<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><?xml-stylesheet title="XSL_formatting" type="text/xsl" href="https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss.xsl"?><rss version="2.0"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
	<channel>
		<title>Korporasi &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
		<atom:link href="https://news.samsung.com/id/category/corporate/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>https://news.samsung.com/id</link>
        <image>
            <url>https://img.global.news.samsung.com/image/newlogo/logo_samsung-newsroom_id.png</url>
            <title>Korporasi &#8211; Samsung Newsroom Indonesia</title>
            <link>https://news.samsung.com/id</link>
        </image>
        <currentYear>2026</currentYear>
        <cssFile>https://news.samsung.com/id/wp-content/plugins/btr_rss/btr_rss_xsl.css</cssFile>
		<description>What's New on Samsung Newsroom</description>
		<lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2026 15:15:48 +0000</lastBuildDate>
		<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
					<item>
				<title>Samsung Electronics Umumkan Panduan Kinerja Keuangan Kuartal III 2026</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-electronics-umumkan-panduan-kinerja-keuangan-kuartal-iii-2026?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Mon, 12 Oct 2026 15:12:46 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3UlEhI4</guid>
									<description><![CDATA[Samsung Electronics hari ini mengumumkan panduan kinerja keuangan untuk kuartal III 2026. &#160; Penjualan Konsolidasi: Sekitar 195 triliun won Korea Laba]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Samsung Electronics hari ini mengumumkan panduan kinerja keuangan untuk kuartal III 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Penjualan Konsolidasi: Sekitar 195 triliun won Korea</li>
<li>Laba Operasional Konsolidasi: Sekitar 107.40 triliun won Korea</li>
</ul>
<p>Estimasi di atas didasarkan pada Standar Pelaporan Keuangan Internasional Korea (K-IFRS). Perlu diketahui bahwa peraturan pengungkapan informasi di Korea Selatan tidak memperbolehkan estimasi kinerja keuangan disampaikan dalam bentuk rentang angka. Untuk mematuhi peraturan tersebut, angka di atas merupakan nilai tengah dari rentang estimasi yang tercantum di bawah ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Penjualan: 194–196 triliun won Korea</li>
<li>Laba Operasional: 107.3–107.5 triliun won Korea</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Catatan: Angka konsolidasi kuartal II 2026 dan kuartal III 2025 berdasarkan K-IFRS adalah sebagai berikut:</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<table width="529">
<tbody>
<tr>
<td width="305">(Dalam triliun won Korea)</td>
<td width="105">Kuartal II 2026</td>
<td width="119">Kuartal III 2025</td>
</tr>
<tr>
<td width="305">Penjualan</td>
<td width="105">171.5</td>
<td width="119">86.06</td>
</tr>
<tr>
<td width="305">Laba operasional</td>
<td width="105">89.49</td>
<td width="119">12.17</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Hadirkan SmartThings Now dalam Pembaruan Platform untuk Pengalaman yang Lebih Intuitif</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-hadirkan-smartthings-now-dalam-pembaruan-platform-untuk-pengalaman-yang-lebih-intuitif?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Wed, 07 Oct 2026 13:46:35 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[SmartThings]]></category>
		<category><![CDATA[SmartThings Family Care]]></category>
		<category><![CDATA[SmartThings Now]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4jjUPui</guid>
									<description><![CDATA[Samsung Electronics mengumumkan pembaruan terbaru SmartThings, platform ekosistem perangkat terhubung Samsung yang kini melayani 470 juta pengguna terdaftar]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Samsung Electronics mengumumkan pembaruan terbaru SmartThings, platform ekosistem perangkat terhubung Samsung yang kini melayani 470 juta pengguna terdaftar dan mendukung lebih dari 430 merek bersertifikasi Works with SmartThings (WWST) di seluruh dunia. Pembaruan ini menghadirkan SmartThings Now di bagian atas tab Home, menyempurnakan pengalaman penggunaan aplikasi, serta memperluas kemampuan kontrol lokal. Melalui pembaruan ini, pengguna dapat mengakses informasi yang relevan, menjalankan tindakan dengan lebih mudah, dan mengelola perangkat terhubung secara lebih andal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pembaruan ini merupakan langkah lanjutan dalam upaya SmartThings untuk menghadirkan pengalaman rumah yang tidak lagi mengharuskan pengguna mencari dan membuka fitur secara manual,” ujar <strong>Jaeyeon Jung, Executive Vice President and Head of the SmartThings Team, AI Platform Center, Samsung Electronics.</strong> “Dengan menghadirkan informasi dan kontrol yang relevan pada waktu yang tepat, SmartThings terus mendorong batas pengalaman rumah yang lebih cerdas dan membantu pengguna mengelola aktivitas sehari-hari secara lebih alami.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="width: 1920px;" class="wp-video"><!--[if lt IE 9]><script>document.createElement('video');</script><![endif]-->
<video class="wp-video-shortcode" id="video-27984-1" width="1920" height="1080" preload="metadata" controls="controls"><source type="video/mp4" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/13140347/Samsung-Hadirkan-SmartThings-Now-dalam-Pembaruan-Platform-untuk-Pengalaman-yang-Lebih-Intuitif.mp4?_=1" /><a href="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/13140347/Samsung-Hadirkan-SmartThings-Now-dalam-Pembaruan-Platform-untuk-Pengalaman-yang-Lebih-Intuitif.mp4">https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/13140347/Samsung-Hadirkan-SmartThings-Now-dalam-Pembaruan-Platform-untuk-Pengalaman-yang-Lebih-Intuitif.mp4</a></video></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Pengalaman Tab Home yang Lebih Personal dengan SmartThings Now</h2>
<p>SmartThings Now ditampilkan dalam bentuk kartu di bagian atas tab Home. Mengembangkan kemampuan Home Insight, fitur ini menggabungkan informasi yang relevan dengan tindakan yang dapat langsung dilakukan pengguna. SmartThings Now menyarankan informasi dan kontrol berdasarkan situasi pengguna sehingga pengalaman menggunakan perangkat rumah pintar menjadi lebih mudah dan intuitif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai contoh, ketika anggota keluarga yang terhubung melalui Family Care, seperti orang tua lanjut usia, tidak menunjukkan aktivitas perangkat dalam waktu yang cukup lama, SmartThings Now akan menampilkan kartu informasi bagi anggota keluarga yang memantau. Kartu ini menyediakan opsi untuk memeriksa kondisi atau melakukan panggilan. Ketika pengguna mendekati lokasi rumah yang telah didaftarkan di aplikasi SmartThings, fitur ini juga dapat menyarankan untuk menyalakan lampu dan pembersih udara sebelum pengguna tiba. Setelah pengguna menjalankan tindakan tersebut, SmartThings Now akan menyarankan pembuatan rutinitas agar tindakan serupa dapat dilakukan secara otomatis pada kesempatan berikutnya. Pengalaman ini dirancang untuk memandu pengguna menemukan langkah berikutnya yang relevan berdasarkan pilihan dan konteks aktivitas mereka, sekaligus mempermudah pengguna menemukan dan memanfaatkan fitur yang dibutuhkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SmartThings Now juga mendukung penyesuaian tampilan berdasarkan pola penggunaan perangkat. Fitur ini menganalisis aktivitas selama tujuh hari terakhir untuk menyarankan pembaruan pada bagian Favorites di tab Home, termasuk perangkat, layanan, dan rutinitas. Misalnya, sistem dapat menyarankan penghapusan kartu AC ketika penggunaannya mulai berkurang menjelang musim yang lebih sejuk, atau penambahan kartu AirDresser ketika perangkat tersebut semakin sering digunakan seiring pergantian musim. Pengguna juga dapat mengelola rutinitas melalui kartu Routine Insight di SmartThings Now<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a>. Dengan membuka tampilan terperinci mengenai aktivitas rutinitas selama tujuh hari terakhir, pengguna dapat meninjau dan menghapus rutinitas yang tidak lagi diperlukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pembaruan tab Home turut menyusun ulang informasi penting dalam tampilan yang lebih ringkas, mencakup dashboard, kartu perangkat, dan kartu layanan. Setiap jenis informasi ditampilkan dalam format yang dioptimalkan untuk mempermudah penelusuran<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><sup>[2]</sup></a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kartu layanan kini menggunakan desain yang lebih efisien dalam penggunaan ruang sehingga lebih banyak layanan dapat ditampilkan dalam satu layar, termasuk informasi status perangkat dan pembacaan angka. Selain itu, Live Wallpaper menghadirkan perubahan visual secara alami sepanjang hari untuk memberikan tampilan yang lebih dinamis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung juga memperkenalkan Floating Bar yang menempatkan fitur-fitur yang sering digunakan di bagian bawah layar agar lebih mudah dijangkau. Fitur ini mempermudah penggunaan smartphone berlayar besar dengan satu tangan sekaligus mengikuti arah desain terbaru One UI.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Kontrol Lokal yang Ditingkatkan untuk Menjaga Respons Perangkat</h2>
<p>SmartThings memperkenalkan teknologi kontrol lokal yang membantu pengguna mengoperasikan perangkat terhubung secara lebih andal ketika terjadi perubahan pada jaringan rumah atau gangguan pada layanan internet eksternal<a href="#_ftn3" name="_ftnref3"><sup>[3]</sup></a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika perangkat seluler dan SmartThings Hub terhubung ke jaringan Wi-Fi yang sama, perangkat seluler dapat berkomunikasi langsung dengan hub tanpa harus meneruskan perintah melalui cloud. Dibandingkan kontrol berbasis cloud, kontrol lokal dapat meningkatkan kecepatan respons sekitar 30%. Kemampuan ini membantu pengguna tetap mengendalikan perangkat terhubung saat terjadi gangguan jaringan sementara<a href="#_ftn4" name="_ftnref4"><sup>[4]</sup></a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SmartThings secara otomatis beralih antara kontrol lokal dan kontrol jarak jauh berbasis cloud, bergantung pada apakah perangkat seluler pengguna berada di rumah atau di luar rumah. Samsung juga memperbarui halaman Offline Device Diagnostics untuk membantu pengguna memulihkan perangkat yang terputus dari jaringan dengan memperbarui informasi jaringan pada seluruh perangkat terdaftar sekaligus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Samsung menambahkan dukungan Matter 1.6, standar konektivitas rumah pintar terbaru dari Connectivity Standards Alliance (CSA). Dukungan ini meningkatkan stabilitas dan kinerja Group Control. Pembaruan tersebut juga menambahkan dukungan untuk empat kategori perangkat baru, yaitu:</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Energy Meters: perangkat untuk memantau penggunaan daya secara real-time.</li>
<li>Closures: perangkat dengan mekanisme khusus untuk pintu dan gerbang.</li>
<li>Irrigation Devices: perangkat penyiraman, termasuk sistem sprinkler.</li>
<li>Soil Sensors: sensor untuk mengukur kondisi tanah.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Routine Insight dapat diakses melalui SmartThings Now serta menu Automations &gt; Suggestions di aplikasi SmartThings.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a> Ketersediaan pengalaman tab Home yang diperbarui, termasuk SmartThings Now, bergantung pada perangkat yang mendukung SmartThings.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref3" name="_ftn3">[3]</a>Kontrol lokal tersedia pada perangkat Android dan iOS yang telah memasang aplikasi SmartThings, untuk SmartThings Station, SmartThings Hub V2, V3, dan V4, serta Samsung Smart TV dan Family Hub yang mendukung fungsi hub.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref4" name="_ftn4">[4]</a> Peningkatan kecepatan respons sekitar 30% berdasarkan pengujian Samsung dalam kondisi terkontrol. Kinerja aktual dapat berbeda bergantung pada lingkungan pengguna.</em></p>
]]></content:encoded>
													<enclosure url="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/13140347/Samsung-Hadirkan-SmartThings-Now-dalam-Pembaruan-Platform-untuk-Pengalaman-yang-Lebih-Intuitif.mp4" length="570" type="video/mp4" />
							</item>
					<item>
				<title>Membekali Siswa dan Pendidik dengan Keterampilan Siap Masa Depan di Asia Tenggara dan Oseania</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/membekali-siswa-dan-pendidik-dengan-keterampilan-siap-masa-depan-di-asia-tenggara-dan-oseania?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Mon, 05 Oct 2026 08:00:05 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[AI-Powered Classroom]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy Tab]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung for Education]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4yG88tF</guid>
									<description><![CDATA[Samsung for Education mendukung sekolah-sekolah di Asia Tenggara dan Oseania melalui ekosistem yang memadukan teknologi Galaxy, pengelolaan perangkat yang]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Samsung for Education mendukung sekolah-sekolah di Asia Tenggara dan Oseania melalui ekosistem yang memadukan teknologi Galaxy, pengelolaan perangkat yang aman, sumber daya pembelajaran digital, serta sertifikasi bagi pendidik untuk mendukung pengalaman dan hasil belajar yang lebih baik.</li>
