<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><?xml-stylesheet title="XSL_formatting" type="text/xsl" href="https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss.xsl"?><rss version="2.0"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
	<channel>
		<title>STI &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
		<atom:link href="https://news.samsung.com/id/tag/sti/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>https://news.samsung.com/id</link>
        <image>
            <url>https://img.global.news.samsung.com/image/newlogo/logo_samsung-newsroom_id.png</url>
            <title>STI &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
            <link>https://news.samsung.com/id</link>
        </image>
        <currentYear>2025</currentYear>
        <cssFile>https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss_xsl.css</cssFile>
		<description>What's New on Samsung Newsroom</description>
		<lastBuildDate>Fri, 24 Apr 2026 21:12:24 +0000</lastBuildDate>
		<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
					<item>
				<title>Samsung Tech Institute Dukung  Semangat Kemerdekaan Anak Muda</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-tech-institute-dukung-semangat-kemerdekaan-anak-muda?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 10:31:38 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Tech Institute]]></category>
		<category><![CDATA[STI]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4oqUFky</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita diingatkan bahwa makna kemerdekaan kini adalah tentang memberi ruang bagi generasi muda untuk]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_21190" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-21190" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/08/07075419/Peserta-STI-tengah-memperbaiki-smartphone-saat-PKL-di-Samsung-Service-Centre-1000px.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/08/07075419/Peserta-STI-tengah-memperbaiki-smartphone-saat-PKL-di-Samsung-Service-Centre-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/08/07075419/Peserta-STI-tengah-memperbaiki-smartphone-saat-PKL-di-Samsung-Service-Centre-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/08/07075419/Peserta-STI-tengah-memperbaiki-smartphone-saat-PKL-di-Samsung-Service-Centre-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Peserta STI tengah memperbaiki smartphone saat PKL di Samsung Service Centre</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita diingatkan bahwa makna kemerdekaan kini adalah tentang memberi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, mencipta, dan berkontribusi. Ketika mereka diberi kepercayaan untuk bermimpi dan berkembang, di sanalah kemerdekaan menemukan bentuk barunya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selama 12 tahun, Samsung Tech Institute (STI) menjadi bagian dari semangat tersebut. Diluncurkan sejak 2013 oleh Samsung Electronics Indonesia, program ini telah membina <strong>67 SMK</strong>, menjangkau <strong>18.161 murid dan 146 guru</strong> hingga tahun ajaran 2024/2025. STI menawarkan kurikulum berbasis praktik yang dirancang sesuai standar industri, mencakup pelatihan teknis (Handheld Product, Audio Video, Home Appliance), Sales &amp; Marketing, pelatihan guru (Training of Trainers), Guest Lecture oleh profesional Samsung, serta program praktek kerja lapangan (PKL) langsung di Samsung Electronics Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan semangat inklusivitas, STI juga menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya kurang memiliki akses pendidikan vokasi berkualitas, termasuk Indonesia Timur. <strong>Gerald Samuel Mailopuw</strong>, murid dari SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, merasakan langsung manfaatnya, “saya belajar lebih dari sekadar keterampilan teknis komunikasi, kerja sama tim, dan rasa ingin tahu menjadi bekal penting untuk dunia kerja.