<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><?xml-stylesheet title="XSL_formatting" type="text/xsl" href="https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss.xsl"?><rss version="2.0"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
	<channel>
		<title>SIC 2022 &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
		<atom:link href="https://news.samsung.com/id/tag/sic-2022/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>https://news.samsung.com/id</link>
        <image>
            <url>https://img.global.news.samsung.com/image/newlogo/logo_samsung-newsroom_id.png</url>
            <title>SIC 2022 &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
            <link>https://news.samsung.com/id</link>
        </image>
        <currentYear>2022</currentYear>
        <cssFile>https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss_xsl.css</cssFile>
		<description>What's New on Samsung Newsroom</description>
		<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 16:54:16 +0000</lastBuildDate>
		<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
					<item>
				<title>Cerita Inspiratif Menjadi Inovator Muda dari Siswa Peserta Samsung Innovation Campus 2022</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/cerita-inspiratif-menjadi-inovator-muda-dari-siswa-peserta-samsung-innovation-campus-2022?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Mon, 19 Sep 2022 08:58:43 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Corporate Citizenship]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Innovation Campus]]></category>
		<category><![CDATA[SIC 2022]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3eYrHcS</guid>
									<description><![CDATA[Untuk meningkatkan kapasitas siswa dalam bidang pengembangan Internet of Things (IoT), Samsung menyelenggarakan Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 3 –]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p><span>Untuk meningkatkan kapasitas siswa dalam bidang pengembangan Internet of Things (IoT), Samsung menyelenggarakan Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 3 – 2021/2022  yang memasuki stage ketiga, yaitu IoT Product Development Bootcamp. Ini adalah kontribusi nyata Samsung untuk ikut serta membantu pemerintah meningkatkan kapasitas siswa dan mengakselerasi transformasi digital di Indonesia. </span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span>Teknologi </span>IoT<span> mengalami pertumbuhan yang pesat di Indonesia. Data Kementerian Kominfo</span><a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><span>[1]</span></a> p<span>ada 2022, akan terdapat 400 juta perangkat IoT di Indonesia dan akan menjadi 678 juta perangkat pada 2025 yang didorong oleh teknologi 5G. Laporan World Economic Forum<a href="#_ftn2" name="_ftnref2">[2]</a> bertajuk <em>The Future of Jobs Report 2020</em> menyebutkan, sebanyak 9 persen perusahaan pada 2025 sudah memanfaatkan teknologi IoT. Untuk mengantisipasi hal itu, Kominfo dan Kemendikbudristek<a href="#_ftn3" name="_ftnref3">[3]</a> kemudian mendorong peningkatan kapasitas dunia pendidikan SMA dan SMK dalam pemanfaatan TIK yang berfokus pada teknologi IoT, Big Data, Cloud Computing, Video Based Learning, Virtual Reality, dan Augmented Reality.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia</strong>, mengatakan “<span>Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 3 – 2021/2022 sejalan dengan upaya pemerintah mendorong peningkatan kapasitas guru dalam bidang TIK dan mencetak siswa Indonesia sebagai generasi muda yang menguasai teknologi digital, mampu menghasilkan solusi nyata untuk berbagai permasalahan di komunitas mereka, dan siap bersaing di industri. Kami berharap pengalaman dan keterampilan yang mereka dapatkan di SIC akan bermanfaat bagi masa depan mereka.”</span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span>SIC Batch 3 2021</span>/<span>2022 yang memasuki stage IoT Product Development Bootcamp dirancang untuk mendorong kapasitas siswa menjadi IoT Developer yang terampil dan siap diserap oleh industri, melalui kurikulum yang unik dan sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja (<em>Link and match</em>). Pada tahap <em>bootcamp</em> ini, para siswa diajarkan beberapa materi, diantaranya; <strong>Foundation &amp; Hardware</strong> (IoT), <strong>Networking &amp; Communication Basics</strong> (Raspberry Pi), <strong>Software &amp; Platform</strong> (MongoDB, PyMongo, UBIDOTS). </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ardika Purna Siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang, </strong>mewakili kelompoknya berbagi pengalamannya mengikuti <em>bootcamp</em>. Ardika mengatakan, materi-materi yang diajarkan di <em>bootcamp</em> bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai konsep <em>design thinking</em>, innovation, berpikir kritis, program validation, membuat ide solusi, <em>python course</em>, dan <em>IoT course</em>, yang saling berkaitan dalam menggarap produk IoT.