<li>Melalui kolaborasi dengan kementerian pendidikan dan berbagai mitra dalam inisiatif seperti kelas berbasis AI, peningkatan kompetensi pendidik, dan kompetisi, Samsung membantu pendidik mengembangkan kapabilitas digital sekaligus membekali siswa dengan berbagai teknologi yang mendukung kesiapan mereka menghadapi masa depan.</li>
<li>Berbagai solusi Samsung, mulai dari perangkat Galaxy, Samsung Knox, Interactive Display, hingga solusi pendingin ruangan, menghadirkan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi, aman, dan nyaman bagi pendidik maupun siswa.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_27850" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-27850 size-full" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05063623/Image-1-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05063623/Image-1-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05063623/Image-1-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05063623/Image-1-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Perangkat Galaxy membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih terhubung, sekaligus memberikan akses kepada siswa terhadap berbagai perangkat dan sumber daya digital untuk mendukung pembelajaran sehari-hari.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seiring teknologi terus membentuk kembali lanskap pendidikan, sekolah semakin mengeksplorasi berbagai cara untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung proses belajar dan mengajar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih dari sekadar menyediakan akses terhadap teknologi, perhatian kini semakin bergeser pada bagaimana teknologi, sumber daya pembelajaran digital, dan kemampuan pendidik dapat saling melengkapi di dalam kelas untuk membekali siswa dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi masa depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui <a href="https://www.samsung.com/id/business/samsung-for-education/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Samsung for Education</strong></a> dan berbagai inisiatif pendidikan lokal di Asia Tenggara dan Oseania, Samsung menghadirkan kombinasi teknologi Galaxy, pengelolaan perangkat yang aman, sumber daya pembelajaran digital, pengembangan kompetensi pendidik, serta kolaborasi dengan berbagai mitra pendidikan untuk mendukung sekolah dalam setiap tahap transformasi digitalnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Membangun Lingkungan Belajar yang Siap Menghadapi Masa Depan</h2>
<p>Dengan visi untuk memperluas akses terhadap AI dan teknologi digital bagi masyarakat Malaysia, Samsung Electronics Malaysia mendukung berbagai inisiatif nasional, termasuk program AI-Powered Classroom dari Kementerian Pendidikan Malaysia. Bersama kementerian terkait, Samsung membantu mentransformasi ruang kelas konvensional menjadi lingkungan pembelajaran berbasis AI yang terintegrasi, guna mendorong keterlibatan yang lebih aktif, pembelajaran kolaboratif, serta literasi digital bagi siswa dan guru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_27851" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-27851" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05063735/Image-2-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000.jpg" alt="" width="1000" height="667" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05063735/Image-2-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05063735/Image-2-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000-844x563.jpg 844w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05063735/Image-2-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">AI-Powered Classroom dari Samsung memadukan perangkat Galaxy, Interactive Display, dan berbagai perangkat pembelajaran digital untuk mendukung proses belajar dan mengajar.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ruang kelas dilengkapi perangkat Samsung Galaxy Tab A9+ bagi siswa, pelatihan AI dan smartboard bagi guru, serta sistem pendingin ruangan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan terintegrasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Implementasi perdana di sekolah seperti SMK Nilai Impian di Negeri Sembilan dan SMKA Naim Lil Banat di Kelantan memberikan akses kepada siswa dan guru terhadap Ace-it, platform pembelajaran digital berbasis AI. Platform ini menyediakan materi yang selaras dengan kurikulum, berbagai fitur interaktif, serta asisten AI yang dirancang untuk membantu mengurangi beban kerja guru sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa di dalam kelas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi siswa, kehadiran berbagai perangkat dan solusi digital ini memudahkan mereka mengakses materi, mengikuti pelajaran, serta mengeksplorasi berbagai topik secara lebih mandiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Menggunakan Galaxy Tab membuat saya lebih mudah mengikuti pelajaran di kelas, sekaligus mengurangi kebutuhan membawa buku pelajaran yang berat setiap hari. Dengan AI, kami dapat mengeksplorasi jawaban secara mandiri dan memahami konsep yang sulit dengan lebih baik melalui penjelasan yang dipersonalisasi sesuai dengan cara kami belajar,” ujar Nurhani Sumayyah Binti Azmal, siswa kelas 3 di SMK Nilai Impian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi guru, teknologi digital membuka lebih banyak cara untuk menjelaskan berbagai konsep abstrak atau kompleks agar lebih mudah dipahami siswa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Salah satu tantangan terbesar dalam mengajarkan sains adalah membantu siswa benar-benar memvisualisasikan konsep dan sistem yang kompleks, sesuatu yang tidak selalu dapat dicapai hanya melalui buku teks. Melalui AI-Powered Classroom dan Galaxy Tab, siswa kini dapat mengalami pembelajaran dengan cara yang jauh lebih interaktif dan menarik. Apa yang sebelumnya hanya berbasis teks kini berubah menjadi pengalaman yang lebih imersif, dinamis, dan bermakna,” ujar Farah Faizura Binti Ahmad Rostam, guru di SMK Nilai Impian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada Juli 2026, Samsung Electronics Malaysia dan <a href="https://news.samsung.com/my/samsung-malaysia-and-yayasan-didik-negara-formalise-collaboration-to-advance-digital-education-in-malaysia" target="_blank" rel="noopener">Yayasan Didik Negara (YDN)</a><span>, sebuah yayasan pendidikan lokal, meresmikan kolaborasi melalui Memorandum of Understanding (MoU) untuk memajukan pendidikan digital di Malaysia. Inisiatif yang direncanakan mencakup showcase Samsung AI Classroom, berbagai kegiatan berfokus pada STEM dan AI, serta program inovasi siswa yang memberikan pengalaman langsung dalam mengeksplorasi teknologi baru.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_27852" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-27852" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05063839/Image-3-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000.jpg" alt="" width="1000" height="694" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05063839/Image-3-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05063839/Image-3-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000-811x563.jpg 811w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05063839/Image-3-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000-768x533.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Samsung Electronics Malaysia dan Yayasan Didik Negara meresmikan kolaborasi untuk memajukan inisiatif pendidikan digital di Malaysia.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Memperkuat Kompetensi Pendidik Seiring Perkembangan Pembelajaran Digital</h2>
<p>Setiap sekolah berada pada tahap adopsi teknologi yang berbeda, dan pendidik memegang peranan penting dalam menentukan bagaimana teknologi dimanfaatkan di dalam kelas. Samsung for Education mendukung proses tersebut, mulai dari membangun fondasi digital hingga mengintegrasikan teknologi secara lebih mendalam ke dalam proses belajar dan mengajar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi sekolah yang sedang membangun fondasi untuk adopsi teknologi digital, <a href="https://www.samsung.com/id/business/samsung-for-education/samsung-digital-schools/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Samsung School</strong></a> menyediakan sumber daya dan panduan yang terstruktur. Sementara itu, sekolah yang telah menunjukkan pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan dan bermakna dapat memperoleh pengakuan sebagai <a href="https://www.samsung.com/id/business/samsung-for-education/samsung-digital-schools/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Samsung Digital Lighthouse School</strong></a><span>, </span>yang diharapkan dapat menginspirasi komunitas sekolah secara lebih luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui <a href="https://www.samsunglearninghub.com/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Samsung Learning Hub</strong></a>, guru dapat mengakses pelatihan secara online, berbagai sumber daya pengajaran, serta sertifikasi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital dan mendukung pemanfaatan teknologi secara efektif di dalam kelas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tujuan kami adalah membantu sekolah-sekolah di kawasan ini untuk terus siap menghadapi masa depan. Kami bekerja sama secara erat dengan mereka untuk menemukan cara terbaik dalam memanfaatkan teknologi untuk membuka lebih banyak peluang belajar bagi siswa sekaligus mendukung guru di dalam kelas,” ujar Carl Nordenberg, Vice President and Regional Head of Mobile eXperience Business, Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Indonesia, Samsung for Education mendukung ImajiNation 2026, kompetisi Visual Coding tingkat nasional pertama di Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Assemblr EDU. Program ini menargetkan lebih dari 11.000 peserta dari 2.000 sekolah, dengan Samsung memberikan dukungan berupa keahlian teknologi melalui sesi enablement mingguan menjelang Grand Final pada Oktober.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_27853" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-27853" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05064006/Image-4-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania1000.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05064006/Image-4-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania1000.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05064006/Image-4-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania1000-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05064006/Image-4-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania1000-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Dengan teknologi Galaxy, para peserta dapat mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat mendukung proses ideasi, kolaborasi, kreasi digital, hingga presentasi proyek.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung for Education juga diluncurkan di Filipina pada awal tahun ini untuk mendukung perkembangan pembelajaran digital di negara tersebut. Inisiatif ini menghadirkan perangkat Galaxy, Samsung Knox, Samsung Learning Hub, dan berbagai sumber daya pendidikan bagi sekolah dalam mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Mendukung Ekosistem Sekolah yang Lebih Luas</h2>
<p>Di dalam kelas, tablet Galaxy mendukung siswa dalam pembelajaran digital, kolaborasi, serta akses ke berbagai sumber belajar. Sementara itu, solusi display Samsung seperti WAF Interactive Display bersertifikasi EDLA<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><span>[1]</span></a> memberikan akses yang lebih mudah ke berbagai layanan seperti Google Classroom dan Google Drive, sehingga turut memperkaya pengalaman belajar. Display ini juga memungkinkan pendidik memanfaatkan fitur seperti Samsung AI Assistant<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><span>[2]</span></a> untuk membantu meningkatkan fokus dan keterlibatan siswa melalui konten seperti rangkuman dan kuis. Fitur lainnya, seperti Live Transcript, dapat mengubah instruksi yang disampaikan secara lisan menjadi teks secara real-time di layar, sehingga materi pembelajaran lebih mudah diikuti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Interactive Display memadukan perangkat keras canggih dengan berbagai fitur berbasis AI<a href="#_ftn3" name="_ftnref3"><span>[3]</span></a> untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih cerdas, interaktif, dan kolaboratif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Samsung Knox menyediakan fitur keamanan dan pengelolaan perangkat yang terhubung, sehingga membantu sekolah mengelola lingkungan pembelajaran digital dengan lebih aman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_27854" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-27854" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05064122/Image-5-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000.jpg" alt="" width="1000" height="666" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05064122/Image-5-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05064122/Image-5-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000-845x563.jpg 845w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/05064122/Image-5-Membekali-Siswa-dan-Pendidik-dengan-Keterampilan-Siap-Masa-Depan-di-Asia-Tenggara-dan-Oseania-1000-768x511.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Samsung Interactive Display menghadirkan konten secara lebih hidup untuk mendukung proses belajar yang lebih interaktif dan partisipasi siswa di dalam kelas.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak hanya perangkat pembelajaran, portofolio Samsung juga dapat mendukung berbagai kebutuhan lain di lingkungan sekolah. <strong>SMART Signage</strong> dan <strong>LED Signage</strong> dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dan berbagai pembaruan di area sekolah, sementara <strong>solusi pendingin ruangan Samsung</strong> membantu menjaga kenyamanan serta kondisi lingkungan di dalam kelas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui Samsung for Education dan berbagai kemitraan di kawasan ini, Samsung terus mendukung perjalanan transformasi digital sekolah—membantu pendidik membangun kapabilitas digital sekaligus membekali siswa agar dapat beradaptasi dengan kebutuhan dunia yang terus berkembang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekolah dan mitra pendidikan di Indonesia dapat mengetahui lebih lanjut mengenai Samsung for Education dengan menghubungi tim pendidikan Samsung melalui <a href="https://www.samsung.com/id/business/samsung-for-education/samsung-digital-schools/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Samsung for Education.</strong></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<table width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%"><strong>Frequently Asked Questions</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Q</strong> <strong>Apa itu Samsung for Education?</strong></p>