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Antusiasme murid SMK dalam mengasah keterampilan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan vokasi. Ketika pelatihan tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan industri, lulusan SMK pun lebih cepat terserap ke dunia kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif, lebih dari 81% lulusan SMK berhasil memasuki dunia kerja antara 2022 hingga Agustus 2024<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a>. Angka ini mencerminkan pentingnya sinergi antara kurikulum yang relevan, pelatihan terarah, dan kolaborasi erat antara pendidikan dan industri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Komitmen Samsung melalui STI pun sejalan dengan arah kebijakan Program Pengembangan SMK 2025 dari Kemendikdasmen RI, yang menargetkan lulusan SMK menjadi SDM yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di pasar global<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><sup>[2]</sup></a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saya bangga dan sangat mendukung program seperti STI, yang menjadi wujud nyata partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, melalui pemberdayaan generasi muda. Program ini memberikan pelatihan yang layak dan strategis bagi murid SMK, memperkuat kesiapan mereka menghadapi tantangan global dan memenuhi kebutuhan dunia industri. Di momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, inisiatif seperti STI tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi, tetapi juga mempercepat terwujudnya masyarakat yang berdaulat dan sejahtera, menuju Indonesia yang semakin maju,&#8221; ujar<strong> Dr Arie Wibowo Khurniawan, S.Si, M.Ak., Direktur SMK, Kemendikdasmen RI.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari ruang kelas ke dunia kerja, dari mimpi kecil ke kontribusi besar, kebebasan belajar sejati adalah saat murid diberi kesempatan untuk tumbuh dan membuktikan diri. Itulah yang dirasakan para alumni STI ketika mengikuti program PKL di Samsung Electronics Indonesia. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi terlibat langsung dalam proyek inovatif yang membuka wawasan dan memperkuat kesiapan kerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Proses pembelajaran di STI memotivasi saya untuk terus mengembangkan potensi di dunia teknologi. Kesempatan terjun langsung ke dunia kerja di Samsung membuat proses belajar saya lebih matang, karena saya tidak hanya mendapat teori, tapi juga pengalaman praktik nyata yang membuka wawasan tentang tantangan industri sesungguhnya.”<em> </em>ujar <strong>Amalia Putri Dewi Cahyani</strong>, <strong>Alumni STI dari SMK Muhammadiyah 3 Weleri.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program PKL ini menjadi titik balik bagi banyak murid. Tidak hanya memperkuat kemampuan akademis <em>(academic skills) </em>dan penguasaan keterampilan teknis sesuai bidang yang ditekuni <em>(technical skills)</em>, tetapi juga membangun kecakapan kerja <em>(employability skills) </em>seperti kerjasama tim dan penyelesaian masalah dan keterampilan lain yang dibutuhkan di abad 21 ini yaitu komunikasi, kreatifitas, berpikir kritis dan kolaborasi yang menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja sebenarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_21188" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-21188" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/08/07075324/Rafel-Felino-Edwin-Peserta-STI-yang-sedang-menjalani-PKL-di-Samsung-Service-Centre-1000px.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/08/07075324/Rafel-Felino-Edwin-Peserta-STI-yang-sedang-menjalani-PKL-di-Samsung-Service-Centre-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/08/07075324/Rafel-Felino-Edwin-Peserta-STI-yang-sedang-menjalani-PKL-di-Samsung-Service-Centre-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2025/08/07075324/Rafel-Felino-Edwin-Peserta-STI-yang-sedang-menjalani-PKL-di-Samsung-Service-Centre-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Peserta STI tengah memperbaiki smartphone saat PKL di Samsung Service Centre</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Setiap tahap di STI melatih saya untuk disiplin, tekun, dan meningkatkan rasa ingin tahu. Saat PKL di Samsung pun saya merasakan langsung dinamika dunia kerja, melihat proses produksi nyata, memahami sistem lintas divisi, dan terlibat dalam aktivitas industri. Pengalaman praktik ini memperkaya wawasan dan menjadi bekal berharga untuk karir saya ke depan<strong>,” </strong>ujar <strong>Rafel Felino Edwin Peserta PKL STI dari SMK 11 Bekasi.