<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><?xml-stylesheet title="XSL_formatting" type="text/xsl" href="https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss.xsl"?><rss version="2.0"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
	<channel>
		<title>SFT 2026 &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
		<atom:link href="https://news.samsung.com/id/tag/sft-2026/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>https://news.samsung.com/id</link>
        <image>
            <url>https://img.global.news.samsung.com/image/newlogo/logo_samsung-newsroom_id.png</url>
            <title>SFT 2026 &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
            <link>https://news.samsung.com/id</link>
        </image>
        <currentYear>2026</currentYear>
        <cssFile>https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss_xsl.css</cssFile>
		<description>What's New on Samsung Newsroom</description>
		<lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2026 09:37:03 +0000</lastBuildDate>
		<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
					<item>
				<title>Samsung Umumkan Pemenang Solve for Tomorrow 2026, Tim BryotechAlpha dan I-SEUNG Raih Juara Pertama</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-umumkan-pemenang-solve-for-tomorrow-2026-tim-bryotechalpha-dan-i-seung-raih-juara-pertama?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 17:41:53 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[AeroSpora]]></category>
		<category><![CDATA[NovaSight]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Solve for Tomorrow]]></category>
		<category><![CDATA[SFT 2026]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4BwTeaP</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Samsung Electronics Indonesia mengumumkan pemenang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 di Jakarta, hari ini. Tim BryotechAlpha dari SMA Negeri 81]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_28299" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-28299" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/29172559/01-Tim-BryotechAlpha-dan-tim-I-SEUNG-juara-pertama-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1000.jpg" alt="Tim BryotechAlpha dari SMA Negeri 81 Jakarta dan tim I-SEUNG dari Universitas Komputer Indonesia sebagai peraih juara pertama Samsung Solve for Tomorrow 2026." width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/29172559/01-Tim-BryotechAlpha-dan-tim-I-SEUNG-juara-pertama-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1000.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/29172559/01-Tim-BryotechAlpha-dan-tim-I-SEUNG-juara-pertama-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1000-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/29172559/01-Tim-BryotechAlpha-dan-tim-I-SEUNG-juara-pertama-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1000-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Tim BryotechAlpha dan tim I-SEUNG, juara pertama Samsung Solve for Tomorrow 2026</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Electronics Indonesia mengumumkan pemenang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 di Jakarta, hari ini. Tim BryotechAlpha dari SMA Negeri 81 Jakarta meraih juara pertama kategori SMA/SMK/MA melalui AeroSpora, sedangkan tim I-SEUNG dari Universitas Komputer Indonesia meraih juara pertama kategori Perguruan Tinggi melalui NovaSight. Samsung Solve for Tomorrow merupakan kompetisi inovasi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) untuk pelajar dan mahasiswa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SFT 2026 menghadirkan tiga tema, yaitu Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan (<em>Sustainability &amp; Environment</em>), Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga (<em>Sport &amp; Technology</em>), serta Transformasi Pendidikan melalui STEM dan AI (<em>Education</em>). Melalui ketiga tema tersebut, peserta didorong untuk mengidentifikasi permasalahan nyata, mengembangkan ide inovatif, dan mengeksplorasi pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (<em>Artificial Intelligence</em>/AI).