu mengikuti program PKL <em>In-store</em> di salah satu mitra Samsung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program STI pun tidak pandang bulu, memberikan peluang bekerja bagi siapa saja di bidang yang bahkan dipandang ‘tak lazim’.  Contohnya pengalaman <strong>Salma Oktaviani,</strong> tenaga SVC di Samsung Service Center Mall Ambassador, Jakarta. Alumni STI dari SMK Negeri 1 Cimahi ini mengakui bahwa tenaga teknisi memang mayoritas laki-laki. Tapi itu tak menyurutkan minat Salma untuk menggeluti bidang yang disukainya itu. “Di sekolah kan <em>basic</em>-nya juga memang teknik. Kendala dan tantangan pasti ada, tapi di STI kami sudah belajar mengenai produk Samsung, cara kerja <em>smartphone,</em> bongkar-pasang, dan lain sebagainya. Apa yang dikerjakan sekarang sudah dipelajari dasarnya di STI dan dikembangkan di sini,” kata Salma.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini jumlah SMK baik negeri dan swasta di Indonesia, menurut catatan BPS  mencapai 14.198 sekolah dengan total siswa mencapai 5 juta lebih siswa. Namun sebagai penyumbang angka pengangguran terbuka yang tinggi, masih panjang jalan sekolah vokasi untuk menjadi solusi mengatasi masalah pengangguran. <strong>Kiki Yuliati, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbud RI</strong> mengatakan, “Peningkatan kualitas pendidikan vokasi di SMK adalah kunci untuk mengurangi pengangguran, salah satunya melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Kami mengapresiasi langkah konsisten Samsung melalui program Samsung Tech Institute untuk mencetak lulusan SMK yang siap kerja dengan bekal keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kami yakin, jika langkah ini bisa diikuti lebih banyak perusahaan, dunia pendidikan vokasi di Indonesia akan mampu mencetak anak-anak muda yang handal dan siap kerja, bukan penyumbang angka pengangguran.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdiri sejak 2013 dengan nama Rumah Belajar Samsung, program STI disempurnakan pada 2017 dengan memperkaya kurikulum dan memperluas target penerima manfaat yaitu SMK di Indonesia guna menghasilkan lulusan yang dapat diserap langsung oleh industri. SMK yang menjadi mitra STI harus memiliki paling tidak satu dari empat jurusan: Teknik Komputer, Teknik Audio Video, Teknik Elektronika, dan Rekayasa Perangkat Lunak. Para mitra ini akan mendapatkan beberapa keuntungan berupa kurikulum sinkronikasi, <em>guest lecture</em>, TOT (guru), PKL (<em>service center</em> &amp; <em>in-store</em>), peluang kandidat pegawai berdasarkan kebutuhan industri, serta panduan sarana dan prasarana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Siswa di Samsung Tech Institute juga berkesempatan mendapatkan pelatihan <em>coding</em> dan <em>prog</em><em>r</em><em>amming</em> melalui program Samsung Innovation Campus (SIC). Mereka yang lolos sampai fase <em>bootcamp</em> akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan, sertifikat PKL, dan pelatihan bagi para guru pembimbing. Sebanyak 62% siswa lulusan STI tahun ini langsung diserap dunia kerja. Sebanyak 22% termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dan sisanya, memutuskan untuk berwirausaha berbekal pengetahuan dan pengalaman kerja yang mereka dapatkan. Hal ini menunjukkan bahwa program STI sangat relevan dengan kebutuhan industri dan menghasilkan lulusan yang siap kerja maupun berwirausaha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kurun waktu 2017-2022 Samsung Tech Institute sudah meluluskan total 4.106 siswa. Khusus tahun 2022, Samsung Tech Institute meluluskan sebanyak 1.370 siswa dari 42 SMK di seluruh Indonesia melalui Uji Kompetensi Keahlian (UKK), yang dilaksanakan pada Maret-Juni 2022. Selain kompetensi umum yang menjadi penilaian ada beberapa standar kompetensi minimum sesuai kelas kurikulum pendidikan perbaikan elektronika yang dipilih, di antaranya adalah Home Appliances (HA), Audio Video (AV) dan Handheld Product (HHP). Adapun standar kompetensi minimum mencakup pengetahuan dasar produk, elektronika dasar, kemampuan membaca skema diagram elektronika, angkat pasang komponen. Penilaian UKK dilakukan oleh para ahli dan akademisi mitra Samsung dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika dari Kemendikbud-Ristek.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tantangan SMK di Indonesia saat ini adalah bagaimana menjawab tantangan dunia kerja dengan mencetak lulusan yang siap kerja. Itulah sebabnya, sejak tahun 2017 Samsung merancang program Samsung Tech Institute yang sesuai dengan kebutuhan sekolah kejuruan di Indonesia dalam meningkatkan kompetensi siswa dan para tenaga pendidiknya melalui kurikulum, pengajaran, training guru, Praktik Kerja Lapangan, dan bahkan peluang perekrutan di Samsung dan mitranya sehingga begitu lulus alumni STI bisa langsung bekerja. Dari 4.106 siswa penerima manfaat STI, 50% telah lulus dan bekerja,” tutup <strong>Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut mengenai <em>Corporate Social Responsibility </em>Samsung bisa dilihat di <a href="http://csr.samsung.com">http://csr.samsung.com.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span><span style="font-size: small;"> <a href="https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/04/minat-masyarakat-terhadap-pendidikan-vokasi-cukup-tinggi">https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/04/minat-masyarakat-terhadap-pendidikan-vokasi-cukup-tinggi</a> </span></p>
<p><span style="font-size: small;"><sup>2</sup></span><span style="font-size: small;"><a href="https://www.bps.go.id/website/materi_ind/materiBrsInd-20220509115801.pdf">https://www.bps.go.id/website/materi_ind/materiBrsInd-20220509115801.pdf</a> </span></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
			</channel>
</rss>