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai perusahaan teknologi yang berkomitmen pada pemberdayaan generasi masa depan, Samsung percaya bahwa pendidikan berkualitas dan kesiapan industri adalah kunci untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat. Melalui kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan, Samsung terus berupaya mendukung tumbuhnya talenta digital yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing tinggi, yang bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Samsung percaya bahwa pendidikan vokasi yang berkualitas harus dapat diakses oleh semua, tanpa terkecuali. Hal ini menjadi langkah penting dalam membentuk generasi pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan industri digital. Dengan semangat kemerdekaan, kami meyakini bahwa setiap anak bangsa berhak mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi. Melalui program STI, kami berupaya menjembatani mimpi mereka menjadi kenyataan,” ujar <strong>Bagus Erlangga, Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program STI yang dikhususkan untuk murid SMK di berbagai daerah di Indonesia, sebagai bentuk komitmen Samsung dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang inklusif, relevan, dan berdampak. Melalui kolaborasi erat dengan pemerintah, institusi pendidikan, dan dunia industri, STI menjadi ekosistem pembelajaran yang memampukan generasi muda untuk tumbuh adaptif, kreatif, dan siap bersaing secara global.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan semangat inovasi dan kolaborasi lintas sektor, STI bukan hanya tentang pelatihan, melainkan tentang menciptakan masa depan yang lebih cerah bersama. Karena di tangan generasi muda yang merdeka, masa depan Indonesia ditentukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut mengenai mengenai Corporate Social Responsibility Samsung, dapat mengunjungi<span><a href="http://news.samsung.com/id"> </a></span><a href="http://news.samsung.com/id" target="_blank" rel="noopener">news.samsung.com/id</a><u>.</u></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size: 15px;"><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><span>[1]</span></a> <em><a href="https://www.bps.go.id/id/publication/2024/12/09/6f1fd1036968c8a28e4cfe26/keadaan-angkatan-kerja-di-indonesia-agustus-2024.html" target="_blank" rel="noopener">BPS.go.id, 2024. </a></em></p>
<p style="font-size: 15px;"><a href="#_ftnref2" name="_ftn2"><span>[2]</span></a> <em><a href="https://smk.kemendikdasmen.go.id/berita/direktorat-smk-luncurkan-program-pengembangan-smk-tahun-2025-wujud-nyata-penguatan-vokasi-untuk-indonesia-emas-2045" target="_blank" rel="noopener">Kemendikdasmen, 2025.</a></em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Tingkatkan Kompetensi Guru SMK, Samsung dan Kemendikbudristek Selaraskan Kurikulum</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/tingkatkan-kompetensi-guru-smk-samsung-dan-kemendikbudristek-selaraskan-kurikulum?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Wed, 23 Nov 2022 17:50:08 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Manusia & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Citizenship]]></category>
		<category><![CDATA[Corporate Citizenship]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung CSR]]></category>
		<category><![CDATA[STI]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3AEAIQl</guid>
									<description><![CDATA[Samsung dengan program pendidikan Samsung Tech Institute (STI) berkolaborasi dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Samsung dengan program pendidikan Samsung Tech Institute (STI) berkolaborasi dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengadakan <em>training of trainers </em>(ToT) untuk guru-guru SMK yang berada di bawah binaan STI, di BBPPMPV BOE Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan 114 <span>guru dari </span>76 <span>SMK dari berbagai daerah di Indonesia.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program ToT kali ini bertujuan untuk menyelaraskan program STI dengan kurikulum Merdeka dari Kemendikbudristek, dan pada akhirnya untuk meningkatkan kompetensi guru, sehingga nantinya SMK yang akan mengembangkan konsentrasi Hand Held Product (HHP), Digital Appliance (DA), maupun Audio Video (AV) akan <span>mampu menghasilkan lulusan yang siap diserap industri maupun berwirausaha.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia</strong> mengatakan program ToT ini adalah bagian dari upaya penyelarasan kurikulum dan implementasi dari program <em>link and match</em> antara pendidikan dan dunia usaha. “Kami mengapresiasi <em>support</em> yang luar biasa dari Kemendikbudristek  melalui BBPPMPV BOE sejak diadakannya kegiatan ini pertama kalinya pada 2020. Kami berharap melalui program ini kompetensi guru-guru SMK semakin meningkat, khususnya dalam hal keselarasan kurikulum dengan kebutuhan industri dan penguatan <em>soft skills</em>, sehingga pendidikan vokasi seperti SMK betul-betul bisa mencetak lulusan yang siap kerja atau siap berwirausaha,” kata Ennita Pramono.