<p>Samsung for Education merupakan program pendidikan Samsung yang dirancang untuk mendukung sekolah dalam mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi digital. Program ini memadukan teknologi Galaxy, Samsung Knox, pengembangan kompetensi pendidik, sumber daya pembelajaran, serta kolaborasi dengan berbagai mitra pendidikan untuk mendukung proses belajar dan mengajar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Q. Bagaimana Samsung Learning Hub mendukung pendidik?</strong></p>
<p>Samsung Learning Hub menyediakan berbagai sumber daya pengajaran, pelatihan keterampilan digital, dan sertifikasi untuk mendukung pengembangan profesional pendidik. Berbagai materi tersebut dirancang untuk membantu guru meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi serta mengintegrasikan perangkat dan solusi digital ke dalam proses pembelajaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Q. Bagaimana cara menggunakan Samsung for Education di dalam kelas?</strong></p>
<p>Sekolah dapat memulai dengan memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran masing-masing, mulai dari perangkat Galaxy dan Samsung Knox hingga Interactive Display yang kompatibel serta berbagai perangkat pembelajaran digital. Pendidik juga dapat mengakses program pengembangan profesional dan sumber daya pengajaran melalui Samsung Learning Hub untuk mendukung pemanfaatan teknologi secara efektif di dalam kelas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, sekolah dapat menghubungi <a href="https://www.samsung.com/id/business/samsung-for-education/samsung-digital-schools/"><strong>Samsung for Education.</strong></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size: 15px;"><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><span>[1]</span></a> <em>Enterprise Devices Licensing Agreement (EDLA) merupakan program yang diperkenalkan Google pada akhir 2022 untuk membantu penyedia solusi menawarkan perangkat dengan Google Mobile Services yang terintegrasi.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><a href="#_ftnref2" name="_ftn2"><span>[2]</span></a> <em>Didukung pada Samsung Interactive Display berbasis Android yang kompatibel. Ketersediaan fitur dapat berbeda berdasarkan model dan wilayah.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><a href="#_ftnref3" name="_ftn3"><span>[3]</span></a> <em>Samsung AI Assistant dapat memberikan informasi yang tidak akurat. Samsung tidak dapat menjamin keakuratan atau keandalan respons yang diberikan. Input dan data pengguna tidak digunakan untuk melatih model.</em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Innovation Campus Batch 8: 6.000 Generasi Muda Terpilih Mulai Asah Cara Berpikir Dengan Coding</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-innovation-campus-batch-8-6-000-generasi-muda-terpilih-mulai-asah-cara-berpikir-dengan-coding?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Sat, 03 Oct 2026 08:00:19 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[computational thinking]]></category>
		<category><![CDATA[problem solving]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Innovation Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Innovation Campus Batch 8]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4z3WMQ2</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Sebelum menciptakan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) atau Internet of Things (IoT), ada satu kemampuan yang perlu dibangun generasi muda]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_27838" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-27838" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/03065638/01-Perjalanan-Pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1000.jpg" alt="Infografis perjalanan pembelajaran Samsung innovation campus, mulai dari membangung fondasi coding hingga IoT dan AI." width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/03065638/01-Perjalanan-Pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1000.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/03065638/01-Perjalanan-Pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1000-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/03065638/01-Perjalanan-Pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1000-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Infografis &#8211; Perjalanan Pembelajaran Samsung Innovation Campus Batch 8</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelum menciptakan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) atau Internet of Things (IoT), ada satu kemampuan yang perlu dibangun generasi muda terlebih dahulu yaitu cara berpikir yang terstruktur. Hal tersebut menjadi fondasi yang mulai diasah oleh 6.000 generasi muda terpilih dari 14.806 pendaftar Samsung Innovation Campus Batch 8 melalui <strong>Stage 1: Code Kick-Start &#8211; Python Programming</strong>, yang berlangsung pada 27 Agustus hingga 28 September 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Membangun Fondasi Coding</h2>
<p>Pada Stage 1, peserta mulai membangun fondasi coding melalui pembelajaran konsep dasar pemrograman, mulai dari variable, data types, operators, conditional statements, looping, hingga functions dan collections seperti lists dan dictionaries. Menggunakan Python sebagai bahasa pemrograman, peserta belajar memahami bagaimana setiap konsep digunakan untuk membangun sebuah program.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pembelajaran dilakukan secara bertahap, mulai dari memahami konsep dasar hingga menerapkannya melalui latihan coding. Technical mentoring juga diberikan untuk membantu peserta memahami materi dan menghadapi berbagai tantangan saat belajar coding, termasuk syntax error dan programming logic.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Yang paling penting dalam belajar coding bukan hanya memahami syntax, tetapi memahami kapan dan mengapa sebuah konsep digunakan. Peserta diajak untuk memahami bagaimana sebuah masalah dapat diterjemahkan menjadi logic, kemudian diwujudkan dalam bentuk code,” <strong>ujar Rahmat Fajri, AI Engineer dan SIC Trainer. </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui fondasi coding ini, peserta dipersiapkan untuk melanjutkan perjalanan pembelajaran ke tahap berikutnya, yaitu IoT dan AI, dengan kompleksitas teknologi yang semakin berkembang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Dari Coding, Peserta Mulai Bangun Cara Berpikir Terstruktur</h2>
<p>Lebih dari sekadar memahami cara menulis kode, Stage 1 juga membantu peserta membangun kemampuan <strong><em>problem solving</em></strong> dan <strong><em>computational thinking</em></strong>. Melalui proses belajar, peserta dilatih untuk memecah permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana, mengenali pola, memahami masalah, serta menyusun langkah penyelesaian secara terstruktur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendekatan <strong><em>project-based learning</em></strong> kemudian memberikan kesempatan bagi peserta untuk menerapkan berbagai konsep coding yang telah dipelajari dalam sebuah proyek. Melalui proses tersebut, peserta dapat melihat bagaimana variable, conditional, looping, dan function saling digunakan untuk membangun solusi, sekaligus memahami bahwa coding dapat menjadi alat untuk menyelesaikan permasalahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perjalanan bertahap ini menunjukkan bagaimana keterampilan dasar coding dapat menjadi titik awal bagi peserta untuk mengenal teknologi yang lebih luas. Dari memahami logic dan code, peserta kemudian diarahkan untuk mengeksplorasi IoT dan AI melalui tahapan pembelajaran berikutnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Belajar coding bukan hanya tentang menulis kode, tetapi tentang belajar berpikir secara terstruktur. Peserta Samsung Innovation Campus mulai membangun cara berpikir tersebut sebagai bekal untuk memahami dan mengembangkan teknologi yang lebih kompleks ke depannya, mulai dari IoT hingga pemahaman AI. Kami berharap 6.000 peserta di Stage 1 dapat memanfaatkan proses pembelajaran ini untuk memperkuat kemampuan mereka, mengeksplorasi potensi teknologi, dan terus berkembang sepanjang perjalanan SIC Batch 8”, <strong>Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_27839" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-27839" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/03065837/02-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Lebih-dari-Sekedar-Coding-1000.jpg" alt="Infografis pembelajaran Samsung Innovation Campus lebih dari sekedar coding, namun problem solving, computational thinking, hingga project based learning." width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/03065837/02-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Lebih-dari-Sekedar-Coding-1000.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/03065837/02-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Lebih-dari-Sekedar-Coding-1000-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/10/03065837/02-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Lebih-dari-Sekedar-Coding-1000-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Infografis &#8211; Samsung Innovation Campus Batch 8 Lebih dari Sekedar Coding</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Memperkuat Kapasitas Pengajar untuk Menyiapkan Talenta Digital</h2>
<p>Pembelajaran mengenai teknologi juga tidak hanya penting bagi generasi muda sebagai peserta didik, tetapi juga bagi para pengajar yang berperan dalam membangun kemampuan digital di lingkungan pendidikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perkembangan teknologi yang semakin cepat turut mengubah kebutuhan keterampilan di dunia pendidikan. Guru dan dosen tidak hanya dituntut untuk memahami perkembangan teknologi, tetapi juga perlu memiliki keterampilan yang relevan agar dapat mengintegrasikan pemahaman tersebut ke dalam proses pembelajaran. Penguasaan dasar coding, computational thinking, serta pemahaman mengenai teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) menjadi bagian dari keterampilan yang semakin relevan bagi para pengajar di tengah perkembangan teknologi saat ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui Samsung Innovation Campus, kesempatan untuk mengembangkan keterampilan tersebut juga diberikan kepada tenaga pendidik. Lebih dari 500 guru dan dosen telah mengikuti program Samsung Innovation Campus untuk memperluas pemahaman dan keterampilan mereka di bidang teknologi. Pembelajaran ini diharapkan dapat membantu para pengajar meningkatkan kesiapan mereka dalam memahami perkembangan teknologi, sekaligus menjadi bekal untuk menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan era digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>QnA: Samsung Innovation Campus Batch 8</h2>
<p><strong>1. Apa itu Samsung Innovation Campus Batch 8?</strong></p>
<p>Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8 merupakan program CSR Samsung Electronics Indonesia yang memberikan pembelajaran keterampilan teknologi kepada generasi muda, dengan fokus pada Coding, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT). Program ini menggunakan pembelajaran bertahap yang mencakup fondasi coding, IoT, AI, hingga Final Integration.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2. Apa yang dipelajari 6.000 peserta Samsung Innovation Campus di Stage 1?</strong></p>
<p>Pada Stage 1: Code Kick-Start – Python Programming, sebanyak 6.000 peserta terpilih mempelajari dasar coding, programming logic, data handling, dan computational thinking melalui pembelajaran dan project-based learning. Peserta juga mendapatkan technical mentoring untuk membantu mereka memahami coding dan menerapkan konsep pemrograman dalam menyelesaikan masalah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3. Apa tahapan Samsung Innovation Campus Batch 8 setelah Stage 1?</strong></p>