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tahun ini, SFT 2026 menerima lebih dari 4.000 pendaftar. Sebanyak 2.600 peserta mengikuti <em>Design Thinking Workshop</em>, sebelum 40 tim melaju ke tahap semifinal dan mendapatkan pelatihan teknis <em>AI Amplification</em>. Pada tahap akhir, 10 tim terbaik dari masing-masing kategori SMA/SMK/MA dan Perguruan Tinggi mengikuti penjurian di hadapan dewan juri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi semangat, kreativitas, dan kepedulian yang ditunjukkan para peserta Samsung Solve for Tomorrow 2026. Kami bangga dan terinspirasi melihat generasi muda Indonesia mengubah tantangan di sekitar mereka menjadi ide dan solusi inovatif. Kami berharap pencapaian ini menjadi langkah awal bagi para pemenang untuk terus belajar, mengembangkan inovasi, dan menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat melalui pemanfaatan STEM dan AI,” ujar <strong>Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>AeroSpora, Dinding Lumut Pintar untuk Udara Bersih</h2>
<p>Tim BryotechAlpha dari SMA Negeri 81 Jakarta mengembangkan AeroSpora, dinding lumut pintar yang memurnikan udara secara alami dengan dukungan <em>Internet of Things</em> (IoT) dan AI. Inovasi ini berangkat dari masalah polusi udara di Jakarta. Tim mencatat konsentrasi PM2.5 di Jakarta mencapai 41 µg/m³ pada Oktober 2026, atau sekitar 2,5 kali lipat di atas batas aman harian WHO sebesar 15 µg/m³.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_28300" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-28300" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/29173242/02-Tim-BryotechAlpha-dari-SMA-Negeri-81-Jakarta-mengembangkan-AeroSpora-inovasi-dinding-lumut-pintar-berbasis-IoT-dan-AI-untuk-menyaring-udara-1000.jpg" alt="" width="1000" height="562" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/29173242/02-Tim-BryotechAlpha-dari-SMA-Negeri-81-Jakarta-mengembangkan-AeroSpora-inovasi-dinding-lumut-pintar-berbasis-IoT-dan-AI-untuk-menyaring-udara-1000.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/29173242/02-Tim-BryotechAlpha-dari-SMA-Negeri-81-Jakarta-mengembangkan-AeroSpora-inovasi-dinding-lumut-pintar-berbasis-IoT-dan-AI-untuk-menyaring-udara-1000-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/29173242/02-Tim-BryotechAlpha-dari-SMA-Negeri-81-Jakarta-mengembangkan-AeroSpora-inovasi-dinding-lumut-pintar-berbasis-IoT-dan-AI-untuk-menyaring-udara-1000-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Tim BryotechAlpha dari SMA Negeri 81 Jakarta mengembangkan AeroSpora, inovasi dinding lumut pintar berbasis IoT dan AI untuk menyaring udara.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>AeroSpora memanfaatkan lumut sebagai penyaring udara alami. Sensor pada perangkat ini memantau suhu, kelembaban udara, kelembaban media tanam, dan kadar debu PM2.5 secara <em>real-time</em>. Model TinyML pada mikrokontroler ESP32-S3 memprediksi risiko kekeringan lumut, lalu sistem pengabutan otomatis menjaga kelembabannya. Sistem ini juga memanfaatkan air kondensasi AC sebagai sumber air pengabutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengguna dapat memantau seluruh data melalui V.E.R.A (Visual Environment Real-time Analytics), stasiun pemantau dari tablet bekas yang juga menyediakan <em>chatbot</em> edukatif AeroSpora AI. Perangkat berukuran 120 x 50 cm ini membutuhkan daya 15–25 watt dan mampu menjangkau ruangan seluas 50–80 m².</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>NovaSight, Aplikasi Matematika Inklusif untuk Siswa Tunanetra</h2>
<p>Tim I-SEUNG dari Universitas Komputer Indonesia mengembangkan NovaSight, aplikasi pembelajaran matematika inklusif berbasis AI untuk siswa tunanetra. Tim menemukan masalah ini melalui wawancara di SLB Negeri A Citeureup, Cimahi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_28301" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-28301" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/29173352/03-Tim-I-SEUNG-dari-Universitas-Komputer-Indonesia-menghadirkan-NovaSight-aplikasi-pembelajaran-matematika-berbasis-AI-yang-dirancang-untuk-mendukung-siswa-tunanetra-1000.jpg" alt="Tim I-SEUNG dari Universitas Komputer Indonesia menghadirkan NovaSight, aplikasi pembelajaran matematika berbasis AI yang dirancang untuk mendukung siswa tunanetra." width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/29173352/03-Tim-I-SEUNG-dari-Universitas-Komputer-Indonesia-menghadirkan-NovaSight-aplikasi-pembelajaran-matematika-berbasis-AI-yang-dirancang-untuk-mendukung-siswa-tunanetra-1000.