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dukungan penuh terhadap kegiatan ToT ini diberikan oleh BBPPMPV BOE karena lembaga ini mempunyai tugas pokok antara lain melaksanakan pengembangan penjaminan mutu pendidikan vokasi sesuai dengan bidangnya. Selain menyusun program pengembangan penjaminan mutu pendidikan vokasi dan pelaksanaannya, BBPPMPV BOE juga memfasilitasi pelaksanaan peningkatan kompetensi PTK pada pendidikan vokasi dan melaksanakan kerja sama di bidang pengembangan penjaminan mutu pendidikan vokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dr. I Gusti Made Ardana, Kepala BBPPMPV BOE</strong> menyambut positif pelaksanaan kegiatan ToT dengan fokus para guru <span>STI</span>. “Jika merujuk pada data yang ada,  masih banyak guru di Indonesia memiliki kemampuan terbatas dalam menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Maka yang kita lakukan ini sudah sesuai dengan upaya untuk meningkatkan literasi teknologi guru-guru kita. Selain itu, kegiatan ini juga sudah mengacu pada tiga dari enam strategi implementasi kurikulum Merdeka melalui komunitas belajar, berbagi praktik baik, dan bekerja sama dengan mitra pembangunan. Implementasi kurikulum Merdeka di jenjang SMK akan memperluat <em>link and match</em> antara pendidikan dan industri, sebab kurikulum ini memiliki struktur yang lebih sederhana dan mendalam<span style="text-decoration: line-through;">,</span> lebih relevan dan interaktif serta fleksibel untuk mengikuti perkembangan teknologi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan siswa SMK menghadapi perubahan yang cepat di industri.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para peserta ToT pun mengakui banyak manfaat yang didapatkan dari pelatihan tersebut. <strong>Sigit Yuwono, guru mata pelajaran teknik audio video di SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Kendal, Jawa Tengah</strong>, mengatakan terkesan dengan materi <em>soft skills</em>. “Ini sangat bermanfaat bagi anak-anak didik saya, terutama tentang bagaimana bersikap terhadap orang lain. Nanti ketika mereka bekerja akan sangat bermanfaat saat mereka berhadapan dengan <em>customer</em> dan sebagainya. Materi ini sangat luar biasa, semoga nanti bisa diimplementasikan di sekolah,” ucap Sigit Yuwono, yang sudah empat kali mengikuti kegiatan STI ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, <strong>Anggun Desrivawany, guru mata pelajaran pengembangan perangkat lunak dan game di SMK Negeri 1 Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara</strong>, mengatakan bangga berkesempatan mempelajari kompetensi baru seperti teknologi <em>smartphone</em> Samsung. “Bagi siswa kami, karena jurusan kami itu <em>basic</em>-nya adalah pemrograman komputer, adanya materi teknologi <em>smartphone </em>ini membuat kompetensi mereka juga bertambah dan mereka juga merasakan suasana yang baru,” ujar Anggun yang sudah kali kedua mengikuti pelatihan ToT di STI.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ToT yang digelar STI tahun ini merupakan upaya penyelarasan program STI dengan kurikulum Merdeka. Penyelarasan kurikulum ini dipadukan dengan materi dari Samsung seperti pengenalan produk-produk terbaru <em>smartphone</em>, audio visual seperti TV dan perangkat audio, serta pengenalan <em>digital appliance</em> seperti mesin cuci, kulkas, dan penyejuk udara. Para peserta juga mendapatkan materi mengenai penguatan <em>soft skills</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Lulusan yang dihasilkan SMK perlu memiliki <em>soft skills </em>yang baik, bukan hanya<em> hard skills</em>, tetapi mereka juga harus  <span>memiliki karakter yang kuat. Itu juga menjadi salah satu fokus dalam kurikulum Merdeka karena di era </span>disrupsi  ini <em>soft skills</em> sangat diperlukan,” kata <strong>Dr. Miftahu Soleh, M.Sc, Kepala Departemen Listrik dan Elektronika BBPPMPV BOE Malang,</strong> yang menjadi salah satu pelatih di kegiatan <em>training of trainers</em> itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Tech Institute sendiri sejak awal merupakan program pendidikan dari Samsung yang menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Program STI memberikan kesempatan bagi para siswa untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta mampu memperbesar peluang kerja ketika mereka lulus. Inisiatif ini sekaligus mendukung program<em> link and match</em> yang digaungkan oleh pemerintah sejak tahun 2017.</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Cerita Jujur Para Lulusan Sekolah Mitra Samsung Tech Institute</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/cerita-jujur-para-lulusan-sekolah-mitra-samsung-tech-institute?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Fri, 05 Aug 2022 09:23:40 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Manusia & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Corporate Citizenship]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Tech Insititute]]></category>