<p>Setelah Stage 1, peserta akan melalui proses seleksi untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Sebanyak 1.500 peserta akan melanjutkan ke Stage 2: IoT – Device Hardware Discovery, kemudian 700 peserta akan melanjutkan ke Stage 3: AI Crafting, sebelum memasuki Stage 4: Final Integration dan rangkaian Final Judging.</p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/bukan-sekadar-jago-ai-anak-muda-di-samsung-solve-for-tomorrow-2026-belajar-menemukan-masalah-yang-tepat-untuk-diselesaikan?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 15:00:19 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[AI Amplification]]></category>
		<category><![CDATA[SFT 2026]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4xwktjH</guid>
									<description><![CDATA[&#160; Ketika Artificial Intelligence (AI) semakin mudah digunakan, kemampuan menggunakan AI saja tidak lagi cukup. Tantangan berikutnya bagi generasi muda]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_27478" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-27478" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131628/01-Tim-Labmino-pemenang-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-dan-Global-Ambassador-1000px.jpg" alt="Tim Labmino, pemenang Samsung Solve for Tomorrow 2025 sekaligus Global Ambassador, sedang memegang RunSight, project berbasis AI yang berangkat dari empati terhadap pelari tunanetra." width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131628/01-Tim-Labmino-pemenang-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-dan-Global-Ambassador-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131628/01-Tim-Labmino-pemenang-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-dan-Global-Ambassador-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131628/01-Tim-Labmino-pemenang-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-dan-Global-Ambassador-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Tim Labmino, pemenang Samsung Solve for Tomorrow 2025 dan Global Ambassador</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika Artificial Intelligence (AI) semakin mudah digunakan, kemampuan menggunakan AI saja tidak lagi cukup. Tantangan berikutnya bagi generasi muda adalah menentukan masalah yang tepat untuk diselesaikan, memahami siapa yang membutuhkan solusinya, serta memilih teknologi yang benar-benar relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi generasi muda yang ingin menciptakan inovasi, memiliki ide dan mengetahui teknologi terbaru merupakan langkah awal. Namun, solusi yang memberikan dampak membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Dibutuhkan pula kemampuan untuk melihat permasalahan dari perspektif pengguna, memahami data yang tersedia, serta menentukan apakah AI memang menjadi pendekatan yang tepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebutuhan akan kemampuan tersebut menjadi semakin relevan seiring pemanfaatan AI yang terus berkembang, termasuk dalam dunia pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) turut mendorong pemanfaatan AI dan coding sebagai bagian dari transformasi pendidikan. Dalam Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14, Kemendikdasmen menyampaikan bahwa AI dan coding telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas lima SD, dengan penerapan yang terus diperkuat melalui pelatihan guru serta penyediaan sarana dan prasarana.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal ini menjadi bagian dari pembelajaran dalam <strong>Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026</strong>, program berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) yang mendorong generasi muda untuk mengembangkan solusi terhadap berbagai permasalahan di masyarakat. Memasuki tahap semifinal, sebanyak <strong>296 peserta dari 80 tim</strong> mengikuti pelatihan teknis <strong>AI Amplification</strong>, setelah melalui proses seleksi dari sekitar 4.000 pendaftar awal dan 2.600 peserta Design Thinking Workshop.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Sebelum Menggunakan AI, Kenali Dulu Masalahnya</h2>
<p>Di tengah semakin mudahnya akses terhadap AI, salah satu tantangan dalam mengembangkan inovasi adalah kecenderungan untuk memulai dari teknologi: “AI apa yang bisa digunakan?” Padahal, proses pengembangan solusi yang relevan perlu dimulai dari pertanyaan yang lebih mendasar: “Masalah apa yang ingin diselesaikan?”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendekatan inilah yang menjadi salah satu fokus dalam AI Amplification. Peserta tidak langsung diarahkan untuk memilih teknologi AI, tetapi terlebih dahulu belajar mengidentifikasi permasalahan, memahami pengguna yang terdampak, menentukan kebutuhan data, memilih pendekatan AI, serta menetapkan tujuan dan output solusi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan Samsung Solve for Tomorrow di Indonesia, pelatihan teknis pada tahap semifinal juga menggunakan format hybrid. Pengajar memberikan sesi pelatihan secara langsung dari kantor Samsung Indonesia, sementara peserta mengikuti pembelajaran secara <em>online.</em> Sebanyak 80 tim semifinalis mengikuti rangkaian pelatihan teknis AI Amplification pada 14, 15, 22, dan 23 Agustus 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_27479" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-27479" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131830/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1000px.jpg" alt="Mentor memaparkan materi Roadmap Pengembangan Inovasi AI di depan layar presentasi, sementara peserta Samsung Solve for Tomorrow 2026 mengikuti secara online melalui layar video conference di kantor Samsung Indonesia." width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131830/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131830/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/09/01131830/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Rahmat Fajri, AI Engineer, memaparkan materi &#8220;Roadmap Pengembangan Inovasi AI&#8221; dalam sesi Pelatihan Teknis AI Amplification di Samsung Solve for Tomorrow 2026 secara Hybrid</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dalam mengembangkan solusi berbasis AI, peserta perlu memahami bahwa teknologi bukanlah titik awal. Mereka perlu terlebih dahulu mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan pengguna, dan melihat data yang tersedia. Dari sana, peserta dapat menentukan apakah AI memang dibutuhkan dan pendekatan apa yang paling sesuai,” ujar <strong>Rahmat Fajri, AI Engineer dan pengajar Technical AI Amplification Samsung Solve for Tomorrow 2026.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Dari “Punya Ide” Menjadi “Punya Solusi”</h2>
<p>Pembelajaran tersebut kemudian diterapkan langsung pada proyek masing-masing peserta. Melalui sesi hands-on dan tanya jawab, peserta menganalisis permasalahan, menentukan kebutuhan data, memilih kategori AI, menetapkan tujuan dan output, serta mempertimbangkan dampak dari solusi yang mereka kembangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan proses tersebut, peserta belajar melihat pengembangan inovasi dari perspektif yang berbeda. Ide tidak lagi berhenti pada pertanyaan apakah sebuah teknologi dapat dibuat, tetapi berkembang menjadi pertanyaan apakah solusi tersebut benar-benar dibutuhkan oleh pengguna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Di awal, banyak peserta datang dengan ide dan langsung ingin menggunakan teknologi AI tertentu. Setelah mengikuti pembelajaran, mereka mulai memahami pertanyaan yang perlu dijawab terlebih dahulu: apa masalahnya, siapa penggunanya, data apa yang tersedia, dan apakah AI merupakan solusi yang tepat. Perubahan mindset ini sangat penting dalam mengembangkan solusi berbasis AI,” ujar Rahmat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah memahami permasalahan dan cakupan solusi, peserta mempelajari AI development pipeline untuk mengembangkan prototype AI. Materinya mencakup pengolahan data, pemilihan dan pengembangan model, evaluasi hasil, <em>fine-tuning,</em> serta <em>transfer learning</em>. Peserta juga mempelajari integrasi AI ke dalam produk melalui pendekatan Edge AI dan Cloud AI, sebelum menggunakan pemahaman tersebut untuk menyempurnakan Concept Paper masing-masing.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada sesi pertama, peserta juga diperkenalkan pada berbagai teknologi dan pendekatan AI, mulai dari Artificial Intelligence, Machine Learning, Deep Learning, Generative AI, Computer Vision, Natural Language Processing (NLP), predictive AI, hingga sensor-based AI, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan demikian, peserta tidak hanya mempelajari cara menggunakan dan mengembangkan AI, tetapi juga bagaimana menentukan kapan AI dibutuhkan dan bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan solusi yang relevan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Skill AI Bukan Hanya tentang Teknologi</h2>
<p>Kemampuan mengembangkan solusi berbasis AI membutuhkan perpaduan antara keterampilan teknis dan kemampuan memahami permasalahan. Seorang inovator perlu mampu melihat kebutuhan pengguna, bekerja dengan data, memilih pendekatan teknologi, serta mengkomunikasikan solusi yang dikembangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena itu, Samsung Solve for Tomorrow juga mendorong pengembangan problem solving, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi, selain keterampilan teknis. Peserta tidak hanya mengembangkan ide berbasis teknologi, tetapi juga memahami bagaimana inovasi dapat memberikan manfaat bagi pengguna dan lingkungan di sekitarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendekatan tersebut membantu generasi muda melihat AI bukan sekadar teknologi yang sedang berkembang, tetapi sebagai salah satu alat yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata ketika diterapkan secara tepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Samsung Solve for Tomorrow Dorong Generasi Muda Mengubah Masalah Menjadi Inovasi</h2>
<p>Melalui Samsung Solve for Tomorrow, Samsung memberikan kesempatan kepada siswa dan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan STEM sekaligus keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk AI.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Generasi muda punya potensi besar. Tugas kami adalah memberi mereka ruang, keterampilan STEM dan AI, dan kesempatan untuk menjawab tantangan nyata. Karena kami percaya, inovasi tidak lahir dari teknologi semata, tetapi dari keberanian untuk melihat masalah dengan cara yang berbeda,” ujar <strong>Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Bukan sekadar bisa membuat, tapi tahu apa yang perlu dibuat. Melalui tahap semifinal ini, kami tidak hanya mematangkan ide para peserta, tetapi juga menyiapkan mereka menjadi penggerak inovasi masa depan,” <strong>tambahnya</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah menyelesaikan AI Amplification, para semifinalis selanjutnya mengikuti sesi mentoring bersama para mentor untuk menyempurnakan solusi mereka. Peserta kemudian akan mengembangkan final paper, prototype, dan pitch video sebelum Samsung mengumumkan 10 tim terbaik dari masing-masing kategori Siswa dan Mahasiswa pada 7 Oktober 2026 untuk melaju ke babak final.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui perjalanan tersebut, Samsung Solve for Tomorrow mendorong generasi muda untuk tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi. Lebih dari itu, peserta diajak untuk lebih peka melihat masalah, memahami kebutuhan pengguna, mengolah data, dan menentukan teknologi yang tepat untuk menghasilkan solusi yang memberikan dampak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan mindset tersebut, AI bukan lagi sekadar teknologi yang digunakan karena sedang berkembang, tetapi menjadi alat untuk mengubah masalah yang ditemukan di sekitar menjadi inovasi yang relevan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a>  Siaran Pers Kemendikdasmen: <a href="https://internal-portal.kemdikbud.go.id/siaran-pers/15828-mendikdasmen-dorong-penguatan-digitalisasi-serta-pemanfaatan-ai-dan-koding-di-14th-ased" target="_blank" rel="noopener">Mendikdasmen Dorong Penguatan Digitalisasi serta Pemanfaatan AI dan Koding di 14th ASED</a></em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Dari Biosignal Menjadi Insight Kesehatan: Upaya Samsung Research Mengembangkan Health Foundation Model</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/dari-biosignal-menjadi-insight-kesehatan-upaya-samsung-research-mengembangkan-health-foundation-model?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 16:06:46 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Mobile]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy Unpacked Juli 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy Watch]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy Watch9]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Health]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/3SuLAMG</guid>