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Produk IoT yang dirancang oleh tim ini adalah <em>smart aquarium</em> yang disebut AQUAThings, dirancang untuk mempermudah mengontrol akuarium ikan hias melalui <em>smartphone</em>. Solusi ini bertumpu pada tiga fitur utama, yaitu IoT pengatur kadar PH air, IoT <em>feeder fish</em>, dan IoT pencahayaan akuarium.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cukup banyak tantangan yang harus mereka hadapi pada fase itu. Diantaranya adalah harus menggunakan bahasa pemrograman yang sama sekali baru dari yang pernah dipelajari, lalu saat merakit dan merangkai komponen perangkat IoT yang terdiri dari sensor-sensor, dan masalah <em>hardware engineering</em>. “Karena produk kami kan berhubungan dengan air, kami sudah sering mengalami konsleting saat perakitan karena sensor-sensornya ada di dalam air sehingga menyebabkan kerugian,” kata Ardika yang bercita-cita menjadi <em>hardware engineer</em> ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ardika berharap SIC periode berikutnya bisa diikuti oleh lebih banyak siswa dan sekolah sehingga lebih banyak yang merasakan manfaat program itu. Melalui SIC Ardika merasa keterampilannya bertambah dan pengertiannya mulai terbuka bahwa <em>hardware engineering</em> ternyata tidak melulu membuat produk macam handphone atau laptop. IoT yang ternyata juga penting karena banyak dibutuhkan orang untuk memecahkan masalah sehari-hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, <strong>Daffa Eka Sujianto siswa dari SMK Al Huda, Kota Kediri Jawa Timur</strong>, mewakili kelompoknya mengatakan materi yang diajarkan di stage <em>bootcamp</em> adalah materi-materi baru, contohnya seperti cara menjalankan sensor dengan program <em>python</em>, mengirim data sensor ke data IoT, cara menjadikan ide menjadi produk melalui tahap perakitan <em>hardware</em> dan pembuatan program. “Kami senang bisa lolos sampai ke <em>stage</em> ini, karena kami belum pernah diajarkan materi-materi seperti itu, jadinya sangat bermanfaat,” kata Daffa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Desain <em>project</em> IoT tim Daffa adalah kacamata yang dilengkapi sensor <em>ultrasonic</em>, GPS, kamera, dan <em>speaker</em> yang bisa memberikan perintah berbelok kepada tuna netra berdasarkan data dari sensor. Kacamata itu diciptakan untuk membantu tuna netra untuk lebih mudah beraktivitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tantangan yang dihadapi saat mengerjakan project itu terjadi pada tahap merakit <em>hardware</em>. Ternyata ada beberapa <em>hardware</em> yang tidak mendukung atau malah tidak tersedia. Selain itu, ada beberapa sensor yang tidak bisa menangkap sinyal, contohnya sensor GPS, sehingga harus membeli perangkat baru. Meski begitu, Ardika mengakui pelatihan ini banyak manfaatnya terutama dalam hal <em>problem solving</em>, sehingga jika ada masalah, bisa diselesaikan dengan tepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Daffa berharap SIC di masa depan bisa menambahkan waktu untuk <em>mentoring</em>. Sebab menurutnya pertemuan dengan mentor itu sangat penting dalam menyelesaikan masalah yang terjadi ketika hendak mewujudkan ide.</p>
<p><span> </span></p>
<p><em>Stage</em> IoT Product Development Bootcamp di SIC<span> Batch 3 – 2021/2022 digelar pada Juni-September 2022. Tahap ini diikuti oleh siswa-siswi yang telah melewati seleksi <em>Stage</em> 2 dengan ide solusi dan nilai terbaik, yakni 100 siswa (25 tim) dari 6 MAN (8 tim) dan 10 SMK (17 tim) yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 100 siswa ini disaring dari 1.000 siswa dari 40 SMK dan 30 MAK/MAK/MAP yang berpartisipasi di SIC Batch 3 – 2021/2022. 1.000 siswa ini adalah mereka yang lolos dari <em>logic test</em> dari 3.000 pendaftar. Para peserta dibimbing oleh para mentor berpengalaman dari Skilvul. </span></p>