		<category><![CDATA[SMK]]></category>
		<category><![CDATA[STI]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3P94zEY</guid>
									<description><![CDATA[Prospek kerja yang lebih cerah bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membuat minat masyarakat menyekolahkan anaknya di sekolah vokasi meningkat. Riset1]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Prospek kerja yang lebih cerah bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membuat minat masyarakat menyekolahkan anaknya di sekolah vokasi meningkat. Riset<span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span> yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2021 lalu menunjukkan bahwa 82% responden tertarik melanjutkan pendidikan ke SMK karena peluang kerja yang bagus (57,8%) dan pilihan jurusan yang banyak (51,95%).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendidikan vokasi seperti SMK memang dirancang untuk menghasilkan lulusan siap kerja. Tapi tanpa kompetensi yang mumpuni, lulusan SMK hanya makin menyumbang angka pengangguran terbuka yang saat ini sudah terbilang tertinggi (10,38%), menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022<span style="font-size: small;"><sup>2</sup></span>. Peningkatan kualitas pendidikan vokasi menjadi kunci untuk mengurangi pengangguran dan pemerintah mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri untuk mencetak tenaga kerja muda yang berkompetensi tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Electronics Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang berkomitmen untuk turut berkontribusi meningkatkan kualitas dunia pendidikan vokasi di Indonesia melalui program Samsung Tech Institute (STI). STI melalui mitra sekolah kejuruan dan setara sekolah menengah memberikan kesempatan bagi para siswa untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta mampu memperbesar peluang kerja ketika mereka lulus. Inisiatif ini sekaligus mendukung program <em>link and match</em> yang digaungkan oleh pemerintah sejak tahun 2017.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk menyerap lulusan, Samsung Tech Institute juga bekerja sama dengan mitra Samsung untuk memfasilitasi Program Kerja Lapangan, yang selanjutnya akan memberikan peluang bagi para siswa untuk mengikuti proses rekrutmen. Lulusan STI yang berhasil melewati proses ini mengakui bahwa materi yang dilatih di STI memang sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Khaerun Nisa</strong>, promotor di SPS Digi Store Makassar, Sulawesi Selatan, yang merupakan alumni STI dari SMK Negeri 10 Makassar, mengatakan berbagai materi yang dipelajari semasa belajar STI bisa diaplikasikan dengan baik saat dia bekerja. “Di STI kami belajar cara melayani pelanggan, bagaimana <em>attitude</em> saat berhadapan dengan pelanggan, dan juga <em>training</em> mengenai produk-produk Samsung, sehingga ketika pelanggan bertanya, saya bisa merekomendasikan produk Samsung yang paling cocok dengan kebutuhan mereka,” ujar Nisa. Tak heran bila Nisa selalu mencapai target yang diberikan di mana pun dia ditempatkan. Sebelum direkrut menjadi promotor, Nisa terlebih dahulu mengikuti program PKL <em>In-store</em> di salah satu mitra Samsung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program STI pun tidak pandang bulu, memberikan peluang bekerja bagi siapa saja di bidang yang bahkan dipandang ‘tak lazim’.  Contohnya pengalaman <strong>Salma Oktaviani,</strong> tenaga SVC di Samsung Service Center Mall Ambassador, Jakarta. Alumni STI dari SMK Negeri 1 Cimahi ini mengakui bahwa tenaga teknisi memang mayoritas laki-laki. Tapi itu tak menyurutkan minat Salma untuk menggeluti bidang yang disukainya itu. “Di sekolah kan <em>basic</em>-nya juga memang teknik. Kendala dan tantangan pasti ada, tapi di STI kami sudah belajar mengenai produk Samsung, cara kerja <em>smartphone,</em> bongkar-pasang, dan lain sebagainya. Apa yang dikerjakan sekarang sudah dipelajari dasarnya di STI dan dikembangkan di sini,” kata Salma.