									<description><![CDATA[AI kini semakin banyak digunakan untuk menganalisis biosignal yang diukur melalui perangkat wearable seperti smartwatch. Dengan mengidentifikasi pola yang]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>AI kini semakin banyak digunakan untuk menganalisis biosignal yang diukur melalui perangkat wearable seperti smartwatch. Dengan mengidentifikasi pola yang bermakna dari data Kesehatan termasuk tidur, detak jantung, dan aktivitas fisik, AI membantu pengguna memahami sekaligus mengelola kesehatannya dengan lebih baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam <a href="https://news.samsung.com/global/galaxy-unpacked-july-2026-samsung-and-partners-envision-a-connected-care-future-from-first-signal-to-lasting-change" target="_blank" rel="noopener">Health Forum yang digelar pada Galaxy Unpacked Juli 2026</a>, Samsung juga membagikan visi Connected Care untuk masa depan kesehatan digital, sebuah pendekatan yang mengubah layanan kesehatan dari yang bersifat reaktif menjadi lebih preventif, personal, dan terhubung, didukung oleh inovasi kesehatan yang terpercaya serta kolaborasi di seluruh ekosistem layanan kesehatan. Salah satu teknologi yang mendukung hadirnya pengalaman kesehatan generasi baru tersebut adalah health foundation model.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-27329" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24154411/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main1.jpg" alt="" width="1000" height="600" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24154411/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main1.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24154411/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main1-938x563.jpg 938w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24154411/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main1-768x461.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peneliti dari Digital Health Team di Samsung Research America (SRA) tengah mengembangkan teknologi AI baru yang dapat memahami kondisi kesehatan seseorang secara berkelanjutan melalui biosignal, menghasilkan insight kesehatan, serta memberikan panduan kesehatan yang sesuai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para peneliti Samsung baru-baru ini memperkenalkan dua foundation model berbasis data wearable: <a href="https://arxiv.org/abs/2605.00973" target="_blank" rel="noopener">xMAE (Physiology-Aware Masked Cross-Modal Reconstruction for Biosignal Representation Learning)</a>, yang mempelajari hubungan temporal antara berbagai biosignal, dan <a href="https://iclr.cc/virtual/2026/poster/10007966" target="_blank" rel="noopener">HiMAE (Hierarchical Masked Autoencoder)</a>, yang memahami pola kesehatan pada berbagai skala waktu dalam data time-series dari perangkat wearable. Kedua penelitian tersebut menunjukkan kemajuan dalam pengembangan model AI kesehatan yang mampu memahami hubungan fisiologis dan struktur temporal biosignal dengan lebih baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penelitian Samsung mengenai model xMAE dan HiMAE masing-masing telah diterima di International Conference on Machine Learning (ICML) dan International Conference on Learning Representations (ICLR), yang menegaskan signifikansi penelitian tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Health Foundation Model yang Membaca Sinyal Tubuh: Mengapa Penting untuk Kesehatan</h2>
<p>Health foundation model merupakan model AI yang menggunakan self-supervised learning untuk mempelajari fitur-fitur bermakna dari data biosignal yang tidak berlabel. Setelah melalui proses pre-training menggunakan data kesehatan dalam skala besar, model tersebut dapat diterapkan untuk berbagai tugas kesehatan, termasuk analisis biosignal, pengembangan biomarker baru atau yang lebih baik, serta prediksi masalah kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Model AI xMAE: Insight Jantung Berkelanjutan dari Perangkat Wearable</h2>
<p>Electrocardiogram (ECG) pada perangkat wearable mengukur aktivitas listrik jantung secara langsung dan dapat digunakan untuk mengukur detak jantung serta variabilitas detak jantung, sekaligus mengidentifikasi irama jantung yang tidak normal dan risiko kondisi seperti fibrilasi atrium. ECG memiliki tingkat akurasi yang tinggi, tetapi umumnya mengharuskan pengguna berhenti sejenak untuk melakukan pengukuran secara aktif. Sementara itu, photoplethysmography (PPG) dapat mengukur fungsi jantung secara tidak langsung dengan mendeteksi perubahan aliran darah. Pengukuran PPG dapat dilakukan secara pasif dan berkelanjutan melalui sensor pada perangkat wearable seperti smartwatch.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kedua sinyal tersebut berasal dari aktivitas jantung yang sama, tetapi muncul dengan jeda waktu tertentu, seperti suara petir yang terdengar setelah kilatan cahaya terlihat. xMAE merupakan kerangka <em>biosignal pretraining</em> yang dirancang untuk mempelajari hubungan temporal antara kedua sinyal tersebut dengan merekonstruksi bagian sinyal ECG yang disamarkan menggunakan sinyal PPG yang lebih mudah diukur secara kontinu. Dengan pendekatan ini, berbagai fitur yang berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular dapat dianalisis secara lebih presisi melalui PPG, tanpa memerlukan pengukuran ECG manual secara terpisah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-27330" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24154724/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main2.jpg" alt="" width="1000" height="780" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24154724/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main2.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24154724/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main2-722x563.jpg 722w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24154724/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main2-768x599.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para peneliti melakukan <em>pretraining</em> xMAE menggunakan sekitar 9.400 jam data ECG dan PPG. Model tersebut mengungguli model biosignal unimodal dan metode <em>multimodal learning</em> yang sudah ada dalam 15 dari 19 tugas evaluasi, termasuk prediksi penyakit kardiovaskular, deteksi hasil pemeriksaan yang tidak normal, dan klasifikasi tahap tidur. Studi tersebut juga mengonfirmasi potensi penggunaan fitur yang telah dipelajari pada berbagai perangkat sensor, lokasi pemasangan sensor di tubuh, serta lingkungan pengumpulan data yang berbeda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Model AI HiMAE: Membaca Kondisi Tubuh pada Berbagai Skala Waktu Langsung di Perangkat</h2>
<p>Data kesehatan yang diukur melalui perangkat wearable dapat memberikan informasi yang berbeda, tergantung pada skala waktu yang digunakan untuk menganalisisnya. Misalnya, segmen waktu yang singkat dapat mengungkap sinyal yang berubah dengan cepat seperti detak jantung, sementara segmen waktu yang lebih panjang dapat menemukan pola yang terbentuk secara bertahap, seperti tidur atau aktivitas fisik. Hal ini serupa dengan melihat gambar dengan memperbesar atau memperkecil tampilannya untuk menemukan informasi yang berbeda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-27331" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24155006/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main3.jpg" alt="" width="1000" height="680" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24155006/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main3.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24155006/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main3-828x563.jpg 828w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24155006/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main3-768x522.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>HiMAE merupakan model <em>self-supervised learning</em> yang mempelajari representasi dari data wearable dalam berbagai skala waktu. Model ini menggunakan beberapa <em>encoder</em> untuk menganalisis segmen waktu pendek dan panjang secara terpisah, sehingga dapat mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan untuk setiap tugas kesehatan, seperti analisis detak jantung atau prediksi tahap tidur, pada skala waktu yang sesuai. Selama proses pelatihan, model merekonstruksi bagian data yang disamarkan. Pendekatan ini memungkinkan HiMAE mempelajari pola-pola penting dalam biosignal meskipun data berlabel yang tersedia terbatas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Satu model HiMAE yang telah melalui <em>pretraining</em> dapat menangani klasifikasi, prediksi numerik, dan pembuatan data. Model ini mencapai performa tinggi dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan model yang sudah ada. HiMAE juga meningkatkan efisiensi komputasi hingga mampu menghasilkan hasil dalam waktu kurang dari satu milidetik pada <em>central processing unit</em> (CPU) sekelas smartwatch. Yang terpenting, HiMAE untuk pertama kalinya menunjukkan potensi health foundation model yang berjalan langsung di perangkat (<em>on-device</em>), dengan kemampuan menganalisis sinyal kesehatan mentah secara real-time tanpa bergantung pada server cloud.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Langkah Berikutnya Menuju Connected Care</h2>
<p>Secara bersama-sama, xMAE dan HiMAE merepresentasikan kemajuan dalam pengembangan model AI yang mampu memahami secara lebih presisi hubungan fisiologis dan struktur temporal yang menjadi karakteristik unik biosignal. Kedua model ini dirancang untuk menghadirkan insight kesehatan yang presisi, berkelanjutan, dan personal, sekaligus dapat diterapkan pada berbagai tugas kesehatan melalui satu model yang telah melalui <em>pretraining</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Simak lebih lanjut penjelasan dari para peneliti di balik pengembangan kedua model ini di bawah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-27333" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24155150/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main4.jpg" alt="" width="1000" height="620" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24155150/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main4.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24155150/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main4-908x563.jpg 908w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24155150/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main4-768x476.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-27334" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24155215/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main5-1.jpg" alt="" width="1000" height="620" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24155215/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main5-1.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24155215/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main5-1-908x563.jpg 908w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/08/24155215/Samsung-Corporate-Biosignals-Health-Insights-Samsung-Research-Health-Foundation-Models_Main5-1-768x476.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Innovation Campus Batch 8 Resmi Dibuka: Bekali Generasi Muda dengan Pembelajaran AI, Coding, dan IoT</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-innovation-campus-batch-8-resmi-dibuka-bekali-generasi-muda-dengan-pembelajaran-ai-coding-dan-iot?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 10:00:13 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Innovation Campus]]></category>
		<category><![CDATA[SIC Batch 8]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4vHjds7</guid>
									<description><![CDATA[Program: Pembukaan pendaftaran Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8 untuk pelatihan AI, Coding, dan IoT. Target Peserta: Terbuka bagi siswa SMA/SMK/MA serta]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li><em><strong>Program:</strong> Pembukaan pendaftaran Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8 untuk pelatihan AI, Coding, dan IoT.</em></li>
<li><em><strong>Target Peserta:</strong> Terbuka bagi siswa SMA/SMK/MA serta mahasiswa aktif di seluruh Indonesia.</em></li>