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/29173352/03-Tim-I-SEUNG-dari-Universitas-Komputer-Indonesia-menghadirkan-NovaSight-aplikasi-pembelajaran-matematika-berbasis-AI-yang-dirancang-untuk-mendukung-siswa-tunanetra-1000-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/29173352/03-Tim-I-SEUNG-dari-Universitas-Komputer-Indonesia-menghadirkan-NovaSight-aplikasi-pembelajaran-matematika-berbasis-AI-yang-dirancang-untuk-mendukung-siswa-tunanetra-1000-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Tim I-SEUNG dari Universitas Komputer Indonesia menghadirkan NovaSight, aplikasi pembelajaran matematika berbasis AI yang dirancang untuk mendukung siswa tunanetra</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Siswa tunanetra masih kesulitan memahami grafik dan diagram dalam materi matematika, sedangkan guru kesulitan menilai langkah pengerjaan soal mereka. Berdasarkan data Kemendikdasmen, sebanyak 4.229 siswa tunanetra bersekolah di SLB di seluruh Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NovaSight memiliki lima fitur utama. Annoter mengubah modul matematika menjadi teks naratif agar pembaca layar dapat membacanya secara utuh. Scriber membantu siswa mencatat langkah penyelesaian soal melalui <em>keyboard</em> yang kompatibel dengan pembaca layar. Clarifier menjawab pertanyaan siswa berdasarkan modul pembelajaran dan sumber terpercaya. Quizzer membantu guru menyusun soal beserta kunci jawaban, sedangkan Evaluaizer menganalisis langkah pengerjaan siswa untuk menemukan kesalahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam uji coba, siswa tunanetra menjawab benar 4 dari 5 soal secara mandiri dalam waktu 15 menit tanpa pendampingan guru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Samsung Dorong Generasi Muda Menjadi Problem Solver</h2>
<p>Bagi Samsung, Solve for Tomorrow merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengenali tantangan di sekitar mereka dan membangun pola pikir sebagai problem solver. Sepanjang program, peserta mendapatkan pelatihan Design Thinking, pelatihan AI, serta pendampingan dari mentor. Pembekalan tersebut mengasah keterampilan, yaitu komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Assoc. Prof. Suparto, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, </strong>mengapresiasi program Samsung Solve for Tomorrow 2026. “Selama ini, banyak pihak menganggap Indonesia sebagai negara pemakai teknologi. Melalui Samsung Solve for Tomorrow, generasi muda Indonesia membuktikan kemampuan mereka dalam melahirkan ide-ide unik. Kita perlu menyiapkan potensi tersebut secara terarah agar terus berkembang. Saya berharap ada lembaga lain seperti Samsung yang bersedia jadi orkestrator muncul innovator muda,” ujar Suparto.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suparto juga menekankan pentingnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Pendidikan tinggi kini menilai keberhasilan dari karya nyata yang dimanfaatkan masyarakat, bukan hanya dari jumlah jurnal terindeks. Kami berharap inovasi generasi muda dapat mendorong pembangunan dan menyelesaikan berbagai masalah di daerah. Kami juga melihat talenta inovatif di berbagai daerah, tidak hanya di Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta,” tambah Suparto.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Yuli Haryanto, S.E., M.Si., Direktur Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, </strong>mengatakan, “Keberhasilan pendidikan tidak hanya terlihat dari apa yang dipelajari siswa, tetapi juga dari bagaimana mereka menggunakan pengetahuan untuk menjawab tantangan nyata. Kami mengapresiasi Samsung Solve for Tomorrow 2026 sebagai kompetisi yang mendorong generasi muda, khususnya siswa SMA mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap kompetisi ini menginspirasi lebih banyak siswa untuk berani mengembangkan ide, berkolaborasi, dan menghasilkan solusi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pak Yuli turut mengapresiasi para pemenang Samsung Solve for Tomorrow 2026. “Kami berharap pencapaian ini memotivasi mereka untuk terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi dan menginspirasi lebih banyak siswa untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yuli.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Dari Kompetisi Menuju Pengembangan Inovasi</h2>