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini jumlah SMK baik negeri dan swasta di Indonesia, menurut catatan BPS  mencapai 14.198 sekolah dengan total siswa mencapai 5 juta lebih siswa. Namun sebagai penyumbang angka pengangguran terbuka yang tinggi, masih panjang jalan sekolah vokasi untuk menjadi solusi mengatasi masalah pengangguran. <strong>Kiki Yuliati, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbud RI</strong> mengatakan, “Peningkatan kualitas pendidikan vokasi di SMK adalah kunci untuk mengurangi pengangguran, salah satunya melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Kami mengapresiasi langkah konsisten Samsung melalui program Samsung Tech Institute untuk mencetak lulusan SMK yang siap kerja dengan bekal keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kami yakin, jika langkah ini bisa diikuti lebih banyak perusahaan, dunia pendidikan vokasi di Indonesia akan mampu mencetak anak-anak muda yang handal dan siap kerja, bukan penyumbang angka pengangguran.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdiri sejak 2013 dengan nama Rumah Belajar Samsung, program STI disempurnakan pada 2017 dengan memperkaya kurikulum dan memperluas target penerima manfaat yaitu SMK di Indonesia guna menghasilkan lulusan yang dapat diserap langsung oleh industri. SMK yang menjadi mitra STI harus memiliki paling tidak satu dari empat jurusan: Teknik Komputer, Teknik Audio Video, Teknik Elektronika, dan Rekayasa Perangkat Lunak. Para mitra ini akan mendapatkan beberapa keuntungan berupa kurikulum sinkronikasi, <em>guest lecture</em>, TOT (guru), PKL (<em>service center</em> &amp; <em>in-store</em>), peluang kandidat pegawai berdasarkan kebutuhan industri, serta panduan sarana dan prasarana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Siswa di Samsung Tech Institute juga berkesempatan mendapatkan pelatihan <em>coding</em> dan <em>prog</em><em>r</em><em>amming</em> melalui program Samsung Innovation Campus (SIC). Mereka yang lolos sampai fase <em>bootcamp</em> akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan, sertifikat PKL, dan pelatihan bagi para guru pembimbing. Sebanyak 62% siswa lulusan STI tahun ini langsung diserap dunia kerja. Sebanyak 22% termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dan sisanya, memutuskan untuk berwirausaha berbekal pengetahuan dan pengalaman kerja yang mereka dapatkan. Hal ini menunjukkan bahwa program STI sangat relevan dengan kebutuhan industri dan menghasilkan lulusan yang siap kerja maupun berwirausaha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kurun waktu 2017-2022 Samsung Tech Institute sudah meluluskan total 4.106 siswa. Khusus tahun 2022, Samsung Tech Institute meluluskan sebanyak 1.370 siswa dari 42 SMK di seluruh Indonesia melalui Uji Kompetensi Keahlian (UKK), yang dilaksanakan pada Maret-Juni 2022. Selain kompetensi umum yang menjadi penilaian ada beberapa standar kompetensi minimum sesuai kelas kurikulum pendidikan perbaikan elektronika yang dipilih, di antaranya adalah Home Appliances (HA), Audio Video (AV) dan Handheld Product (HHP). Adapun standar kompetensi minimum mencakup pengetahuan dasar produk, elektronika dasar, kemampuan membaca skema diagram elektronika, angkat pasang komponen. Penilaian UKK dilakukan oleh para ahli dan akademisi mitra Samsung dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika dari Kemendikbud-Ristek.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tantangan SMK di Indonesia saat ini adalah bagaimana menjawab tantangan dunia kerja dengan mencetak lulusan yang siap kerja. Itulah sebabnya, sejak tahun 2017 Samsung merancang program Samsung Tech Institute yang sesuai dengan kebutuhan sekolah kejuruan di Indonesia dalam meningkatkan kompetensi siswa dan para tenaga pendidiknya melalui kurikulum, pengajaran, training guru, Praktik Kerja Lapangan, dan bahkan peluang perekrutan di Samsung dan mitranya sehingga begitu lulus alumni STI bisa langsung bekerja. Dari 4.106 siswa penerima manfaat STI, 50% telah lulus dan bekerja,” tutup <strong>Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut mengenai <em>Corporate Social Responsibility </em>Samsung bisa dilihat di <a href="http://csr.samsung.com">http://csr.samsung.com.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: small;"><sup>1</sup></span><span style="font-size: small;"> <a href="https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/04/minat-masyarakat-terhadap-pendidikan-vokasi-cukup-tinggi">https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/04/minat-masyarakat-terhadap-pendidikan-vokasi-cukup-tinggi</a> </span></p>