<li><em><strong>Batas Pendaftaran: </strong>Registrasi dibuka mulai sekarang hingga 18 Agustus 2026.</em></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26676" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26676" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054137/01-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Main-Image-1000px.jpg" alt="Poster Pendaftaran Samsung Innovation Campus Batch 8 untuk Pelatihan AI dan Coding" width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054137/01-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Main-Image-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054137/01-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Main-Image-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054137/01-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Main-Image-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Pendaftaran Samsung Innovation Campus Batch 8 resmi dibuka</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Electronics Indonesia membuka pendaftaran Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8 hingga 18 Agustus 2026. Program CSR ini memberikan pelatihan gratis Coding, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT) bagi siswa SMA/SMK/MA dan mahasiswa di seluruh Indonesia melalui pembelajaran berbasis proyek. Inisiatif ini turut mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mempercepat transformasi digital nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita, khususnya pengembangan talenta unggul yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung Innovation Campus merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Samsung Electronics Indonesia untuk mencetak talenta digital melalui pembelajaran Coding, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT). Program ini membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan industri sekaligus mendorong mereka menciptakan solusi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital RI<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a> dalam siaran persnya, kebutuhan talenta digital Indonesia diproyeksikan mencapai 12 juta orang pada 2030, sementara ketersediaan saat ini baru sekitar 9,3 juta talenta, sehingga masih terdapat kesenjangan yang perlu segera dijembatani. Melalui Samsung Innovation Campus, Samsung berkontribusi dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat ekosistem talenta digital Indonesia melalui pembelajaran Coding, AI, dan IoT yang aplikatif serta selaras dengan kebutuhan industri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Antusiasme terhadap Samsung Innovation Campus terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Pada penyelenggaraan Batch 7, program ini berhasil menjaring <strong>7.736 pendaftar</strong> dari seluruh Indonesia. Sebanyak 5.500 peserta melaju ke tahap pertama. Dari jumlah tersebut,  terpilih 20 tim terbaik yang mempresentasikan proyek inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) pada Culmination Event, tahap akhir program yang menjadi ajang pembuktian kemampuan peserta di hadapan mentor dan praktisi industri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Melalui Samsung Innovation Campus, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan keterampilan digital yang semakin dibutuhkan di masa depan. Program ini tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis di bidang Coding, AI, dan IoT, tetapi juga mendorong mereka menjadi<em> problem solver</em> yang mampu menciptakan inovasi berdampak bagi masyarakat,&#8221; ujar <strong>Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Jejak Nyata Alumni: PhysioTrack dari Tim Outliers</h2>
<p>Komitmen tersebut telah melahirkan berbagai inovasi dari para alumni Samsung Innovation Campus. Salah satunya adalah <strong>Tim Outliers, Best Team kategori universitas Samsung Innovation Campus Batch 7,</strong> yang mengembangkan <strong>PhysioTrack</strong>, solusi rehabilitasi pasca stroke berbasis AI dan IoT. Melalui integrasi <em>AI Pose Estimation</em>, sensor <em>wearable</em> berbasis IoT, serta <em>dashboard </em>pemantauan berbasis web, PhysioTrack memungkinkan pasien menjalani latihan rehabilitasi dari rumah secara lebih terukur, sekaligus tetap memberikan data yang dapat dipantau oleh fisioterapis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26677" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26677" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054507/02-Tim-Outliers-Best-Team-Kategori-Universitas-Samsung-Innovation-Campus-Batch-7-1000px.jpg" alt="Tim Outliers, Best Team Samsung Innovation Campus Batch 7, menampilkan PhysioTrack, solusi rehabilitasi AI dan IoT." width="1000" height="668" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054507/02-Tim-Outliers-Best-Team-Kategori-Universitas-Samsung-Innovation-Campus-Batch-7-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054507/02-Tim-Outliers-Best-Team-Kategori-Universitas-Samsung-Innovation-Campus-Batch-7-1000px-843x563.jpg 843w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054507/02-Tim-Outliers-Best-Team-Kategori-Universitas-Samsung-Innovation-Campus-Batch-7-1000px-768x513.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Tim Outliers, Best Team Kategori Universitas Samsung Innovation Campus Batch 7, menampilkan PhysioTrack, inovasi rehabilitasi pasca-stroke berbasis AI dan IoT.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi <strong>Bagus Satrio, perwakilan Tim Outliers</strong>, pengalaman mengikuti Samsung Innovation Campus mengubah cara pandangnya terhadap AI, dari sekadar alat bantu pekerjaan menjadi sarana untuk menciptakan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sebelum mengikuti Samsung Innovation Campus, kami menggunakan AI sebagai <em>tools</em> dalam beberapa proyek, tetapi belum benar-benar memahami bagaimana membangun solusi AI secara <em>end-to-end</em> untuk menyelesaikan permasalahan nyata. Di Samsung Innovation Campus kami belajar bahwa AI bukan hanya soal model dengan akurasi tinggi, melainkan bagaimana AI dipadukan dengan IoT, <em>embedded system</em>, dan kebutuhan pengguna sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,&#8221; ujar <strong>Satrio</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendekatan <em>project-based learning</em> yang diterapkan selama program turut mendorong Tim Outliers mengembangkan PhysioTrack, mulai dari mengidentifikasi permasalahan, melakukan riset, membangun prototipe, hingga menyempurnakan solusi melalui masukan dari para mentor. Pengalaman ini menanamkan pola pikir baru bahwa inovasi lahir dari kemampuan memahami kebutuhan pengguna, bukan sekadar menguasai teknologi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kisah Tim Outliers menjadi salah satu contoh bagaimana Samsung Innovation Campus tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis, tetapi juga mendorong mereka mengembangkan solusi yang berangkat dari kebutuhan nyata di masyarakat. Melalui pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teknologi, kolaborasi, dan kreativitas, Samsung ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang menjadi talenta digital yang siap menghadapi tantangan industri sekaligus menciptakan dampak positif melalui inovasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Apa Saja Tahapan Pembelajaran SIC Batch 8?</h2>
<div id="attachment_26678" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-26678 size-full" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054718/03-Infografis-Lima-tahapan-pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1000px.jpg" alt="Infografis 5 Tahapan Pembelajaran Samsung Innovation Campus Batch 8 dari Coding hingga Culmination Event." width="1000" height="563" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054718/03-Infografis-Lima-tahapan-pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054718/03-Infografis-Lima-tahapan-pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1000px-728x410.jpg 728w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/21054718/03-Infografis-Lima-tahapan-pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1000px-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Lima tahapan pembelajaran Samsung Innovation Campus Batch 8, dari Coding &amp; Programming hingga Culmination Event.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peserta Samsung Innovation Campus Batch 8 akan mengikuti rangkaian pembelajaran yang dirancang secara bertahap agar mampu memahami dasar teknologi hingga mengembangkan solusi inovatif berbasis AI dan IoT.</p>
<table width="600">
<tbody>
<tr>
<td width="49"></td>
<td width="243"><strong>Tahap Pembelajaran </strong></td>
<td width="308"><strong>Deskripsi Kurikulum </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="49">1</td>
<td width="243"><strong>Coding &amp; Programming Course</strong></td>
<td width="308">Peserta mempelajari dasar-dasar coding dan logika pemrograman menggunakan bahasa pemrograman yang sesuai untuk pemula, membangun fondasi yang kuat sebelum masuk ke pelatihan teknologi lanjutan.</p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">2</td>
<td width="243"><strong>IoT Fundamentals</strong></td>
<td width="308">Peserta diperkenalkan pada konsep IoT, mulai dari perangkat keras, sensor, hingga penerapannya dalam kehidupan nyata, termasuk praktik merancang sistem sederhana berbasis IoT.</p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">3</td>
<td width="243"><strong>AI &amp; IoT Bootcamp</strong></td>
<td width="308">Materi difokuskan pada integrasi AI dan IoT dalam proyek berbasis data melalui studi kasus nyata untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah.</p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">4</td>
<td width="243"><strong>Ready to Rise</strong></td>
<td width="308">Peserta mengembangkan proyek mandiri dengan pendekatan inovatif, dibekali skill presentasi dan cara membangun solusi berdampak sosial maupun industri.</p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">5</td>
<td width="243"><strong>Culmination Event</strong></td>
<td width="308">Seluruh peserta mempresentasikan proyek akhir di hadapan mentor dan praktisi industri, menjadi ajang selebrasi sekaligus pembuktian kemampuan setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain mengikuti pembelajaran tanpa dipungut biaya, peserta juga akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain:</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Pembelajaran dan mentoring bersama praktisi profesional</li>
<li>IoT Course Kit untuk pengembangan prototipe</li>
<li>Akses ke komunitas pembelajar Samsung Innovation Campus</li>
<li>Kesempatan mengikuti kompetisi dan memenangkan hadiah</li>
<li>Sertifikat resmi Samsung Innovation Campus sebagai nilai tambah portofolio akademik maupun profesional</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program ini terbuka bagi siswa SMA/SMK/MA dan mahasiswa di seluruh Indonesia yang ingin mengembangkan keterampilan Coding, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT) melalui pembelajaran berbasis proyek. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan pendaftaran Samsung Innovation Campus Batch 8 dapat diakses melalui  <a href="https://www.samsung.com/id/campaign/innovationcampus/" target="_blank" rel="noopener">situs resmi Samsung Innovation Campus.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Pertanyaan yang Sering Diajukan</h2>
<p><strong>Q: Siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendaftar Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8?</strong></p>
<p>A: Program ini terbuka bagi seluruh siswa aktif tingkat SMA, SMK, MA, serta mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki minat besar untuk mempelajari teknologi digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Q: Apakah program pelatihan Samsung Innovation Campus dipungut biaya?</strong></p>
<p>A: Seluruh rangkaian pembelajaran, bimbingan, hingga penyediaan IoT Course Kit dalam program Samsung Innovation Campus Batch 8 ini diberikan secara 100% gratis tanpa dipungut biaya apa pun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Q: Kapan batas waktu pendaftaran untuk program Batch 8 ini?</strong></p>
<p>A: Pendaftaran resmi untuk Samsung Innovation Campus Batch 8 sudah dibuka sejak 16 Juli 2026 dan akan ditutup pada tanggal 18 Agustus 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Q: Apa saja materi utama yang akan dipelajari oleh peserta selama program berlangsung?</strong></p>
<p>A: Kurikulum SIC Batch 8 disusun secara bertahap, mencakup pembelajaran dasar hingga tingkat lanjut untuk tiga pilar teknologi utama: Coding &amp; Programming, Internet of Things (IoT), dan Artificial Intelligence (AI).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Q: Bagaimana cara mendaftar program ini?</strong></p>
<p>A: Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara online dengan mengisi formulir dan melengkapi berkas persyaratan melalui <a href="https://www.samsung.com/id/campaign/innovationcampus/" target="_blank" rel="noopener">situs resmi Samsung Innovation Campus.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><sup><span><em>[1]</em></span></sup></a><em> Siaran Pers Komdigi: <a href="https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/wujudkan-kedaulatan-teknologi-nasional-komdigi-siapkan-ai-talent-factory" target="_blank" rel="noopener">Wujudkan Kedaulatan Teknologi Nasional, Komdigi Siapkan AI Talent Factory </a></em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Tingkatkan Pengalaman Pengguna dan Keluarga Melalui Pembaruan SmartThings</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-tingkatkan-pengalaman-pengguna-dan-keluarga-melalui-pembaruan-smartthings?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 10:28:29 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Home Appliances]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[TV & Audio]]></category>
		<category><![CDATA[Family Care]]></category>
		<category><![CDATA[Now Brief]]></category>
		<category><![CDATA[SmartThings]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4bsJfrE</guid>
									<description><![CDATA[Samsung Electronics hari ini mengumumkan pembaruan pada platform smart home globalnya, SmartThings, untuk menghadirkan pengalaman yang lebih baik dalam]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Samsung Electronics hari ini mengumumkan pembaruan pada platform <em>smart home</em> globalnya, SmartThings, untuk menghadirkan pengalaman yang lebih baik dalam membantu pengguna merawat diri sendiri maupun anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembaruan terbaru ini, SmartThings memperkuat layanan Family Care sehingga pengguna dapat memberikan perhatian yang lebih baik kepada orang tua atau anggota keluarga yang tinggal terpisah. SmartThings juga mengintegrasikan lebih banyak fitur utamanya ke dalam Now Brief, layanan ringkasan informasi yang dipersonalisasi di perangkat Galaxy, guna semakin meningkatkan kenyamanan dan kemudahan dalam aktivitas sehari-hari. Samsung berencana menghadirkan kemampuan baru Now Brief ini secara bertahap ke TV dan kulkas Family Hub.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Teknologi AI Samsung tidak hanya menghadirkan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga membantu pengguna merawat diri sendiri dan keluarga dengan rasa tenang yang lebih besar,” ujar Jaeyeon Jung, Executive Vice President dan Head of the SmartThings Team, AI Platform Center, Samsung Electronics. “SmartThings akan terus memperkuat perannya sebagai platform yang menghubungkan kehidupan sehari-hari pengguna dengan AI secara mulus, sekaligus terus memperluas layanan-layanan unggulan yang menjadi pembeda.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Family Care yang Ditingkatkan Memudahkan Pengguna Memantau Orang-orang Terkasih</h2>