<p><span> </span><span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><span>[1]</span></a> <span><a href="https://m.kominfo.go.id/content/detail/38730/siaran-pers-no-444hmkominfo122021-tentang-jawab-tantangan-kependudukan-menkominfo-pengembangan-smart-city-jangkau-dpsp/0/siaran_pers">Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo.go.id)</a></span></p>
<p><a href="#_ftnref2" name="_ftn2"><span>[2]</span></a> <span><a href="https://www.weforum.org/reports/the-future-of-jobs-report-2020/">The Future of Jobs Report 2020 | World Economic Forum (weforum.org)</a></span></p>
<p><a href="#_ftnref3" name="_ftn3"><span>[3]</span></a> <span><a href="https://aptika.kominfo.go.id/2022/05/transformasi-sektor-pendidikan-aptika-sasar-sma-dan-smk-untuk-adopsi-teknologi-digital/">Transformasi Sektor Pendidikan, Aptika Sasar SMA dan SMK untuk Adopsi Teknologi Digital – Ditjen Aptika (kominfo.go.id)</a></span></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Satu Dekade Bersama Ratusan Talenta Digital Indonesia, Samsung Research Indonesia Bangun Talenta Baru Melalui Samsung Innovation Campus</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/satu-dekade-bersama-ratusan-talenta-digital-indonesia-samsung-research-indonesia-bangun-talenta-baru-melalui-samsung-innovation-campus?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Thu, 14 Jul 2022 10:00:55 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Innovation Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Research Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SIC 2022]]></category>
		<category><![CDATA[SRIN]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3NYkRzK</guid>
									<description><![CDATA[Samsung Research Indonesia (SRIN) tahun ini memperingati 10 tahun kiprahnya sebagai pusat riset dan pengembangan Samsung di Indonesia. Satu dekade bersama]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Samsung Research Indonesia (SRIN) tahun ini memperingati 10 tahun kiprahnya sebagai pusat riset dan pengembangan Samsung di Indonesia. Satu dekade bersama dengan ratusan talenta digital Indonesia, SRIN telah mengembangkan berbagai aplikasi dari Samsung dengan memanfaatkan pendekatan <em>local-to-global</em>. Bersama Samsung Electronics Indonesia (SEIN), SRIN juga memainkan perannya membangun talenta-talenta digital muda yang kompeten dan mampu bersaing di Industri 4.0 melalui program Samsung Innovation Campus (SIC).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Risman Adnan, Director of Software R&amp;D, Samsung Research Indonesia mengatakan</strong>, “Dalam membuat dan mengembangkan aplikasi atau program perangkat lunak, SRIN memiliki kemampuan memahami dan memenuhi kebutuhan konsumen yang dilakukan oleh tim riset kami yang kuat. Sejak 10 tahun lalu hingga saat ini SRIN bersama ratusan anak muda Indonesia bertalenta digital berkarya dengan fasilitas laboratorium di bidang layanan aplikasi seluler, AI, IoT, <em>Cloud, dan </em>Data Management, layanan inovasi, hingga inovasi B2B.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selama sepuluh tahun berkiprah di Indonesia, SRIN telah terlibat dalam komersialisasi layanan dan membantu Samsung menjadi satu-satunya pembuat perangkat komunikasi di Indonesia yang memenuhi TKDN dengan aplikasi yang dibuat oleh SRIN, seperti Samsung Gift Indonesia, Samsung Pay Indonesia, Salaam, S-Lime dan App Station <span>untuk perangkat Samsung Galaxy terbaru di pasar regional dan global. Pengembangan aplikasi ini telah dinikmati manfaatnya oleh jutaan konsumen <em>smartphone</em> Samsung di Indonesia.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-4869" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/13212558/Photo-2-Layanan-aplikasi-smartphone-yang-dikembangkan-oleh-Samsung-Research-Indonesia-SRIN-842x563.jpeg" alt="" width="842" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/13212558/Photo-2-Layanan-aplikasi-smartphone-yang-dikembangkan-oleh-Samsung-Research-Indonesia-SRIN-842x563.jpeg 842w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/13212558/Photo-2-Layanan-aplikasi-smartphone-yang-dikembangkan-oleh-Samsung-Research-Indonesia-SRIN-768x514.jpeg 768w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/13212558/Photo-2-Layanan-aplikasi-smartphone-yang-dikembangkan-oleh-Samsung-Research-Indonesia-SRIN-1024x685.jpeg 1024w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2022/07/13212558/Photo-2-Layanan-aplikasi-smartphone-yang-dikembangkan-oleh-Samsung-Research-Indonesia-SRIN.