<p><strong>Regia Qolbu Rivita Atmowidjaja, perwakilan tim I-SEUNG, </strong>mengatakan, “Ide inovasi ini berawal dari kepedulian kami terhadap siswa tunanetra yang kesulitan memahami grafik dan diagram matematika. Melalui Samsung Solve for Tomorrow, kami belajar untuk mengembangkan ide tersebut menjadi solusi yang lebih matang, sekaligus memahami pentingnya kolaborasi dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kemenangan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menyempurnakan NovaSight agar dapat memberikan manfaat nyata bagi lebih banyak siswa,” ujar Regia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, <strong>Azkeanu Rhesa Ramadhan, perwakilan tim BryotechAlpha</strong>, mengungkapkan, “Kami ingin menghadirkan udara yang lebih bersih bagi warga Jakarta melalui perpaduan alam dan teknologi. Samsung Solve for Tomorrow memberikan pengalaman berharga bagi kami untuk berani berpikir lebih jauh. Selama program, kami juga mendalami STEM, AI, dan kerja sama tim,” ujar Keanu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui semangat “Together for Tomorrow! Enabling People”, Samsung berharap Solve for Tomorrow terus mendorong generasi muda untuk bereksperimen dan menciptakan solusi yang bermanfaat. Samsung juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, dan para praktisi untuk menumbuhkan lebih banyak inovator muda Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Informasi lebih lanjut mengenai Samsung Solve for Tomorrow tersedia di <a href="https://news.samsung.com/id/" target="_blank" rel="noopener">news.samsung.com/id</a>.</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/bukan-sekadar-jago-ai-anak-muda-di-samsung-solve-for-tomorrow-2026-belajar-menemukan-masalah-yang-tepat-untuk-diselesaikan?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 15:00:19 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[AI Amplification]]></category>
		<category><![CDATA[SFT 2026]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4xwktjH</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Ketika Artificial Intelligence (AI) semakin mudah digunakan, kemampuan menggunakan AI saja tidak lagi cukup. Tantangan berikutnya bagi generasi muda]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_27478" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-27478" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131628/01-Tim-Labmino-pemenang-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-dan-Global-Ambassador-1000px.jpg" alt="Tim Labmino, pemenang Samsung Solve for Tomorrow 2025 sekaligus Global Ambassador, sedang memegang RunSight, project berbasis AI yang berangkat dari empati terhadap pelari tunanetra." width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131628/01-Tim-Labmino-pemenang-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-dan-Global-Ambassador-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131628/01-Tim-Labmino-pemenang-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-dan-Global-Ambassador-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131628/01-Tim-Labmino-pemenang-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-dan-Global-Ambassador-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Tim Labmino, pemenang Samsung Solve for Tomorrow 2025 dan Global Ambassador</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika Artificial Intelligence (AI) semakin mudah digunakan, kemampuan menggunakan AI saja tidak lagi cukup. Tantangan berikutnya bagi generasi muda adalah menentukan masalah yang tepat untuk diselesaikan, memahami siapa yang membutuhkan solusinya, serta memilih teknologi yang benar-benar relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi generasi muda yang ingin menciptakan inovasi, memiliki ide dan mengetahui teknologi terbaru merupakan langkah awal. Namun, solusi yang memberikan dampak membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Dibutuhkan pula kemampuan untuk melihat permasalahan dari perspektif pengguna, memahami data yang tersedia, serta menentukan apakah AI memang menjadi pendekatan yang tepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebutuhan akan kemampuan tersebut menjadi semakin relevan seiring pemanfaatan AI yang terus berkembang, termasuk dalam dunia pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) turut mendorong pemanfaatan AI dan coding sebagai bagian dari transformasi pendidikan. Dalam Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14, Kemendikdasmen menyampaikan bahwa AI dan coding telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas lima SD, dengan penerapan yang terus diperkuat melalui pelatihan guru serta penyediaan sarana dan prasarana.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal ini menjadi bagian dari pembelajaran dalam <strong>Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026</strong>, program berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) yang mendorong generasi muda untuk mengembangkan solusi terhadap berbagai permasalahan di masyarakat. Memasuki tahap semifinal, sebanyak <strong>296 peserta dari 80 tim</strong> mengikuti pelatihan teknis <strong>AI Amplification</strong>, setelah melalui proses seleksi dari sekitar 4.000 pendaftar awal dan 2.600 peserta Design Thinking Workshop.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Sebelum Menggunakan AI, Kenali Dulu Masalahnya</h2>