<p><span style="font-size: small;"><sup>2</sup></span><span style="font-size: small;"><a href="https://www.bps.go.id/website/materi_ind/materiBrsInd-20220509115801.pdf">https://www.bps.go.id/website/materi_ind/materiBrsInd-20220509115801.pdf</a> </span></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Sukses Sentuh 6.000 Siswa di Seluruh Indonesia, Samsung Tech Institute (STI) Perbesar Peluang Kerja Bagi Lulusan SMK</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/sukses-sentuh-6-000-siswa-di-seluruh-indonesia-samsung-tech-institute-sti-perbesar-peluang-kerja-bagi-lulusan-smk?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Sat, 10 Apr 2021 10:14:26 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[STI]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3IEeKiI</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor mendasar yang perlu diperhatikan guna meningkatkan daya saing dan produktivitas angkatan kerja dalam]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2697" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101746/sti-01-pc.jpg" alt="Sukses Sentuh 6.000 Siswa di Seluruh Indonesia, Samsung Tech Institute (STI) Perbesar Peluang Kerja Bagi Lulusan SMK" width="1156" height="725" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101746/sti-01-pc.jpg 1156w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101746/sti-01-pc-898x563.jpg 898w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101746/sti-01-pc-768x482.jpg 768w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101746/sti-01-pc-1024x642.jpg 1024w" sizes="(max-width: 1156px) 100vw, 1156px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor mendasar yang perlu diperhatikan guna meningkatkan daya saing dan produktivitas angkatan kerja dalam menghadapi bonus demografi yang kian menantang. Ditambah, kondisi pandemi membuat pertumbuhan angkatan kerja kurang diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja, dan menyebabkan angka tingkat pengangguran terbuka naik 1,84% menjadi 7,07%.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dalam menghadapi persaingan keahlian tenaga kerja, pendidikan kejuruan dituntut untuk meningkatkan kualitas serta mengembangkan konsep pembelajaran yang memberikan hasil signifikan terhadap peningkatan keahlian atau kompetensi. Karenanya sejak tahun 2013, Samsung menghadirkan STI guna menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Program STI memberikan kesempatan bagi para siswa untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta mampu memperbesar peluang kerja ketika mereka lulus. Inisiatif ini sekaligus mendukung program link and match yang digaungkan oleh pemerintah sejak tahun 2017”, ujar <b>Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia.</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beroperasi secara resmi sejak tahun 2013 dengan nama Rumah Belajar Samsung, program STI bertujuan untuk memberikan pelatihan perbaikan alat-alat elektronik bagi generasi muda dengan bermacam-macam latar belakang, sehingga lulusannya memiliki keterampilan lebih dan mampu bersaing mendapatkan pekerjaan. Pada tahun 2017, program ini disempurnakan dengan memperkaya kurikulum dan target penerima manfaat yaitu SMK, guna menciptakan para lulusan yang dapat diserap langsung oleh industri. Dengan menyuguhkan tiga kurikulum yang terdiri dari kelas Home Appliances (HA), Audio Video (AV) dan Hand Held Product (HHP) untuk kelas 10, 11 dan 12, menjadikan program STI selaras dengan upaya pemerintah dalam</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_2699" style="width: 1166px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-2699 size-full" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101813/sti-02-pc.jpg" alt="Sukses Sentuh 6.000 Siswa di Seluruh Indonesia, Samsung Tech Institute (STI) Perbesar Peluang Kerja Bagi Lulusan SMK" width="1156" height="725" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101813/sti-02-pc.jpg 1156w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101813/sti-02-pc-898x563.jpg 898w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101813/sti-02-pc-768x482.jpg 768w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101813/sti-02-pc-1024x642.jpg 1024w" sizes="(max-width: 1156px) 100vw, 1156px" /><p class="wp-caption-text">Kurikulum tepat jadi langkah utama ciptakan angkatan kerja terampil sesuai kebutuhan pasar kerja – Pandemi Covid-19 memberikan dampak kenaikan angka tingkat pengangguran terbuka sebesar 1,84% menjadi 7,07%. Ketersediaan lapangan kerja yang rendah selama pandemi menjadi tantangan bagi angkatan kerja lulusan SMK. Memahami pentingnya menyiapkan pondasi kualitas pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri, Samsung Electronics Indonesia (SEIN) menghadirkan Samsung Tech Institute (STI) untuk menyelaraskan kurikulum dengan kompetensi yang dibutuhkan dari para siswa SMK, sehingga angkatan kerja terampil sesuai kebutuhan pasar kerja dapat tercipta.