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semua itu bisa diwujudkan melalui penggabungan teknologi, solusi, dan layanan untuk menciptakan produk dan layanan seluler generasi berikutnya, melalui tiga pilar, yaitu membangun R&amp;D yang kompeten dan relevan; melakukan penelitian terapan dan lanjutan dimana pengembangan <em>intellectual property</em> adalah prioritas di SRIN; dan membangun kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai universitas dan korporasi terkemuka yang memiliki keyakinan tentang pentingnya R&amp;D untuk maju dan berkembang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain berkarya bersama talenta digital  Indonesia yang telah bergabung bersama SRIN, SRIN juga berperan dalam membangun dan mengembangkan talenta digital muda baru melalui program SIC. Bersama SEIN, SRIN ikut membina dan mengevaluasi karya-karya para peserta SIC.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia</strong> mengatakan, “Program SIC adalah komitmen Samsung Electronics Indonesia untuk membangun generasi muda yang kompeten dan mampu bersaing di Industri 4.0. Kami menawarkan peluang kepada generasi muda untuk meningkatkan prospek pekerjaan dan mendapatkan pelatihan praktis di bidang teknologi sebagai bekal mereka untuk menembus dunia kerja di tengah keterbatasan sumber daya manusia, khususnya talenta digital yang sangat dibutuhkan dalam masyarakat masa depan.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Data dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa pada tahun 2021 jumlah tenaga kerja di sektor TIK nasional baru sekitar 1 juta orang dan kebutuhan tenaga kerja di sektor ini diproyeksikan bakal terus meningkat hingga tahun 2025, terutama di bidang <em>network operation access</em>, <em>network operation backbone</em>, dan <em>software engineer<span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span> Program SIC sejalan dengan misi Revitalisasi SMK dari Kemendikbud Ristek untuk menciptakan lulusan berkualitas demi menjawab kebutuhan industri yang terus meningkat seiring dengan akselerasi interaksi digital di era Industri 4.0.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui SIC, SRIN dan SEIN terus berkomitmen membekali siswa dan guru serta mendorong pola pikir para peserta dalam merespons permasalahan sosial yang ada di lingkungan sekitarnya dengan <em>project</em> atau solusi digital. Sampai saat ini, program SIC sudah menjangkau 87 sekolah, 1.529 siswa dan 189 guru serta akan terus bertambah di waktu mendatang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Innovation Campus 2021-2022 sendiri sudah memasuki Tahap 3 berupa pelatihan coding dan programing dan juga IoT Pengembangan Produk. Pada Program SIC Batch 3 – 20/21 terdapat 3.076 siswa yang mendaftar, dimana 1.000  siswa terpilih dan 150 guru dapat mengikuti program selanjutnya. Dan pada Batch 3 yang berjalan sekarang ini, telah lulus seleksi 100 peserta/25 tim dan 22 guru pembimbing dari 16 sekolah untuk mengikuti <em>bootcamp</em> pada Tahap 3 yang diadakan pada Juni sampai September 2022, dimana para peserta mengikuti <em>IoT Product Development Bootcamp</em>, <em>pitching workshop &amp; coaching</em>, dan <em>Demo Day/Culminating Event</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Peran SRIN dalam program SIC juga termasuk mengubah cara berpikir siswa. Pengembangan <em>soft skill</em> dan eksplorasi terus-menerus untuk menemukan ide-ide solutif untuk memecahkan masalah di komunitas atau lingkungan di sekitarnya, menjadi target kami dalam memberikan pembelajaran yang lebih sistematis, logis, kritis, dan inovatif. Kami akan terus mendukung SIC untuk mengembangkan teknik mengajar yang inspiratif untuk memicu ketertarikan siswa pada hal-hal baru terutama dalam bidang terkait <em>coding</em> dan <em>programming</em> dan melahirkan solusi-solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Risman Adnan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut mengenai <em>Corporate Social Responsibility </em>Samsung dan SRIN bisa dilihat di <a href="http://csr.samsung.com/">http://csr.samsung.com</a> atau <a href="https://www.samsung.com/id/srin/">samsung.com/id/srin/<span style="text-decoration: underline;">.</span></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span> <span style="font-size: small;"> <a href="https://satudata.kemnaker.go.id/publikasi/69">https://satudata.kemnaker.go.id/publikasi/69</a></span></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
			</channel>
</rss>