<p>Di tengah semakin mudahnya akses terhadap AI, salah satu tantangan dalam mengembangkan inovasi adalah kecenderungan untuk memulai dari teknologi: “AI apa yang bisa digunakan?” Padahal, proses pengembangan solusi yang relevan perlu dimulai dari pertanyaan yang lebih mendasar: “Masalah apa yang ingin diselesaikan?”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendekatan inilah yang menjadi salah satu fokus dalam AI Amplification. Peserta tidak langsung diarahkan untuk memilih teknologi AI, tetapi terlebih dahulu belajar mengidentifikasi permasalahan, memahami pengguna yang terdampak, menentukan kebutuhan data, memilih pendekatan AI, serta menetapkan tujuan dan output solusi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan Samsung Solve for Tomorrow di Indonesia, pelatihan teknis pada tahap semifinal juga menggunakan format hybrid. Pengajar memberikan sesi pelatihan secara langsung dari kantor Samsung Indonesia, sementara peserta mengikuti pembelajaran secara <em>online.</em> Sebanyak 80 tim semifinalis mengikuti rangkaian pelatihan teknis AI Amplification pada 14, 15, 22, dan 23 Agustus 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_27479" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-27479" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131830/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1000px.jpg" alt="Mentor memaparkan materi Roadmap Pengembangan Inovasi AI di depan layar presentasi, sementara peserta Samsung Solve for Tomorrow 2026 mengikuti secara online melalui layar video conference di kantor Samsung Indonesia." width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131830/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131830/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131830/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Rahmat Fajri, AI Engineer, memaparkan materi &#8220;Roadmap Pengembangan Inovasi AI&#8221; dalam sesi Pelatihan Teknis AI Amplification di Samsung Solve for Tomorrow 2026 secara Hybrid</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dalam mengembangkan solusi berbasis AI, peserta perlu memahami bahwa teknologi bukanlah titik awal. Mereka perlu terlebih dahulu mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan pengguna, dan melihat data yang tersedia. Dari sana, peserta dapat menentukan apakah AI memang dibutuhkan dan pendekatan apa yang paling sesuai,” ujar <strong>Rahmat Fajri, AI Engineer dan pengajar Technical AI Amplification Samsung Solve for Tomorrow 2026.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Dari “Punya Ide” Menjadi “Punya Solusi”</h2>
<p>Pembelajaran tersebut kemudian diterapkan langsung pada proyek masing-masing peserta. Melalui sesi hands-on dan tanya jawab, peserta menganalisis permasalahan, menentukan kebutuhan data, memilih kategori AI, menetapkan tujuan dan output, serta mempertimbangkan dampak dari solusi yang mereka kembangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan proses tersebut, peserta belajar melihat pengembangan inovasi dari perspektif yang berbeda. Ide tidak lagi berhenti pada pertanyaan apakah sebuah teknologi dapat dibuat, tetapi berkembang menjadi pertanyaan apakah solusi tersebut benar-benar dibutuhkan oleh pengguna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Di awal, banyak peserta datang dengan ide dan langsung ingin menggunakan teknologi AI tertentu. Setelah mengikuti pembelajaran, mereka mulai memahami pertanyaan yang perlu dijawab terlebih dahulu: apa masalahnya, siapa penggunanya, data apa yang tersedia, dan apakah AI merupakan solusi yang tepat. Perubahan mindset ini sangat penting dalam mengembangkan solusi berbasis AI,” ujar Rahmat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah memahami permasalahan dan cakupan solusi, peserta mempelajari AI development pipeline untuk mengembangkan prototype AI. Materinya mencakup pengolahan data, pemilihan dan pengembangan model, evaluasi hasil, <em>fine-tuning,</em> serta <em>transfer learning</em>. Peserta juga mempelajari integrasi AI ke dalam produk melalui pendekatan Edge AI dan Cloud AI, sebelum menggunakan pemahaman tersebut untuk menyempurnakan Concept Paper masing-masing.