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain menyediakan kurikulum pelatihan yang sama dengan keterampilan dasar yang diterapkan pada Samsung Service Center, Samsung juga memfasilitasi siswa dan guru untuk melaksanakan praktek kerja lapangan industri di Samsung Service Center dan afiliasinya. Tak hanya itu, lulusan-lulusan STI pun mendapatkan prioritas dari Samsung untuk mengikuti proses perekrutan di Samsung Service Center dan afiliasinya yang tersebar di seluruh Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>”Kurikulum yang diberikan  membuka kesempatan bagi kami untuk mengasah keterampilan dan juga  meningkatkan kompetensi dalam menangani kerusakan pada perangkat elektronik. Kemampuan inilah yang menjadikan kami tenaga siap kerja dan berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai Teknisi Consumer Electronics”, ungkap<span> </span><b>Wawan Bima Saputra </b>dan<b> Yudha Anggoro Putra</b>, yang merupakan<span> </span><b>alumni STI Kediri (SMK Al-Huda Kota Kediri)</b> lulusan tahun 2020.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_2700" style="width: 1166px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-2700 size-full" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101826/sti-03-pc.jpg" alt="Sukses Sentuh 6.000 Siswa di Seluruh Indonesia, Samsung Tech Institute (STI) Perbesar Peluang Kerja Bagi Lulusan SMK" width="1156" height="725" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101826/sti-03-pc.jpg 1156w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101826/sti-03-pc-898x563.jpg 898w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101826/sti-03-pc-768x482.jpg 768w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2021/12/10101826/sti-03-pc-1024x642.jpg 1024w" sizes="(max-width: 1156px) 100vw, 1156px" /><p class="wp-caption-text">Samsung perbesar peluang kerja para lulusan SMK lewat program STI – (dari kiri ke kanan)Yudha Anggoro Putra dan Wawan Bima Saputra, alumni SMK Al-Huda Kota Kediri tahun 2020, yang saat ini bekerja sebagai Teknisi Consumer Electronics Samsung Electronics Indonesia, melalui program STI</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga saat ini, tercatat 789 lulusan STI dari angkatan 2017 yang telah lulus di tahun 2020. Sebagian dari mereka sudah mendapatkan pekerjaan, baik sebagai teknisi maupun yang berhubungan dengan industri elektronik. Beberapa dari mereka juga ada yang membuka lapangan usaha baru, yaitu bengkel perbaikan HHP.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam melaksanakan program STI, Samsung juga memberikan Training of Trainers untuk para guru yang dilakukan secara berkala setiap tahunnya. Keseluruhan kurikulum disampaikan dengan mengedepankan teknologi digitalisasi, agar para siswa dan guru dapat mengoptimalkan teknologi untuk proses belajar yang lebih efektif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kemitraan dengan 70 SMK, program STI telah sukses menyentuh 6000 orang siswa dan 150 guru di seluruh Indonesia. Ke depannya Samsung akan terus berusaha untuk memberikan kesempatan kepada SMK-SMK lain di Indonesia agar bisa bergabung dengan program STI.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami senantiasa ingin memotivasi generasi muda, khususnya para siswa SMK, untuk tetap berprestasi, dan percaya diri. Bahwasanya menjadi lulusan SMK yang terampil dan kompeten, serta memiliki karakter, cerdas, dan produktif, kelak dapat berdampak positif pada diri sendiri dan mampu membuka peluang yang sama besarnya dengan para lulusan lain untuk masuk ke dunia kerja”, tutup Ennita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/11/05/1673/-revisi-per-18-02-2021--agustus-2020--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-7-07-persen.html" target="_blank" rel="noopener"><sup>1</sup><span>https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/11/05/1673/-revisi-per-18-02-2021&#8211;agustus-2020&#8211;tingkat-pengangguran-terbuka&#8211;tpt&#8211;sebesar-7-07-persen.html</span></a></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
			</channel>
</rss>