<p>Family Care menghubungkan SmartThings dengan berbagai peralatan rumah tangga dan perangkat <em>mobile</em> untuk memberikan notifikasi mengenai aktivitas orang tua lanjut usia, pengingat jadwal minum obat dan kunjungan ke rumah sakit, serta peringatan berbasis lokasi. Melalui pembaruan terbaru ini, layanan tersebut kini menghadirkan dukungan yang lebih menyeluruh dan penuh perhatian bagi keluarga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Samsung menghadirkan fitur baru Care on Call<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a> yang memungkinkan pengguna memantau kondisi anggota keluarga yang mereka rawat dengan lebih mudah melalui panggilan telepon sederhana. Ketika pengasuh atau anggota keluarga yang menggunakan layanan ini menelepon penerima perawatan, akan muncul pop-up yang menampilkan informasi penting secara sekilas sebelum panggilan dimulai, seperti waktu aktivitas pertama pada hari itu, waktu aktivitas terakhir, serta kondisi cuaca setempat. Informasi ini membantu pengasuh mengajukan pertanyaan yang lebih relevan saat melakukan pengecekan dan memberikan respons yang lebih tepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SmartThings juga dapat memantau secara berkelanjutan perangkat seperti AC, air purifier, dehumidifier, dan humidifier untuk memantau suhu ruangan, tingkat kelembapan, serta kualitas udara di dalam rumah. Jika terdeteksi pola penggunaan yang tidak biasa, sistem akan segera mengirimkan notifikasi kepada pengasuh sehingga mereka dapat mengendalikan perangkat terkait dari jarak jauh.<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><sup>[2]</sup></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Family Care juga membuat fitur Safety Patrol menjadi lebih praktis. Fitur ini memanfaatkan SmartThings untuk mengirimkan Bespoke AI Jet Bot Steam Ultra guna memeriksa berbagai area di dalam rumah. Jika tidak terdeteksi aktivitas dari penerima perawatan dalam jangka waktu tertentu, pengguna akan menerima notifikasi dan dapat mengaktifkan fitur ini dari jarak jauh apabila pengasuh perlu mengambil tindakan.<a href="#_ftn3" name="_ftnref3"><sup>[3]</sup></a> Melalui kamera yang terpasang pada robot vacuum tersebut, pengasuh dapat melihat situasi yang mungkin terjadi, misalnya ketika seseorang tergeletak dan tidak dapat bergerak. Fitur komunikasi dua arah melalui speaker dan mikrofon bawaan juga memungkinkan pengasuh berinteraksi secara langsung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk semakin meningkatkan kualitas perawatan bagi orang-orang terkasih, Samsung juga menyempurnakan fitur Care Insight agar mampu menyajikan data jangka panjang yang lebih bermanfaat di dalam layanan Family Care. Fitur ini menganalisis berbagai faktor, seperti suhu dan tingkat kelembapan, serta memantau apakah kondisinya berada di luar kisaran yang ideal. Selain itu, Care Insight juga melacak perubahan signifikan pada tingkat aktivitas dan penggunaan perangkat yang terhubung dibandingkan dengan minggu sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<h2>Now Brief Hadir di TV dan Family Hub</h2>
<p>Now Brief menghadirkan pengalaman AI yang lebih kaya dengan mengintegrasikan berbagai layanan utama SmartThings, sehingga membantu pengguna tetap mendapatkan informasi mengenai aktivitas sehari-hari, kondisi anggota keluarga, serta situasi di dalam maupun di luar rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seiring peluncuran seri Galaxy S26, Now Brief akan mendukung layanan Home Security, Family Care, dan Pet Care, melengkapi fitur yang sudah tersedia sebelumnya seperti Home Insight, Energy, dan Sleep Environment Report. Melalui Now Brief, pengguna dapat melihat berbagai informasi penting yang dibutuhkan untuk merawat diri sendiri, keluarga, maupun rumah dengan cepat dalam satu tampilan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Now Brief dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang dipersonalisasi secara konsisten di seluruh rumah,<a href="#_ftn4" name="_ftnref4"><sup>[4]</sup></a> dan akan mulai tersedia secara bertahap pada TV yang diluncurkan mulai 2024 serta kulkas Family Hub yang diluncurkan mulai 2021.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk memberikan pengalaman yang lebih praktis, pengguna tidak perlu membuka Now Brief secara manual. Jika fitur ini telah diatur sebelumnya, Now Brief akan aktif secara otomatis ketika pengguna mendekati TV, menyentuh layar kulkas Family Hub, atau membuka dan menutup pintu kulkas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kini, baik saat berada di rumah maupun sedang bepergian, Now Brief yang telah diperluas membantu pengguna tetap mendapatkan informasi terbaru, mulai dari status perangkat di rumah dan penggunaan energi, kualitas tidur pada malam sebelumnya, pembaruan Home Security berdasarkan smart door lock, sensor pintu, dan mode keamanan, aktivitas harian orang tua, hingga informasi mengenai aktivitas berjalan bersama anjing peliharaan.<a href="#_ftn5" name="_ftnref5"><sup>[5]</sup></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26527" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26527" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/07102002/Image-001-Samsung-Tingkatkan-Pengalaman-Pengguna-dan-Keluarga-Melalui-Pembaruan-SmartThings-1000px.jpg" alt="Fitur-fitur baru yang diperkenalkan pada layanan Samsung SmartThings Family Care meliputi Care on Call, Care Insight, dan Safety Patrol." width="1000" height="600" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/07102002/Image-001-Samsung-Tingkatkan-Pengalaman-Pengguna-dan-Keluarga-Melalui-Pembaruan-SmartThings-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/07102002/Image-001-Samsung-Tingkatkan-Pengalaman-Pengguna-dan-Keluarga-Melalui-Pembaruan-SmartThings-1000px-938x563.jpg 938w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/07102002/Image-001-Samsung-Tingkatkan-Pengalaman-Pengguna-dan-Keluarga-Melalui-Pembaruan-SmartThings-1000px-768x461.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Fitur-fitur baru yang diperkenalkan pada layanan Samsung SmartThings Family Care meliputi Care on Call, Care Insight, dan Safety Patrol.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26528" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26528" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/07102118/Image-002-Samsung-Tingkatkan-Pengalaman-Pengguna-dan-Keluarga-Melalui-Pembaruan-SmartThings-1000px.jpg" alt="Berbagai fitur SmartThings kini telah terintegrasi ke dalam Now Brief di smartphone Samsung Galaxy, sehingga pengguna juga dapat dengan mudah melihat informasi tersebut melalui layar TV." width="1000" height="600" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/07102118/Image-002-Samsung-Tingkatkan-Pengalaman-Pengguna-dan-Keluarga-Melalui-Pembaruan-SmartThings-1000px.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/07102118/Image-002-Samsung-Tingkatkan-Pengalaman-Pengguna-dan-Keluarga-Melalui-Pembaruan-SmartThings-1000px-938x563.jpg 938w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/07102118/Image-002-Samsung-Tingkatkan-Pengalaman-Pengguna-dan-Keluarga-Melalui-Pembaruan-SmartThings-1000px-768x461.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Berbagai fitur SmartThings kini telah terintegrasi ke dalam Now Brief di smartphone Samsung Galaxy, sehingga pengguna juga dapat dengan mudah melihat informasi tersebut melalui layar TV.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Care on Call tersedia pada smartphone Galaxy yang menjalankan One UI 8.5 atau versi yang lebih baru. Fitur ini tidak mendukung panggilan melalui internet.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a> Fitur kendali jarak jauh tersedia apabila pengasuh telah diberikan izin untuk mengendalikan perangkat milik penerima perawatan dari jarak jauh.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref3" name="_ftn3">[3]</a> Fitur kendali jarak jauh tersedia apabila pengasuh telah diberikan izin untuk mengendalikan perangkat milik penerima perawatan dari jarak jauh. Ketersediaan fitur dapat berbeda bergantung pada produk, model, dan wilayah.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref4" name="_ftn4">[4]</a> Ketersediaan fitur dapat berbeda bergantung pada produk, model, wilayah, serta jadwal pembaruan perangkat lunak Over The Network (OTN) untuk masing-masing produk.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref5" name="_ftn5">[5]</a> Perangkat terkait harus telah didaftarkan ke SmartThings, dan layanan ini harus diaktifkan melalui tab Life.</em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Electronics Rilis Sustainability Report 2026, Perluas Upaya Pemulihan Sumber Daya Air</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-electronics-rilis-sustainability-report-2026-perluas-upaya-pemulihan-sumber-daya-air?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 11:29:17 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Kewargaan Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[New Environmental Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability Report 2026]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4vGGvzb</guid>
									<description><![CDATA[Pada 26 Juni, Samsung Electronics merilis edisi 2026 dari Sustainability Report. &#160; Laporan tersebut memaparkan strategi serta pencapaian utama Samsung di]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Pada 26 Juni, Samsung Electronics merilis edisi 2026 dari Sustainability Report.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Laporan tersebut memaparkan strategi serta pencapaian utama Samsung di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social and governance/ESG) seiring upaya perusahaan memenuhi tanggung jawab korporasi dan membangun fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika risiko geopolitik serta pesatnya perkembangan AI. Secara khusus, laporan ini menyoroti kemajuan dalam pengelolaan sumber daya air melalui kerangka kerja manajemen air yang sistematis di fasilitas manufaktur Samsung di seluruh dunia, serta berbagai inisiatif untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>[Lingkungan]</h2>
<p>Melalui <em>New Environmental Strategy</em> yang diumumkan pada September 2022, Samsung tetap berkomitmen untuk mencapai target emisi nol bersih (net zero emission) untuk Scope 1 dan Scope 2, memaksimalkan sirkularitas sumber daya, serta mengatasi berbagai tantangan lingkungan melalui inovasi teknologi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai bagian dari target mencapai emisi nol bersih Scope 1 dan Scope 2 pada 2030, Divisi Device eXperience (DX) telah mengalihkan 94,8% dari total konsumsi energinya ke energi terbarukan hingga akhir 2025. Divisi ini juga berhasil mengurangi konsumsi daya rata-rata sebesar 34,4% dibandingkan tahun 2019 dengan menerapkan teknologi hemat energi pada model-model produk utamanya.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung juga mencatat kemajuan signifikan dalam upaya sirkularitas sumber daya dan pengelolaan air. Divisi DX meningkatkan proporsi penggunaan plastik daur ulang pada komponen plastik di seluruh produknya menjadi 33,7%<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><sup>[2]</sup></a> serta meraih peringkat tertinggi <em>Zero Waste to Landfill</em> dari UL Solutions di seluruh fasilitas manufaktur globalnya. Selain itu, divisi ini mencapai tingkat pemulihan sumber daya air sebesar 67,2% pada 2025 sebagai bagian dari target untuk memulihkan 100% konsumsi air global pada 2030.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Divisi Device Solutions (DS) Samsung terus melanjutkan upayanya untuk mencapai target emisi nol bersih (net zero emission) Scope 1 dan Scope 2 pada 2050 dengan menambahkan tiga sistem katalitik regeneratif serta meningkatkan efisiensi energi pada peralatan operasionalnya. Divisi ini juga mengembangkan teknologi hemat daya untuk mencapai target pengurangan konsumsi daya pada produk memorinya, sehingga memungkinkan komersialisasi tepat waktu berbagai produk yang lebih hemat energi, seperti HBM4 dan PM1763. Pada 2030, divisi ini menargetkan peningkatan efisiensi energi pada produk HBM dan server SSD masing-masing hingga 2,5 kali dan 4 kali lipat, guna menghadirkan solusi infrastruktur AI yang lebih optimal bagi pelanggan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Divisi DS mengadopsi pendekatan Water Positive yang bertujuan mengembalikan jumlah air yang lebih besar daripada yang dikonsumsinya, dengan berhasil memulihkan sekitar 240.000 ton sumber daya air.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>[Sosial dan Tata Kelola]</h2>