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada sesi pertama, peserta juga diperkenalkan pada berbagai teknologi dan pendekatan AI, mulai dari Artificial Intelligence, Machine Learning, Deep Learning, Generative AI, Computer Vision, Natural Language Processing (NLP), predictive AI, hingga sensor-based AI, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan demikian, peserta tidak hanya mempelajari cara menggunakan dan mengembangkan AI, tetapi juga bagaimana menentukan kapan AI dibutuhkan dan bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan solusi yang relevan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Skill AI Bukan Hanya tentang Teknologi</h2>
<p>Kemampuan mengembangkan solusi berbasis AI membutuhkan perpaduan antara keterampilan teknis dan kemampuan memahami permasalahan. Seorang inovator perlu mampu melihat kebutuhan pengguna, bekerja dengan data, memilih pendekatan teknologi, serta mengkomunikasikan solusi yang dikembangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena itu, Samsung Solve for Tomorrow juga mendorong pengembangan problem solving, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi, selain keterampilan teknis. Peserta tidak hanya mengembangkan ide berbasis teknologi, tetapi juga memahami bagaimana inovasi dapat memberikan manfaat bagi pengguna dan lingkungan di sekitarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendekatan tersebut membantu generasi muda melihat AI bukan sekadar teknologi yang sedang berkembang, tetapi sebagai salah satu alat yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata ketika diterapkan secara tepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Samsung Solve for Tomorrow Dorong Generasi Muda Mengubah Masalah Menjadi Inovasi</h2>
<p>Melalui Samsung Solve for Tomorrow, Samsung memberikan kesempatan kepada siswa dan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan STEM sekaligus keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk AI.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Generasi muda punya potensi besar. Tugas kami adalah memberi mereka ruang, keterampilan STEM dan AI, dan kesempatan untuk menjawab tantangan nyata. Karena kami percaya, inovasi tidak lahir dari teknologi semata, tetapi dari keberanian untuk melihat masalah dengan cara yang berbeda,” ujar <strong>Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Bukan sekadar bisa membuat, tapi tahu apa yang perlu dibuat. Melalui tahap semifinal ini, kami tidak hanya mematangkan ide para peserta, tetapi juga menyiapkan mereka menjadi penggerak inovasi masa depan,” <strong>tambahnya</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah menyelesaikan AI Amplification, para semifinalis selanjutnya mengikuti sesi mentoring bersama para mentor untuk menyempurnakan solusi mereka. Peserta kemudian akan mengembangkan final paper, prototype, dan pitch video sebelum Samsung mengumumkan 10 tim terbaik dari masing-masing kategori Siswa dan Mahasiswa pada 7 Oktober 2026 untuk melaju ke babak final.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui perjalanan tersebut, Samsung Solve for Tomorrow mendorong generasi muda untuk tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi. Lebih dari itu, peserta diajak untuk lebih peka melihat masalah, memahami kebutuhan pengguna, mengolah data, dan menentukan teknologi yang tepat untuk menghasilkan solusi yang memberikan dampak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan mindset tersebut, AI bukan lagi sekadar teknologi yang digunakan karena sedang berkembang, tetapi menjadi alat untuk mengubah masalah yang ditemukan di sekitar menjadi inovasi yang relevan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a>  Siaran Pers Kemendikdasmen: <a href="https://internal-portal.kemdikbud.go.id/siaran-pers/15828-mendikdasmen-dorong-penguatan-digitalisasi-serta-pemanfaatan-ai-dan-koding-di-14th-ased" target="_blank" rel="noopener">Mendikdasmen Dorong Penguatan Digitalisasi serta Pemanfaatan AI dan Koding di 14th ASED</a></em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
			</channel>
</rss>