<p>Samsung terus membangun lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh karyawan, dengan target mencapai nol kecelakaan kerja serius serta tingkat <em>lost time injury rate</em> terbaik di dunia pada 2030.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di seluruh rantai pasoknya, Samsung memperluas cakupan audit pihak ketiga hingga mencakup 122 pemasok tingkat pertama dan 39 pemasok tingkat kedua. Perusahaan juga membentuk Supply Chain Sustainability Committee pada akhir 2025 untuk menangani berbagai isu di seluruh rantai pasok, termasuk hak-hak pekerja, pengelolaan lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya tanggung jawab sosial perusahaan, Samsung menjalankan berbagai program <em>corporate social responsibility </em>(CSR) untuk mendukung generasi masa depan dan memperkuat komunitas. Samsung Software·AI Academy for Youth (SSAFY), program unggulan perusahaan dalam pengembangan talenta, telah membantu melatih sekitar 2.000 profesional muda di bidang perangkat lunak. Samsung Hope Stepping Stone, program yang mendukung stabilitas tempat tinggal dan kesiapan masa depan bagi generasi muda yang sedang membangun kehidupan mandiri, membuka pusat baru di Incheon pada 2025, sehingga jumlah pusatnya menjadi 16 dan telah memberikan dukungan kepada 15.092 orang di seluruh lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Laporan tahun ini disusun sesuai dengan standar pengungkapan global dan diintegrasikan dengan situs web Sustainability Samsung untuk meningkatkan kemudahan akses.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Laporan lengkap Samsung Electronics Sustainability Report 2026 dapat diunduh di <a href="https://www.samsung.com/global/sustainability/main/" target="_blank" rel="noopener">sini</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Produk representatif (model 2025): kulkas (RT34DG5A4DSLHL), AC (AC052FCADKF/TL), mesin cuci (WD90F25AHT), TV (KQ75QNF990FXKR), monitor (LS49DG952SKXKR), PC (NP960XJG), dan smartphone (SM-S938).</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a> Persentase komponen plastik yang dikembangkan oleh Divisi DX Samsung yang mengandung material daur ulang, dihitung berdasarkan total volume komponen plastik. Tingkat kandungan material daur ulang dapat berbeda pada setiap komponen.</em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
					<item>
				<title>Samsung Tampilkan Ekosistem Terbuka untuk Mempercepat Connected Care bagi Kesehatan Sehari-hari di VivaTech 2026</title>
				<link>https://news.samsung.com/id/samsung-tampilkan-ekosistem-terbuka-untuk-mempercepat-connected-care-bagi-kesehatan-sehari-hari-di-vivatech-2026?utm_source=rss&amp;utm_medium=direct</link>
				<pubDate>Fri, 03 Jul 2026 18:58:28 +0000</pubDate>
						<category><![CDATA[Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Knox SmartThings]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Health]]></category>
		<category><![CDATA[VivaTech 2026]]></category>
                <guid isPermaLink="false">https://bit.ly/4eKa1hA</guid>
									<description><![CDATA[Samsung Electronics membagikan visinya mengenai connected care, sebuah konsep yang didukung oleh ekosistem kolaborasi terbuka Samsung, dalam sesi diskusi panel]]></description>
																<content:encoded><![CDATA[<p>Samsung Electronics membagikan visinya mengenai connected care, sebuah konsep yang didukung oleh ekosistem kolaborasi terbuka Samsung, dalam sesi diskusi panel di VivaTech 2026, pameran startup dan teknologi terbesar di Eropa yang saat ini berlangsung di Paris.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26484" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26484" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03184824/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main1.jpg" alt="VivaTech 2026 Panel Discussion" width="1000" height="560" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03184824/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main1.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03184824/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main1-768x430.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Sesi panel discussion yang memaparkan gambaran masa depan layanan Kesehatan kepada 1.000 peserta dari berbagai negara.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sesi panel tersebut, Hon Pak, Head of the Digital Health Team pada Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, bergabung bersama empat pembicara lainnya: David Lee, Head of Samsung Next; Mike McSherry, CEO Xealth; Alina Su, CEO Generation Lab; serta Michael Dubrovsky, CEO SiPhox Health. Bersama-sama, mereka memaparkan gambaran masa depan layanan kesehatan kepada sekitar 1.000 peserta dari berbagai negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26485" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26485" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03184907/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main2-1.jpg" alt="Presentasi David Lee di VivaTech 2026" width="1000" height="667" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03184907/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main2-1.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03184907/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main2-1-844x563.jpg 844w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03184907/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main2-1-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">David Lee, Head of Samsung Next</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai moderator, David Lee menekankan pentingnya peran kemitraan. “Masa depan layanan kesehatan tidak dapat dibangun oleh satu perusahaan saja,” ujar Lee. “Masa depan tersebut harus diwujudkan melalui ekosistem kolaborasi yang terbuka dengan melibatkan berbagai inovator.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Membangun Ekosistem Kesehatan yang Terbuka</h2>
<p>Samsung memiliki portofolio perangkat dan platform yang beragam, mulai dari semikonduktor, ponsel, perangkat wearable, peralatan rumah tangga, hingga TV. Perusahaan memanfaatkan skala bisnisnya untuk membangun ekosistem kolaboratif yang kuat bersama banyak mitra di berbagai sektor usahanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan mengintegrasikan perangkat Samsung dengan solusi dari para mitra dalam ekosistem terbuka ini, Xealth, Generation Lab, dan SiPhox Health mempercepat terwujudnya connected care. Visi layanan kesehatan ini bertujuan membantu pengguna menjalani hidup yang lebih sehat dan berkualitas melalui pengelolaan kesehatan yang lebih proaktif, didukung oleh ekosistem perangkat Samsung yang saling terhubung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26486" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26486" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03185000/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main3-1.jpg" alt="Presentasi Hon Pak di VivaTech 2026" width="1000" height="667" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03185000/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main3-1.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03185000/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main3-1-844x563.jpg 844w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03185000/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main3-1-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Hon Pak, Head of the Digital Health Team pada Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam diskusi tersebut, Hon Pak menyoroti besarnya jangkauan ekosistem Samsung. “Samsung Health mendukung lebih dari 77 juta pengguna aktif bulanan,<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><span>[1]</span></a> sementara platform SmartThings menghubungkan 460 juta pengguna,”<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><span>[2]</span></a> ujar Pak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsung memiliki keunggulan sebagai merek tepercaya di dalam rumah, yang merupakan pusat aktivitas sehari-hari sekaligus tempat menjaga kesehatan. “Dengan menghubungkan ekosistem perangkat kami di rumah melalui SmartThings, kami dapat menghadirkan inovasi dalam pengalaman layanan kesehatan di tempat yang paling penting, seiring pergeseran layanan kesehatan ke rumah sebagai ruang di mana upaya pencegahan dapat dilakukan dalam skala yang lebih luas,” tambah Pak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk mendukung transisi ini, Samsung telah mengintegrasikan berbagai perangkat, termasuk peralatan rumah tangga, TV, dan perangkat pihak ketiga yang kompatibel, ke dalam <em>platform</em> SmartThings. Hal ini memungkinkan hadirnya beragam layanan, mulai dari otomatisasi yang dipersonalisasi hingga fitur untuk mendukung perawatan anggota keluarga dan hewan peliharaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Percepatan Inovasi Melalui Kemitraan</h2>
<p>Para panelis menilai ekosistem Samsung yang telah matang serta pendekatan kolaborasi yang terbuka sebagai salah satu keunggulan utama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Alina Su dari Generation Lab menyoroti nilai dari kemitraan tersebut. “Hal yang paling menarik adalah keterbukaan Samsung yang benar-benar nyata serta jangkauannya yang luas. Samsung memiliki skala dan kapabilitas teknis yang kuat, tetapi juga memiliki kemauan untuk berkolaborasi, menciptakan solusi bersama, dan bergerak cepat bersama para mitra,” ujar Su. “Ketika hal tersebut dipadukan dengan perangkat yang sudah digunakan orang setiap hari, inovasi dapat dihadirkan ke kehidupan mereka jauh lebih cepat dibandingkan jika dilakukan secara mandiri.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Michael Dubrovsky dari SiPhox Health juga menjelaskan manfaat dari kolaborasi ini. “Samsung menghadirkan ekosistem perangkat yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun yang dikenakan di tubuh pengguna,” ujar Dubrovsky. “SiPhox melengkapi ekosistem tersebut dengan lapisan diagnostik yang selama ini belum ada. Bersama-sama, data berkelanjutan dari perangkat dan biomarker menciptakan gambaran kesehatan yang benar-benar menyeluruh, sesuatu yang sebelumnya hanya dapat diperoleh di lingkungan klinis.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini, Generation Lab menyediakan solusi yang membantu pengguna memeriksa usia biologis dengan mudah serta mengelola proses penuaan secara proaktif dari rumah. Sementara itu, SiPhox Health menawarkan layanan yang memungkinkan pengelolaan kesehatan secara aktif melalui tes darah berstandar rumah sakit yang dapat dilakukan di rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mike McSherry dari Xealth membagikan visinya untuk menghadirkan solusi layanan kesehatan yang dapat digunakan tanpa hambatan dan berkesinambungan dengan menjembatani kesenjangan antara perawatan klinis di rumah sakit dan pengelolaan kesehatan sehari-hari melalui integrasi yang mendalam dengan Samsung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Mendorong Kolaborasi Terbuka dan Menjamin Keamanan yang Andal</h2>
<p>Selain menjalin kolaborasi strategis dengan para mitra, Samsung juga membangun ekosistem terbuka bagi komunitas pengembang dan peneliti. Melalui Samsung Health Software Development Kit (SDK) Suite, mereka dapat dengan mudah menciptakan layanan kesehatan yang inovatif dengan memanfaatkan teknologi sensor canggih dan platform kesehatan Samsung. Hal ini memungkinkan pengguna Samsung Health menikmati berbagai fitur baru yang bermanfaat dengan lebih cepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengalaman tersebut dilindungi oleh Samsung Knox, solusi keamanan tingkat pertahanan milik Samsung yang terintegrasi di berbagai perangkat konsumen, termasuk perangkat mobile, peralatan rumah tangga, dan TV. Dengan Knox, pengguna dapat mengelola informasi sensitif mereka di dalam ekosistem Samsung dengan lebih aman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menutup diskusi mengenai arah layanan kesehatan dalam lima tahun ke depan di era AI, Pak mengatakan, “Pendamping harian yang memahami siapa diri saya, apa yang saya butuhkan, dan kapan saya membutuhkannya akan membantu saya mencapai tujuan kesehatan dengan lebih mudah melalui kebiasaan hidup sehari-hari dan layanan inovatif dari para mitra yang saling terhubung.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_26487" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-26487" src="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03185302/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main4-1.jpg" alt="VivaTech 2026 panel discussion" width="1000" height="667" srcset="https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03185302/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main4-1.jpg 1000w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03185302/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main4-1-844x563.jpg 844w, https://img.global.news.samsung.com/id/wp-content/uploads/2026/07/03185302/Samsung-Corporate-Open-Ecosystem-Connected-Care-VivaTech-2026_Main4-1-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p class="wp-caption-text">Penutup panel discussion tentang arah layanan kesehatan dalam lima tahun ke depan di era AI</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Jumlah pengguna Samsung Health didasarkan pada jumlah pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU) secara global per April 2026.</em></p>
<p style="font-size: 15px;"><em><a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a> Jumlah pengguna SmartThings didasarkan pada jumlah pengguna terdaftar secara global per Mei 2026.</em></p>
]]></content:encoded>
																				</item>
			</channel>
</rss>
